Connect with us

Sepakbola

3 Fakta Dylan Levitt, Remaja yang Diyakini Jadi Bintang Masa Depan Manchester United

Published

on


Finroll.com, Jakarta – Manager Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, memiliki misi mulia sejak awal musim 2019/2020. Pelatih asal Norwegia itu ingin memberi kesempatan pemain muda unjuk penampilan.

Solskjaer berusaha menciptakan calon bintang Manchester United di masa depan. Misi itulah yang membuat Solskjaer merekrut pemain muda pada bursa transfer musim panas 2019.

BACA JUGA : 

Mereka adalah Daniel James, Aaron Wan-Bissaka, dan Harry Maguire. Sayang, misi Solskjaer tersebut menemui jalan buntu.

MU justru tampil tak meyakinkan sepanjang dihelatnya kompetisi Premier League musim 2019/2020. Setan Merah mendapat angka cantik dari 12 penampilan yang telah dijalani.

Pemain Manchester United, Dylan Levitt. (dok. Manchester United)

Marcus Rashford dan kawan-kawan merengkuh empat kali kemenangan, empat kali kekalahan, dan empat kali hasil seri. Torehan tersebut membuat MU bercokol di posisi tujuh klasemen sementara dengan raihan 16 poin.

Kabar yang tengah beredar, managemen Setan Merah akhirnya putus asa dengan misi yang dibawa sang pelatih. Pada bursa transfer musim dingin 2020, MU disebut akan mendatangkan pemain yang lebih senior asal Juventus yakni Mario Mandzukic.

Meski managemen tampak putus asa, namun sejumlah fans meyakini MU masih memiliki talenta muda yang menjanjikan. Melansir dari Manchester Evening News, Jumat (16/11/2019), Dylan Levitt menjadi nama yang disebut-sebut jadi calon bintang masa depan Manchester United.

Dylan Levitt sendiri merupakan remaja kelahiran tahun 2000 yang kini merumput bersama Mancheter United U-23. Jika Anda penasaran dengan kelebihan Dylan Levitt hingga membuatnya digadang-gadang jad bintang masa depan Manchester United, berikut Bola.com menyajikan informasinya untuk Anda.

1. Andalan Coach Ryan Giggs

Bukan hanya Daniel James yang bersinar di Timnas Wales, Dylan Levitt juga mencatatkan prestasi yang sama di bawah asuhan coach Ryan Gigs. Melansir dari Manchester Evening News, remaja kelahiran Bodelwyddan, Wales itu bahkan sudah tiga kali masuk dalam skuat senior.

Penampilannya sebagai gelandang berhasil mencuri perhatian Ryan Gigs. Bahkan, Levitt tidak lama lagi akan melakukan debut internasional pertamanya bersama Timnas Wales.

2. Tampil Apik Bersama Manchester United U-23

Bukan hanya berhasil mencuri hati Ryan Giggs, Dylan Levitt juga tampil meyakinkan bersama Manchester United U-23. Di bawah asuhan Neil Wood, Levitt mempersembahkan delapan kemenangan dari sepuluh pertandingan yang telah dilalui.

pencapaian tersebut membuat Manchester United U-23 bercokol di peringkat dua Premier League 2 Divisi 2 serta menang dalam tiga pertandingan di EFL Trophy.

Menurut Manager Identifikasi Bakat Nasional untuk Asosiasi Sepakbola Wales Trust, Gus Williamns, Levitt adalah talenta muda di lini tengah Timnas Wales.

“Dylan tak pernah gagal mengesankan staff dan staff pelatih Timnas Wales. Dia seorang anak laki-laki yang telah memiliki kemampuan teknis yang hebat, pemahaman tentang permainan dan pengetahuan layak diapresiasi,” kata Gus Williams.

3. Memiliki Pengamatan yang Akurat

Meski usianya masih 18 tahun, namun Dylan Levitt disebut cukup pandai membaca arah bola. Masih menurut Gus Williams, pengamatan remaja yang akan merayakan ulang tahun ke-19nya pada (17/11/2019) itu hampir selalu akurat.

“Dia itu hebat. Dylan memiliki pemahaman tentang permainan dan pengetahuan untuk mengetahui ke mana umpan itu pergi. sebelum dia menerima bola. Dia hanya membuatnya terlihat mudah, dan itu adalah kemampuan yang unik,” tambah Gus Williams.

(bola.com)

Sepakbola

Ada Peran Sir Alex Ferguson di Balik Perkembangan Karier Scott McTominay di Manchester United

Published

on

By

Gelandang Manchester United (MU) Scott McTominay merayakan gol ke gawang Huddersfield Town pada lanjutan Liga Inggris di John Smith's Stadium, Minggu (5/5/2019). (Anthony Devlin/PA via AP)

Finroll.com, Jakarta – Scott McTominay terpilih sebagai pemain terbaik dalam kemenangan Manchester United 2-1 atas Manchester Stadion Etihad, Minggu (8/12/2019) dini hari WIB. Siapa sangka, ada peran manajer legendaris MU, Sir Alex Ferguson, terhadap lonjakan karier McTominay.

Kinerja gelandang berpaspor Skotlandia tersebut meningkat dengan pesat beberapa bulan terakhir. Dia menjadi pemain kunci di Manchester United asuhan Ole Gunnar Solskjaer.

Fans Manchester United patut berterima kasih kepada Jose Mourinho. McTominay promosi ke klub utama saat Mourinho masih mengasuh Manchester United. Tapi, ada juga peran besar Ferguson di balik kepercayaan Mourinho tergadap McTominay.

Mou diberitahu Sir Alex Ferguson untuk lebih sering memainkan Scott McTominay. Pemain akademi Setan Merah memulai debut saat melawan Swansea City pada musim 2016-2017.

Ferguson memberi tahu Mourinho tentang keistimewaan Scott McTominay saat mereka bertemu untuk peringatan tragedi Munich di Old Trafford, Februari 2018. Sebuah rekaman video menunjukkan Fergie meminta Mou untuk lebih sering memainkan sang pemain sebagai gelandang di tim Manchester United.

Pujian Mourinho

Manajer Manchester United asal Portugal, Jose Mourinho. (AFP/Oli Scarff)

Jose Mourinho pernah memuji McTominay saat masih mengasuh Manchester United.  “Saya membuat beberapa perubahan dengan memikirkan karakteristik permainan ini dan saya pikir anak ini (McTominay) memiliki keinginan besar untuk merebut bola ketika tidak dalam penguasaan tim,” kata Mourinho.

“Dia adalah anak yang mengejar bola dan ketika dia menguasai bola itu selalu sederhana, dan ketika melawan lawan seperti Huddersfield, begitu dekat dan dengan begitu banyak orang di belakang bola, kesederhanaan terkadang jenius,” imbuh Mou.

MCTominay menunjukkan peningkatan performa dalam 18 bulan terakhir. Padahal, dia sempat mengalami cedera pada musim ini.

Namun, ia berhasil tampil memukau setelah pulih, termasuk bermain apik saat Manchester United mengalahkan Tottenham Hotspur dan Manchester City di Premier League.(bola.com)

Sumber: Sportbible

Continue Reading

Sepakbola

Jesse Lingard Optimistis Kembali Tampil Apik Bersama Manchester United

Published

on

By

Pemain Manchester United, Jesse Lingard. (AFP/Paul Ellis)

Finroll.com, Jakarta – Pemain Manchester United, Jesse Lingard, mengungkapkan kegembiraannya karena mulai kembali ke performa terbaiknya. Ia optimistis bisa tampil konsisten bersama Manchester United.

Satu tahun terakhir merupakan masa yang berat bagi Jesse Lingard. Pemain tersebut kerap mengalami cedera kambuhan sehingga ia sulit mendapatkan jam bermain bersama Manchester United.

Dampak lanjutan dari situasi tersebut adalah performanya yang inkonsisten, di mana ia gagal membuat gol maupun assist sejak bulan Februari kemarin.

Namun peruntungan Lingard mulai berubah belakangan ini. Berawal dengan golnya ke gawang Astana, performa didikan akademi Manchester United itu mulai kembali ke level tertinggi sehingga ia mulai dipercaya Ole Gunnar Solskjaer untuk menjadi starter.

Lingard mengaku gembira karena performanya mulai membaik. Ia menyebut ia sudah kembali ke jalur yang benar untuk menunjukkan performa terbaiknya bersama Manchester United.

Merasa Bahagia

Pemain Manchester United, Jesse Lingard. (AFP/Geoff Caddick)

Lingard optimistis kalau Manchester United bisa mencapai target pada musim ini. Karena itu, ia menjadi bagian dari kebangkitan Manchester United.

“Saya merasa bahagia. Dengan naik turunnya performa saya belakangan ini, saya merasa saya sudah kembali ke jalur yang benar,” ujar Lingard.

“Saya berlatih dengan baik. Saya melakukan hal yang benar dan manajer senang dengan apa yang saya lakukan dan bagi saya itulah yang terpenting.”

“Saya sangat percaya diri dengan performa saya hingga akhir musim nanti. Dengan dua kemenangan melawan City dan Spurs, ada kepercayan diri dalam tim ini.”

“Sekarang tinggal bagaimana kami menjaga mindset dan juga mentalitas kami agar bisa melanjutkan performa ini,” ungkap Lingard.(bola.com)

Sumber: PA Sports

Continue Reading

Sepakbola

El Clasico Terancam Diundur Lagi

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Laga antara Barcelona dan Real Madrid terancam diundur lagi karena rencana protes yang akan dilakukan pada jadwal tersebut. Hal itu membuat El Clasico berpeluang tertunda untuk kali kedua.

Pertandingan antara Barcelona dan Real Madrid dijadwalkan pada 26 Oktober. Namun, pertandingan ditunda karena gelombang protes di Barcelona pada saat itu.

Saat itu, masyarakat Barcelona karena ada sembilan aktivis Katalunya yang dipenjara otoritas Spanyol. Saat itu, laga antara Barcelona dan Real Madrid tak mungkin dilangsungkan.

Kondisi tersebut membuat LFP mengatur jadwal ulang pertandingan. Berdasarkan kesepakatan bersama, pertandingan dilangsungkan pada 18 Desember mendatang.

Namun, kelompok yang bernama Tsunami Democratic berniat melakukan demonstrasi pada jadwal yang sama di sekitar Camp Nou. Kondisi itu membuat otoritas setempat menyarankan agar pertandingan kembali ditunda.

Kelompok tersebut sangat gencar menyuarakan kemerdekaan Catalunya. Sejauh ini, sudah ada 18.000 orang yang mendaftarkan diri untuk mengikuti demonstrasi tersebut.

Jika hal itu terjadi, pertandingan antara Barcelona dan Real Madrid akan sulit untuk dipertandingkan karena kondisi yang tidak kondusif. LFP kembali harus menyiapkan jadwal alternatif.

Barcelona dan Real Madrid Bersaing Ketat

El Clasico. (AP/Manu Fernandez)

Saat ini, Barcelona dan Real Madrid sedang bersaing ketat di La Liga. Dua klub tersebut mengoleksi poin yang sama.

El Clasico bisa menjadi tie breaker antara keduanya. Laga tersebut bisa menentukan arah dua klub tersebut pada musim ini di La Liga.

Real Madrid konsisten meraih kemenangan walaupun tidak meyakinkan. Tetapi, hasil itu sudah cukup untuk menjaga peluang untuk menjuarai La Liga.

Hal yang sama juga terjadi dengan Barcelona di La Liga. Karena itu, El Clasico putaran pertama diprediksi akan menarik.(bola.com)

Sumber: Mirror

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending