Connect with us

MotoGP

Adik Marquez Disebut Layak Dapat Kursi di Honda ketimbang Zarco

Published

on


Pembalap MotoGP Marc Marquez (kiri) bersama pembalap Moto2 Alex Marquez (tengah) dan pembalap Moto3 Lorenzo Dalla Porta (kanan) berswafoto di depan Valencia Motorcycle Grand Prix, Spanyol, Minggu (17/11/2019). Ketiganya sukses merebut gelar juara dunia tahun 2019. (AP Photo/Alberto Saiz)

Finroll.com, Jakarta – Adik Marc Marquez, Alex, yang bersinar di Moto2 2019, disebut layak mendapat kursi di Honda, ketimbang Johann Zarco.

Alez Marquez menjuarai Moto2 2019, mengikuti jejak sang kakak yang kampiun di MotoGP musim ini. Kegemilangan Alex memunculkan rumor baru, bahwa ia bisa saja dilirik Repsol Honda. Satu hal yang diyakini oleh banyak orang walau belum ada pernyataan resmi adalah Alex akan naik kelas musim depan.

“Jika Honda memutuskan untuk mengambil Alex Marquez, saya pikir itu keputusan terbaik,” kata pembalap Aprilia Gresini, Aleix Espargaro,

“Saya akan melakukan hal yang sama jika saya adalah Honda, karena Alex adalah juara Moto2, juga Marc akan senang,” ucapnya.

“Mungkin orang mengatakan bahwa Zarco layak mendapatkan kursi itu, bagi saya itu tidak benar. Bagi saya, jika Zarco pantas untuk itu, Pol dan saya pantas sepuluh kali lebih banyak,” tegasnya.

Rumor yang berkembang, Honda ingin mendukung Alex karena hubungan yang tidak baik antara KTM dengan Zarco. Zarco mundur lebih awal dan KTM menyetujui permintaannya membatalkan kontrak tahun kedua.

“Sikap yang ditunjukkannya bagi saya bukan profesional. Orang-orang di sekitar saya di Aprilia tahu berapa kali saya menangis tahun lalu, berapa kali saya menangis tahun ini, tapi ini pekerjaan kami, ini hidup kami,” katanya.

“Banyak orang di belakang kami, dengan banyak keluarga, bekerja sangat keras. Banyak orang menaruh banyak uang ke proyek-proyek ini. Jadi, untuk berhenti dan berkata, ‘motor ini sial, aku pulang’, bagi saya, dia tidak pantas menunggangi motor terbaik dan gabung tim terbaik di dunia (Honda).”

“Itu hanya pendapat saya,” kata Aleix Espargaro.

Gagal Finis

4. Johann Zarco (Yamaha) – 73 Poin. (AFP/Javier Soriano)

Setelah pamit dari KTM, Johann Zarco menjadi pembalap sementara LCR Honda untuk menggantikan Takaaki Nakagami yang menjalani operasi dan harus rehat hingga awal tahun.

Pada MotoGP seri terakhir di Valencia, Zarco gagal finis. Itu sebabnya, Aleix Espargaro menilai Zarco tidak pantas mendapat kursi tetap di Honda.(bola.com)

 

Sumber: Crash

 

MotoGP

Ini yang Harus Dilakukan Fabio Quartararo Sebelum Jadi Rival Terkuat Marc Marquez

Published

on

By

Pembalap tim Petronas Yamaha, Fabio Quartararo, mulai MotoGP musim depan pindah ke Monster Energy Yamaha (AFP/Lillian Suwanrumpha)

Finroll.com, Jakarta –  Sebelum dianggap sebagai rival terkuat Marc Marquez pada masa depan, Fabio Quartararo harus membuktikan diri terlebih dahulu dengan cara merebut kemenangan di MotoGP. Inilah yang dinyatakan ayah Jorge Lorenzo, Chicho Lorenzo, kepada Paddock GP, Selasa (30/6/2020).

Chicho, yakni sosok yang ‘menggembleng’ Lorenzo sejak anak-anak sampai bisa merebut 5 gelar dunia, tentu tahu banyak soal apa yang harus dan tidak dilakukan oleh seorang pebalap jika ingin merebut kesuksesan.

Mengamati debut Fabio Quartararo di kelas tertinggi pada 2019, di mana ia merebut 7 podium dan 6 pole, Chicho pun yakin kemampuan rider 21 tahun itu hanya tinggal di asah sedikit agar bisa lebih baik lagi tampil di lintasan dan benar-benar menjadi rival berat Marquez.

Gebrakan Quartararo tahun lalu memang membuatnya kembali dijuluki ‘The Next Marc Marquez’, julukan yang pernah diberikan banyak orang padanya saat masih turun di CEV Moto3 pada 2013 dan 2014. Chicho pun mengaku paham mengapa Fabio Quartararo bisa sampai mendapatkan julukan yang cukup ‘serius’ tersebut.

“Kami yakin pada Fabio sampai-sampai menyebutnya sebagai bintang baru MotoGP dan sebagai suksesor Marc Marquez. Di MotoGP, ia terbukti bisa sangat cepat dan meraih hasil baik meski membela tim satelit. Ia bahkan bisa tampil lebih baik dari Rossi dan Vinales pada beberapa kesempatan. Kami sudah lihat ia mampu ‘mengganggu’ Marc,” ungkapnya.

Motor Paling Bersahabat

Marc Marquez (kanan) seolah hendak mencekik leher Fabio Quartararo (kiri) pembalap Petronas Yamaha SRT asal Prancis. (AFP/Jorge Guerrero)

Chicho pun yakin debut gemilang Quartararo juga terbantu fakta bahwa YZR-M1 merupakan motor paling bersahabat di MotoGP, yang cocok dengan segala jenis gaya balap. Meski begitu, untuk benar-benar bersaing sengit dengan Marquez, Quartararo harus bekerja lebih keras lagi.

“Juga benar bahwa Yamaha adalah motor yang mudah dikendarai. Dengan motor itu, pebalap lain juga langsung cepat sekalinya berkendara. Tapi apakah Fabio akan benar-benar bisa melawan Marc?” tutur Chicho, yang juga mentor Lorenzo School, akademi balap yang mengorbitkan Joan Mir.

“Jika Fabio menemukan tombol yang tepat di kepalanya, yang bisa membantunya mendapatkan langkah terakhir untuk mulai meraih kemenangan dan ikut memperebutkan gelar dunia, maka barulah memungkinkan ia bisa menjadi lawan Marc yang sepadan,” pungkasnya. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

MotoGP

Dovizioso Bakal Tampil di Pembuka MotoGP 2020

Published

on

Finroll – Jakarta, Pembalap Ducati Andrea Dovizioso dikonfirmasi akan tampil dalam seri pembuka MotoGP 2020 di MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, 19 Juli mendatang.

Dovizioso mengalami patah tulang pada ajang motocross di Italia sehingga harus menjalani operasi bahu pada Minggu (28/6) waktu setempat.

Akun Twitter Ducati Course mengonfirmasi operasi Dovizioso berjalan dengan baik. Pembalap asal Italia itu itu pun diproyeksikan tampil pada seri pembuka MotoGP musim ini.

“Dovizioso sukses menjalani operasi tulang selangka kiri di Policlinico di Modena kemarin malam,” ucap Ducati.

“Dia akan segera memulai rehabilitasi dan ambil bagian dalam pembuka MotoGP 2020 di Sirkuit Jerez pada 19 Juli 2020,” kata Ducati menambahkan.

Dovizioso mendapat izin dari Ducati tampil di kejuaraan motocross MX regional di Emilia Rogmana, Italia. Ikut sertanya pembalap 34 tahun itu disebut sebagai bagian dari persiapan MotoGP 2020.

Akan tetapi, nahas bagi runner-up MotoGP 2019 tersebut. Dovizioso menabrak motor lain saat mendarat dari lompatan yang mengakibatkan patah tulang selangka kiri dan harus mendapat operasi.

Bakal tampilnya Dovizioso di pembuka MotoGP 2020 sesuai dengan prediksi sang manajer, Simone Battistella. Sebelumnya Battistella optimistis Dovizioso akan membalap di Sirkuit Jerez.

“Andre kesakitan, tapi tetap stabil. Mungkin ini patah tulang yang sebenarnya tidak perlu operasi.”

“[Namun] kami melakukan operasi kepada Andrea [untuk menguatkan kondisi] agar dia bisa segera berlatih dalam beberapa hari sehingga bisa tampil pada balapan perdana [MotoGP Spanyol],” ujar Battistella.

Masa depan Dovizioso di Ducati sendiri masih belum jelas. Pasalnya, Dovizioso belum menandatangani perpanjangan kontrak dengan Ducati.

MotoGP 2020 akan dimulai di Sirkuit Jerez, Spanyol, 19 Juli mendatang. Live streaming MotoGP Spanyol bisa disaksikan melalui CNNIndonesia.com, sementara siaran langsung balapan di Trans7.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

MotoGP

Ternyata Ini Alasan Ducati Izinkan Andrea Dovizioso Balapan Motocross yang Berujung Kecelakaan dan Patah Tulang

Published

on

By

4. Andrea Dovizioso (Ducati) - 1,3 juta Follower. (EPA/Luca Zennaro)

Finroll.com, Jakarta –  Andrea Dovizioso mengalami kecelakaan ketika mengikuti lomba motocross di trek Monte Coralli, Faenza, Italia, Minggu (28/6/2020).

Akibat kecelakaan itu, pembalap Ducati itu mengalami patah tulang selangka bahu kiri dan harus menjalani operasi pada hari yang sama.

Operasi sendiri berjalan sukses, tapi Andrea Dovizioso hanya punya waktu kurang lebih dua pekan. Karena pada 15 Juli, ia harus sudah mengikuti sesi tes MotoGP 2020 di Sirkuit Jerez, Spanyol.

Kemudian di trek yang sama, MotoGP 2020 juga menggelar dua lomba pertama pada tanggal 19 dan 26 Juli.

Pastinya tidak ada pihak yang disalahkan dari kejadian ini. Karena Dovizioso tampil di balapan motocross setelah mendapat izin dari Ducati.

Komentar Pihak Ducati

Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, memilih untuk mengendarai motocross di waktu luang yang dimiliki. (Instagram/@andreadovizioso)

Lantas apa alasan manajemen Ducati mengizinkan Andrea Dovizioso berlomba motocross padahal tahu risiko terjatuh sangat besar dan MotoGP 2020 sudah di depan mata?

“Kami tahu motocross adalah kegiatan yang menimbulkan beberapa risiko. Kami masih mengizinkan Andrea karena dia telah menjelaskan kepada kita bahwa dia perlu menemukan kembali rangsangan dan sensasi (mengendarai motor) yang hanya bisa diberikan oleh kompetisi nyata,” Kata Ciabatti.

“Sisi lain, motocross juga jenis latihan yang dilakukan banyak pembalap MotoGP. Jadi, pada akhirnya, kita harus lega bahwa cedera itu tidak memiliki konsekuensi serius dan bahwa Andrea akan dapat [berpartisipasi] di lomba pertama musim ini,” tambahnya.

Untuk diketahui, sebelum kecelakaan Dovizioso saat berlomba motocross, pihak Ducati juga sedang bernegosiasi dengan pembalap asal Italia itu terkait perpanjangan kontrak untuk MotoGP 2021.

Sampai kini, Ducati-Dovizioso belum mencapai kata sepakat. Konon masalahnya akibat nilai kontrak yang masih terlalu kecil untuk runner-up MotoGP tiga musim terakhir itu. (Bola.com)(GE)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending