Connect with us

Sepakbola

Cristiano Ronaldo Ingin Reuni dengan Real Madrid di Final Liga Champions

Published

on


Seorang penyusup masuk ke lapangan untuk memeluk Cristiano Ronaldo saat laga Juventus melawan Bayer Leverkusen pada pertandingan Liga Champions di Bay Arena, Leverkusen, Jerman, Rabu (11/12/2019). (AP Photo/Martin Meissner)

Finroll.com, Jakarta –  Cristiano Ronaldo bermimpi memimpin Juventus melaju hingga ke final Liga Champions musim ini. Tak hanya ingin mencapai laga puncak, Ronaldo berharap bisa bertemu dengan mantan klubnya Real Madrid di pertandingan final tersebut.

Superstar asal Portugal ini telah memenangkan trofi Liga Champions pada lima kesempatan. Dan empat tofi di antaranya diraih Cristiano Ronaldo bersama Real Madrid, antara 2014 dan 2018.

Ronaldo bergabung dengan Bianconeri dalam kesepakatan 100 juta euro sejak 18 bulan lalu. Ia sudah mendapatkan gelar Serie A musim lalu, tapi disingkirkan Ajax di babak 16 besar Liga Champions.

Saat ini Cristiano Ronaldo telah mencetak sembilan gol untuk Nyonya Tua di semua kompetisi musim ini. Terakhir, dia mencetak gol saat Juventus melawan Bayer Leverkusen di Liga Champions, Rabu lalu.

Tim Luar Biasa

Gelandang Real Madrid, Luka Modric berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Club Brugge pada pertandingan Grup A Liga Champions di stadion Jan Breydel di Bruges, Belgia (11/12/2019). Real Madrid menang 3-1 atas Club Brugge. (AP Photo/Francisco Seco)

“Real Madrid adalah tim yang luar biasa, tetapi saya lebih suka melihatnya nanti. Saya ingin menemui mereka di final, “kata Cristiano Ronaldo kepada Sky.

“Saya baik-baik saja. Masalah fisik sekarang menjadi hal di masa lalu. Saya menepi selama empat minggu dengan masalah lutut kecil, tapi sekarang saya baik-baik saja. Segalanya membaik, bahkan secara pribadi untuk saya. Kami bermain lebih baik dan kami semakin percaya diri,” kata Ronaldo

Bersama Real Madrid, Ronaldo berhasil mempersembahkan dua gelar La Liga, dua trofi Piala Raja dan empat trofi Liga Champions. Untuk rekor individu, Ronaldo berhasil mencetak 450 gol dan 131 asisst dalam 438 pertandingan bersama Los Blancos di semua kompetisi.(bola.com)

Sumber: Sky

Sepakbola

Paul Scholes Desak Manajemen Manchester United Datangkan Bruno Fernandes

Published

on

By

MU incar Fernandes. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Finroll.com, Jakarta – Legenda Manchester United, Paul Scholes, mendesak manajemen The Red Devils untuk menggelontorkan banyak uang pada bursa transfer Januari. Scholes menilai skuat Manchester United yang ada saat ini belum cukup untuk terus bersaing di papan atas.

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, telah meminta manajemen untuk mendatangkan Bruno Fernandes. Namun, hingga sekarang negosiasi belum juga menemui titik temu.

Scholes pun mendesak manajemen segera turun tangan dengan lebih aktif. Apalagi, dua laga terakhir Manchester United berakhir dengan kekalahan.

“Klub harus segera menolongnya. Saya takut dalam beberapa pekan ke depan pemain yang absen belum bisa kembali,” kata Scholes seperti dilansir Metro.

“Solskjaer sepertinya terpaku dengan pemain yang ada sekarang, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia butuh pemain baru seperti Bruno untuk membantu tim ini secepatnya,” kata legenda Manchester United itu.

Sumber: Metro

Disadur dari: Liputan6 (Adyaksa Vidi/Thomas, published 23/1/2020)

Jadwal Premier League

Jumat, 24 Januari 2020

03.00 WIB, Wolverhampton Vs Liverpool

(bola.com)

Continue Reading

Sepakbola

Kalah dari Burnley, Solskjaer Ingin Manchester United Sibuk di Bursa Transfer

Published

on

By

Bek Manchester United, Aaron Wan-Bissaka (kiri) gagal melakukan tendangan dari titik penalti ke gawang Burnley dalam pertandingan pekan ke-24 kompetisi Liga Inggris 2019-2020 di Old Trafford, Rabu (23/1/2020). MU tidak berdaya di kandang sendiri usai takluk 0-2 dari Burnley. (Paul ELLIS/AFP)

Finroll.com, Jakarta – Manchester United menelan pil pahit di markas sendiri setelah takluk 0-2 dari Burnley dalam laga pekan ke-24 Premier League, Kamis (23/1/2020) dini hari WIB. Setelah kekalahan tersebut, desakan untuk membeli pemain baru untuk kembali mengemuka.

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menegaskan timnya berusaha keras memperbaiki tim demi sisa musim ini.

“Bursa transfer selalu menjadi pembicaraan dalam momen seperti saat ini,” kata Solskjaer seperti dilansir Sportskeeda.

“Kami telah memulai itu. Sekarang adalah bursa transfer dan saya akan menjawab pertanyaan terkait hal itu sampai bursa ditutup. Kami sedang bekerja keras,” ujar Solskjaer menambahkan.

Manchester United sebetulnya tampil menyerang saat menghadapi Burnley, terutama pada awal babak pertama. Beberapa peluang pun dipetik anak asuh Ole gunnar Solskjaer.

Namun, nasib baik tampaknya belum menaungi Setan Merah. Alih-alih mencetak gol, gawang David de Gea justru harus kebobolan pada menit ke-39.

Chris Wood menyambut bola dengan tendangan kaki kiri yang keras hasil umpan Ben Mee untuk membuat MU tertinggal 0-1. Gol tersebut bertahan hingga turun minum.

Tertinggal 0-1, Manchester United mencoba lebih agresif di babak kedua. Sayangnya, gawang mereka kembali kebobolan.

Kombinasi umpan satu-dua mengecoh pemain belakang Manchester United, hingga akhirnya Jay Rodriguez menembak bola ke gawang tim tuan rumah yang dikawal De Gea untuk mengubah skor menjadi 0-2.

Belum Berubah

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer bersama timnya, Daniel James, Phil Jones dan Aaron Wan-Bissaka meninggalkan lapangan setelah laga lanjutan Liga Inggris kontra Burnley di Old Trafford, Rabu (23/1/2020). MU tidak berdaya di kandang sendiri usai takluk 0-2 dari Burnley. (Paul ELLIS/AFP)

Terkait jalannya pertandingan, Solskjaer mengatakan Manchester United belum berkembang sejak kekalahan pertama laga kandang pada musim ini. Ia pun tak segan menyebut penampilan timnya kurang bagus.

“Ini adalah kekalahan kedua kami di kandang dan yang pertama sejak Agustus. Saya pikir kami telah berubah untuk dapat memenangkan pertandingan seperti ini. Tapi, ternyata belum,” kata Solskjaer.

“Hari ini, permainan tidak bagus untuk Manchester United,” ujarnya mengakhiri.

Sumber: Sportskeeda

Disadur dari: Liputan6 (Luthfie Febrianto/Adyaksa Vidi, published 23/1/2020)

Continue Reading

Sepakbola

Legenda Manchester United Kagumi Kebijakan Transfer Liverpool, Dinilai Inspiratif

Published

on

By

Striker Liverpool, Sadio Mane (kiri) berselebrasi dengan Virgil van Dijk (tengah) dan Jordan Henderson pada laga kontra Wolverhampton Wanderers, Minggu (29/12/2019). (AFP/Paul Ellis)

Finroll.com, Jakarta – Mantan bek tangguh Manchester United, Rio Ferdinand, mengkritik kebijakan transfer Setan Merah yang dinilai gagal total. Bahkan, Ferdinand malah memuji manuver transfer Liverpool yang menurutnya brilian.

Kritikan Ferdinand dilontarkan setelah Manchester United kalah memalukan 0-2 dari Burnley di Old Trafford pada lanjutan Premier League, Kamis (23/1/2020) dini hari WIB.

Menurut Ferdinand, transfer Manchester United yang dalam beberapa tahun terakhir menghabiskan 600 juta pounds tapi tidak berefek positif di lapangan. Selain sulit bersaing dalam perburuan gelar Premier League, Manchester United juga gagal membangun skuat tangguh untuk masa mendatang.

Ferdinand menilai manuver transfer MU kalah jauh dari Liverpool yang kini menempati puncak klasemen Premier League. The Reds bahkan unggul 20 poin atas Manchester United.

“Lihat lah Liverpool dan mereka yang menginspirasi setiap tim saat ini,” kata Ferdinand, seperti dilansir Manchester Evening News.

“Klub tersebut tidak membeli pemain karena mereka merupakan yang terbaik di posisi tertentu. Mereka membeli pemain yang cocok dalam sistem tim dan jelas tetap berada dalam sistem itu dalam beberapa tahun,” imbuh Rio Ferdinand, yang dulu menjadi bek tangguh Manchester United bersama Nemanja Vidic.

Cari Solusi Jangka Panjang

Alexis Sanchez (AP)

Ferdinand mengatakan Liverpool tidak mencari solusi jangka pendek ketika membeli pemain. The Reds lebih memikirkan solusi jangka panjang.

Kebijakan itu kontras dengan Setan Merah, yang dinilai Ferdinand kerap berorientasi dengan solusi jangka pendek.

“Mereka bukan mencari solusi cepat, tapi mereka mencari solusi untuk jangka panjang. Tapi, di Manchester United malah mencari sebaliknya dan Alexis Sanchez contoh yang tepat. Mereka berusaha memecahkan masalah dengan cepat, tapi tidak bekerja dengan baik,” sergah Rio Ferdinand. (bola.com)

Sumber: Manchester Evening News

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending