Connect with us

International

China Setujui UU Keamanan Hong Kong, Ini Reaksi Trump

Published

on


Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya akan menggelar konferensi pers soal China pada Jumat (29/5/2020). Langkah tersebut diumumkannya di tengah meningkatnya ketegangan antara AS-China akibat perseteruan soal Hong Kong dan wabah virus corona (COVID-19).

FINROLL.COM — Hal itu juga disampaikan setelah sebelumnya Trump mengancam bakal menerapkan sejumlah hukuman pada China terkait masalah-masalah tersebut.

“Kami akan mengumumkan besok apa yang kami lakukan sehubungan dengan China,” katanya kepada wartawan pada pertemuan di Oval Office, Kamis. “Kami tidak senang dengan China.”

Hong Kong Episentrum Konflik AS-China, Wall Street Merana

Namun demikian, presiden ke-45 AS itu tidak memberikan rincian spesifik tentang rencananya, sebagaimana dilaporkan AFP.

Pasca pengumuman Trump, Wall Street ditutup melemah, melanjutkan penurunan untuk hari ketiga berturut-turut.

Panasnya hubungan AS-China baru-baru ini awalnya dipicu oleh masalah COVID-19. Trump telah dengan tegas menyatakan bahwa AS akan meminta China bertanggung jawab karena gagal menekan penyebaran wabah mematikan asal Wuhan, China itu hingga menyebar ke ratusan negara termasuk AS.

Trump juga mencurigai asal sebenarnya dari virus yang telah menginfeksi hampir enam juta orang di seluruh dunia itu dari sebuah laboratorium virologi di Wuhan. Menurut Worldometers, saat ini ada 5.904.658 kasus corona yang sudah dikonfirmasi di seluruh dunia. Di mana 362.010 orang telah meninggal dunia dan 2.579.629 sembuh.

Sekitar sepertiga kasus global atau 1.768.461 kasus ada di Amerika Serikat. Dari total itu 103.330 orang telah meninggal dan 498.725 sembuh.

Terkait Hong Kong, perselisihan kedua ekonomi terbesar di dunia itu dipicu oleh kekhawatiran bahwa China akan menggunakan undang-undang baru untuk mengakhiri kebebasan Hong Kong sebagai wilayah semi-otonom.

Sebagaimana diketahui, baru-baru ini pemerintah Hong Kong mengeluarkan Undang-undang yang dianggap banyak pihak mencerminkan keinginan China untuk memperkuat cengkeramannya atas Hong Kong. UU itu adalah undang-undang keamanan nasional Hong Kong.

UU yang berisi tujuh pasal tersebut dipandang bakal memberi jalan bagi China untuk memperkuat kendalinya atas kota administrasinya itu. Aturan itu dianggap salah oleh banyak pihak lantaran saat ini kebebasan Hong Kong dari China telah dijamin.

Jaminan bagi Hong Kong memperoleh kebebasan telah disepakati oleh China dan Inggris dalam aturan “satu negara, dua sistem” setelah Hong Kong diserahkan oleh Inggris kembali ke China pada tahun 1997.

Menurut beberapa sumber diplomatik, konferensi pers Trump akan digelar pada hari yang sama ketika Inggris dan Amerika Serikat mengajak Dewan Keamanan PBB bertemu secara tidak resmi untuk membahas situasi di Hong Kong.

Menurut The New York Times, salah satu langkah yang dipertimbangkan AS sebagai hukuman untuk China atas kesalahan-kesalahannya adalah pembatalan visa bagi ribuan mahasiswa pascasarjana China di universitas AS yang memiliki ikatan dengan lembaga pendidikan di negara asal dan yang memiliki hubungan dengan militer China.

Iwan Hidayat Bergabung Dengan Finroll Media Group Tahun 2012

International

Virus Corona Dapat Merusak Kinerja Otak, Ini Penjelasannya !

Published

on

By

Finroll.com – Jakarta, Dalam sebuah studi di Inggris telah mengatakan bahwa virus Corona bisa merusak otak.

Ahli dari University College London (UCL) menyebut bahwa virus ini bisa menyebabkan masalah saraf otak seperti stroke, kerusakan saraf, dan pembengkakan otak fatal. Hal ini mungkin terjadi sekalipun pasien tersebut tidak menunjukkan gejala masalah pernapasan yang terkait dengan covid-19.

“Kita harus waspada dan mewaspadai komplikasi pada pasien covid-19,” kata kata penulis senior bersama Dr. Michael Zandi dikutip dari CNN.

Dia juga memperingatkan bahwa masih harus dilihat “apakah kita akan melihat epidemi dalam skala besar kerusakan otak yang terkait dengan pandemi.”

Studi yang dipublikasi dalam journal Brain melakukan penelitian terhadap 43 pasien yang dirawat di University College London Hospitals terhadap orang yang dikonfirmasi dan dicurigai terinfeksi virus corona dari bulan April-Mei.

Di antara pasien ini, para peneliti menemukan 10 kasus “disfungsi otak sementara” dan delirium; 12 kasus peradangan otak; delapan kasus stroke; dan delapan kasus kerusakan saraf.

Sebagian besar pasien yang menunjukkan peradangan otak didiagnosis dengan kondisi spesifik, langka dan kadang-kadang mematikan yang dikenal sebagai ensefalomielitis disebarluaskan akut (ADEM). Sebelum pandemi, tim peneliti di London akan melihat sekitar satu pasien ADEM per bulan. Selama masa studi, jumlahnya naik menjadi setidaknya satu minggu.

Seorang wanita berhalusinasi singa dan monyet di rumahnya. Lainnya melaporkan mati rasa di anggota badan atau wajah mereka, penglihatan ganda, dan disorientasi. Satu pasien yang parah hampir tidak sadar, merespons hanya ketika kesakitan.

“Dokter perlu mewaspadai kemungkinan efek neurologis, karena diagnosis dini dapat meningkatkan potensi pasien selamat.”

“Mengingat bahwa penyakit ini baru ada selama beberapa bulan, kita mungkin belum tahu apa kerusakan otak jangka panjang yang dapat disebabkan Covid-19,” kata penulis bersama bersama Dr. Ross Paterson.

Sampai saat ini peneliti masih mencoba mencari tahu mengapa corona bisa merusak otak. Satu teori, sebaliknya, adalah bahwa komplikasi secara tidak langsung dipicu oleh respon imun dari tubuh pasien – bukan dari virus itu sendiri.

Hanya saja penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memahami pengaruh pandemi virus corona yang merusak otak dalam jangka panjang.

Foto : OkezoneTechno|GoogleSearch

Continue Reading

International

Wali Kota Seoul yang Hilang Ditemukan Meninggal

Published

on

Finroll – Jakarta, Walikota Seoul, Park Won-soon, yang dilaporkan hilang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di daerah utara ibu kota Korea Selatan itu.

Menurut laporan kantor berita Korsel, Yonhap News Agency, Kamis (9/7), Park dilaporkan menghilang oleh anak perempuannya pada sore hari. Kepolisian setempat lantas mengerahkan petugas untuk mencari keberadaan Park.

Ponsel Park pun tidak bisa dihubungi karena dinonaktifkan setelah mengontak sang anak. Menurut pengakuan anak Park, ayahnya sempat menyampaikan pesan wasiat saat dihubungi terakhir kali melalui ponsel.

Belum ada laporan rinci mengenai penyebab kematian Park.

Seperti dilansir AFP, sebelum menghilang dan ditemukan meninggal, Park dilaporkan oleh mantan pegawai di Balai Kota Seoul ke polisi pada Rabu (8/7) kemarin dengan tuduhan melakukan pelecehan seksual. Kasus itu lantas diliput oleh stasiun televisi setempat dan ditayangkan beberapa saat sebelum Park menghilang.

Park terpilih sebagai wali kota Seoul pada 2011 setelah pendahulunya mengundurkan diri saat menerima tawaran referendum pemberian makanan gratis bagi anak sekolah. Ia terpilih kembali menjadi wali kota pada 2014 dan 2018.

Dia mulanya adalah calon independen yang menang melawan kandidat dari Partai Persatuan Masa Depan (UFP) yang berhaluan konservatif. Park kemudian berkoalisi dengan Partai Demokratik yang mempunyai haluan liberal.

Penduduk setempat mulanya meragukan karena Park dinilai tidak mempunyai pengalaman politik. Namun, dia sempat digadang-gadang bakal menjadi pengganti Presiden Korsel, Moon Jae-in.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

International

AS Catat Lonjakan Tertinggi Kasus Corona, 60 Ribu Sehari

Published

on

By

Ilustrasi virus corona di Amerika Serikat. (AP/David J. Phillip)

Finroll.com, Jakarta –  Amerika Serikat mencatatkan rekor harian kasus virus corona tertinggi sebanyak 60.021 infeksi dan 1.195 kematian pada Selasa, (7/7).

Menurut CNN, data yang diperoleh dari Johns Hopkins University itu merupakan lonjakan tertinggi dalam satu hari di AS sejak pandemi dimulai.

Berdasarkan data statistik Worldometer, hingga Kamis pagi (9/7) AS memiliki 3.158.932 kasus Covid-19 dan 134.862 kematian. Jumlah tersebut mengukuhkan posisi AS sebagai negara dengan kasus dan kematian tertinggi di dunia akibat virus corona.

Kasus-kasus tersebut tersebar di seluruh 50 negara bagian, Distrik Columbia dan wilayah AS lainnya, serta kasus yang direpatriasi.

Sejauh ini New York menjadi negara bagian paling terpapar parah corona dengan 424.263 kasus dan 32.311 kematian. Dikutip dari CNBC, Texas menjadi menyumbang kasus harian tertinggi Covid-19 dalam beberapa hari terakhir.

AS telah melaporkan sekitar 51.383 kasus baru selama tujuh hari terakhir, naik hampir 24,5 persen dibanding sepekan lalu, menurut analisis data CNBC yang dikumpulkan dari Johns Hopkins.

Penasihat gugus tugas penanganan virus corona AS Anthony Fauci mangakui bahwa pemerintah belum bisa mengendalikan penularan virus corona.

Pakar penyakit menular itu memperingatkan bahwa kasus baru bisa bertambah dua kali lipat menjadi 100 ribu per hari jika pihak berwenang gagal mengambil langkah yang tepat dan cepat untuk mengendalikan penularan Covid-19.

Meski kasus corona di AS terus melonjak, Presiden Donald Trump tetap akan menggelar kampanye pilpres di ruang terbuka di New Hampshire pada 11 Juli mendatang.

Hingga saat ini virus corona telah menginfeksi 12.162.680 juta orang di seluruh dunia 551.976 kematian. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menilai bahwa fase terburuk dari Covid-19 belum datang.

Organisasi Kesehatan Dunia itu juga telah mengonfirmasi penyebaran virus corona melalui udara atau airborne.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending