Connect with us

Sports

2 Medali Emas, Target Realistis Tinju Indonesia di SEA Games 2019

Published

on


Logo SEA Games 2019. (Bola.com/Dody Iryawan)

Finroll.com, Jakarta – Tinju Indonesia optimistis meraih dua medali emas pada SEA Games 2019. Indonesia berkekuatan sembilan atlet pada SEA Games ke-30 tersebut.

Untuk mematangkan persiapan, PB Pertina (Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia), menggembleng atlet di Kupang dan Jakarta.

BACA JUGA : 

“Target kami tidak muluk-muluk, setidaknya mendapat dua medali emas,” kata pelatih tinju Indonesia di SEA Games 2019, Hermansen Ballo, dikutip dari Antara.

Petinju Indonesia akan berangkat ke Filipina pada Kamis (28/11/2019). Hermansen menambahkan, atlet Indonesia sudah mendapat gemblengan mental dan fisik selama pelatnas. Ia pun yakin target dua medali emas itu tercapai.

“Dari hasi tes sudah bagus. Tinggal nanti bagaimana mereka menerapkan apa yang sudah dipelajari selama latihan,” katanya.

Pada SEA Games 2017 di Malaysia, Indonesia hanya meraih satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Medali emas dipersembahkan oleh Aldoms Suguro yang bertarung di kelas terbang.

Pada SEA Games 2019, Thailand dan Filipina bakal menjadi pesaing terberat. Thailand dan Filipina meraih masing-masing dua medali emas pada edisi lalu.

Daftar Petinju Indonesia di SEA Games 2019

Indonesia mengandalkan sembilan petinju pada SEA Games 2019.

Endang, Silva Lau Ratu, Kornelis Kwanggu Langu, Aldoms Suguro, Jiil Mandagi, Farand Papendang, Libertu Gha, dan Greece Savon Simangunsong.(bola.com)

Sumber: Antara

 

Sepakbola

3 Alasan yang Bisa Bikin Ruud Gullit Tolak Tawaran PSSI Latih Timnas Indonesia

Published

on

By

Legenda sepak bola Belanda Ruud Gullit - Foto : Istimewa

Jakarta – Indonesia belum menemukan pelatih yang sesuai untuk menukangi Skuat Garuda. Dua nama yang sempat dikait-kaitkan dengan Timnas Indonesia yakni Luis Milla dan hin Tae-yong, tak menunjukkan tanda-tanda menemui kata sepakat.

Terbaru, mantan pelatih Korea Selatan, Shin Tae-yong, tengah bernegosiasi dengan klub asal China, Jiangsu Suning. Sementara Luis Milla disebut memiliki beragam kendala dalam kesepakatan yang ditawarkan PSSI.

Salah satunya, Luis Milla diminta menjamin Timnas Indonesia kampiun Piala AFF 2020. Permintaan itu cenderung aneh dan sulit disanggupi Milla karena PSSI sama saja meminta prestasi instans.

Namun PSSI masih belum menyerah untuk mencari pelatih yang sesuai. Ketua Umum PSSI, Mochammad Iriawan alias Iwan Bule, mengungkap menyiapkan Ruud Gullit sebagai alternatif pelatih untuk Timnas Indonesia.

Semenjak rumor tersebut muncul, suporter Indonesia terbagi menjadi dua bagian. Ada yang setuju dengan keputusan PSSI untuk mendatangkan mantan pemain AC Milan tersebut.

Namun tidak sedikit pula yang tak sepakat dengan rumor tersebut. Sampai saat ini, belum jelas sejauh mana PSSI telah mendekati Ruud Gullit.

Beberapa fans bahkan menilai Ruud Gullit bisa menolak tawaran PSSI untuk melatih Timnas Indonesia. Dari hasil penelusuran Bola.com, ini alasan masuk akal yang bisa bikin Ruud Gullit menolak tawaran PSSI untuk menukangi Timnas Indonesia.

1. Ruud Gullit Belum Menanggapi

PSSI sudah mengontak Ruud Gullit sepekan yang lalu. Namun sampai saat ini, pelatih asal Belanda itu belum memberi respons.

“Sementara kami kontak Ruud Gullit, tetapi belum ada respons dari dia. Kami minta Sekjen [Ratu Tisha] berkomunikasi dengan dia di Belanda. Belum ada kepastian bisa atau tidak dia,” ujar Iwan Bule di Manila.

“Ia belum merespons, kami tunggu sampai akhir bulan. Kontaknya sejak seminggu lalu. Mudah-mudahan ada kabar dari Gullit,” ujar Iwan Bule.

Mengacu pada hal tersebut, ada kemungkinan Ruud Gullit enggan menerima tawaran PSSI itu. Apalagi, selama ini Indonesia tak pernah disinggung Ruud Gullit.

penelusuran tak menemukan satu pun unggahan Ruud Gullit tentang Indoensia. Selain itu, jika memang Ruud gullit memiliki ketertarikan melatih Indonesia, ia akan cepat merespons tawaran PSSI tersebut.

2. Sibuk Urus Tim eSports

Selain rumor tak ada ketertarikan Ruud Gullit untuk menukangi Timnas Indonesia, Gullit juga bukan pria yang tak punya kesibukan. Dari hasil penelusuran Bola.com, Gullit tengah disibukkan membangun tim eSports besutannya.

Nama tim eSPorts miliki Ruud Gullit adalah “Team Gullit”. Bukan hanya membangun tim yang baik, Team Gullit juga menawarkan pelatihan untuk mereka yang ingin menjadi pemain eSports profesional.

Tim yang dibentuk mantan pemain Chelsea itu terbilang sudah cukup besar. Beberapa pertandingan eSports level internasional pernah dimenangkan The Team Gullit.

3. Lama Tidak Melatih

Kali terakhir Ruud Gullit menduduki jabatan di manajerial pada sebuah tim adalah pada 2018 yakni sebagai asisten manajer Timnas Belanda. Sementara kali terakhir ia menjabat sebagai manajer atau pelatih kepala yakni pada 2011 di Terek Grozny.

Mengacu pada hal tersebut. Ada kemungkinan Ruud Gullit bakal menolak tawaran dari PSSI. Ruud Gullit disebut tak berniat kembali ke kursi kepelatihan.

Apalagi, Ruud Gullit memiliki sejumlah pekerjaan sebagai pundit pada beberapa acara televisi. Pada 7 November 2019, Ruud gullit bahkan menjadi host dalam sebuah tayangan televisi bersama mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger.

Continue Reading

Sepakbola

Main Kamis Sore, Simak Preview Timnas U-23 Indonesia Vs Laos

Published

on

By

Timnas U-23 Indonesia akan menghadapi Laos pada laga terakhir penyisihan grup B SEA Games 2019 di Stadion Imus, Filipina, Kamis, 5 Desember 2019. Pertandingan akan berlangsung mulai 15.00 WIB dengan disiarkan TVRI dan RCTI.

Indonesia siap menghadapi ini. Para pemain bertekad untuk berjuang keras demi mendapatkan kemenangan sekaligus mengamankan tiket ke babak semifinal.

Peluang Indonesia ke semifinal kembali terbuka lebar setelah sukses mengalahkan Bruneri Darussalam dengan kemenangan besar 8-0. Hasil itu menempatkan tim polesan Indra Sjafri ke peringkat dua klasemen dengan nilai 6, unggul selisih gol dari Thailand yang turun ke posisi ketiga. Vietnam di puncak klasemen dengan nilai 12.

Setelah melawan Brunei, para pemain Indonesia hanya menjalani latihan ringan dengan tujuan pemulihan kondisi fisik dan stamina. Anggota tim berlatih di taman Pusat Kebudayaan Filipina yang berada di depan hotel tempat penginapan tim pada Rabu sore.

“Pemain sudah recovery, tidak ada yang cedera dan siap tampil. Kita akan menentukan sendiri nasib kita untuk melangkah ke semifinal,” kata Indra Sjafri.

Menurut dia, pemain diminta tetap respek kepada Laos dengan tidak memandang remeh kekuatan mereka.

Indra Sjafri menilai, persaingan di grup B memang sangat ketat. Selain Indonesia, Vietnam dan Thailand masih berpeluang lolos ke semifinal. Karena itu, dia meminta kepada pemain untuk tidak banyak membuat kesalahan dan fokus pada permainan taktik dan strategi yang sudah dia siapkan.

Striker Indonesia, Osvaldo Haay, juga mengaku sangat siap untuk melawan Laos. “Kemenangan atas Brunei seperti memberi kita energi baru. Mudah-mudahan kami juga bisa tampil lebih bagus dan memenangkan pertandingan lawan Laos,” kata Osvaldo, yang pada laga melawan Brunei mencetak tiga gol, seperti dikutip laman PSSI.

Hal senada juga diungkapkan Evan Dimas. Menurut Evan, semua pemain harus bermain tenang dan fokus pada taktik dan strategi tim. “Laos mungkin akan bermain bertahan,” ujarnya.

Timnas U-23 Indonesia akan lolos bila mampu mengalahkan Laos dan di laga lainnya, Thailand gagal mengalahkan Vietam. Bila Thailand juga menang, maka tiga tim akan melakukan hitung-hitungan selisih gol.

Saat ini, dua tiket semifinal SEA Games 2019 sudah direbut Myanmar dan Kamboja dari Grup A.

Continue Reading

Raket & Golf

Final SEA Games 2019: Anthony Ginting Bawa Indonesia Kembali Unggul atas Malaysia

Published

on

By

Anthony Sinisuka Ginting menjadi penentu kemenangan tim beregu putra Indonesia setelah mengalahkan Sitthikom Thammasin 21-14, 21-13 di Multinlupa Sport Center, Senin (2/12/2019). (PBSI)

Finroll.com, Jakarta – Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting membawa Indonesia unggul 2-1 atas Malaysia pada final bulutangkis beregu putra SEA Games 2019 di Multinlupa Sports Center, Rabu (4/12/2019).

Anthony harus susah payah menundukkan tunggal kedua Malaysia, Soong Joo Ven, dengan skor 13-21, 21-15, dan 21-18. Kedua pemain empat tahun tidak pernah bertemu.

BACA JUGA : 

Pada awal gim pertama, Anthony Tertinggal 2-6. Joo Ven yang ditangani pelatih asal Indonesia, Hendrawan, tampil percaya diri dan unggul 11-6.

Sempat mengejar setelah interval pertama, Anthony semakin tertinggal jauh setelah gagal mengembalikan drop shot Joo Ven. Soong Joo Ven unggul 15-9. Joo Ven akhirnya merebut gim pertama dengan skor 21-13.

Setelah tertekan pada gim pertama, Anthony tampil lebih baik pada gim kedua. Anthony memastikan pertarungan hingga gim ketiga setelah menang dengan skor 21-15.

Pada gim ketiga, pertandingan kembali berjalan ketat. Pada poin-poin kritis, Anthony justru tertahan di angka 18. Anthony mencapai game point, namun lawan juga tak menyerah, skor 21-17.

Soong Joo Ven gagal melakukan servis, sehingga Anthony Ginting merebut gim ketiga.

Dengan demikian, Indonesia untuk sementara unggul 2-1 atas Malaysia pada final beregu putra SEA Games 2019.

Hasil Sementara

Ganda putra Indonesia, Fajar Rian / Muhammad Rian, mengembalikan kok saat melawan Aaron Chia / Soh Wooi Yik pada final beregu SEA Games 2019 di Multinlupa Sport Center, Rabu (4/12). Fajar / Rian kalah 17-21 dan 13-21. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Jonatan Christie Vs Lee Zii Jia (21-9, 21-17)

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto Vs Aaron Chia Teng Fong/Soh Wooi Yik (17-21, 13-21)

Anthony Sinisuka Ginting Vs Soong Joo Ven (13-21, 21-15, dan 21-18)

(bola.com)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending