Connect with us

Makro Ekonomi

BPK Bakal Bongkar Penyebab Lambatnya Belanja Corona

Published

on


Finroll – Jakarta, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan membongkar penyebab lambatnya realisasi belanja pemerintah di tengah pandemi virus corona atau covid-19. Lambatnya belanja pemerintah sempat dikeluhkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sayangnya, Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan masalah itu belum bisa diungkapkan saat ini. Rencananya, hal itu baru akan dibuka saat penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP).

Biasanya, BPK menyerahkan LKPP dalam dua tahap, yaitu semester pertama dan kedua untuk tahun anggaran berjalan. Penyerahan LHP LKPP semester pertama biasanya diserahkan pada September setiap tahunnya.

“Sabar, nanti setelah penyerahan LHP LKPP akan kami bongkar penyebab lambatnya serapan anggaran ini,” kata Agung kepada CNNIndonesia.com, Senin (6/7).

Ia enggan memberi kisi-kisi lain. Namun, ia mengapresiasi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.

Sebelumnya, Mahfud mengatakan banyak menteri tak berani mencairkan anggaran karena takut dengan audit BPK.

Padahal, Presiden Jokowi berharap readyviewed anggaran pemerintah, baik di kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah bisa segera cair agar masyarakat bisa cepat terasa manfaatnya. Namun, audit tersebut rupanya membuat menteri takut, bahkan ada yang prosesnya dihentikan oleh BPK.

“Beliau (Mahfud) berupaya untuk berupaya mendapatkan informasi dan membangun hubungan baik dengan BPK. Khusus untuk Menkopolhukam, itu adalah wujud dari komitmen untuk transparan dan akuntabel patuh terhadap ketentuan undang-undang apapun kondisinya,” tuturnya.

Sebelumnya, Mahfud mengungkapkan pernyataan tersebut lantaran sudah berkomunikasi dengan BPK. Ia mengklaim BPK akan menindaklanjuti dan berjanji akan mempermudah proses audit, sehingga kementerian bisa mempercepat pencairan anggaran.

“Orang sedang berjalan, BPK sudah masuk, katanya mau disetop dulu, semua mau diperiksa dulu prosedurnya. Padahal, ini buru-buru mengeluarkan uang,” ungkap Mahfud.

“Ya sudah nanti saya urus agar nanti ada semacam audit komprehensif yang lebih mudah lebih memperlancar urusan,” jelasnya.

Di sisi lain, Mahfud sempat berpesan agar menteri berani ambil risiko. Apalagi, hal itu demi keselamatan masyarakat di tengah pandemi corona seperti saat ini.

“Semua pilihan ada risiko, dan seorang pemimpin itu memang diangkat untuk menghadapi risiko itu. Kalau takut, ini takut, itu malah nggak berbuat. Apalagi, ini untuk keselamatan rakyat untuk memerangi covid-19 yang sekarang sedang melanda negeri kita,” ucapnya.

Sumber : CNN Indonesia

Advertisement Valbury

Makro Ekonomi

Tarif 10 Tol Jawa Naik, Tol Layang Japek Berbayar

Published

on

Tarif 10 ruas tol di Jawa, termasuk dua ruas tol di DKI Jakarta per hari ini, Minggu (17/1), naik. Tak hanya itu, tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) yang sebelumnya gratis, per hari ini juga dikenakan pemberlakuan tarif perdana.

Tol-tol yang tarifnya naik ini dikelola PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Waskita Toll Road, dan PT Hutama Karya (Persero). Berapa besar kenaikan tarifnya?

6 Ruas Tol Jasa Marga di Tol Trans Jawa

Sebanyak enam ruas tol yang dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan anak usahanya, per hari ini resmi naik. Keenam ruas tersebut yakni Jakarta Outer Ring Road (JORR), Cikampek – Padalarang (Cipularang), Padalarang – Cileunyi (Padaleunyi), Semarang Seksi A, B, C, Palimanan – Kanci (Palikanci), serta Surabaya – Gempol.

Penyesuaian Tarif Tol Palimanan-Kanci

Gol I: Rp 12.000 menjadi Rp 12.500

Gol II: Rp 15.000 menjadi Rp 18.000

Gol III: Rp 21.000 menjadi Rp 18.000

Gol IV: Rp 27.000 menjadi Rp 30.000

Gol V: Rp 32.000 menjadi Rp 30.000

Penyesuaian Tarif Tol Semarang Seksi A, B, C

Gol I: Rp 5.000 menjadi Rp 5.500

Gol II: Rp 7.500 menjadi Rp 8.000

Gol III: Rp 7.500 menjadi Rp 8.000

Gol IV: Rp 10.000 menjadi Rp 10.500

Gol V: Rp 10.000 menjadi Rp 10.500

Penyesuaian Tarif Tol Surabaya-Gempol

Sistem Terbuka (Dupak-Waru)

Gol I: Rp 3.500 menjadi Rp 5.000

Gol II: Rp 4.500 menjadi Rp 8.000

Gol III: Rp 6.000 menjadi Rp 8.000

Gol IV: Rp 7.500 menjadi Rp 10.500

Gol V: Rp 9.000 menjadi Rp 10.500

Sistem Tertutup (Waru-Porong)

Gol I: Rp 4.500 menjadi Rp 9.000

Gol II: Rp 6.000 menjadi Rp 14.000

Gol III: Rp 9.500 menjadi Rp 14.000

Gol IV: Rp 12.000 menjadi Rp 18.500

Gol V: Rp 14.000 menjadi Rp 18.500

Sistem Terbuka (Kejapanan-Gempol)

Gol I: Rp 3.000 tetap Rp 3.000

Gol II: Rp 4.500 menjadi Rp 5.000

Gol III: Rp 4.500 menjadi Rp 5.000

Gol IV: Rp 6.000 menjadi Rp 6.500

Gol V: Rp 6.000 menjadi Rp 6.500

Tarif 2 Ruas Tol Jawa Milik Waskita Juga Naik

Selain tarif 6 tol yang dikelola Jasa Marga, ada dua tol lain yang juga tarifnya mulai 17 Januari 2021. Ruas tol yang juga akan naik ini dikelola PT Waskita Toll Road (WTR). Kedua tol tersebut yakni Pejagan – Pemalang dan Tol Kanci – Pejagan.

Kepala Umum Sekretariat Badan Pengatur Jalan Tol, Mahbullah Nurdin, mengatakan bahwa penyesuaian tarif kedua tol ini sudah mengantongi SK Menteri PUPR sejak tahun 2020. Namun, eksekusi terhadap kebijakan tersebut baru bisa direalisasikan sekarang. Tapi, Nurdin tak merinci berapa tepatnya penyesuaian tarif kedua tol milik Waskita tersebut.

Tarif Tol JORR Pondok Pinang-TMII dan ATP Juga Naik

Per hari ini, tarif Tol JORR Pondok Pinang-TMII dan Akses Tanjung Priok (ATP) Yang dikelola Hutama Karya juga resmi naik. Dengan diberlakukannya penyesuaian tarif tersebut, maka tarif Tol JORR-S dan ATP akan mengalami kenaikan sekitar Rp 1.000 sampai Rp 1.500 dari tarif sebelumnya.

Berikut rinciannya:

Golongan I: sebelumnya Rp 15.000 menjadi Rp 16.000

Golongan II: sebelumnya Rp 22.500 menjadi Rp 23.500

Golongan III: sebelumnya Rp 22.500 menjadi Rp 23.500

Golongan IV: sebelumnya Rp 30.000 menjadi Rp 31.500

Golongan V: sebelumnya Rp 30.000 menjadi Rp 31.500

Tol Layang Japek II Juga Dikenakan Tarif

Selain kesepuluh ruas tol tersebut yang mengalami kenaikan tarif, per hari ini Tol Layang Japek II yang dikelola Jasa Marga juga resmi dikenakan tarif secara terintegrasi dengan tol Jakarta-Cikampek.

Berikut tarif terintegrasi Tol Japek dan Japek II Elevated yang berlaku hari ini:

Wilayah 1 (Jakarta IC – Pondok Gede Barat dan Timur)

Golongan I dari Rp 1.500 menjadi 4.000

Golongan II dari Rp 2.000 menjadi Rp 6.000

Golongan III dari Rp 2.000 menjadi Rp 6.000

Golongan IV dari Rp 3.000 menjadi Rp 8.000

Golongan V dari Rp 3.000 menjadi Rp 8.000

Wilayah 2 (Jakarta IC – Cikarang Barat)

Golongan I dari Rp 4.500 menjadi Rp 7.000

Golongan II dari Rp 6.500 menjadi Rp 10.000

Golongan III dari Rp 6.500 menjadi Rp 10.500

Golongan IV dari Rp 9.000 jadi Rp 14.000

Golongan V dari Rp 9.000 jadi Rp 14.000

Wilayah 3 (Jakarta IC – Karawang Barat)

Golongan I tetap Rp 12.000

Golongan II tetap Rp 18.000

Golongan III tetap Rp 18.000

Golongan IV tetap Rp 24.000

Golongan V tetap Rp 24.000

Wilayah 4 (Jakarta IC – Cikampek)

Golongan I dari Rp 15.000 jadi Rp 20.000

Golongan II dari Rp 22.500 jadi Rp 30.000

Golongan III dari Rp 22.500 jadi Rp 30.000

Golongan IV dari Rp 30.000 jadi Rp 40.000

Golongan V dari Rp 30.000 jadi Rp 40.000.

Sumber Berita dan Data : Kumparan.com

Continue Reading

Makro Ekonomi

Ekspor Oke, Neraca Dagang RI di Desember Surplus US$ 2,1 M

Published

on

Badan Pusat Statistik (BPS) Jumat (15/1/2021) melaporkan, pada Desember 2020, nilai ekspor tercatat US$ 16,54 miliar, tumbuh 14,63% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Bulan sebelumnya, ekspor tumbuh 9,54% YoY.

Sementara untuk impor, pada Desember 2020 sebesar US$ 14,44 miliar atau turun tipis 0,47%.

Atas data ekspor-impor tersebut maka neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2020 tercatat surplus US$ 2,1 miliar.

Sebagai gambaran, konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan impor terkontraksi 11,26% YoY. Sedangkan konsensus versi Reuters memperkirakan impor turun 12,27% YoY.

Konsensus CNBC Indonesia memperkirakan neraca perdagangan surplus US$ 2,58 miliar sementara konsensus Reuters berada di US$ 2,3 miliar.

Sumber Berita : CNBC Indonesia

Continue Reading

Makro Ekonomi

2020, LDPB-KUMKM Sukses Capai Target Salurkan Hingga Rp.1,9 Triliun

Published

on

Finroll.com – Sukses capai target 2020, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) sejak tahun 2008 hingga 2020 telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp12 Triliun yang tersebar di seluruh Indonesia. Khusus tahun ini, LPDB KUMKM diberi target sebesar Rp1,85 triliun dengan realisasi capaian penyaluran dana bergulir per Desember 2020 mencapai Rp1,9 triliun yang telah disalurkan kepada 114 koperasi.

Hal itu dipaparkan Direktur Utama LPDB KUMKM Supomo, pada acara Rapat Sinkronisasi dan Evaluasi Kinerja LPDB-KUMKM Tahun 2020, di Jakarta, Senin (28/12).

“Selain itu, jumlah penerima dana bergulir yang ditargetkan mencapai 12.000 penerima, juga telah melampaui target hingga 66.997 penerima atau mencapai 150% dari target,” kata Supomo.

Supomo menambahkan, saat ini dunia masih dilanda pandemi Covid-19 tak terkecuali Indonesia. Dimana hal itu sangat mempengaruhi perekonomian Indonesia, khususnya para pelaku usaha yakni Koperasi dan UMKM.

“Sehingga, tahun ini LPDB KUMKM diberikan amanah yang besar dalam menyalurkan dana bergulir kepada para pelaku KUMKM dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional,” jelas Supomo.

Untuk itu, lanjut Supomo, LPDB KUMKM juga telah merealisasikan 100% atau sebesar Rp1 Triliun dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang telah disalurkan kepada 63 mitra koperasi dan 101.011 UMKM pada 30 September 2020 lalu.

“Ini merupakan capaian yang luar biasa dimana LPDB-KUMKM berperan penting dalam memulihkan ekonomi nasional khususnya bagi pelaku KUMKM di Indonesia,” tandas Supomo.

Supomo mengakui, tantangan yang dihadapi LPDB-KUMKM tidaklah mudah karena sejak awal berdirinya pada 2006, lembaga ini didapuk menjadi garda terdepan bagi permodalan Koperasi dan UMKM di Indonesia.

“Di sisi lain, tidak mudah meyakinkan para pemegang kepentingan (stakeholder) bahwa BLU di bawah Kementerian Koperasi dan UKM ini akan tumbuh signifikan sebagai lembaga pembiayaan bagi KUMKM,” ungkap Supomo.

Ke depan, LPDB KUMKM akan terus berupaya lebih giat lagi dalam memberikan pembiayaan untuk perkuatan permodalan kepada KUMKM di Indonesia. “Misi melakukan pemihakkan bagi kelangsungan KUMKM ini, akan terus kita gelorakan di tengah para karyawan. Bahwa kita adalah bagian dari pelaku sejarah yang ikut serta menggerakan denyut ekonomi terbesar di negeri ini, yaitu melalui Koperasi dan UMKM,” jelas Supomo.

Oleh karena itu, Supomo mengimbau kepada seluruh jajaran Direksi dan karyawan LPDB-KUMKM untuk terus membangun mental yang kokoh guna mengusung visi dan misi LPDB-KUMKM sebagai garda penyelamat ekonomi khususnya bagi pelaku usaha KUMKM di Indonesia.

“Saya atas nama pribadi beserta jajaran Direksi LPDB KUMKM, mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh karyawan yang telah bekerja dengan baik dan maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat KUMKM, sehingga target penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM dapat tercapai,” ucap Supomo.

Supomo pun mengapresiasi kepada para stakeholder yang telah bekerja sama dengan LPDB-KUMKM guna membantu percepatan dan memperluas penyaluran dana bergulir sebagai bentuk perwujudan LPDB KUMKM sebagai lembaga inklusif.

“Yang berarti terbuka dalam menjalin kerjasama untuk dapat mewujudkan TriSukses LPDB- KUMKM. Yakni, Sukses Penyaluran, Sukses Pemanfaatan dan Sukses Pengembalian,” tukas Supomo.

Tak lupa, Supomo mengajak seluruh jajarannya untuk tetap terapkan budaya kebersihan, khususnya di lingkungan kerja, sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan WHO dan Kementerian Kesehatan.

Continue Reading

Trending