Connect with us

Sports

Anggota IOC Klaim Olimpiade 2020 Ditunda

Published

on


Anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC), Dick Pound, menyatakan IOC sudah memutuskan menunda Olimpiade 2020 karena pandemi virus corona.

FINROLL.COM — Saat ini IOC masih dalam tahap membahas keputusan penyelenggaraan Olimpiade 2020, namun Pound mengklaim sudah ada tanda-tanda Olimpiade tahun ini bakal ditunda.

“Interpretasi saya dari komunikasi IOC adalah mereka tidak ingin membatalkan, dan mereka berpikir tidak bisa melanjutkan rencana penyelenggaraan pada 24 Juli. Jadi akan ada penundaan,” kata Pound dikutip dari AFP.

Anggota IOC lainnya, Craig Reedie, juga menyebut penundaan menjadi pilihan logis IOC di tengah wabah virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut.

“Dalam keseimbangan probabilitas, informasi yang diketahui tentang kondisi di Jepang dan efek COVID-19 terhadap seluruh dunia jelas menunjukkan kemungkinan penundaan,” kata Reedie dilansir AP.

Anggota IOC Klaim Olimpiade 2020 Ditunda

Pound mengatakan IOC saat ini tengah menjalin komunikasi dengan Jepang dan berbagai stakeholder, seperti federasi-federasi olahraga internasional, komite olimpiade negara-negara di dunia, dan atlet mengenai penyelenggaraan Olimpiade.

“Saya pikir penundaan satu tahun adalah hal yang masuk akal karena ada banyak waktu untuk mengurus segala keperluan,” tutur Pound yang memprediksi krisis COVID-19 tidak bakal ditanggulangi hingga September atau Oktober.
Anggota IOC Klaim Olimpiade 2020 Ditunda

IOC dan panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 sebelumnya menunjukkan keengganan mengubah jadwal penyelenggaraan, yang rencananya dimulai 24 Juli hingga 9 Agustus.

Menentang sikap keras kepala tersebut, beberapa negara pun menampilkan resistensi dengan menolak mengirimkan atlet jika Olimpiade 2020 tetap berlangsung sesuai jadwal semula tanpa mempertimbangkan pandemi virus corona. (GPH)

Advertisement Valbury

MotoGP

Marquez Bukan Bintang MotoGP

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Bos Honda, Alberto Puig menilai sosok Marc Marquez tak layak disebut bintang di MotoGP karena lebih cocok sebagai anti-hero.

Puig menganggap sosok Marquez tidak menyerupai sosok bintang-bintang MotoGP. Puig menganggap Marquez hanya seorang yang punya hasrat besar setiap memacu motor di lintasan.

“Dia adalah pria biasa yang kemudian berubah seperti binatang ketika memacu motor. Sesederhana itu.”

“Marquez adalah anti-hero. Dia bukan super star, namun orang biasa yang bersikap normal kepada lainnya. Dia bukan bintang, namun ketika balapan, ia berubah jadi binatang,” kata Puig dikutip dari Tuttomotoriweb.

Bos Honda: Marquez Bukan Bintang MotoGPMarc Marquez sudah mengoleksi enam gelar juara dunia MotoGP. ( CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)
Anti hero adalah sebutan yang disematkan pada sosok tokoh utama dalam cerita yang tidak sepenuhnya memiliki ciri-ciri yang biasanya hadir dalam sosok pahlawan.

Puig juga tak lupa menekankan sukses Marquez di dunia MotoGP tak lepas dari dukungan lingkungan sekitar yang membuat Marquez bisa menarik seluruh potensi yang ada dalam dirinya.

“Tentu saja semua juga berkat kerja orang-orang di sekitarnya, para mekanik, manajer tim, pelath, dan bahkan Honda juga mendapat keuntungan dari hal itu.”

“Kami tahu bahwa kami bekerja dengan salah satu pebalap terbaik di dunia jadi kami harus berusaha tampil maksimal,” kata Puig.
Bos Honda: Marquez Bukan Bintang MotoGP
Marc Marquez memang jadi sorotan utama di MotoGP saat ini. Sejak naik kelas ke MotoGP pada 2013, Marquez sudah berhasil sudah berhasil enam kali juara dunia di kelas elite balap motor.

Satu-satunya kegagalan Marquez jadi juara dunia adalah pada MotoGP 2015 saat Jorge Lorenzo memenangkan persaingan lawan Valentino Rossi di seri terakhir balapan di Valencia.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Sepakbola

Presiden UEFA Yakin Liverpool Bakal Juara Liga Inggris

Published

on

By

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, meyakini Liverpool bakal menjadi juara Liga Inggris di tengah ketidakpastian penyelenggaraan kompetisi lantaran pandemi virus corona.

FINROLL.COM — Ceferin menyatakan Liverpool tidak mungkin gagal menjadi juara Liga Inggris musim ini jika pertandingan kembali dilanjutkan atau seandainya liga disetop.

“Jika Premier League diteruskan, Liverpool pasti bakal menjadi peraih gelar. Secara teori semua belum berakhir, tetapi secara praktik Liverpool di ambang juara. Jika pertandingan tidak dapat dilanjutkan, masih ada cara untuk memastikan hasil final, untuk menyatakan juara,” ujar pria asal Slovenia tersebut.

“Dan saya tidak dapat membayangkan, tidak dapat melihat ada skenario yang menyatakan kelak juaranya bukan Liverpool. Saya mengerti fan akan sangat kecewa jika itu terjadi di stadion yang kosong atau di kantor pengelola liga, tetapi saya percaya mereka akan mendapat gelar juara,” sambung Ceferin dalam wawancara dengan EkipaSN dikutip dari Express.

Presiden UEFA Percaya Liverpool Bakal Juara Liga InggrisLiverpool memiliki keunggulan mutlak atas pesaing-pesaing di Liga Inggris. (AP Photo/Jon Super)

UEFA sebelumnya menyatakan liga sepak bola di Eropa harus memastikan gelar juara musim ini demi kepentingan kompetisi level kontinental pada musim depan, baik Liga Champions atau Liga Europa.

Liga Inggris sampai saat ini masih belum memastikan kejelasan cara mengakhiri musim. Ada keinginan liga berlanjut tanpa penonton, sementara terdapat pula suara yang berharap kompetisi disetop.

Liverpool untuk sementara menempati peringkat pertama Liga Inggris dengan 82 poin, unggul 25 poin dari Manchester City yang menempati peringkat kedua.
Presiden UEFA Percaya Liverpool Bakal Juara Liga Inggris

Sebagian besar dari peserta Liga Inggris musim ini menyisakan sembilan pertandingan lagi, namun ada juga yang memiliki 10 laga tersisa seperti Manchester City dan Sheffield United.

Jika Liverpool menjadi juara, maka akan menjadi gelar Liga Inggris pertama di era Premier League. Kali terakhir The Reds menjadi kampiun adalah pada tahun 1990. (nva/sry)

Continue Reading

MotoGP

Rossi Disebut Bakal Kepayahan di MotoGP 2020

Published

on

By

Valentino Rossi disebut bakal kepayahan menjalani MotoGP 2020 bahkan bila seri musim ini dipangkas lebih singkat.

Rossi bakal menjalani MotoGP 2020 sebagai musim penentuan kelanjutan kariernya di dunia balap motor. Bila bisa tampil kompetitif, Rossi dinilai bakal memilih melanjutkan karier meskipun musim depan sudah tak lagi di tim pabrikan Yamaha.

Namun manajer Avintia, Ruben Xaus menganggap Rossi bakal kesulitan menjalani MotoGP 2020 yang bakal berlangsung lebih padat di paruh akhir tahun 2020 meski jumlah seri kemungkinan bakal berkurang.

“Berbicara dari sudut pandang DNA, setiap tahun berlalu, tentu Rossi bertambah tua, seperti saya. Saya bisa dalam kondisi bagus namun ketika saya berlatih, saya butuh dua hari untuk pemulihan. Sedangkan 20 tahun lalu, saya bisa berlatih tiga kali sehari, tujuh hari seminggu, dan 365 hari setahun tanpa pernah menyadari itu.”

“Meski Rossi fit, dia bakal mengalami kesulitan. Saya bukan meremehkan Rossi karena dia tetap mampu melakukan hal yang tidak bisa saya lakukan, namun saya merasa Rossi bakal lebih kesulitan tahun ini,” ucap Xaus seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

MotoGP 2020 belum bisa dimulai sebagai bentuk pencegahan penyebaran pandemi Corona. Sejumlah seri telah dijadwal ulang ke akhir tahun sedangkan sejumlah seri lainnya terancam batal. Kondisi tersebut membuat MotoGP 2020 terancam hanya berlangsung selama beberapa seri namun dengan jadwal yang lebih padat.

“Bahkan pada tahun lalu dengan dua seri beruntun, Rossi terlihat lebih lelah di seri kedua. Bila ada tiga seri setiap bulan selama empat bulan, saya rasa itu akan berat.”

“Saya tak tahu bagaimana Rossi bakal menghadapi hal itu namun musim ini bakal jadi musim yang sangat menguras fisik,” kata Xaus.

Xaus menganggap pebalap-pebalap muda bakal lebih diuntungkan bila jadwal MotoGP 2020 berlangsung padat.
Rossi Disebut Bakal Kepayahan di MotoGP 2020

“Marquez adalah favorit bersama Quartararo. Vinales juga bakal tampil kuat. Menarik untuk melihat seorang pebalap bisa bangkit setelah tampil buruk di seri pekan sebelumnya. Marquez dan Quartararo selalu jadi pebalap yang bisa bangkit dengan cepat, mereka adalah yang terkuat,” tutur Xaus. (CNNINDONESIA)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending