Connect with us

Sepakbola

3 Duel Klasik Menguras Emosi Timnas Indonesia Vs Vietnam

Published

on


Finroll.com, Jakarta — Vietnam yang akan dihadapi Timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (15/10/2019) bukan lawan asing. Kedua negara bertetangga kerap bersua baik di ajang Piala AFF atau SEA Games.

Rivalitas kedua negara amat panas, tak kalah dibanding duel kontra Thailand atau Malaysia. Tim Negeri Paman Ho belakangan bahkan jadi kekuatan baru di kawasan Asia Tenggara. Terakhir mereka tercatat menjadi juara Piala AFF 2018.

BACA JUGA :

Sejarah mencatat Timnas Indonesia lebih banyak mengantungi kemenangan saat berjumpa Vietnam. Namun situasi terkini membuat publik sepak bola Tanah Air wajar merasa was-was.

Timnas Indonesia mengalami tiga kekalahan beruntun di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G. Andik Vermansah cs. digasak Malaysia (2-3), Thailand (0-3), dan Uni Emirat Arab (0-5).

Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, mengkhawatirkan kondisi timnya jelang laga melawan Vietnam. Penyebabnya, mereka tidak memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan tim.

Timnas Indonesia terakhir bertanding melawan Uni Emirat Arab di Stadion Almaktoum, Dubai, Kamis (10/10/2019). Mereka baru tiba di Tanah Air pada Sabtu (12/10/2019), setelah menempuh perjalanan jauh dari Uni Emirat Arab (UEA).

Makanya, Simon McMenemy tidak memaksa para pemainnya dengan memberi porsi latihan berat di Lapangan Gelora Trisakti, Kuta, Bali, Minggu (13/10/2019). Dia ingin anak asuhnya bisa mengembalikan kebugaran.

“Sedikit pemulihan kebugaran hari ini setelah kami menempuh perjalanan jauh yang melelahkan dari UEA karena ada perbedaan waktu empat jam dengan di sana,” kata pelatih asal Skotlandia tersebut kepada awak media.

Simon dan juga penggawa Timnas Indonesia butuh kemenangan untuk mendongkrak kepercayaan diri usai rangkaian hasil buruk. Simak cerita-cerita seru laga klasik antarkedua negara yang dirangkum di bawah ini:

Leg Kedua Semifinal Piala AFF 2016

Gelandang Timnas Indonesia, Manahati Lestusen, tampak kecewa saat melawan Vietnam pada laga semifinal Piala AFF di Stadion My Dinh, Hanoi, Kamis (7/12/2016). Indonesia lolos dengan agregat 4-3. (Bola.com/Peksi Cahyo)

Perjuangan tak kenal takut kembali diperlihatkan Stefano Lilipaly cs. ketika menyatroni Vietnam pada leg kedua semifinal Piala AFF 2016. Di bawah tekanan puluhan ribu pendukung the Golden Stars yang memadati Stadion My Dinh di Hanoi, 7 Desember 2016, Indonesia mampu memaksakan hasil imbang, skor 2-2.

Leg kedua semifinal Piala AFF 2016 ini diwarnai drama yang membuat jantung pencinta Tim Garuda berdegup lebih kencang. Mungkin Anda masih ingat, betapa pertandingan ini sangat menguras emosi.

Pertandingan berjalan sangat alot. Gol pertama baru tercipta pada menit ke-54. Stefano Lilipaly membuka gol untuk membuat Indonesia unggul 1-0.

Keuntungan dimiliki Indonesia lantaran sejak menit ke-76, Vietnam bermain dengan 10 pemain saja setelah kiper mereka, Tran Nguyen Manh, mendapatkan kartu merah karena menendang Bayu Pradana saat terjadi kemelut di depan kotak penalti.

Pelatih Timnas Vietnam, Nguyen Huu Thang, terpaksa menempatkan bek Que Ngoc Hai sebagai kiper karena jatah pergantian pemain sudah habis.

Namun, tim tuan rumah justru mampu comeback dan mencetak dua gol untuk berbalik unggul, pada menit ke-83 dan 90+3′. Dengan hasil sementara ini, agregat kedua tim sama kuat, 2-2.

Pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan. Manahati Lestusen akhirnya membuat fan Tim Merah-Putih di manapun berada, bersorak meluapkan sukacita. Indonesia mendapatkan penalti pada menit 90+7′, setelah Que Ngoc Hai melanggar Ferdinand Sinaga di kotak terlarang.

Mahanati yang maju sebagai eksekutor, mampu mengecoh bek yang jadi kiper itu untuk menyelamatkan Timnas Indonesia dari kekalahan sekaligus membuat agregat kedua menjadi 4-3 untuk keunggulan Indonesia.

Leg Pertama Semifinal Piala AFF 2016

Pemain Indonesia, Andik Vermansah (kiri), berebut bola dengan pemain Vietnam, Vu Van Thanh, dalam laga leg pertama semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (3/12/2016). (Bola.com/Peksi Cahyo)

Di ajang Piala AFF 2016 Timnas Indonesia berulangkali menciptakan keajaiban. Hampir dua tahun absen di berbagai pentas internasional karena status PSSI terkena ban imbas intervensi pemerintah RI dalam konflik yang terjadi di federasi, Tim Merah-Putih tak masuk hitungan sebagai kandidat juara.

Alfred Riedl mempersiapkan Timnas Indonesia dalam waktu kurang dua bulan, di saat kompetisi domestik berjalan. Ia pun tak bisa sembarangan memanggil pemain. Klub hanya bersedia melepas dua pemain pilarnya buat Timnas Indonesia.

Sejatinya, sejak awal bermain di penyisihan Grup A bersama Singapura, Thailand, dan tuan rumah Filipina, Indonesia sudah harus berjuang ekstra keras.

Tim asuhan pelatih Alfred Riedl ini dipaksa melalui pertandingan demi pertandingan dengan berpeluh. Di matchday pertama Grup A, Andik Vermansah dkk. menyerah 2-4 dari Thailand. Padahal, Timnas Indonesia sempat menyamakan skor jadi 2-2 sebelum akhirnya kalah.

Di matchday kedua melawan Filipina, Timnas Indonesia lagi-lagi harus bekerja keras. Tim Garuda, yang sudah unggul 2-1 hingga menit ke-68, terpaksa menelan pil pahit setelah Philip Younghusband mencetak gol penyama skor 2-2 pada menit ke-82.

Pertandingan ketiga di penyisihan Grup A tak kalah menegangkan. Dengan hanya mengantongi poin satu dari dua laga, Indonesia wajib memenangi pertandingan kontra Singapura jika ingin lolos ke semifinal.

Butuh kemenangan, justru the Lions mampu unggul lewat gol Khairul Amri, menit ke-27. Di saat itulah, Timnas Indonesia menunjukkan ketangguhannya pada situasi mendesak.

Timnas Indonesia bangkit dengan gol Andik Vermansah menit ke-62, dan Stefano Lilipaly memastikan kemenangan Tim Garuda dengan skor 2-1. Indonesia pun melaju ke semifinal sebagai runner-up Grup A, di bawah Thailand yang jadi juara grup, dengan poin empat.

Euforia kembali menyelubungi dunia sepak bola Indonesia. Fase empat besar pun ditatap dengan optimisme tinggi serta dukungan luar biasa dari suporter.

Tiket laga semifinal jadi barang yang sulit dicari menyusul tingginya antusiasme suporter menyaksikan langsung perjuangan Timnas Indonesia di Stadion Pakansari.

Di semifinal, Timnas Indonesia berjumpa Vietnam yang merupakan juara Grup B. Vietnam melaju ke empat besar dengan poin sempurna, sembilan, hasil sapu bersih kemenangan dari tiga laga.

Namun, semangat baja plus dukungan suporter menghadirkan optimisme di kalangan pemain. Indonesia mendapat jatah menjamu lawan terlebih dulu.

Di hadapan Presiden Joko Widodo dan jajaran Menteri serta pejabat negara lain yang menyaksikan langsung di Stadion Pakansari, Tim Garuda mampu menundukkan Vietnam 2-1 pada leg pertama, 3 Desember 2016. Gol penalti Boaz Solossa dan sundulan Hansamu Yama membuat Tim Negeri Paman Ho terkapar di Kota Hujan.

Penyisihan Piala AFF 2004

Boaz Solossa melakukan selebrasi dengan Ilham Jaya Kesuma saat melawan Laos di penyisihan grup Piala AFF 2004. (AFP/STR)

Timnas Indonesia berlaga di Piala AFF 2004 dipimpin Peter Withe, yang baru saja gagal membimbing Tim Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2006.

Namun, gagal di kualifikasi menuju Jerman tidak membuat Indonesia terlihat buruk di Piala Tiger 2004 (nama lawas Piala AFF). Indonesia justru menjadi yang terbaik di Grup A, di mana Boaz Solossa hadir sebagai bintang muda yang cemerlang.

Boaz menjadi pencetak gol pertama Indonesia di Piala AFF 2004 itu. Tak tanggung-tanggung dua gol berhasil diciptakan pemain belia asal Papua di pertandingan kontra Laos.

Timnas Indonesia pun menang telak 6-0 di laga pertama itu, dengan tambahan dua gol dari Ilham Jaya Kesuma, dua gol Kurniawan Dwi Yulianto, dan satu gol dari Elie Aiboy.

Namun, kemenangan besar itu tidak berlanjut di pertandingan kedua. Indonesia yang menghadapi Singapura harus puas bermain imbang tanpa gol Noh Alam Shah, Agu Casmir, dan Khairul Amri mampu mengimbangi permainan Kurniawan Dwi Yulianto dkk. di pertandingan ini. Kekuatan Singapura di Piala Tiger terakhir ini memang sudah terlihat sejak babak grup.

Timnas Indonesia meledak dalam dua pertandingan berikutnya. Salah satunya saat Tim Garuda mempermalukan tuan rumah Vietnam dengan skor 3-0. Gol kemenangan Tim Merah-Putih dicetak Mauly Lessi, Boaz Solossa, dan Ilham Jayakesuma.

Pertandingan yang dihelar di Stadion My Dinh National, Hanoi, amat mendebarkan. Dominasi warna Merah menyala memenuhi sudut-sudut tribune.

Peter Withe menginstruksikan para pemainnya bermain bertahan dengan sesekali melakukan serangan balik cepat. Memaksimalkan kecepatan sayap: Boaz Solossa dan Elie Aiboy, Timnas Indonesia menghukum Tim Negeri Paman Ho dengan tiga gol tanpa ampun.

Vietnam yang sebelumnya perkasa mengalahkan Kamboja 9-1 dan bermain imbang 1-1 kontra Singapura tak menyangka bisa kalah telak. Usai pertandingan banyak di antara pemain Vietnam menangis menumpahkan kesedihan.

Usai menggebuk Vietnam, Tim Garuda membantai selanjutnya lolos ke semifinal usai menggebuk Kamboja 8-0.(bola.com)

 

Sepakbola

Manchester United Buang Peluang Tembus 4 Besar, Solskjaer Kecewa

Published

on

By

Para pemain Manchester United (MU) merayakan Mason Greenwood ke gawang Bournemouth di Old Trafford, Sabtu (4/7/2020). (Clive Brunskill/Pool via AP)

Finroll.com, Jakarta – Ole Gunnar Solskjaer mengakui timnya telah membuang peluang berharga untuk naik ke peringkat ke-3 klasemen sementara Premier League. Manchester United hanya bisa bermain imbang 2-2 kala menjamu Southampton, Selasa (14/7/2020) dini hari WIB.

Seharusnya, jika menang, Manchester United bakal menyalip Leicester dan Chelsea di papan atas. Kesempatan ini sangat berharga ketika musim tinggal menyisakan beberapa pertandingan lagi.

Namun, Manchester United justru membuang peluang itu. Setan Merah sekarang tertahan di peringkat ke-5 dengan 59 poin. Tidak buruk, hanya harus menggantungkan nasib pada hasil kedua rivalnya.

Solskjaer mengakui hasil imbang ini mengecewakan, tapi dia pun memuji timnya yang sudah berjuang. MU sudah tampil sangat baik pada beberapa pertandingan terakhir dan kini mereka tertahan satu hasil imbang.

“Frustrasi, ya, tapi ini adalah bagian dari sepak bola. Kami pun berulang kali memenangkan pertandingan di menit-menit akhir, dan ini adalah ujian untuk para pemain, ujian untuk mental mereka,” buka Solskjaer di laman resmi Manutd.

“Bisakah kami mengenyahkan hasil mengecewakan ini? Bisakah kami bersiap untuk pertandingan Kamis nanti dengan pola pikir positif?”

“Seperti yang Anda [media] katakan, kami telah merangkai laju positif dan kami tidak boleh duduk menyesal ketika situasi sedikit menyulitkan,” imbuhnya.

Buang Peluang

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menyapa suporter usai dikalahkan Bournemouth pada laga Premier League di Stadion Vitality, Bournemouth, Sabtu (2/10). Bournemouth menang 1-0 atas MU. (AFP/Glyn Kirk)

Lebih lanjut, Solskjaer tak bisa kecewa dengan timnya yang sudah berjuang sebaik mungkin. Memang Manchester United membuang beberapa peluang matang dalam pertandingan, tapi gol-gol mereka membuktikan kualitas permainan tim.

“Kami mencetak dua gol fantastis, saya kira Anthony main luar biasa hari ini. Khususnya untuk gol kedua, begitulah sepak bola yang kami inginkan. Cepat, gesit, membelah lapangan, dan diselesaikan dengan baik,” sambung Solskjaer.

“Begitulah sepak bola, selalu soal momen-momen kunci. Kami akan membawa pelajaran ini ke Selhurs Park [markas Palace], Kamis nanti. Itu pertandingan yang menuntut fokus.”

“Kami kecewa, tapi mulai besok harus sepenuhnya fokus pada Crystal Palace,” tandasnya. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Sepakbola

Quique Setien: Barcelona Dahulukan La Liga Baru Liga Champions

Published

on

By

Pelatih Barcelona Quique Setien (tengah) memberi isyarat saat menghadapi Atletico Madrid pada pertandingan La Liga di Stadion Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Selasa (30/6/2020). Barcelona bermain imbang 2-2 melawan Atletico Madrid. (AP Photo/Joan Monfort)

Finroll.com, Jakarta – Pelatih Barcelona, Quique Setien, menyebut timnya mendahulukan La Liga sebelum fokus berlaga di Liga Champions. Menurut Setien, saat ini mengejar perolehan poin Real Madrid di klasemen jauh lebih penting.

El Barca menghadapi jalan terjal dalam usaha mewujudkan mimpi menjuarai Liga Champions musim ini. Ada beberapa laga sulit yang sudah menanti Lionel Messi dkk.

Pertama-tama, Los Cules masih harus menjamu Napoli pada duel lanjutan leg kedua 16 besar. Mereka hanya bisa bermain imbang 1-1 pada leg pertama, yang artinya kesempatan masih terbuka untuk kedua tim.

Setelahnya, andai berhasil menang, Barcelona bakal menghadapi pemenang duel Bayern Munchen kontra Chelsea pada perempat final. Pertandingan ini pun bakal sangat sulit, terlebih jika harus menghadapi Die Bayern.

Nahasnya, Barca sedang tidak dalam level terbaiknya sejak sepak bola digulirkan kembali. Apa kata sang pelatih, Quique Setien, soal tantangan di Liga Champions musim ini?

Setien tahu ada hubungan unik antara Barcelona dengan trofi Liga Champions, beberapa tahun terakhir kompetisi itu hanya menyisakan kenangan buruk.

Di sisi lain, Setien bisa memberikan sentuhan berbeda. Dia tidak ada di sana ketika Barca dipermalukan AS Roma atau Liverpool. Oleh karena itu, pelatih asal Spanyol tersebut percaya skuatnya bisa melewati rintangan pertama, yakni Napoli.

“Saya tidak punya banyak ekspektasi pada undian lain. Saya kira yang paling penting adalah fokus pada Napoli, itulah kuncinya,” buka Setien kepada SPORT.

Barcelona tahu bakal bermain di kandang, saya kira itu sesuatu yang adil,” lanjutnya.

Fokus di La Liga

Memang undian duel fase gugur, Jumat (10/7/2020) sore WIB, terbilang menarik. Barcelona bisa menghadapi Real Madrid andai kedua tim lolos sampai ke semifinal. Namun, Setien menegaskan yang terpenting tetaplah pertandingan di depan mereka.

“Undian yang lain bagus untuk informasi, untuk menganalisis sejumlah calon lawan. Namun, yang terpenting adalah fokus pada pertandingan besok (vs Valladolid) sangat penting untuk menang, untuk tetap mengejar (Madrid),” sambung Setien.

“Lalu setelahnya ada pertandingan kontra Napoli yang krusial. Ketika momen itu tiba, kami akan siap, tapi sekarang kami fokus ke La Liga. Kami harus menjaga peluang kami, menang, dan mencoba jadi juara,” tuturnya. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Sepakbola

Selain ke Juventus, Peluang Sandro Tonali Gabung Inter Milan Juga Besar

Published

on

By

Sandro Tonali masuk radar Juventus. (AFP/Timo Aalto)

Finroll.com, Jakarta – Agen Sandro Tonali, Beppe Bozzo, menyebut Inter Milan tidak tertinggal dalam perburuan Sandro Tonali, gelandang Sampdoria. Persaingan dengan Juventus diakuinya cukup berimbang.

Sandro Tonali merupakan gelandang masa depan Italia. Pemain yang digadang-gadang sebagai The Next Andrea Pirlo itu sering dikait-kaitkan dengan Juventus.

Kendati demikian, Inter Milan juga punya peluang besar dalam mendapatkan Sandro Tonali. Beppe juga mengklaim kliennya cenderung lebih suka bergabung dengan Nerazzurri.

“Inter Milan sudah lama menempel Juventus dalam persaingan ini. Saya rasa sekarang memang tidak jauh,” kata Beppe.

“Menurut pandangan saya, Inter tidak tertinggal dari Juventus. Kaitannya dengan persaingan merebut Sandro Tonali, Giuseppe Marotta dan Ausilio sudah melakukan yang terbaik musim panas tahun lalu dan musim dingin Januari kemarin.”

Juventus tidak sedigdaya itu kok dalam hal belanja pemain. Sekarang ini mereka punya banyak rival dalam manuver transfer,” ujarnya lagi.

Selevel Modric

Sandro Tonali, gelandang Brescia. (Bola.com/Dok. Brescia)

Beppe Bozzo mengklaim, kualitas kliennya itu memang bukan ‘kaleng-kaleng’. Ia bahkan menyamai Sandro Tonali dengan gelandang Real Madrid, Luka Modric.

“Tonali adalah pemain yang unik karena dia terlahir hebat,” ujar Beppe mempromosikan kliennya.

“Dia punya segalanya, dia cerdas, dia sadar ada tanggung jawab besar, makanya tidak heran kalau dia bisa bermain brilian di atas lapangan.”

“Faktor-faktor tadi bakal menjadikannya seorang juara. Anda tidak akan bisa menjadi Modric kalau Anda bukan pemain cerdas, kan?” katanya memungkasi. (Bola.com)(GE)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending