Connect with us

International

Ancam Tembak Mati, Korut Peringatkan Warganya Tak Menonton Acara TV Korsel

Published

on


Ancam Tembak Mati, Korut Peringatkan Warganya Tak Menonton Acara TV Korsel

Finroll.com – Otoritas Korea Utara (Korut) memperingatkan warganya untuk tidak menyaksikan acara televisi Korea Selatan (Korsel). Mereka yang tepergok melakukan hal itu akan eksekusi mati oleh regu tembak.

Menurut Radio Free Asia, peringatan tersebut dikhususkan untuk warga Korut yang tinggal di wilayah perbatasan dengan Korsel.

Seorang sumber mengatakan, kepolisian di sana telah mengimbau warga Korut agar tidak mengonsumsi tayangan televisi Korsel yang dianggap sebagai bahan video kapitalisme.

“Mereka (kepolisian Korut) mengatakan kepada kami bahwa mereka sadar bahwa semakin banyak orang dapat memanipulasi frekuensi (dari televisi) untuk menonton program televisi Korsel,” kata sumber tersebut, dikutip laman the Telegraph, Senin (28/1).

“Mereka mengatakan bahwa terlepas dari status individu mana pun, mereka yang tertangkap dalam pelanggaran dapat dieksekusi oleh regu tembak. (Mereka ingin) menanamkan rasa takut,” kata sumber itu menambahkan.

Menurut dia, pengawasan difokuskan terhadap warga yang tinggal di Hwanghe Selatan. Daerah tersebut diketahui berada di dekat perbatasan Korsel. Mereka yakin bahwa orang-orang yang tinggal di daerah perbatasan lebih cenderung berubah menjadi kekuatan oposisi yang mengancam sistem.

Pemerintah Korut diketahui mengontrol penuh arus informasi dan hiburan untuk warganya. Masyarakat dapat mengakses intranet yang kontennya sangat disensor pemerintah. Hal itu membuat ketersediaan berita asing sangat terbatas di negara tersebut

Masyarakat yang hendak mengirim surel atau melakukan panggilan telepon kepada warga asing pun harus terlebih dulu mendaftarkannya ke otoritas lokal. Sejumlah aktivis di Korsel mengetahui kondisi tersebut dari warga Korut yang melarikan diri atau menjadi pembelot.

Para aktivis di Korsel telah cukup lama melakukan kampanye untuk membanjiri Korut dengan flashdrives berisi buletin berita dan film dokumenter yang dikirim dengan bantuan balon udara dari perbatasan. Informasi alternatif itu diharapkan dapat mempengaruhi publik Korut dan menumbuhkan perbedaan pendapat.(republika)

International

Kronologi Pesawat Terbelah di India, 17 Orang Tewas

Published

on

By

Pesawat Air India Express tergelincir di Bandara Calicut, India pada Jumat (7/8) malam dan menelan 17 korban meninggal dunia.(AFP/FAVAS JALLA).

Finroll.com, Jakarta –  Pesawat Air India Express readyviewed tergelincir di Bandara Calicut (Kozhikode), Kerala, India pada Jumat (7/8) malam.

Hingga sekarang, insiden yang menyebabkan pesawat patah dan terbelah dua ini menyebabkan 17 orang meninggal dunia. Berikut kronologi pesawat tergelincir dan terbelah dua.

Pesawat Air India Express dengan nomor penerbangan IX-1344 tersebut terbang dari Dubai, Uni Emirat Arab pada Jumat sore. Pesawat berjenis Boeing 737 itu mengangkut total 191 orang yang terdiri dari 184 penumpang, 5 awak kabin, dan 2 pilot.

Setelah sekitar empat jam perjalanan, pesawat Air India Express tiba di Bandara Calicut, Kerala. Saat hendak mendarat, pesawat itu tergelincir di landasan pacu sekitar pukul 19.40 waktu setempat.

Saat itu, kondisi cuaca sedang hujan deras. Pesawat tergelincir sekitar 10 meter di ujung landasan pacu. Pesawat itu jatuh ke jurang 10 meter, patah, dan terbelah menjadi dua.

“Tidak ada kebakaran yang dilaporkan pada saat (pesawat) mendarat,” ungkap juru bicara Air India Express dalam sebuah pernyataan.

Penyelamatan dan evakuasi pesawat langsung dilakukan setelah kecelakaan tersebut. Namun, hujan deras sempat menjadi kendala tim evakuasi.

Berdasarkan data dari situs pelacakan penerbangan mencatat bahwa pesawat tersebut sempat berusaha mendarat dua kali.

“Kondisi cuaca tidak bagus. Pilot sudah mencoba mendarat lebih awal dan kemudian melakukan putaran (turnaround),” kata Civil Aviation Minister India Hardeep Singh Puri kepada CNN.

Dalam wawancara di stasiun TV, korban yang yang selamat juga menyebut pesawat naik dan turun berkali-kali sebelum mendarat saat hujan.

Hingga Sabtu (8/8) pagi, tercatat 17 korban tewas, termasuk bayi berusia 10 bulan dan 1,5 tahun. Salah satu pilot, Deepak Santhe juga meninggal dunia, Korban meninggal ini dapat terus bertambah mengingat lebih dari 100 orang terluka dan 15 diantaranya dalam kondisi kritis.

Petugas senior kepolisian Abdul Karim mengatakan kepada AFP, bahwa 15 korban kritis tersebut sedang dirawat intensif di rumah sakit.

Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan berduka atas kecelakaan tersebut.

“Sangat sedih atas kecelakaan pesawat di Kozikhode. Turut berduka cita kepada mereka yang ditinggalkan orang tercinta. Untuk mereka yang terluka semoga dapat segera pulih,” ujar Modi melalui akun Twitter @narendramodi, dikutip Sabtu (8/8).

Modi juga memastikan bahwa Kepala Menteri Kerala Pinarayi Vijayan siap membantu semua korban yang terdampak.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

International

Presiden Libanon Tolak Penyelidikan Internasional Ledakan

Published

on

By

Presiden Libanon Michael Aoun. (AFP/JOSEPH EID)

Finroll.com, Jakarta – Presiden Libanon Michael Aoun menolak menolak segala bentuk penyelidikan internasional atas ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut.

Aoun mengatakan serangan rudal atau kelalaian bisa menjadi penyebab terjadinya ledakan yang mengakibatkan 154 korban jiwa dan melukai lebih dari lima ribu lainnya. Menurut dia, campur tangan pihak asing dapat mengaburkan kebenaran.

Dia berjanji untuk segera mengusut tuntas penyebab insiden tersebut

Sejak awal readyviewed pemerintah Libanon menduga ledakan itu disebabkan oleh timbunan amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan selama bertahun-tahun tanpa pengamanan memadai. Dilaporkan ada 2.750 ton amonium nitrat disimpan di gudang Pelabuhan Beirut itu.

Penyimpanan bahan kimia berdaya ledak tinggi itu pun memicu kemarahan warga Libanon. Aoun sendiri mengakui ada kesalahan dalam sistem pengawasan.

Meski demikian pemantik ledakan dari amonium nitrat yang tersimpan masih belum jelas.

Sejumlah petugas menyatakan ada pekerjaan perbaikan gudang baru-baru ini. Sementara, pihak lain menduga ada kembang api yang disimpan di tempat yang sama atau dekat lokasi penyimpanan bahan kimia berdaya ledak itu.

Amonium nitrat tersebut dilaporkan diangkut oleh kapal dagang berbendera Rusia milik Moldova, Rhosus. Kapal itu berangkat dari Batumi, Georgia menuju Mozambik pada 2013.

Karena terjadi beberapa kendala administrasi, finansial, dan protes dari awak, kapten kapal yang bernama Boris Prokoshev memutuskan singgah di Beirut pada 2013. Karena kapal melanggar sejumlah aturan maka amonium itu disita.

Dia juga membuka kemungkinan serangan rudal sebagai penyebab ledakan. “Ada dua kemungkinan, kelalaian atau serangan asing melalui rudal atau bom,” ujar Aoun seperti dikutip dari AFP, Sabtu (8/8).

Dugaan ledakan disebabkan oleh serangan sebelumnya digulirkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dia mengklaim mendapat laporan dari militer bahwa dua ledakan besar yang terjadi di pelabuhan Beirut adalah sebuah serangan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

International

Wisata Kembali Buka, 2 Kapal Pesiar Jadi Klaster Baru Corona

Published

on

By

Ilustrasi kapal pesiar. (Istockphoto/KenWiedemann)

Finroll.com, Jakarta –  Infeksi virus corona dilaporkan terdeteksi pada dua kapal pesiar yang masing-masing tengah berlayar di kawasan Artik dan Pasifik setelah wisata kembali dibuka.

Kedua kapal pesiar itu merupakan MS Roald Amundsen dan Paul Gauguin.

Setidaknya 40 penumpang dan kru MS Roald Amundsen dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Pihak berwenang tengah berusaha melakukan pelacakan kontak terhadap ratusan penumpang dari dua pelayaran yang baru-baru ini dilakukan kapal pesiar tersebut.

Empat kru MS Roald Amundsen dirawat di rumah sakit Norwegia pada Jumat pekan lalu setelah kapal berlabuh di pelabuhan Tromso. Keempat kru itu didiagnosa mengidap corona.

Sebanyak 32 dari 158 kru kapal lainnya juga turut terinfeksi Covid-19.

Meski terdapat kasus positif corona, pihak kapal mengizinkan 178 penumpang turun dan meninggalkan Tromso. Hal tersebut kian mempersulit pihak berwenang melacak kontak dan potensi penularan.

Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia (FHI) dan pemerintah Kota Tromso memaparkan berdasarkan pemeriksaan sejauh ini empat dari 387 penumpang MS Roald mengidap virus corona.

Ratusan penumpang itu melakukan perjalanan dengan dua kapal berbeda sejak 17 Juli.

“Kami memperkirakan akan menemukan lebih banyak penularan terkait pandemi ini,” ucap seorang eksekutif senior FHI, Line Vold.

Vold menuturkan telah mewajibkan seluruh penumpang melakukan karantina mandiri.

Pemilik MS Roald Amundsen dan 15 kapal lainnya, The Hurtigruten, menjadi perusahaan kapal pesiar pertama yang kembali beroperasi pada pertengahan Juni lalu setelah setop beroperasi selama tiga bulan karena pandemi corona.

Pada Maret lalu, Roald Amundsen sempat terdampar di lepas perairan Chile karena ditolak masuk ke pelabuhan negara itu setelah ada penumpang yang mengidap virus corona di atas kapal. Saat itu, kapal tersebut membawa lebih dari 100 penumpang.

Dikutip The Guardian, kapal pesiar Paul Gauguin berlabuh di Papeete, Tahiti, setelah sejumlah orang di atas kapal terdeteksi mengidap virus corona oleh dokter kapal.

Pihak berwenang Tahiti telah memerintahkan seluruh penumpang dan kru untuk tetap berada di atas kapal.

Paul Gauguin tengah berlayar di antara Bora Bora dan Kepulauan Rangiroa ketika dokter kapal menemukan satu kru kapal positif terinfeksi corona.

Kapal itu pun segera berbalik arah untuk kembali ke pelabuhan asal.

Hingga kini, belum diketahui berapa penumpang yang diangkut Paul Gauguin. Namun, beberapa pihak mengatakan kapal tersebut telah mengurangi jumlah penumpang dari kapasitas normalnya sebagai bagian dari protokol kesehatan yang diterapkan perusahaan.

Paul Gauguin kembali berlayar pada 18 Juli lalu untuk mengakomodasi wisatawan lokal. Kapal tersebut mulai menerima turis asing pada 29 Juli.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending