Connect with us

International

Benarkah Bilderberg Group, Organisasi Paling Kontroversi Pencipta Krisis Keuangan Global?

Published

on


Pada pertengan juni 2019 lalu, organisasi yang barangkali paling klandestin dan paling kontroversial di dunia – Bilderberg Group – melakukan pertemuan tertutup selama empat hari di sebuah resor mewah di Montreux, Swiss. Sekitar 130 elite politik dan tokoh senior dari industri, keuangan, akademisi, tenaga kerja, dan media diundang.

Kaum elite global

Para tamu dari Amerika saja meliputi menantu Presiden Trump Jared Kushner, CEO Microsoft Satya Nadella, mantan pimpinan eksekutif Google Eric Schmidt, miliarder pendiri Paypal Peter Thiel dan mantan Sekretaris Negara Henry Kissinger.

Para peserta dari negara lain juga tidak kalah terkenal.

Dan yang diundang setiap tahun tidak hanya mereka yang telah berada di puncak, tapi juga mereka yang sedang naik.

Ketika Bill Clinton hadir pada tahun 1991, saat itu bahkan belum jelas apakah ia akan memenangkan nominasi Demokrat untuk pemilihan presiden tahun berikutnya, apalagi menggantikan George H.W. Bush di Gedung Putih.

Tony Blair hadir pada 1993, ia baru menjadi pemimpin partai Buruh pada tahun berikutnya setelah John Smith meninggal dunia, dan terpilih sebagai perdana menteri Inggris tiga tahun kemudian.

Diplomasi atau konspirasi?

Tapi apakah Bilderberg Group sekadar kesempatan bagi kalangan elite dunia untuk berbicara dengan satu sama lain secara pribadi dan santai, atau apakah ini, seperti yang diklaim para pengkritik terbesarnya, komplotan rahasia tertutup yang berupaya merusak demokrasi global?

Para penganut teori konspirasi, yang sangat memegang pandangan yang kedua, menuduh Bilderberg Group melakukan segala kejahatan mulai dari sengaja menciptakan krisis keuangan hingga menyusun rencana untuk membunuh 80% populasi dunia.

Pembawa acara bincang-bincang radio di Amerika Serikat, Alex Jones, yang terkenal suka meracau, telah mencela pertemuan ini melalui megafon: “Kami tahu Anda kejam. Kami tahu Anda jahat. Kami menghormati kekuatan gelap Anda.”

Dari abu peperangan

Mengingat sejarah Bilderberg Group yang panjang dan misterius, agaknya wajar bila ia menarik banyak tuduhan ngawur.

Pertemuan pertama diadakan pada 1954, dengan tujuan memperkuat AS dan Eropa serta mencegah konflik global terjadi lagi setelah Perang Dunia II.

Metode kerjanya selalu rahasia.

Tidak ada jurnalis yang diundang, tidak ada siaran pers yang dikirim setelah pertemuan berakhir, dan organisasi hanya memelihara situs web berisi informasi seadanya yang tampaknya dirancang pada tahun ’90-an.after the meetings conclude and the organisation maintains only a bare bones website which looks like it was designed in the 1990s.

Cuma tempat nongkrong?

Namun meskipun Bilderberg Group tampak seperti klub eksklusif bagi para penjahat di cerita James Bond, para pengamat yang lebih mainstream mengatakan ia tidak sejahat kelihatannya.

David Aaronovitch, seorang kolumnis untuk surat kabar The Times di Inggris, mengatakan ribut-ribut soal Bilderberg itu konyol.

“Ini sebenarnya cuma klub perjamuan makan yang diadakan sesekali untuk orang-orang kaya dan berkuasa,” ujarnya.

Hal yang, menurut beberapa orang, bermanfaat bagi kita semua..

Denis Healey, yang merupakan salah satu pendiri grup dan menteri keuangan Inggris pada tahun 1970-an, mengatakan kepada jurnalis Jon Ronson dalam bukunya Them, bahwa orang mengabaikan manfaat praktis dari jejaring informal.

“Bilderberg adalah kelompok internasional paling berguna yang pernah saya hadiri,” katanya.

“Kerahasiaan memungkinkan orang untuk berbicara dengan jujur tanpa takut akan akibatnya.”

Para pendukung Kelompok Bilderberg mengatakan kerahasiaannya memungkinkan orang untuk secara jujur mengutarakan kebenaran terhadap satu sama lain, tanpa perlu khawatir bagaimana apa yang mereka katakan akan berdampak secara politik atau bagaimana itu akan ‘digoreng’ oleh media.

Kekuatan nyata

Tapi bukan berarti mereka tidak berkuasa.

Para penganut teori konspirasi mungkin terlalu bersemangat, tapi mereka ada benarnya, kata Profesor Andrew Kakabadse, kopengarang buku Bilderberg People.

Kelompok ini memegang kekuatan nyata yang jauh melebihi Forum Ekonomi Dunia, yang menggelar pertemuan rutin di Davos, katanya. Dan tanpa transparansi, mudah untuk mengerti kenapa orang khawatir akan pengaruhnya.

“Ini jauh lebih cerdas daripada konspirasi,” kata Prof. Kakabadse. “Ini membentuk cara orang berpikir sehingga sepertinya tidak ada alternatif dari apa yang terjadi.”

Agenda kelompok ini ialah menyatukan para elit politik di kanan dan kiri, membiarkan mereka berbaur dalam lingkungan yang santai dan mewah dengan para pemimpin bisnis dan membicarakan ide-ide.

Ini mungkin kedengaran seperti pesta makan malam yang dibesar-besarkan, tapi bukan itu poinnya.

“Kalau Anda cukup sering datang ke pesta makan malam, Anda melihat ada tema yang muncul,” katanya.

Tema di Bilderberg ialah mendukung konsensus tentang pasar bebas kapitalisme Barat dan kepentingannya di seluruh dunia, katanya.

“Apakah ini semua mengarah ke awal gagasan menguasai dunia? Dalam arti tertentu, iya. Ada langkah yang sangat kuat untuk mewujudkan Pemerintahan Dunia dalam cetakan pasar bebas kapitalisme Barat.”

Rasa takut

James McConnachie, kopenulis Rough Guide to Conspiracy Theories, mengatakan sifat rahasia kelompok-kelompok semacam itu memungkinkan para pemrotes memproyeksikan ketakutan mereka sendiri kepada mereka.

Di AS, ketakutan paling ekstrem terhadap Bilderberg Group adalah ketakutan akan komplotan rahasia yang dijalankan oleh Uni Eropa dan mengancam kebebasan Amerika.

Di Eropa, pandangannya seringkali berupa elite pasar bebas yang berusaha memajukan agenda sayap-kanan mereka.

Kritik konvensional tentang orang-orang teralienasi yang mencari semacam keteraturan di dunia yang kacau mungkin benar. Tetapi ada lebih dari itu, menurut McConnachie.

“Penjelasan lainnya lebih berbahaya. Bahwa mereka benar — mereka hanya mengartikulasikannya secara berlebihan.”

Bilderberg Group cocok dengan bagaimana cara kerja suatu konspirasi global — sebuah lembaga rahasia yang berusaha menentukan arah dunia, ia berpendapat.

“Satu-satunya perbedaan adalah tingkat kejahatannya,” katanya. “Mereka cenderung melihat komplotan rahasia ini sebagai kejahatan terang-terang. Padahal kenyataannya lebih bernuansa dari itu.”

Untuk semua kisah ekstrem tentang kelompok bayangan yang menguasai dunia, yang kadang-kadang di titik ekstrem berubah menjadi teori konspirasi anti-Semit yang kental dan tak berdasar tentang orang Yahudi, kita semua berhutang pada beberapa pencetus teori konspirasi, menurut McConnachie.

“Kadang-kadang Anda harus memuji pencetus teori konspirasi yang mengangkat isu yang diabaikan media arus utama. Baru belakangan ini media meliput tentang para Bilderbergers (anggota Bilderberg Group). Apakah media akan menayangkan berita jika tidak ada tuduhan-tuduhan liar seperti ini di mana-mana?”

Irasional

Tapi Aaronovitch tidak setuju. Keyakinan akan keberadaan suatu asosiasi rahasia menyebabkan kelompok-kelompok tertentu menjadi korban dan menghalangi pandangan dunia yang rasional.

“Memiliki keyakinan yang kuat pada Grup Bilderberg berarti percaya pada fantasi,” katanya. “Ini menunjukkan bahwa ada orang – seperti Tuhan – yang bertindak sebagai kekuatan yang lebih tinggi. Dan itu menggantikan pemikiran yang tidak dapat ditoleransi bahwa tidak ada yang bekerja sama sekali, bahwa dunia kacau”.

“Ini mungkin semacam bentuk terapi, tapi ini membuat orang-orang percaya pada pesan yang anti-ilmiah.”

Sumebr Berita : BBC

Advertisement Valbury

International

Kasus Corona Global Capai 1,5 Juta, 88 Ribu Orang Meninggal

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Virus corona (Covid-19) tercatat telah menginfeksi 1.514.866 orang di dunia berdasarkan data statistik John Hopkins University per hari ini, Kamis (9/4).

Jutaan pasien corona itu tersebar di 209 negara dan wilayah di dunia. Sementara itu, sebanyak 88.444 pasien di dunia dinyatakan meninggal akibat virus serupa SARS tersebut.

Sejauh ini sebanyak 330.266 pasien corona di dunia juga telah dinyatakan sembuh.

mencapai 431.838 pasien dengan 14.788 kematian.

Negara kedua dan ketiga dengan kasus corona tertinggi yakni Spanyol dan Italia yang masing-masing mencatat 148.220 dan 139.422 pasien.

Kasus Corona Global Capai 1,5 Juta, 88 Ribu Orang Meninggal
Sementara itu, China yang merupakan negara sumber penyebaran pandemi Covid-19 pertama kali memiliki 81.802 kasus corona per hari ini dengan 3.333 kematian.

China melaporkan nol kematian baru akibat corona untuk pertama kali pada Selasa (7/4). Sementara itu, China juga melaporkan nihil kasus corona baru pada Rabu (8/4).

China juga telah mencabut penutupan perbatasan atau lockdown Kota Wuhan, Provinsi Hubei, yang diyakini tempat wabah corona muncul dan menyebar.

Pencabutan yang dilakukan pada tengah malam Selasa (7/8) itu mengakhiri isolasi Wuhan dari sebagian besar aktivitas sejak Januari.

Ribuan orang dilaporkan terlihat bergegas meninggalkan Wuhan setelah terjebak di kota itu selama dua bulan lebih. AFP melaporkan kerumunan orang memenuhi stasiun kereta untuk mengejar transportasi umum pertama yang keluar dari Wuhan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

International

AS Catat Lonjakan Kematian, Tembus 1.736 Harian akibat Corona

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Amerika Serikat mencatat lonjakan korban jiwa akibat virus corona harian sebanyak 1.736 kematian dalam sehari pada Selasa (7/4) malam. Data yang dirilis John Hopkins University mencatat total kematian akibat corona di AS kini menembus 12.722 korban jiwa.

Mengutip CNN, rekor angka kematian kali ini melampai lonjakan sebelumnya pada 4 April lalu sebanyak 1.344 korban jiwa dalam sehari.

Sementara jumlah pasien Covid-19 di Negeri Paman Sam hingga saat ini sebanyak 398.185 orang. Sekitar 21.849 orang dinyatakan sembuh.

Dari total kematian harian, New York mencatat korban jiwa tertinggi sebanyak 4.509 orang. Disusul Michigan sebanyak 402 jiwa dan New Jersey dengan 263 kematian.

Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (4/4) lalu sempat mengungkap upaya pencegahan dan mitigasi penyebaran virus corona.

AS Catat Lonjakan Kematian Harian akibat Corona Tembus 12.844Foto: CNN Indonesia/Fajrian

Trump meminta seluruh warganya untuk tetap berada di rumah dan menerapkan jaga jarak (social distancing). Sekitar 1.000 personel tambahan medis militer akan dikirimkan ke New York yang merupakan pusat penyebaran virus corona di AS.

Total pasien virus corona di seluruh dunia saat ini mencapai 1.428.428 kasus dengan kematian sebanyak 82.020 dan 300.198 pasien yang dinyatakan sembuh. Disusul Spanyol dan Italia masing-masing dengan 141.942 kasus dan 135.586 pasien.

Sementara jumlah korban meninggal tertinggi hingga kini berasal dari Italia yakni mencapai 17.127 korban jiwa dengan 24.392 pasien dinyatakan sembuh.

 

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

International

Korban Meninggal akibat Corona di AS Tembus 10.923 Jiwa

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Jumlah kematian akibat virus corona di Amerika Serikat hingga Selasa (7/4) mencapai 10.923 jiwa. Berdasarkan data dari Johns Hopkins University, virus corona telah menginfeksi 368.079 di AS. Sedangkan pasien sembuh sebanyak 19.828 orang.

Sebanyak 29.887 kasus baru terdeteksi di AS dan 1.265 kematian pada hari Senin kemarin.

Seperti dilansir dari CNN, Covid-19 telah menyebar di 50 negara bagian, dan wilayah AS lainnya. Wyoming menjadi satu-satunya negara bagian yang belum melaporkan kematian akibat virus corona.

Sementara Kematian paling banyak dilaporkan di New York dengan 3.485 korban meninggal

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkirakan dua pekan ke depan akan menjadi masa-masa yang berat melawan pandemi virus corona. Trump menyebut akan terjadi banyak kematian pada dua pekan ke depan.

“Ini mungkin akan menjadi minggu terberat pada minggu ini dan minggu depan, sayangnya akan ada banyak kematian,” kata Trump di Gedung Putih, Sabtu (4/4).

Namun, Trump menyebut kematian bisa diminimalkan jika dilakukan langkah mitigasi dan pencegahan.

Sebagai langkah pencegahan, Trump meminta seluruh warganya untuk tetap berada di rumah dan menerapkan jaga jarak. Sebanyak 1.000 tambahan personel medis militer juga akan dikirimkan ke New York yang menjadi episentrum virus corona di AS.

Hingga saat ini virus corona telah menginfeksi 1.347.676 orang di lebih dari 200 negara. Dari jumlah itu, 74.744 orang meninggal dunia, dan 277.331 dinyatakan sembuh.

Spanyol menjadi negara dengan kasus terbanyak kedua setelah AS dengan 136.675 kasus, 13.341 meninggal, dan 40.437 pasien sembuh.

Sementara angka kematian tertinggi terdapat di Italia dengan 16.523 korban meninggal. Saat ini Italia memiliki 132.547 kasus Covid-19, dan 22.837 orang sembuh.

Sejumlah negara telah melaporkan penurunan angka kematian dan kasus baru infeksi corona pada Senin kemarin, antara lain Italia, Jerman, Korea Selatan, dan Iran.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending