Connect with us

Peristiwa

Air Terjun Tol Becakayu Sempat Banjiri Kalimalang

Published

on


Hujan deras melanda sejumlah titik di Jakarta pada Kamis (21/11) sore. Salah satunya di daerah Kalimalang, Kota Bekasi, yang dekat dengan Jalan Tol Bekasi, Cawang, Kampung Melayu (Becakayu).

Pengendara yang melewati Jalan Raya Kalimalang mengeluhkan limpasan air yang turun dari Jalan Tol Becakayu. Dalam video yang beredar, air tersebut meluncur dari atas tol dan membuat jalanan di bawahnya tergenang.

Sejumlah pengendara motor harus meminggirkan kendaraannya agar tak terkena limpasan air. Sementara itu, pengendara motor lainnya ada yang tetap melaju pelan. Terlihat air menutupi setengah ban motornya.

“Air yang meluncur deras dari Tol Becakayu menggenangi badan Jalan Kalimalang, kendaraan susah lewat,” kata pengendara sepeda motor, Okto Fajar (33), dilansir Antara, Jumat (22/11).

Hujan deras di sana turun sekitar pukul 16.00 WIB. Sehingga, pengendara terpaksa menghindar dari terjangan ‘air terjun’ Jalan Tol Becakayu, tepatnya di sekitar simpang Jalan H Naman hingga Noer Alie Kalimalang, Kota Bekasi.

Limpasan air tersebut juga masih terlihat di lintasan Kalimalang. Sementara genangan air di badan jalan terpantau setinggi 90 cm dan merendam sebagian ban pengendara.

Belum diketahui pasti mengapa luapan air bisa turun dari konstruksi Tol Becakayu. Namun, diduga karena tidak adanya saluran air di proyek konstruksi itu, air yang menggenang melimpas ke badan Jalan Raya Kalimalang.

Saat dikonfirmasi, Kepala Divisi III Waskita Karya selaku kontraktor Tol Becakayu, Dono Prawoto, masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mencari tahu persoalan.

“Saya perlu kontak dulu (penanggung jawab proyek), biar saya tahu duduk persoalannya,” ucap Dono.

 

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Kondisi Kalimalang, Bekasi saat hujan Kamis (21/11) sore kemarin. – video @ningrumuchul #jktinfo

Sebuah kiriman dibagikan oleh JAKARTA INFO (@jktinfo) pada

Advertisement Valbury

News

Akibat Gas Bocor Satu Keluarga Terbakar di Lubang Buaya

Published

on

Finroll – Jakarta, Kebakaran diduga akibat tabung gas bocor terjadi di sebuah rumah kontrakan Jalan Makmur 2 RT07 RW06, Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (5/7) malam. Satu keluarga terluka parah akibat luka bakar dalam kejadian ini.

“Pagi ini korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Haji Pondok Gede, akibat luka bakar yang mereka alami,” kata Kasi Operasional Damkar Jakarta Timur, Gatot Sulaeman di Jakarta, Senin (6/7) dikutip dari Antara.

Korban berjumlah tiga orang merupakan pasangan suami istri dan anaknya. Yakni Wahyudi (36) mengalami luka bakar 50 persen dan terparah pada bagian wajah.

Lalu istrinya, Yorda (35) luka bakar 50 persen, terparah pada bagian tangan kanan dan kiri.

Terakhir, anak perempuan mereka berinisial N (6) luka bakar 90 persen hampir seluruh tubuh.

Gatot mengatakan kejadian itu dilaporkan kepada petugas Damkar Jakarta Timur pukul 22.22 WIB oleh salah satu warga yang datang ke pos Lubang Buaya.

Penyebab kebakaran terjadi diduga akibat kebocoran pada tabung gas yang tidak disadari penghuni rumah.

“Objek terbakar berasal dari kebocoran tabung gas atas nama pemilik sekaligus korban Wahyudi,” katanya.

“Pemilik rumah tidak mengetahui ada kebocoran tabung gas. Lalu korban menyalakan listrik dan terjadi penyalaan api,” kata Gatot.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

International

Hujan Deras, Banjir dan Longsor Tewaskan 16 Orang di Jepang

Published

on

By

Hujan lebat semalaman memincu banjir dan tanah longsor di Jepang pada Minggu (5/7). Setidaknya 16 orang tewas karena bencana itu, dua di antaranya lansia. llustrasi. (Kyodo News via AP).

Finroll.com, Jakarta – Hujan lebat yang memicu banjir besar dan tanah longsor di Jepang menewaskan 16 orang pada Minggu (5/7). Kabar tersebut dikonfirmasi setelah mereka sempat dinyatakan dalam kondisi kardio-pernapasan, istilah yang digunakan Jepang sebelum dokter secara resmi menyatakan orang tersebut meninggal dunia.

Dua di antaranya ialah seorang perempuan dan laki-laki berusia 80-an yang berada di wilayah Kumamoto barat tewas akibat tanah longsor. Hal tersebut dilaporkan media nasional setempat, NHK, tanpa penjelasan lebih lanjut.

Sementara itu, 20 orang lainnya dalam kondisi kardio-pernapasan, istilah yang digunakan Jepang sebelum dokter secara resmi menyatakan orang tersebut meninggal dunia.

Gubernur Kumamoto, Ikuo Kabashima, pada Sabtu (4/7) mengungkapkan 14 orang dari korban terdampak hujan lebat tersebut merupakan penghuni panti jompo. Enam orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Pemerintah daerah dan kota yang terdampak bencana belum bisa segera mengonfirmasi jumlah kematian. Mereka menyatakan masih fokus meredam penyebaran virus corona di tempat-tempat penampungan evakuasi.

Bencana alam itu membuat pemerintah setempat menerbitkan imbauan evakuasi terhadap lebih dari 200 ribu penduduk.

Awak tanggap darurat telah keluar sepanjang malam guna mencari orang hilang dan menyelamatkan warga yang masih terjebak di rumah mereka.

Melansir AFP, meski hujan telah reda di Kumamoto sejak Minggu (5/7) pagi, banyak masyarakat yang masih terisolasi di daerah tersebut akibat jembatan runtuh dan memblokir jalan serta tanah longsor.

Di sisi lain, masyarakat di Kota Yatsushiro membuat tanda besar SOS di atas tanah kawasan sekolah dasar. Sekitar 10 orang melambaikan handuk putih meminta pertolongan dari helikopter serta media.

Sebelumnya, badan pengawas cuaca di Jepang menurunkan peringatan hujan dari tingkat tertinggi ke satu tingkat di bawahnya untuk Kumamoto dan dekat Kagoshima.

Namun, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meminta warga setempat tetap waspada. Sekitar 10 ribu tentara juga diinstruksikan bersiap untuk bergabung dengan tim SAR. Persiapan itu menjadi salah satu langkah untuk tetap memprioritaskan keselamatan masyarakat.(cnnindonesia.com)

Continue Reading

International

Serangan ke Pusat Rehabilitasi Narkoba Meksiko, 24 Tewas

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Sejumlah pria bersenjata melakukan serangan ke sebuah pusat rehabilitasi narkoba di kota Irapuato, Meksiko hingga menewaskan sedikitnya 24 orang dan tujuh lainnya luka-luka.

Pihak berwenang mengatakan serangan membabi buta itu terjadi pada Rabu (1/7). Sekretaris keamanan publik Irapuato, Pedro Cortes mengatakan pelaku penyerangan sempat masuk ke area pusat rehabilitasi dan memaksa orang-orang yang berada di sana untuk berlutut ke tanah hingga melepaskan tembakan ke beberapa orang.

“Kami mendapat laporan bahwa para pria bersenjata menggunakan mobil merah, belum ada informasi lebih lanjut soal para pelaku,” ujar Cortes.

“Laporan awal yang kami terima diketahui 24 orang tewas dan tujuh lainnya cedera.”

Saat ini pihak berwenang sedang berupaya menemukan kendaraan yang digunakan oleh para penyerang. Belum diketahui motif di balik serangan ini.

Serangan serupa ke pusat rehabilitasi narkoba di Guanajuato juga sempat terjadi pada 6 Juni lalu. Dalam serangan tersebut dilaporkan sembilan orang tewas di tempat, sementara satu lainnya meninggal ketika tiba di rumah sakit.

Irapuato berada di Provinsi Guanajuato yang kerap terjadi kekerasan dan kejahatan secara terorganisir. Guanajuato merupakan pusat industri penting di Meksiko. Daerah tersebut merupakan pusat manufaktur otomotif, penerbangan, dan industri berat internasional lainnya.

Denyut bisnis di Irapuato menarik kelompok kejahatan seperti Jalisco dan kartel narkoba Santa Rosa de Lima melancarkan aksi pemerasan, penculikan, hingga pencurian bahan bakar.

Penembakan oleh pria bersenjata bukan pertama kali terjadi di Meksiko. Sebelumnya pada 21 Juni lalu pihak berwenang menangkan 26 anggota kartel narkoba Santa Rosa de Lima setelah membakar sebuah kendaraan untuk memblokir jalan di kota Celaya, Salamanca, dan Villagran.

Serangkaian kekerasan yang terjadi di Meksiko mendapat reaksi dari Presiden Andres Manuel Lopez Obrador yang mengatakan jika pemerintahannya tidak akan membiarkan adanya kekacauan dan aksi anarkis kelompok bersenjata di negaranya.

Meksiko tahun lalu mencatat rekor 34.582 kasus pembunuhan, tertinggi sejak pencatatan dimulai resmi pada 1997.(cnnindonesia.com)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending