Connect with us

Hukum & Kriminal

Bea Cukai Ungkap Penyelundupan Narkoba ke Tanah Air!

Published

on


Narkoba

Pengungkapan jaringan narkoba yang menjadikan Indonesia sebagai pasar mereka terus dilakukan aparat terkait.

Finroll.com – Ditjen Bea dan Cukai pun terus berupaya untuk menghentikan praktik penyelundupan narkoba ke Tanah Air. Pada pengungkapan terbaru, Bea Cukai Pasar Baru turut andil dalam upaya penggagalan penyelundupan 37.799 butir pil ekstasi dari Jerman.

Pengungkapan tersebut berhasil dilakukan berkat kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional dan Kepolisian Metro Jakarta Barat.

Adapun ekstasi tersebut dikirimkan melalui Kantor Pos Pasar Baru yang dikemas ke dalam kemasan susu formula dan makanan.

Kepala Kantor Bea Cukai Pasar Baru Kunawi mengungkapkan proses penindakan yang telah dilakukan petugas gabungan.

Pengungkapan itu bermula ketika petugas gabungan mendapat informasi mengenai aksi penyelundupan narkoba tersebut pada tanggal 25 Februari 2019. Saat itu paket tersebut tiba di Kantor Pos Pasar Baru Jakarta Pusat.

“Berdasarkan laporan tersebut, tim melakukan olah analisis untuk melakukan control delivery ke alamat penerima di daerah Tambora dan Tamansari Jakarta Barat. Namun, kedua alamat tersebut dipastikan palsu,” kata Kunawi dikutip melalui laman resmi DJBC, Sabtu (9/3/2019).

Baca Juga: Siti Aisyah, Terdakwa Pembunuh Kim Jong-Nam Dinyatakan Bebas

Kepala BNNP DKI Jakarta, Brigadir Jenderal Johny Latupeirissa menambahkan bahwa Petugas gabungan mendapat informasi bahwa barang telah tiba di Jakarta, sebanyak dua paket dari Jerman.

“Kemudian, setelah tiba di Indonesia, barang tersebut terus dipantau. Hingga, pada tanggal 1 Maret 2019, dua orang berinisial E dan D mengambil dua paket tersebut di Kantor Pos Jakarta Barat. Petugas gabungan langsung melakukan penangkapan atas dua orang tersebut beserta barang bukti yang ada,” ungkap Johny yang dikutip dari bisnis.com

Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Arman Depari turut mengungkapkan bahwa belum dapat dipastikan produksi narkotika tersebut berasal dari negara mana. Namun, secara umum produsen terbesar ekstasi berada di negara Belanda dan Jerman.

Hukum & Kriminal

Nekat Terobos Penyekatan, Pemudik Bisa Dijerat Sanksi Pidana

Published

on

Masyarakat yang nekat menerobos penyekatan dan tak mematuhi petugas di masa larangan mudik lebaran 2021 disebut bisa dijerat pidana. Namun, polisi mengaku mengedepankan upaya persuasi ketimbang sanksi.

Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto berharap penerapan sanksi pidana itu tidak sampai terjadi dan menginginkan masyarakat patuh demi menekan penyebaran Covid-19.

“Sebetulnya ada pasal pidana yang bisa diterapkan, kalau yang bersangkutan (pemudik) melawan petugas, seperti pasal 212, 214, dan pasal 216 KUHP, ada ancaman pidananya,” kata dia, di Pelabuhan Merak, Kamis (6/5).

“Harapan kami tidak menerapkan pasal tersebut. Yang penting bagi kami kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan mudik demi sama-sama mencegah penyebaran Covid-19,” lanjutnya.

Sejauh ini, harapan tersebut masih sesuai. Dalam pengecekan pos penyekatan di Gerbang Tol (GT) Merak, Gerem Bawah, dan di depan Pelabuhan Merak, Rudy mendapati jalanan sepi.

“Sudah berjalan dengan baik, penyekatan sudah dilakukan mulai pukul 00.00 WIB, 6 Mei 2021. Tadi saya amati, monitor, warga sudah sadar ya. Tadi pengendara sudah sepi, kendaraan pribadi tidak begitu banyak,” terangnya.

Terpisah, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta mengaku akan menindak tegas masyarakat yang tetap bandel mudik meski tetap mengedepankan pendekatan lunak.

“Tentunya tetap memprioritaskan langkah-langkah preemtif dan preventif secara humanis, sehingga masyarakat betul-betul mematuhi protokol kesehatan,” ucapnya, Rabu (5/5).

Kebijakan ini diambil, kata Nico, sebab pemerintah mengantisipasi kembali meningkatnya kasua Covid-19, berkaca pengalaman kenaikan kasus usai libur panjang tahun sebelumnya.

Selain itu, berdasarkan survei kementerian perhubungan, jika larangan mudik ditiadakan, akan terjadi pergerakan 81 juta orang yang melakukan perjalanan. Ia juga menyebut masih terdapat 7 persen atau 17,5 juta orang yang diduga akan melaksanakan mudik.

Polda Jawa Timur sendiri menerjunkan 15.212 personel gabungan untuk menghalau pergerakan masyarakat, saat  larangan Mudik Lebaran 2021 resmi berlaku, 6-17 Mei 2021.

Rinciannya 1.065 dari Polda Jatim, 9. 381 dari Polres jajaran, 1.420 dari TNI, serta instansi terkait seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka hingga Jasa Raharja sebanyak 3.346 orang.

“Ribuan personel akan di-plotting di sembilan titik perbatasan provinsi, 20 titik kabupaten/kota, dan 45 pintu tol di Jatim pada 6-17 Mei 2021,” kata Nico.

sumber : cnnindonesia.com

Continue Reading

Hukum & Kriminal

KPK Periksa Azis Syamsuddin Wakil Ketua DPR

Published

on

By

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin masuk dalam daftar pemeriksaan Komisi Pemberantasan Krupsi (KPK) hari ini, Jumat (7/5/2021).

Azis bakal diperiksa dalam kasus dugaan suap untuk tidak menaikkan perkara di tingkat penyidikan yang melibatkan penyidik Lembaga Antikorupsi.

“Hari ini jadwal Azis Syamsuddin sebagai saksi untuk tersangka SRP (penyidik KPK Steppanus Robin Pattuju),” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis.

Ali mengatakan Lembaga Antirasuah sudah mengirimkan surat panggilan untuk Azis. Namun, Azis belum mengonfirmasi kedatangannya.

Azis Syamsuddin terseret kasus itu lantaran diduga menjadi perantara yang mengenalkan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial dengan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju.

KPK menduga pertemuan keduanya terjadi di rumah dinas Azis di Jakarta Selatan pada Oktober 2020.

Dalam pertemuan tersebut diduga Syahrial meminta bantuan Robin untuk mengurus perkara dugaan korupsi jual beli jabatan yang sedang diselidiki KPK agar tidak naik ke penyidikan. Robin diduga menerima uang Rp 1,3 miliar dari Rp 1,5 miliar yang dijanjikan Syahrial.

Sementara Azis, KPK telah mencekalnya bepergian ke luar negeri selama enam bulan, terhitung sejak 27 April 2021. Selain Azis, lembaga antirasuah tersebut juga mencekal dua orang lainnya, yaitu pihak swasta bernama Agus Susanto dan Aliza Gunado.

Continue Reading

Hukum & Kriminal

Sejumlah Mobil Ditolak Masuk Surabaya, Didominasi Pelat S & N

Published

on

Petugas memutar balik sejumlah kendaraan yang hendak memasuki Surabaya setelah masa larangan mudik berlaku.

Di masa larangan mudik, aparat mendirikan sejumlah titik penyekatan. Salah satunya ada di akses masuk Kota Surabaya; Bundaran Waru.

Penyekatan yang dilakukan di Bundaran Waru, tepatnya di depan Mal Cito, itu dimulai sejak pukul 00.00 WIB, Kamis (6/5). Petugas menyusun water barrier untuk menyekat jalan.

Kendaraan yang hendak masuk ke Surabaya pun dikelompokkan. Roda dua diarahkan untuk melalui frontage road. Sedangkan roda empat dan lebih diarahkan ke jalur protokol.

Petugas kemudian memeriksa pengendara yang melintas satu per satu dan meminta mereka menunjukkan identitas, surat keterangan, surat tugas, maupun Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya Kompol Ari Galang Saputro mengatakan sejumlah pengendara yang tak bisa menunjukkan hal itu pun akan diputar balik saat itu juga.

“Beberapa mobil sudah diputar balik karena bukan merupakan warga di wilayah Surabaya, dan tidak bisa menyampaikan tujuan yang jelas,” kata dia, di lokasi.

Ia mengatakan sejumlah kendaraan yang terpantau hendak masuk ke kota pahlawan didominasi plat S atau wilayah Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Jombang, dan plat N yang berarti dari wilayah Pasuruan, Malang, Lumajang. Mayoritas kendaraan tersebut adalah roda empat.

“Masyarakat di luar rayon tidak diperbolehkan masuk Kota Surabaya, utamanya untuk tidak melaksanakan mudik,” ucapnya.

Sementara, kendaraan berat seperti truk, mobil boks, hingga kontainer, tetap diperbolehkan. Asal, sesuai dengan peruntukannya dan benar-benar digunakan untuk mengangkut logistik.

“Kalau untuk mengangkut barang-barang, logistik, kami perbolehkan. Selama tidak untuk mengangkut orang atau disalahgunakan untuk mudik, maka kami perbolehkan,” ujarnya.

Polrestabes Surabaya sendiri menerjunkan 750 personel untuk menjaga sejumlah 13 titik penyekatan akses masuk Kota Surabaya.

“Itu (13 titik), untuk wilayah hukum Polrestabes Surabaya, yang 4 wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak, total 17,” ujarnya.

sebanyak 17 titik itu antara lain Terminal Benowo; Terminal Osowilangon; Exit Tol Masjid Al Akbar; Depan PMK SIER; Eks Pasar Karang Pilang; Exit Tol Gunungsari – Malang.

Kemudian, Exit Tol Gunungsari – Gresik; SP3 Driyorejo – Lakarsantri; Depan Cito Dishub Surabaya; Exit Tol Simo Surabaya; Exit Tol Satelit. Lalu, Rungkut (Pondok Candra); Merr Gunung Anyar; Jembatan Suramadu; Exit Tol Margomulyo; Dupak Demak dan Exit Tol Perak.

sumber :cnnindonesia.com

Continue Reading

Trending