Connect with us
[adrotate group="1"]

Sepakbola

3 Pemain Jepang yang Harus di Waspadai Garuda Muda Indonesia

Published

on


3 Pemain Jepang yang Harus di Waspadai Garuda Muda Indonesia

Finroll.com – Garuda muda Indonesia akan menghadapi Timnas sepak bola Jepang U-19 dalam laga hidup mati menuju Piala Dunia U-20, Minggu (28/10/18), dalam babak perempatfinal Piala Asia U-19 2018.

Secara kasat mata, tim muda Samurai Biru diyakini dapat mengatasi Timnas Indonesia U-19 dalam laga ini. Akan tetapi dukungan penuh suporter Timnas Indonesia U-19 kemungkinan besar bisa merubah hasil akhir nanti.

Walau begitu, anak asuh Indra Sjafri harus berusaha keras pada pertandingan ini. Pasalnya, Jepang merupakan salah satu negara yang menjadi kiblat sepak bola di Asia, bersama Korea Selatan dan China.

Nama-nama seperti Shinji Kagawa, Keisuke Honda, Yuto Nagatomo, hingga Shinji Okazaki merupakan sebagian kecil dari pemain Jepang yang telah berhasil menjadi bukti keseriusan regenerasi Jepang dalam dunia sepak bola.

Mereka semua telah berhasil merintis karier di kancah sepak bola Eropa. Bahkan, nama yang terakhir disebutkan berhasil menjuarai trofi Liga Inggris yang notabene adalah liga tersengit di dataran benua biru.

Di sisi lain, para pemain muda Jepang sendiri tak kalah menariknya dibandingkan seniornya. Sebut saja seperti Takehiro Tomiyasu (19 tahun) yang bermain dengan Sint-Truidense VV di Liga Belgia atau layaknya Ritsu Doan (20 tahun) bersama FC Groningen di Liga Belanda.

Dalam skuat Timnas Jepang U-19 kali ini pun tak sedikit pemain-pemain yang telah merintis kariernya di luar Jepang. Salah satunya adalah pemain FC Tokyo, Takefusa Kubo atau yang lebih dikenal sebagai ‘Messi Jepang’.

Baca Juga: Kevin/Marcus Lolos ke Perempatfinal French Open 2018

Julukannya itu datang bukan tanpa alasan. Pasalnya, ia pernah menimba ilmu di akademi yang sama dengan Lionel Messi, yakni La Masia milik Barcelona.

Selain kehadiran Takefusa Kubo, terdapat beberapa nama-nama lainnya yang memiliki segudang pengalaman, walau masih berusia belasan tahun.

Dan Berikut 3 pemain Jepang yang patut diwaspadai:

Koki Saito

Koki Saito

Baru berumur 17 tahun pada 2018, Koki Saito nyatanya mampu bersaing dengan para pemain yang lebih tua darinya dalam gelaran Piala Asia U-19 tahun ini.

Pengalamannya bermain di kasta kedua Liga Jepang bersama Yokohama FC pun berhasil ia aplikasikan dalam ajang ini.

Hasilnya, torehan tiga gol dan dua assist-nya dari seluruh pertandingan di babak grup telah membuktikan kualitasnya sebagai calon penyerang andalan timnas senior Jepang.

Tak ayal dalam laga melawan Timnas Indonesia U-19 nanti, sosok Saito di lini penyerangan Jepang wajib diwaspadai oleh barisan lini belakang anak asuh Indra Sjafri ini.

Kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar, serta ketenangannya dalam melesatkan bola ke jala lawan harus benar-benar diperhatikan oleh U-19 Indonesia, apabila tak ingin kehilangan kesempatan bermain di Piala Dunia U-20 tahun depan.

Hiroki Abe

 

Hiroki Abe
Berposisi sebagai penyerang, sosok Hiroki justru lebih banyak berkontribusi atas umpan-umpannya di setiap pertandingan babak grup Piala Asia U-19 2018.

Dibandingkan mencetak gol, dirinya lebih sering mengatur serangan tim muda Samurai Biru.

Walau baru mencetak satu gol dan satu assist dari tiga pertandingan di ajang Piala Asia U-19, peran Abe dalam 13 gol Jepang tak bisa dipandang sebelah mata. Bisa dikatakan, pemain Kashima Antlers ini merupakan jiwa permainan U-19 Jepang.

Taisei Miyashiro

Taisei Miyashiro

 

Sosok yang benar-benar wajib diwaspadai oleh lini belakang Timnas Indonesia U-19, tak lain tak bukan adalah Taisei Miyashiro.

Kemampuannya dalam urusan mencetak gol tak bisa dianggap remeh.

Pada gelaran Piala Asia U-19 kali ini, dirinya berhasil mencetak dua gol pada Piala Asia U-19 2018 melalui dua pertandingan saja.

Bahkan, saat berhadapan dengan Thailand U-19, Miyashiro mampu mencetak dua gol di pertandingan ini, sekaligus mengantarkan U-19 Jepang melenggang ke babak perempat final.

Kemampuan Miyashiro sendiri telah tercium sejak mengikuti Piala Dunia U-17 tahun lalu. Kala itu, dirinya berhasil mencatatkan dua kali namanya dalam papan skor dalam tiga pertandingan. Tak ayal, salah satu klub terbesar di Jepang, Kawasaki Frontale pun merekrutnya pada tahun 2018.

 

source Indosport

Sepakbola

Guardiola Perpanjang Kontrak, Sinyal Messi Gabung ke City

Published

on

Pep Guardiola dikabarkan sudah menyetujui perpanjangan kontrak di Manchester City. Kesepakatan ini bisa memuluskan rencana Lionel Messi merapat ke Etihad.

Daily Mail melansir Guardiola telah menyetujui perpanjangan kontrak yang dapat membawanya melewati musim 2021/2022.

Artinya pelatih asal Spanyol itu setidaknya akan mengabdi enam tahun di City. Jauh lebih lama dari prediksi ketika Guardiola tiba dari Bayern Munchen pada 2016.

Guardiola telah mempersembahkan enam trofi bergengsi di City, termasuk gelar Liga Inggris berturut-turut pada 2018 dan 2019.

Namun, tugas terbesar Guardiola adalah mempersembahkan gelar Liga Champions. Pelatih berkepala plontos itu masih diberi waktu untuk mewujudkannya hingga dua tahun ke depan.
Banner Live Streaming MotoGP 2020

Daily Mail melansir, kesepakatan ini kemungkinan jadi kontrak terakhir Guardiola bersama City sebelum memutuskan melatih timnas Spanyol.

Perpanjangan kontrak baru Guardiola dan City dipercaya akan memuluskan skenario mendatangkan Messi dari Barcelona pada Januari mendatang.

Messi sendiri hanya memiliki enam bulan kontrak tersisa di Barcelona dan bebas pindah ke klub manapun secara gratis. Namun, City ngotot mendatangkan Messi lebih cepat dari batas kontraknya.

The Citizens berencana memboyong Messi di Januari dan melepas Eric Garcia untuk mengurangi biaya transfer. Terlebih Barcelona memang berniat memulangkan Garcia ke Spanyol. (CNN INDONESIA)

Continue Reading

Sepakbola

Andrea Pirlo Jadi Pelatih, Juventus Lupakan Jorginho dan Beralih ke Sandro Tonali

Published

on

By

Gelandang Brescia, Sandro Tonali berusaha mengumpan bola dari kawalan gelandang Atalanta, Robin Gosens pada pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di Stadion Gewiss di Bergamo, Italia (14/7/2020). Atalanta menang telak 6-2 atas Brescia. (Gianluca Checchi/LaPresse via AP)

Finroll.com, Jakarta – Target transfer Juventus berubah seiring pemecatan Maurizio Sarri dan penunjukan Andrea Pirlo sebagai penggantinya. Juventus dikabarkan tak lagi berminat merekrut Jorginho dari Chelsea.

Bianconeri disebut-sebut mengalihkan target transfer dari Jorginho ke Sandro Tonali.

Juventus baru saja memecat Sarri dari kursi pelatih setelah tersingkir dari ajang Liga Champions. Keputusan ini tak terlalu mengejutkan karena performa Bianconeri belakangan angin-anginan.

Kejutannya adalah pemilihan Pirlo sebagai pengganti. Pria berusia 41 tahun itu tak memiliki pengalaman di dunia kepelatihan dan beberapa hari lalu baru ditunjuk menjadi pelatih Juventus U-23.

Sebelumnya, Juventus gencar dikaitkan dengan gelandang Chelsea, Jorginho yang merupakan mantan pemain kesayangan Sarri sejak masih di Napoli.

Football Italia, Minggu (9/8/2020), menyebut media-media lokal kompak meyakini penunjukan Pirlo membuat target transfer Juventus beralih ke bintang muda Brescia, Tonali.

Rumor ini tak mengejutkan mengingat selama ini Tonali kerap dijuluki sebagai ‘New Pirlo’ berkat kemiripan posisi dan gaya bermain mereka.

Bersaing dengan Inter Milan

Sandro Tonali, gelandang Brescia. (Bola.com/Dok. Brescia)

Keinginan Juventus memboyong Tonali menemui ujian berat karena harus bersaing dengan Inter Milan yang juga menginginkan gelandang berusia 20 tahun itu.

Bahkan, Inter kabarnya sudah menjalin kesepakatan dengan Tonali dan tinggal menyepakati biaya transfer 40 juta euro yang diminta Brescia.

Sebagai alternatif, Juventus diyakini mengincar gelandang Sassulo, Manuel Locatelli yang sebelumnya juga sempat dihubungkan dengan Si Nyonya Tua.

Sumber : Bola.com

Continue Reading

Sepakbola

Bali United Bakal Tampil Habis-habisan Dalam 3 Laga Tersisa di Piala AFC 2020

Published

on

By

Menurut gelandang Bali United, Muhammad Taufiq, semua laga sisa termasuk laga kontra Sriwijaya FC wajib dimenangkan. (baliutd.com)

Finroll.com, Jakarta – Bali United akan melakoni tiga laga tersisa di penyisihan Grup G Piala AFC 2020 di Vietnam. Gelandang Bali United, Muhammad Taufiq, memastikan timnya bakal tampil habis-habisan untuk bisa menyapu bersih tiga laga itu dengan kemenangan.

Saat ini, Bali United dalam posisi yang kurang ideal karena menghuni dasar klasemen sementara Grup G. Klub berjulukan Serdadu Tridatu itu mengoleksi tiga poin, hasil dari sekali menang dan dua kali kalah.

Secara matematis, peluang Bali United untuk melaju ke babak selanjutnya memang masih terbuka. Namun, syaratnya adalah pasukan Stefano Cugurra Teco itu harus mampu meraih hasil maksimal dalam setiap pertandingannya.

“Berbicara peluang tim ini, saya rasa masih sangat terbuka. Seluruh tim Bali United tentu harus optimis dan berjuang dalam persiapan untuk hasil terbaik nantinya,” kata Taufiq seperti dikutip situs resmi klub, Minggu (9/8/2020).

“Waktu persiapan juga panjang dan kami akan berjuang untuk bisa lolos ke babak selanjutnya di kompetisi Asia tersebut,” tegas Taufiq.

Bali United memiliki tiga pertandingan tersisa, yakni melawan United City (Ceres-Negros), Than Quang Ninh, dan Svay Rieng. Seluruh laga tersebut akan digelar di Stadion Cam Pha, Quang Ninh pada 23-29 September 2020.

Tak Gentar

Sementara itu, Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, menegaskan timnya tak gentar menjadi tim musafir pada tiga laga tersisa di penyisihan Grup G Piala AFC 2020. Teco memastikan timnya siap bekerja keras untuk bisa melaju ke babak selanjutnya.

“Kami akan bermain di Vietnam yang menjadi tempat netral. Namun, pasti akan lebih bagus buat tuan rumah Than Quang Ninh,” kata Teco.

“Meski demikian, pastinya kami akan bekerja keras saat latihan agar bisa mendapatkan hasil yang bagus di Vietnam. Kami akan fokus ke Piala AFC dulu, setelah itu ke Liga 1,” tegas pelatih asal Brasil itu.

Sumber : Bola.com

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending