Connect with us

Ragam

Bahaya Bercumbu di Sembarang Tempat: Bisa Terekam Google Maps

Published

on


Entah apa rasanya jadi pasangan satu ini. Aktivitas mereka berhubungan seksual di pinggir jalanan Shantian Road yang sepi di Taichung, Taiwan, tertangkap kamera Google Street View.

Platform Google Street View mungkin tidak bisa menghindari aktivitas apa saja yang terjadi saat merekam jalan. Namun yang mengejutkan, Google membiarkan footage mesum itu terpampang jelas tanpa sensor.
Gambar yang bisa dilihat di Google Maps itu tampak seorang laki-laki dan perempuan sedang berpelukan tanpa busana. Mereka bercinta sambil bersandar di kap mobil SUV.

Foto itu pertama kali ditemukan oleh pengguna Google Maps yang kemudian membagikan titik lokasi kedua sejoli itu bersenggama. Awalnya, ia berniat untuk melihat-lihat foto binatang di sekitar lokasi gunung di sana.

“Saya melihat-lihat di Google Maps untuk mencari binatang, dan tidak disangka saya malah menemukan pemandangan yang luar biasa,” tulisnya di Twitter.

Cuitan tersebut pun viral dan telah dilihat ribuan orang. Tak sedikit netizen yang langsung membuka Google Maps hanya untuk mengecek Shantian Road demi melihat foto mesum tersebut.

Jika kamu mengecek lokasi Shantian Road di Google Maps, kamu hanya akan melihat mobil SUV putih. Namun, jika kamu menggunakan Google Maps 360 derajat, kamu baru bisa melihat foto mesum tersebut.
Menanggapi kejadian tersebut, Google mengambil langkah cepat untuk menghilangkan gambar tersebut karena dianggap melanggar kebijakan. Perusahaan juga sudah menyensor aktivitas mesum pasangan itu.
Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari kejadian ini, ya!

Ragam

3 Calon Bintang Muda Potensial Timnas Indonesia Binaan Garuda Select dan Elite Pro Academy

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta —  PSSI sejak 2018 telah menggulirkan program pembinaan usia muda seperti Elite Pro Academy dan Garuda Select. Dari program tersebut, muncul pemain-pemain muda bertalenta yang membawa angin segar bagi sepak bola Indonesia di masa mendatang.

Saat dihubungi Kamis (17/10) Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, mengatakan, para pemain muda ini akan terus ditempa dalam kompetisi berjenjang di Elite Pro Academy di mana di dalamnya juga ada program Garuda Select, yang membuka kesempatan pemain untuk mendapatkan pelatihan dan lawan tanding terbaik.

Menurut Tisha, hal penting lain yang perlu dilakukan adalah penggunaan Football Science. Dia ingin para pemain muda Indonesia mendapatkan yang terbaik agar mampu tubuh dan berkembang secara maksimal.

“Monitoring pertumbuhan fisik, nutrisi, medis olahraga juga penanganan cedera menjadi faktor krusial untuk menjaga pemain-pemain junior saat ini, agar terus dapat bersaing di level senior,” ujar Tisha.

Berikut profil beberapa pemain muda binaan PSSI yang mulai menampakkan sinarnya bersama Garuda Select dan Elite Pro Academy.

Muhammad Rafli Asrul

Para Pemain Timnas Indonesia U-19 mendengarkan arahan Pelatih Fakhri Husaini. (Bola.com/Yoppy Renato)

Gelandang PSM Makassar U-16, Muhammad Rafli Asrul, sukses menampilkan performa terbaiknya di ajang Elite Pro Academy Liga 1 2019. Rafli keluar sebagai top skorer Elite Pro Academy Liga 1 2019 dengan mencetak 14 gol.

Kiprah apik tersebut membuatnya terpilih menjadi salah satu pemain di skuad Garuda Select angkatan kedua yang diberangkatkan ke Inggris dan Italia.

Sebelum bergabung bersama PSM Makassar U-16, pria kelahiran Enrekang 19 Februari 2003 ini bergabung di sekolah sepak bola PPLP Sulawesi Selatan pada tahun 2018. Dalam satu turnamen di Kabupaten Tana Toraja, timnya bertemu dengan PSM Makassar di final.

Di sanalah awalnya Rafli terpantau oleh pemandu bakat PSM sampai akhirnya direkrut dan memperkuat tim muda Juku Eja di Elite Pro Academy Liga 1 U-16 2019. Pada tahun 2018, Rafli juga tercatat membawa Sulawesi Selatan menjuarai Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) IV pada Oktober 2018 di Mataram, NTB.

Erlangga Setyo

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini, memberikan instruksi saat latihan. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Kiper Persib Bandung U-16, Erlangga Setyo menjadi salah satu pemain yang dipilih PSSI untuk bergabung ke dalam skuad Garuda Select angkatan kedua. Memiliki tinggi 192 cm di usia 16 tahun awalnya membuat Erlangga tidak percaya diri karena sering diledek dengan sebutan Jangkung.

Namun kini Erlangga bersyukur karena dengan postur yang dimiliki itu, dirinya bisa mendapat kepercayaan untuk mengikuti program Garuda Select yang akan berlatih di Inggris dan Italia.

Remaja kelahiran Jember, 16 April 2003 ini memulai karirnya di SSB Anak Manja di Jember dengan posisi striker.

Selain itu Erlangga juga pernah berlatih di Ricky Nelson Academy di Malang.

Setelah menyelesaikan program Garuda Select, Erlangga ingin fokus mewujudkan mimpinya membela tim nasional Indonesia dan mengenyam pendidikan di akademi Real Madrid.

Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri

Pemain muda Timnas Indonesia, Bagus Kahfi (kedua dari kanan), saat sesi latihan di Stadion Pakansari, Bogor, Kamis (22/8). (Bola.com/M Iqbal Ichsan) 

Pemain kelahiran 16 Januari 2002, asal Magelang ini, tak hanya ditempa pengalaman di level nasional namun juga internasional. Bagus pernah bergabung dengan dengan SSB Gelora Putra Deltras (Sidoarjo), SSB Blue Eagle (Jakarta), SSB Undip, SB Putra Kalimantan Tengah.

Setelah itu ia pernah bergabung dengan Fren United Malaysia dan terakhir Chelsea Soccer School Singapura. Bermain sebagai penyerang, Bagus menorehkan prestasi yang mentereng selama karirnya.

Bagus pernah berhasil menjadi Top Skor Piala Soeratin U-15 pada 2017, Top Skor Piala AFF U-16 pada 2018, dan Top Skor Piala AFF U-18 pada 2019. Bagus juga telah menjadi andalan Timnas Indonesia sejak dari U-16 hingga kini U-19. Bahkan pada Agustus lalu, Bagus mendapat panggilan untuk bergabung ke timnas Indonesia senior.

Nama Bagus juga terpilih kembali untuk kedua kalinya mengikuti program Garuda Select. Bagus diproyeksikan menjadi pemain yang akan membela Indonesia di Piala Dunia U-20 pada 2021.

Dalam laga uji coba Timnas U-19 melawan China, yang berlangsung sore tadi Bagus menyumbangkan satu gol untuk Indonesia, dan membawa Indonesia unggul 3-1. Gol lain tercipta dari kaki Muhamad Fajar Fathur Rahman, dan Alfeandra Dewangga yg juga memanfaatkan umpan dari Bagus.(bola.com)

Continue Reading

Ragam

Cerita Raja eSwatini Beristri 14 yang Hadir di Pelantikan Jokowi

Published

on

By

Raja eSwatini, Mswati III, menjadi tamu istimewa dalam pelantikan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Menempuh jarak 9.212 kilometer, Raja Mswati terbang ke Indonesia untuk menyaksikan secara langsung pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024.

Raja Mswati III merupakan sosok kontroversial. Ia memimpin eSwatini yang merupakan negara monarki absolut terakhir di Afrika.

Di eSwatini, Raja Mswati III bak Tuhan. Semua titahnya mesti dituruti tanpa bisa digugat atau ditolak oleh warga bahkan parlemen negara itu.
Contohnya ketika Raja Mswati III memutuskan mengubah nama negaranya, dari Swaziland menjadi eSwatini.

Alasan pengubahan nama juga sedikit lucu. Raja Mswati III menanggap nama Swaziland mirip dengan negara lain yaitu Switzerland.
“Ketika sedang bepergian ke luar negeri, orang-orang sering mengira kita Switzerland. Saya ingin, negara ini punya nama yang bisa diidentifikasi publik secara luas,” sebut Raja Mswati III pada 2018, seperti dikutip dari Reuters.

Punya istri belasan

Raja Mswati III saat ini punya 14 istri. Itu yang tercatat resmi, tidak ada data yang mengetahui berapa jumlah selirnya.
Dari 15 istri, Raja Mswati III hingga 2019 ini mempunyai 23 anak.
Walau memiliki belasan istri, untuk dua istri pertama, Raja Mswati III tak bisa memilih sendiri. Dewan khusus memilihkan siapa perempuan yang akan menjadi istri sang raja.

Pada 2002, Raja Mswati III menjadi sorotan dunia. Ia dituduh terkait kasus penculikan seorang remaja 18 tahun, Zena Mahlangu.
Kejadian bermula saat ibu Zena melaporkan bahwa anaknya hilang di sekolah. Setelah diselidiki, Zena diculik oleh dua orang dan dibawa ke Ludzidzini Royal Village yang merupakan tempat tinggal resmi Raja.

Di tempat tersebut, Zena dipersiapkan jadi istri baru Raja Mswati III. Ibu Zena, Lindiwe Dlamini, tidak terima dan meminta anaknya dikembalikan.

Zena oleh konstitusi eSwatini sebenarnya tidak memenuhi syarat menjadi istri Raja. Sebab, Zena memiliki saudara kembar. Konstitusi eSwatini melarang perempuan cacat dan memiliki kembaran untuk jadi istri raja.

Namun, konstitusi tersebut dilanggar Raja Mswati III. Pada 2010, Zena resmi dinikahi. Kabarnya Zena kini memiliki dua anak.
Tindakan Raja Mswati III membuat Amnesti Internasional geram. Mereka menuding Raja Mswati melanggar hukum HAM dan hak perempuan secara internasional

Continue Reading

Ragam

3 Hal yang Perlu Diketahui soal UMP 2020 Naik 8,51 Persen

Published

on

By

Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada tahun depan sebesar 8,51 persen, lebih besar ketimbang besaran kenaikan UMP 2019 yang hanya sekitar 8,03 persen.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Bernomor dengan Nomor B-m/308/HI.01.00/X/2019 kepada para gubernur se-Indonesia. Surat edaran yang dirilis 15 Oktober 2019 itu menyangkut soal penyampaian data tingkat inflasi nasional dan pertumbuhan produk domestik bruto tahun 2019.

Dalam surat edaran tersebut, Hanif menyampaikan persentase angka kenaikan UMP tahun 2020.

Berdasarkan pada pasal 44 ayat (1) dan ayat (2) PP Nomor 78 Tahun 2015, penetapan UMP dan UMK tahun 2020 menggunakan formula perhitungan upah minimum tahun berjalan, ditambah inflasi periode September dan pertumbuhan PDB yang mencakup periode kuartal III dan IV tahun sebelumnya dan periode kuartal I dan II tahun berjalan.

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), data inflasi nasional di September sebesar 3,39 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen. Sehingga UMP 2020 naik sebesar 8,51 persen atau lebih besar dari nilai kenaikan UMP 2019 yang hanya 8,03 persen.

“Dengan demikian, kenaikan UMP dan/atau UMK tahun 2020 berdasarkan data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 8,51 persen,” demikian ditulis dalam surat edaran tersebut, seperti dikutip Kamis (17/10).

Berikut fakta lain terkait kenaikan UMP 2020 yang dirangkum kumparan:

1. UMP DKI Jakarta Diramal Jadi Rp 4,27 Juta
Mengacu tingkat kenaikan UMP yang dirilis Menteri Ketenagakerjaan, kenaikan UMP DKI Jakarta untuk tahun 2020 sekitar Rp 335.376,80 atau menjadi Rp 4.276.349,86.

Wakil Ketua Apindo DKI Jakarta Bidang Pengupahan, Nurjaman, sudah memprediksi kenaikan UMP DKI Jakarta hanya berada di kisaran Rp 300 ribu.

Hal ini bisa dilihat dari hasil survei 60 item Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di 15 pasar yang ternyata tidak mengalami kenaikan signifikan. Perhitungan KHL hanya menjadi gambaran, bukan penentu perhitungan UMP.

“Ada kenaikan (harga barang) tapi standar aja. Dari perhitungan KHL tafsirannya (UMP) Rp 4,2 juta, itu maksimal atau naik Rp 300 ribu,” ungkap Nurjaman saat dihubungi kumparan.

Perhitungan KHL yang sudah dilakukan nantinya akan dirapatkan bersama-sama antara perwakilan pengusaha, serikat pekerja, dan unsur pemerintah dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta. Baik pekerja, pemerintah, dan pengusaha memiliki perhitungan sendiri.

2. Kenaikan UMP 2020 Diumumkan 1 November 2019
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, meminta gubernur seluruh Indonesia mengumumkan kenaikan UMP 2020 pada 1 November 2019.

Saat ini masing-masing pemerintah provinsi diminta untuk segera menghitung besaran kenaikan UMP dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

“UMP tahun 2020 ditetapkan dan diumumkan oleh masing-masing gubernur secara serentak pada tanggal 1 November 2019,” demikian bunyi surat edaran yang ditandatangani Hanif itu.

Masih berdasar surat edaran itu, gubernur memiliki opsi untuk tidak menetapkan UMK bagi kabupaten/kota tertentu yang mampu membayar upah minimum yang lebih tinggi dari UMP.

3. Daya Saing RI Bisa Menurun
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, UMP yang meningkat di tengah perlambatan ekonomi bisa berdampak pada penurunan daya saing. Bahkan harga produk-produk Indonesia bisa lebih mahal dan kalah saing dengan negara lain.

“UMP naik sebenarnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama situasi saat ini bisa dibilang ekonomi tengah kontraksi, sehingga kalau UMP naik, harga produk kita akan lebih tinggi, akibatnya daya saing bisa turun,” ujar Tauhid di Hotel Westin, Jakarta, Kamis (17/10).

Peringkat daya saing Indonesia dalam laporan Global Competitiveness Index (GCI) 2019 yang dirilis World Economic Forum (WEF) turun ke posisi 50, dari posisi 45 pada tahun lalu. Tak hanya penurunan peringkat, skor daya saing Indonesia juga turun meski tipis 0,3 poin ke posisi 64,6.

Berdasarkan daftar tersebut, Indonesia juga makin tertinggal jauh dari Singapura yang menempati posisi pertama. Demikian pula dari Malaysia dan Thailand yang sebenarnya juga turun masing-masing dua peringkat tetapi mash di posisi 27 dan 40.

Agar daya saing tak semakin merosot, Tauhid menyarankan kenaikan UMP seharusnya tak dipatok di seluruh sektor industri. Pemerintah perlu memberi ruang kepada pelaku usaha dan pekerja agar mencapai kesepakatan.

“Jadi harusnya diberikan pemahaman juga ke pekerja, kalau tidak semua perusahaan bisa kasih kenaikan UMP 8,5 persen itu. Kan beberapa industri juga lagi tertekan, seperti tekstil, besi dan baja, perlu dipahami. Cari win-win solution,” jelasnya.

Sementara itu, Ekonom Senior Indef Aviliani menjelaskan, kenaikan UMP juga bukan jaminan ekonomi Indonesia membaik. Bisa saja, pengusaha akan melakukan pengurangan jumlah karyawan jika tak mampu membayar UMP tersebut.

“Kalau dia enggak bisa bayar, bukan enggak mungkin akan lakukan pengurangan jumlah karyawannya. Makanya ini harus diperhatikan betul pemerintah,” kata Aviliani.

Dia khawatir, nantinya pekerja di sektor formal akan beralih ke sektor informal. Akibatnya sektor industri justru akan semakin tertekan.

“Saya khawatirnya pekerja-pekerja yang dia enggak menerima kenaikan UMP, ini akan beralih ke sektor informal, freelance, bisa saja kerja di startup yang jumlahnya makin banyak kan. Akibatnya, ya semakin tertekan industrinya karena pekerjanya juga berkurang,” tambahnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending