Connect with us

E-Sports

Angka Fantastis Jumlah Gamer Indonesia Pada 2024

Published

on


Finroll.com, Jakarta – Industri gim di Indonesia semakin bergairah. Kondisi tersebut selaras dengan kemunculan varian esports, yang membuat seluruh kalangan semakin aktif berpartisipasi.

Seperti dirilis Moonton, sinyal tersebut sudah terlihat sejak grand final Mobile Legends : Bang Bang Professional League (MPL) Indonesia Season 1. Pada perhelatan 1 April 2018 tersebut, panggung utama Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) sanggup membuat Mall Taman Anggrek Jakarta, penuh sesak dengan para gamer.

BACA JUGA : 

Setelah 2 musim berjalan, MPL Indonesia Season 4 masih mendatangkan fans fanatik. Pada pekan lalu, yang jadi hari terakhir pertandingan regular, sebanyak 2 ribu fans MLBB menyerbu MPL Arena. Mereka datang demi melihat pertandingan panas EVOS kontra RRQ.

Padahal, momen tersebut bukan puncak dari gelaran MPL Indonesia Season 4. Acara grand final bakal berlangsung di Stadion Tennis Indoor Gelora Bung Karno, pada 26-27 Oktober 2019.

Fakta tersebut menunjukkan secuil dari kegairahan perkembangan industri gim dan esports di Indonesia. Selaras dengan itu, MPL Indonesia Season 4 dan Mobile Legends : Bang Bang menjadi trendsetter di industri esports dan gim Indonesia.

Faktor MPL Season

Industri gim di Indonesia akan terus berkembang. Pada lima tahun ke depan, jumlah gamer di Tanah Air akan menembus angka 187 juta. (FOTO / Moonton)

DANA, sistem pembayaran nontunai yang berstatus sponsor MPL Indonesia Season 4, melihat peluang besar dari pasar gamer di Indonesia. Menurut mereka, gim online menjadi komunitas dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.

Sebelumnya, komunitas ini terlalu tersegmentasi, dengan sebagian besar penggunanya anak laki-laki. Sekarang, kelompok ini sudah jauh lebih luas dengan anak perempuan dan orang tua yang bisa ikut serta.

Selain perkembangan yang cepat, pasar gamer tidak asing lagi dengan perkembangan teknologi. Pihak DANA merilis, setidaknya ada 42,9 juta gamer yang ada di Indonesia saat ini. Padahal, pada 2015, hanya ada setengah dari jumlah tersebut. Mereka memrediksi, 5 tahun lagi, jumlah gamer di Tanah Air akan menjadi 3 kali lipat alias berkisar di angka 128,7.

Angka fantastis tersebut bisa terjadi berkat gim online yang akan lebih terjangkau dan dekat dengan masyarakat. Dukungan esports akan menjadi ajang kompetitif yang lebih populer, sehingga mampu memberikan dampak yang lebih besar lagi.

Menurut data Moonton, sebagai publisher dan developer dari Mobile Legends : Bang Bang, pengguna aktif bulanan gim ini di Indonesia mencapai 31 juta orang. Angka tersebut bisa menjadi gambaran tentang seberapa besar pasar gamer di Indonesia.

Peran Esports

Secara khusus, ada 2 peran besar dari esports dalam mengembangkan industri gim di Indonesia. Menurut DANA, tantangan terbesar adalah persepsi publik yang masih negatif terhadap kegiatan bermain gim.

Pada segmen mengubah paradigma negatif ini, esports bisa berperan besar. Satu cara paling efektif untuk mengkomunikasikan sisi positif dari bermain gim adalah dengan menunjukkannya langsung kepada para orang tua.

Contoh nyata terjadi di nomor esports MLBB. Sosok Muhammad Ikhsan alias Lemon adalah ‘korban positif’ dari esports. Jenis olah raga ini dapat menghantarkannya meraih banyak prestasi. Begitu juga JessNoLimit, yang menjadi bintang baru di YouTube karena memainkan Mobile Legends : Bang Bang.

Selain dua sosok tadi, ada banyak nama-nama pemain lain yang berhasil menjadikan esports sebagai sebuah jalan baru menuju kesuksesan. Selain berguna mengubah paradigma publik, ambisi para gamer untuk masuk dalam jajaran pemain paling bergengsi juga berguna menjadi penggerak industri ini.

Hasrat kompetitif di pasar gamer muncul dengan ekosistem esports yang berkembang pesat. Padahal hasrat kompetitif alias gengsi itu yang mampu mendongkrak daya beli pasar, di banyak industri.

Data Gamer

Industri gim di Indonesia akan terus berkembang. Pada lima tahun ke depan, jumlah gamer di Tanah Air akan menembus angka 187 juta. (FOTO / Moonton)

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia mencapai 171,17 juta jiwa atau 64,8% dari total penduduk. Walhasil, pengguna internet yang masuk ke pasar gim adalah 24 persen.

Latar itu pula yang membuat para pelaku industri gim dan esports masih optimistis dengan laju pertumbuhan sektor ini. Secara kuantitatif, angka tersebut akan semakin menaik seiring peningkatan penetrasi internet, penambahan infrastruktur, dan pengenalan teknologi.(bola.com)

Advertisement Valbury

E-Sports

Valve Blok Lebih dari 40 Ribu Akun Dota 2

Published

on

By

Jakarta – Valve melakukan tindakan tegas terhadap lebih dari 40 ribu akun Dota 2. Hal tersebut berkaitan dengan beberapa pelanggaran serius, terutama dalam bentuk kecurangan.

Akun resmi Dota 2 merilis, puluhan ribu akun tersebut telah terbukti melakukan kecurangan yang memberi benefit bagi peningkatan tier player. Walhasil, Valve tak mengampuni para pemilik user tersebut, sehingga memutuskan untuk mem-banned.

Pihak Valve mengungkapkan, ragam kecurangan tersebut berkaitan dengan metode untuk medapatkan matchmaking rating (MMR). Valve memastikan, akun-akun nakal atau palsu tersebut tak akan lagi bisa bermain Dota 2.

Valve berjanji untuk membuat suasana kembali normal dengan menghapus akun tersebut dari mode permainan. Bagi Valve, tindakan tegas tersebut bukan kali ini terjadi.

Bukan Kali Pertama

Pada September 2019, Valve merealisasikan beragam laporan dari para pengguna terkait pelanggaran dan kecurangan dari puluhan ribu akun. Kala itu, dua indikator utama adalah player yang terlalu banyak bermain dan user yang jarang berperang.

Sebelumnya, Valve mengumumkan telah melakukan serangkaian perbaikan agar bisa mendeteksi smurf lebih cepat serta tepat. Hal itu selaras dengan mode pengembangan terbaru yang meluncur pada 11 Februari 2020.

Continue Reading

E-Sports

Kejuaraan Dunia Esports Free Fire Berlangsung di Indonesia

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Untuk kali pertama Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah kejuaraan esports kelas dunia yakni Free Fire Champions Cup 2020.

Free Fire Champions Cup 2020 rencananya akan digelar pada 19 April mendatang di Istora Senayan Jakarta. Turnamen ini khusus memperlombakan game Free Fire besutan Garena. Total 12 tim esports mancanegara akan berpartisipasi.

Peserta Free Fire Champions Cup 2020 berasal dari empat benua yakni Asia, Amerika, Eropa dan Afrika. Mereka akan memperebutkan hadiah yang sangat besar sekitar Rp 8,18 miliar.

“Terpilihnya Indonesia sebagai penyelenggara kejuaraan Free Fire Champions Cup menunjukan bahwa ekosistem esports Tanah Air terus terbangun. Mulai dari komunitas hingga industri esports mampu memberi dampak positif terhadap. ekonomi digital. Kami terus berupaya menjadi bagian dalam perkembangan esports di Indonesia yang sejalan dengan visi dan misi pemerintah,” tutur Hans Kurniadi Saleh, Direktur Garena Indonesia.

Untuk menjadi tuan rumah turnamen esports Free Fire Champions Cup 2020, Indonesia harus bersaing ketat dengan beberapa negara seperti Brasil, Rusia, Vietnam hingga Filipina.

Perdana

Free Fire Champions Cup 2020 di Jakarta menjadi kali pertama Indonesia menjadi tuan rumah turnamen esports bertaraf dunia yang diikuti oleh negara-negara tak hanya dari Benua Asia.

Saat ini Indonesia menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang menjadi tuan rumah turnamen esports dunia, setelah sebelumnya Thailand sukses menyelenggarakan Free Fire World Cup 2019 di Bangkok.

Dalam kejuaraan dengan penonton online global mencapai lebih dari 8.480.000 tersebut, tim esports Indonesia Evos berhasil keluar sebagai juara dan mengibarkan Sang Merah Putih

“Kami menyambut positif acara ini. Ini jadi event kedua di Asia. Kami berharap di Indonesia akan sukses. Kami akan selalu mendukung bersama Kemenparekraf. Untuk menuju jadi tuan rumah Olimpiade 2032 kita memang butuh turnamen skala internasional seperti Free Fire ini,” ucap Sesmenpora Gatot Dewo Broto.

Sumber asli: Bola.net

Disadur dari: Liputan6.com. (Thomas, published 10/2/2020)

Continue Reading

E-Sports

Team Flash Keluar sebagai Juara Turnamen Free Fire pada Piala Presiden Esports 2020

Published

on

By

Free Fire Piala Presiden eSports 2020. (Dok. IESPL)

Finroll.com, Jakarta – Team Flash berhasil menjuarai Piala Presiden Esports 2020 cabang Free Fire. Memenangkan tiga kali Booyah!, Doan Ngoc Phuoc dkk. sukses keluar sebagai juara pertama dan berhak atas hadiah mencapai Rp 300 juta.

Team Flash merupakan tim dari Vietnam. Mereka keluar sebagai yang terbaik usai mengalahkan 11 tim lainnya yang berasal dari enam negara Asia.

Selain Vietnam, cabang Free Fire pada Piala Presiden Esports 2020 ini diikuti oleh Thailand, Malaysia, Filipina, Kamboja, dan tentunya Indonesia.

Indonesia mengirimkan empat timnya, yakni Louvre, Elvo GI, Big Akar, dan Dranix Vendetta. Sementara Vietnam diwakili oleh Team Flash dan Cloud.

Thailand mengirimkan dua wakilnya, yakni Illuminate dan Evos MG1. Sama seperti Thailand, Malaysia juga diwakilkan dua tim, yakni Argon MY dan High Quality Squad.

Ada pun Free Fire Piala Presiden Esports 2020 digelar selama dua hari, yakni pada 1 dan 2 Februari. Dari 10 ronde, Team Flash mendapatkan Booyah! sebanyak tiga kali dan mengumpulkan 2790 poin.

Dranix Vendetta menempati posisi kedua dengan poin 2610. Dengan begitu, uang tunai sebesar Rp 300 juta harus rela diberikan kepada Team Flash sebagai juara Piala Presiden Esports 2020 cabang Free Fire.

Gamer Asal Rawamangun Raih Rp 125 Juta

Aby Ramadhan (kanan) bersama CEO Mobile Premier League (MPL) Indonesia, Joe Wadakethalakal, dalam seremoni penyerahan trofi juara. Aby menjadi yang terbaik di turnamen MPL yang digelar di Piala Presiden Esports 2020 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, 1-2 Februari 2020. (Istimewa)

Aby Ramadhan berhasil menjadi juara Turnamen MPL di Piala Presiden Esports 2020 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan pada 1-2 Februari 2020. Keberhasilan gamer asal Rawamangun, Jakarta Timur, itu menjadi yang terbaik setelah mengalahkan Mohamad Miftakhul Fajar di babak grand final, membuatnya sukses menyabet hadiah sebesar Rp125 juta.

Setelah berkompetisi ketat dengan 31 finalis lain di babak final turnamen MPL di Piala Presiden Esports 2020 pada Sabtu (1/2/2020), Aby Ramadhan berhasil menjadi yang terbaik. Dalam laga final, Aby Ramadhan berhasil menang 3-1 atas Jane Doe sehingga menjadi juara dan berhasil membawa pulang hadiah sebesar Rp125 juta.

“Ini merupakan pengalaman tidak terlupakan bagi saya bisa menjadi juara Turnamen MPL di Piala Presiden Esports 2020. Saya berharap kemenangan ini akan memperbaiki keterampilan saya sebagai gamer dan juga atlet esports,” ujar Aby Ramadhan seperti dalam rilis yang diterima Bola.com.

“Untuk MPL, saya berharap ke depan akan lebih sering mengadakan turnamen offline seperti ini, serta menghadirkan kompetisi esports yang lebih baik,” lanjut siswa kelas 3 SMP itu.

CEO Mobile Premier League (MPL) Indonesia, Joe Wadekethalakal, senang dan bangga mengumumkan Aby Ramadhan sebagai sang juara.

“Setelah beberapa bulan melalui babak kualifikasi dan sehari penuh mengikuti babak grand final di ICE BSD, kami menyerahkan gelar juara Turnamen MPL di Piala Presiden Esports 2020 kepada Aby Ramadhan. Kami mengucapkan selamat kepada semua peserta yang berhasil masuk ke babak grand final serta memperlihatkan kemudahan, kesenangan, dan ketangkasan bermain dalam game Fruit Dart MPL kepada komunitas esports,” ujar Joe Wadakethalakal.

Piala Presiden Esports 2020 merupakan kolaborasi Indonesia Esports Premier Leagus (IESPL), Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

(bola.com)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending