Connect with us

Sepakbola

4 Klub Ini Bernasib Buruk setelah Masuk Final Liga Champions

Published

on


Penyerang Liverpool, Mohamed Salah melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur, pada final Liga Champions 2018-2019, Minggu (2/6/2019). (AFP / Gabriel Bouys)

Finroll.com, Jakarta – Tottenham Hotspur berhasil masuk final Liga Champions untuk pertama kali pada musim 2018-2019. Namun, langkah mereka mencapai trofi juara dipatahkan oleh Liverpool dengan skor 0-2 di partai puncak.

Performa impresif Tottenham Hotspur musim lalu tidak bisa berlanjut pada awal musim ini. Pada kompetisi Premier League 2019-2020, Spurs sempat menghuni peringkat ke-14 dan terpaksa mendepak sang pelatih, Mauricio Pochettino.

Padahal Pochettino merupakan pelatih yang berhasil mengubah Tottenham Hotspur menjadi klub yang menjadi langganan Liga Champions. Spurs telah menunjuk Jose Mourinho untuk menjadi manajer baru.

Penurunan performa klub setelah mencapai final Liga Champions tidak hanya menghampiri Spurs. Beberapa tim bahkan ada yang sampai turun kasta musim berikutnya.

Penasaran klub mana saja? Bola.com telah merangkum delapan klub yang bernasib buruk setelah masuk final Liga Champions.

BACA JUGA : 

1. Juventus

1. Alessandro Del Piero – Selama 19 tahun membela Juventus dirinya mencetak 288 gol dari total 697 laga di semua ajang. Peraih capocannoniere atau top scorer tahun 2007 dan 2008 itu layak disebut sebagai kapten sejati bagi pasukan Zebra. (AFP/Giuseppe Cacace)

Setelah masuk final berturut-turut sejak tahun 1995 hingga 1998, Juventus bernasib buruk pada musim 1998-1999. Cedera Alexandro Del Piero berperan besar dalam keruntuhan Si Nyonya Tua.

Juventus hanya mampu finis di peringkat ketujuh dan tak mampu berbuat banyak di Liga Champions.

2. Borussia Dortmund

Logo Borussia Dortmund. (threepullpa).

Borussia Dortmund berhasil menjuarai Liga Champions pada 1997-1998 setelah mengalahkan Juventus. Ini merupakan gelar pertama bagi Die Borussen.

Namun, prestasi Dortmund melorot musim 1998-1999. Pada pentas Bundesliga mereka hanya mampu finis di urutan kesepuluh dan hanya berselisih lima poin dari zona degradasi.

3. AC Milan

Filippo Inzaghi bisa dibilang menjadi striker nomor punggung sembilan terakhir yang bersinar bersama AC Milan dengan mencetak 126 gol dari 300 laga. (Photo by OLIVIER MORIN / AFP)

AC Milan berhasil masuk partai final Liga Champions musim 2004-2005, namun kalah secara dramatis oleh Liverpool. Musim berikutnya Milan mengalami nasib yang tragis.

Mereka terkena kasus skandal Calciopoli dan mendapat hukuman pengurangan poin dari federasi sepak bola Italia (FIGC).

4. Bayern Munchen

Sedari muda Robben memang sulit mengembangkan permainannya akibat seringnya didera cedera. Masalah tersebut dialami sejak membela PSV hingga Bayern Munchen. (AFP/Christof Stache)

Bayern Munchen berhasil masuk final Liga Champions musim 2009-2010. Namun, langkah mereka meraih juara digagalkan Inter Milan.

Musim berikutnya, Bayern Munchen mengalami penurunan performa sehingga gagal meraih juara Bundesliga dan tersingkir dari Liga Champions pada fase 16 besar.(bola.com)

 

Sepakbola

Akhir Musim Paling Menarik Dalam 3 Dekade Terakhir La Liga : Periode 1993 / 1994 Jadi Milik Barcelona

Published

on

By

Logo dan ilustrasi Barcelona. (AFP/Pau Barrena)

Finroll.com, Jakarta – La Liga 2019 / 2020 masih berlangsung ketat. Dua tim raksasa tradisional, Real Madrid dan Barcelona menjadi kuda pacu terdepan yang bisa meraih titel Liga Spanyol musim ini.

Saat ini, Real Madrid hanya unggul satu poin dari Barcelona. Real Madrid masih bisa menjauh jika sanggup menekuk Alaves pada laga nanti malam. Pada sisi lain, perseteruan dua musuh bebuyutan tersebut bisa menjadi gambaran persaingan La Liga yang tak kalah panas dengan liga-liga lain di kawasan Eropa.

Sepanjang sejarah La Liga, ada beberapa musim yang berstatus ‘ketet’, bahkan sampai membutuhkan pekan terakhir untuk mengetahui siapa yang berjaya. Nah, jika menilik sejarah, bisa saja titel musim ini berasal dari pertarungan jornada terakhir.

Bagi para penggemar La Liga, ada beberapa momen bersejarah dan menarik, yang bisa menggambarkan pertarungan ketat hingga akhir musim. Satu di antara musim tersebut adalah 1993/1994.

Saat itu, Barcelona menjadi pihak yang paling berbahagia. Barcelona menggagalkan Real Madrid meraih gelar juara di musim 1991/1992 dan 1992/199. Tapi, pertandingan terakhir musim 1993/1994 lebih dramatis.

Drama Penalti

Deportivo La Coruna bersaing meraih gelar La Liga untuk kali pertama mereka setelah memimpin klasemen selama berbulan-bulan. Mereka butuh menang atas Valencia di kandang untuk memastikan gelar. Depor, yang gugup dalam pertandingan itu, menyia-nyiakan beberapa peluang, dan skor masih 0-0 di jeda pertandingan.

Pada area lain, tepatnya di Camp Nou, Barcelona berhasil menang 5-2 atas Sevilla. Johan Cruyff dan timnya berkumpul di pinggir lapangan untuk mendengarkan radio disaat pemain sayap Depor, Nando, dijatuhkan di kotak penalti.

Donato, yang biasa mengambil tendangan penalti, sudah diganti pemain lainnya, sehingga bek Miroslav Đukić, maju sebagai eksekutor. Sayang, tendangannya dapat dihalau kiper Valencia, José Luis González. Alhasil, Barcelona langsung melakukan selebrasi, dan itu adalah akhir musim yang pahit bagi Depor dan Đukić. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Sepakbola

Inter Milan dan Chelsea Hampir Capai Kesepakatan Transfer Emerson Palmieri, Olivier Giroud Juga Diincar

Published

on

By

Bek Chelsea, Emerson Palmieri, (AFP Photo/Glyn Kirk)

Finrll.com, Jakarta – Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, dikabarkan ingin bereuni dengan mantan anak asuhnya di Chelsea, Olivier Giroud dan Emerson Palmieri. Menurut laporan media Italia, kedua kubu hampir mencapai kesepakatan soal transfer Palmieri

Inter Milan ingin memboyong Emerson karena sesuai kebutuhan tim. Conte ingin menambah opsi pemain di sektor bek kiri yang selama ini stoknya tipis.

Selain Palmieri, Giroud juga menjadi sasaran bidikan Inter Milan. Klub berjuluk La Beneamata tersebut sudah lama mengincar pemain Prancis itu.

Emerson dan Giroud juga bukan sosok asing bagi Conte. Mereka pernah bekerja saat Conte masih mengarsiteki Chelsea.

The Blues dikabarkan menyematkan banderol sekitar 25 juta euro hingga 30 juta euro untuk Emerson. Bagi Inter Milan, membeli pemain Brasil itu secara harga lebih masuk akal dibanding mengejar Marcos Alonso yang berbanderol 40 juta euro (Rp655 miliar).

Saat ini, Emerson dan Giroud sama-sama sudah memasuki tahun terakhir kontrak mereka di Chelsea. Emerson tercatat menyumbangkan satu assist dalam 19 laga musim ini, sedangkan Giroud mencetak enam gol dalam 18 pertandingan.

Nilai Kontrak

Bek Chelsea, Emerson Palmieri, berebut bola dengan gelandang Nottingham Forest, Alex Mighten, pada laga Piala FA di Stadion Stamford Bridge, London, Minggu (5/1). Chelsea menang 2-0 atas Forest. (AFP/Adrian Dennis)

Inter Milan dan Chelsea dikabarkan sudah sepakat dengan nominal transfer senilai 25 juta euro (Rp 409,5 miliar) untuk Emerson. Kedua kubu tinggal membahas beberapa detail kontrak secara lebih terperinci.

Emerson Palmieri diboyong Chelsea dari AS Roma. Ia tercatat sudah 2,5 tahun merumput di Stamford Bridge.

Sepanjang musim ini, Emerson Palmieri tak selalu mendapat jaminan tampil sebagai starter. Dalam beberapa kesempatan ia harus duduk di bangku cadangan. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Sepakbola

Real Madrid Siap Negosiasi dengan Peminat Luka Jovic

Published

on

By

Luka Jovic mencetak gol pertamanya untuk Real Madrid pada laga melawan Leganes. (dok. Real Madrid)

Finroll.com, Jakarta –  Real Madrid dikabarkan Marca bakal melepas Luka Jovic ke klub lain pada bursa transfer musim panas tahun ini. Bahkan, Madrid siap bernegosiasi dengan klub yang menginginkan tanda tangan Jovic.

Pemain berusia 22 tahun tersebut bergabung dengan Madrid pada musim panas 2019. Berhasil mencetak 27 gol bersama Eintracht Frankfurt pada musim lalu membuat Luka Jovic diharapkan bisa menjadi suksesor Karim Benzema di lini serang.

Akan tetapi, Jovic tampil kurang meyakinkan. Dia baru mencetak dua gol dan dua assist dari 25 laga bersama Real Madrid pada musim ini.

Selain minim kontribusi, Luka Jovic juga kerap berulah dan melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona, satu di antaranya adalah menggelar pesta barbekyu di kediamannya.

Situasi tersebut membuat Real Madrid gerah. Manajemen El Real berencana untuk melepas striker Timnas Serbia itu ke klub lain pada bursa transfer musim panas tahun ini.

Real Madrid dikabarkan siap mendengar tawaran dari klub lain yang menginginkan jasa Luka Jovic. Seperti dilansir Transfermarkt, banderol Jovic saat ini berada di angka 32 juta euro (Rp 522 miliar).

Diincar AC Milan

Satu di antara klub yang tertarik meminang Luka Jovic dari Real Madrid adalah AC Milan. I Rossoneri tertarik dengan sang striker untuk menjadi suksesor Zlatan Ibrahimovic di lini serang.

Saat ini, durasi kerja Ibra bersama Milan akan berakhir pada 30 Agustus 2020. Belum ada tanda-tanda mantan kapten Timnas Swedia itu bakal memperpanjang kontrak baru, meski AC Milan diyakini belum ingin mengakhiri kerja sama.

Demi bisa memboyong Luka Jovic ke San Siro pada musim panas tahun ini, manajemen Il Diavolo Rosso telah bertemu dengan agen sang pemain, Fali Ramadani. Kebetulan, Ramadani juga agen dari penyerang AC Milan, Ante Rebic. (Bola.com)(GE)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending