Connect with us
[adrotate group="1"]

Ragam

Bubur Kanji Rumbi, Sajian Berbuka Puasa Khas Aceh Warisan Sultan

Published

on


Bubur Kanji Rumbi, Sajian Berbuka Puasa Khas Aceh Warisan Sultan

Finroll.com – Kanji Rumbi adalah sejenis bubur dengan citarasa unik di provinsi Aceh, mirip dengan bubur ayam yang dijual di daerah lain Indonesia. Kanji rumbi dimasak dengan berbahan utama beras dan rempah-rempahm sebagai pelengkap rasanya lazimnya kanji rumbi juga dicampur dengan udang dan potongan daging.

Bubur kanji rumbi identik sebagai menu buka puasa di Aceh. Bubur ini biasanya dibuat dalam jumlah banyak sekaligus di masjid-masjid besar. Menjelang buka puasa, bubur lalu dibagikan ke masyarakat sekitar.

 

Biasanya pembuatan bubur kanji rumbi di masjid difasilitasi pemerintah setempat. Ada dana khusus untuk membuat bubur ini dalam jumlah banyak setiap hari.

Adalah wilayah Kabupaten Pidie yang paling banyak menyajikan bubur kanji rumbi selama ramadan. Namun bubur ini juga mudah ditemui di desa-desa lain di Aceh.

kanji rumbi sudah dikenal masyarakat Aceh sejak ratusan tahun lalu. Bahkan, ada yang menyebutkan kanji tersebut merupakan warisan sultan yang kini mulai susah ditemui di luar bulan Ramadan.

Kanji rumbi diyakini mengandung banyak khasiat yang dinilai ampuh sebagai obat masuk angin dan maag. Hal tersebut karena bahan yang digunakan dikenal mujarab untuk menyehatkan tubuh seperti jahe.

Advertisement Valbury

Ragam

Mengapa Jepang Datang di Tengah Kedekatan RI-Tiongkok

Saat bertemu Jokowi, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menawarkan pinjaman sebesar Rp 6,7 triliun untuk penanganan Covid-19.

Published

on

FINROLL.COM – Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dan istrinya, Mariko Suga di Istana Kepresidenan Bogor pada Selasa (20/10) sore. Kunjungan Suga seolah menunjukkan eksistensi Jepang di tengah mesranya hubungan RI-Tiongkok.

Suga yang baru bulan lalu dilantik sebagai Perdana Menteri Jepang itu tiba di Istana Kepresidenan Bogor sekitar pukul 16.05 WIB. Perbincangan antara keduanya berlangsung sekitar satu jam. Dalam kesempatan tersebut, Suga menyatakan akan memberikan pinjaman kepada Indonesia sebesar 50 miliar yen atau sekitar Rp 6,9 triliun (kurs Rp 138,63/yen).

“Jepang telah menetapkan pemberian pinjaman sebagai bantuan fiskal 50 miliar yen untuk meningkatkan kapasaitas penaggulangan bencana (Covid-19) Indonesia,” kata Suga di Bogor, Selasa (20/10).

Selain itu, Jepang juga akan mendorong kerja sama terhadap lembaga kajian kesehatan di Indonesia melalui pemberian bantuan alat medis. Sebelumnya, Indonesia-Tiongkok menjalin kerja sama erat dalam hal penanganan Covid-19.

Pemerintah misalnya, telah memesan vaksin dari tiga perusahaan farmasi Tiongkok, yakni Sinovac, Sinopharm dan CanSino. Sebagai negara pertama yang dijangkiti virus corona, penelitian di Negeri Tirai Bambu memang lebih maju.

Di luar Covid-19, untuk meningkatkan ekonomi, Jepang akan memajukan kerja sama di bidang infrastruktur. Di antara proyek yang disebut adalah pembangunan Mass Rapid Transit (MRT), kereta semi cepat jalur Jakarta-Surabaya, pembangunan dan pengelolaan Pelabuhan Patimban, dan pembangunan pulau terluar.

Di sisi lain, Suga mengatakan kedua negara akan memulai kerja sama travel corridor arrangement. Artinya, kedua negara akan memperlonggar langkah isolasi mandiri bagi perjalanan dengan tujuan bisnis untuk jangka pendek. Hal ini juga berlaku bagi perawat dan care taker.

Dalam hal ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan menegosiasikan detail travel corridor arrangement dengan Menteri Luar Negeri Jepang dalam satu bulan.

Berikut adalah Databoks yang menggambarkan kunjungan wisatawan Asia (termasuk Jepang) ke Indonesia: Guna meningkatkan kerja sama di bidang kemanan dan pertahanan, kedua negara akan mengadakan pertemuan 2 Plus 2 dalam waktu dekat.

Tak hanya itu, kedua negara akan mempercepat pembahasan pengalihan peralatan dan teknologi pertahanan. Pada penegakan hukum laut, Jepang telah sepakat dengan Indonesia untuk mempererat kerja sama, terutama terkait dengan isu Korea Utara dan Laut Cina Selatan.

Di sisi lain, Jokowi juga menyampaikan kepada Jepang agar Laut Cina Selatan dapat menjadi wilayah yang damai dan stabil. Di luar itu, Suga meminta bantuan Indonesia agar penculikan warga Jepang oleh Korea Utara dapat segera diselesaikan.

Dalam kesempatan tersebut, Suga menambahkan, Jepang secara penuh mendukung Asean Outlook on The Indo-Pacific yang dipelopori Indonesia.

“Berpijak pada hal ini, Jepang akan kerja sama dengan indoensia menjelang KTT ASEAN terkait pada November mendatang,” ujar dia.

Sementara itu, Jokowi memaparkan sejumlah hal yang dibahas oleh kedua negara. Salah satunya, Indonesia menghargai komitmen dan kontribusi Jepang dalam pembentukan ASEAN Covid-19 response fund.

Selain itu, Jokowi juga mengajak Jepang untuk memperkuat tata kelola kesehatan di kawasan untuk hadapi pandemi di masa datang.

“Termasuk pembentukan ASEAN Center Public Health Emergency and Emerging Diseases,” katanya. Kemudian, Indonesia menyambut baik relokasi dan perluasan investasi perusahaan Jepang di Indonesia, seperti Denso, Sagami, Panasonic, Mitsubishi Chemical, dan Toyota.

Selanjutnya, Mantan Walikota Solo itu menyinggung kendala izin impor bagi produk pertanian, perikanan, dan kehutanan dari Indonesia. Baca Juga Lelang Sepi Peminat, Proyek MRT Jakarta Fase II Terancam Molor Setahun Di luar itu, Jokowi juga mendorong Jepang untuk berpartisipasi dalam Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia.

Terakhir, ia menekankan pentingnya semangat kerja sama antara kedua negara dengan memperkuat kerja sama multilateral.

“Pentingnya spirit kerja sama untuk terus diperkuat di tengah rivalitas yang semakin menajam antara kekuatan besar dunia,” kata dia. Dalam acara tersebut, Jokowi juga didampingi oleh Iriana Joko Widodo.

Turut hadir pula Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Indonesia Setelah Vietnam Perdana Menteri Jepanga yang baru tersebut melakukan perjalanan ke luar negeri untuk pertama kalinya. Adapun, negara yang menjadi tujuan lawatan luar negeri pertamanya ialah Vietnam dan Indonesia.

Guru Besar Hukum Internasional UI sekaligus Rektor Universitas Jenderal A Yani, Hikmahanto Juwana menilai, selain mempererat hubungan bilateral Jepang Indonesia, ada makna politis dari kunjungan tersebut di tengah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

“Paling tidak ada empat makna politis kunjungan ini,” kata Hikmahanto seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Katadata, Selasa (20/10).

Pertama, Jepang ingin menegaskan kepada Indonesia bahwa keberadaan Indonesia sangat penting di mata Jepang. Jepang, lanjut dia, tidak pernah meninggalkan dan tidak akan meninggalkan Indonesia yang sedang giat dalam melakukan pembangunan.

Dengan demikian, Indonesia tidak perlu bertumpu hanya pada satu negara, yaitu Tiongkok dengan kekuatan ekonomi dan teknologinya.

Berikut adalah Databoks investasi Jepang di Indonesia selama 2011-2018:

Kedua, Indonesia merupakan mitra strategis Jepang terpenting saat negara tersebut mengalami gangguan dari Tiongkok, utamanya terkait jalur pelayaran internasional. “Ada kekhawatiran banyak negara seperti AS, Australia dan Jepang bahwa kekuatan militer dan ekonomi Tiongkok akan mendominasi laut Cina Selatan,” ujar dia.

Dalam konteks ini, Jepang diperkirakan akan totalitas membantu Indonesia agar Tiongkok tidak menegaskan klaim sepihak sembilan garis putus dengan memanfaatkan nelayan dan kapal coast guard-nya untuk menghalau nelayan Indonesia.

Ketiga, Hikmahanto menilai Negeri Matahari Terbit itu ingin Indonesia menyadari bahwa perusahaan-perusahaan dan teknologi Jepang lebih unggul dan terpercaya daripada Tiongkok. Oleh karena itu, Indonesia akan memiliki alternatif dalam memilih perusahaan dan teknologi untuk pembangunan.

Terakhir, Jepang diperkirakan ingin mengajak Indonesia untuk terus mengembangkan pertumbuhan di kawasan Indo Pasifik. Selanjutnya, kawasan ini diharapkan bisa mengembangkan pertumbuhan ekonomi dengan negara-negara di Afrika.

Sebagaimana diketahui, Indonesia tengah gencar membangun hubungan dengan negara-negara di Afrika. Saat ini, Indonesia sudah membangun Indonesia Africa Infrastructure Dialog. “Jepang akan mendukung Indonesia, bahkan bila Indonesia mengajak ASEAN dalam pengembangan hubungan dengan negara di Afrika,” kata Hikmahanto.

Sumber Berita : Katadata.co.id

Continue Reading

Ragam

Kemenhan Remehkan Kekhawatiran Aktivis atas kunjungan Prabowo ke AS

Published

on

FINROLL.COM – Kementerian Pertahanan telah mengecilkan kritik yang ditujukan kepada Menteri Prabowo Subianto atas kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat menyusul kekhawatiran yang diajukan oleh para aktivis terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu.

Juru bicara menteri Dahnil Azhar Simanjuntak mengatakan kementerian menghormati mereka yang mengkritik kunjungan diplomatik Prabowo.

“Berbagai kritik dan tuduhan telah diterima Prabowo selama menjabat sebagai pejabat negara [sebagai perwira Angkatan Darat] dan politikus. Kami menghormati setiap kritik dan penolakan, ”katanya dalam sebuah pernyataan video pada hari Kamis.

Ia mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra itu memulai kunjungan kerja pertamanya ke AS dari Kamis hingga Senin dengan membahas kerja sama pertahanan antara Indonesia dan AS. Di AS, Prabowo dijadwalkan bertemu dengan mitranya dari AS Mark Esper.

“Prabowo memenuhi undangan dari pemerintah AS. Tujuannya untuk memperkuat kerja sama pertahanan AS-Indonesia, ”kata Dahnil lebih lanjut.

Kunjungan pertama Prabowo ke AS sejak dia dilarang masuk ke negara itu 20 tahun lalu, dan yang pertama dalam kapasitasnya sebagai menteri pertahanan, menuai kritik dari kelompok hak asasi yang menyoroti bahwa perubahan kebijakan itu melanggar hak asasi manusia. prinsip dan bahkan bertentangan dengan hukum AS.

Prabowo sebelumnya dilarang masuk ke AS karena ada larangan menyeluruh terhadap perwira Kopassus yang diduga melakukan pelanggaran hak asasi manusia di Timor Timur ketika wilayah itu berada di bawah kekuasaan Indonesia.

Sebanyak 12 organisasi masyarakat sipil menyuarakan keberatan mereka dalam surat bersama kepada Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo atas kunjungan Prabowo ke AS. Kelompok itu mendesak pemerintah AS untuk mencabut undangan diplomatik jika menyertakan kekebalan atas kejahatan yang diduga dilakukan Prabowo.

Kelompok-kelompok tersebut termasuk Amnesty International Indonesia, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Setara Institute dan Jakarta Legal Aid Institute (LBH Jakarta) direktur nasional advokasi dan urusan pemerintahan Amnesty International USA Joanne Lin mengatakan dalam surat itu mengizinkan Prabowo masuk ke AS bisa jadi merupakan pelanggaran terhadap Leahy Laws.

Leahy Laws melarang pemerintah AS menggunakan sumber dayanya untuk membantu unit pasukan keamanan asing yang terbukti terlibat melakukan pelanggaran berat hak asasi manusia. “Kami mendesak Anda untuk mengklarifikasi bahwa visa yang dikeluarkan untuk Prabowo tidak memberikan kekebalan apa pun kepadanya dan untuk memastikan bahwa jika dia melakukan perjalanan ke AS, dia diselidiki dengan benar dan segera,” kata Lin. (HIDAYAT)

Continue Reading

Ragam

Kinerja Ekspor RI yang Terkerek Kebangkitan Ekonomi Tiongkok

Kenaikan ekspor pada September 2020 ditopang oleh harga komoditas yang membaik seiring pemulihan ekonomi Tiongkok.

Published

on

FINROLL.COM — Kabar menggembirakan datang dari kinerja ekspor dan impor pada September yang meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Ekspor naik 6,97% dibandingkan periode yang sama tahun lalu mencapai USS$ 2,13 miliar, sedangkan impor naik 7,7% menjadi US$ 11,57 miliar.

“September ini berita gembiranya adalah ekspor kita naik dibanding bulan lalu dan dibanding tahun lalu turunnya sudah tipis,” ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers, Kamis (15/10).

Ekspor pada September masih turun tipis 0,51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun kinerja ini masih lebih baik dibandingkan impor yang anjlok US$ 18,88 miliar.

Berdasarkan golongan barang HS dua digit, kenaikan ekspor paling tinggi terjadi besi dan baja yang meningkat US$ 266 juta atau 32,5% dibanding bulan sebelumnya. Ekspor produk ini terutama tertuju ke Tiongkok, Hong Kong, dan Korea Selatan.

“Lemak dan minyak hewan nabati juga mengalami kenaikan ekspor US% 198,5 juta. Negara tujuan ekspor ini adalah Tiongkok, India, dan Pakistan,” katanya. Kenaikan juga terjadi pada golongan barang kendaraan dan bagiannya, mesin dan peralatan elektrik, serta plastik.

Suhariyanto menjelaskan ekspor nonmigas untuk Tiongkok naik paling tinggi mencapai US$ 163,3 juta. Disusul India sebesar US$ 120,6 juta, Jepang sebesar US$ 79,6 juta, Amerika Serikat sebesar US$ 66,8 juta, dan Malaysia US$ 66,4 juta.

Sementara penurunan ekspor terjadi untuk tujuan Swiss, Hong Kong, Inggris, Singapura dan Kamboja. “Ekspor utama kita ke September untuk nonmigas paling besar masih tertuju ke Tiongkok sebesar US% 2,63 iliar atau 19,75% dari total ekspor,” katanya.

Pangsa pasar ekspor nonmigas terbesar kedua adalah AS yang mencapai US$ 1,69 miliar dan mengambil porsi sebesar 12,68%. Disusul Jepang sebesar US$ 1,06 miliar atau 7,98%. Sementara itu, ekspor ke seluruh negara ASEAN mencapai US$ 2,78 miliar atau mencapai 20,86% dari total ekspor nonmigas Indonesia.

Tak berbeda jauh dengan kondisi ekspor, impor Indonesia pada September masih didominasi dari Tiongkok mencapai US$ 3,51 miliar atau 33,73% dari total impor nonmigas. Disusul Jepang sebesar 0,77 miliar atau 7,38% dan Singapura O,62 miliar atau 5,94%.

Namun, kenaikan impor paling tinggi dibandingkan Agustus berasal dari Jepang mencapai US$ 208,3 juta, Korea Selatan US$ 150,5 juta, Tiongkok US$ 148,6 juta, dan Ukraina US$ 77,5 juta.

Berdasarkan golongan barang HS dua digit, kenaikan impor didorong oleh mesin dan peralatan mekanis naik 104,2 juta, besi dan baja sebesar US$ 84,4 juta, serta mesin dan peralatan listrik US$ 81,5 juta.

Neraca perdagangan Indonesia dengan Tiongkok, menurut Suhariyanto, kembali mencatatkan defisit sebesar US$ 879,2 juta. Defisit juga terjadi pada perdagangan Ukraina sebesar US$ 140,1 juta dan Brasil US$ 119 juta.

Ekonomi Tiongkok yang Bangkit

Kinerja ekspor dan impor yang membaik di September tak lepas dari pemulihan ekonomi yang berlangsung cepat di Tiongkok. Mengutip Reuters, impor Tiongkok pada September tumbuh dengan laju tercepat pada tahun ini mencapai 13,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, berbalik dari kondisi Agustus yang turun 2,1%.

“Lonjakan impor menunjukkan bahwa investasi di dalam negeri kuat,” ujar Capital Economics Senior China Economist Julian Evans-Pritchard. Catatan penting lainnya dari perekonomian Negara Tembok Raksasa ini adalah ekspor yang tetap kuat di tengah berkurangnya permintaan barang untuk penanganan Covid-19 seperti masker.

Aktivitas pabrik Tiongkok juga meningkat karena perdagangan internasional secara bertahap dimulai kembali. Permintaan barang-barang konsumsi lainnya menanjak dari berbagai penjuru dunia.

Kendati demikian, beberapa analis memperingatkan ekspor mungkin sudah mencapai puncak kenaikan seiring permintaan untuk alat pelindung Covid-19 buatan Tiongkok yang mulai surut dan efek dasar dari penurunan besar-besaran tahun ini menghilang.

Berdasarkan data Bea Cukai Tiongkok, ekspor pada September naik 9,9%. Kepala Ekonom di Zhongyuan Bank, Wang Jun mengatakan data menunjukkan dukungan pemerintah telah meningkat ekonomi, terutama seiring epidemi mulai terkendali.

“Ini telah meningkatkan permintaan domestik, terutama permintaan yang didorong oleh investasi, yang mendukung impor,” kata Wang. Bank Sentral Tiongkok memperkirakan ekonomi pada kuartal tiga akan tumbuh lebih baik dibandingkan kuartal II yang mencapai 3,2%.

Berbagai lembaga internasional pun merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok untuk tahun ini dalam laporan terbaru mereka dari proyeksi yang dibuat pertengahan 2020.

Bank Dunia misalnya, mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok dari hanya tumbuh 1% menjadi 2%, IMF menaikkan dari tumbuh 0,9% menjadi 2%, sedangkan OECD memproyeksi ekonomi Tiongkok tumbuh 1,8% dari sebelumnya kontraksi 3,2%.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending