Connect with us

Keuangan

Defisit Keuangan Capai Rekor Tertinggi, AS Diambang Resesi?

Published

on


Halloween yang berlangsung setiap 31 Oktober menjadi salah satu momentum asyik untuk menguji nyali. Ada berbagai agenda Halloween yang sudah ada sejak hari ini, salah satunya Spooktacular Movies di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.

Menggandeng platform streaming film berbayar Catchplay+, pengunjung Mal Kota Kasablanka diajak merayakan Halloween dengan menonton film yang memacu adrenalin. Film-film itu diputar selama sepuluh hari, 25 Oktober sampai 3 November 2019.

Setiap hari, ada tiga judul film yang ditayangkan di waktu berbeda, yakni pada pukul 13.00, 16.00, dan 19.00 WIB. Penonton bisa hadir 15 menit sebelum penayangan untuk memilih tempat duduk. Beraneka film horor akan diputar secara gratis di area Food Society, Ground Floor Mal Kota Kasablanka.

“Nonton film serem bareng-bareng di mal akan memberikan suasana berbeda,” kata Lusiana, General Manager Kota Kasablanka di Jakarta, Jumat 25 Oktober 2019. “Rasanya lebih menyenangkan walaupun film yang diputar cukup menantang.”

Penonton bisa memilih berbagai jenis film bertema horor, mulai dari monster, urban legend, hingga horor animasi yang lebih ramah disaksikan sekeluarga. “Jadi, ada juga film-film horor yang family friendly seperti Scooby Doo! hingga Uglydolls yang bisa disaksikan anak-anak,” kata Lesley Simpson, Associate Director Marketing Catchplay+. Beberapa film yang ditayangkan di Spooktacular Movies antara lain Annable: Creation dan Hereditary.Pemerintahan Trump melaporkan defisit untuk tahun anggaran 2019 melonjak 26 persen dari 2018 menjadi 984,4 miliar dolar AS. Ini menjadi titik defisit keuangan tertinggi yang dialami Pemerintah AS dalam tujuh tahun terakhir.

Defisit anggaran ini diperkirakan akan mencapai 1 triliun dolar AS pada tahun anggaran berjalan dan kemungkinan akan tetap ada untuk dekade berikutnya.

Dilansir di AP, Senin (28/10), pelebaran defisit secara year on year (yoy) mencerminkan faktor-faktor seperti hilangnya pendapatan dari kebijakan pemotongan pajak oleh Presiden Trump yang diberlakukan sejak 2017 dan kesepakatan anggaran yang menambah miliaran pengeluaran untuk program militer dan domestik.

Angka proyeksi yanag dikeluarkan pemerintah AS dan Kantor Anggaran Kongres (CBO) memperlihatkan bahwa defisit akan mencapai 1 triliun dolar AS pada tahun anggaran 2020, yang dimulai 1 Oktober 2019. CBO memperkirakan bahwa defisit akan tetap di atas 1 triliun dolar AS selama satu dekade berikutnya.

Proyeksi-proyeksi itu kontras dengan kampanye Presiden Donald Trump yang menjanjikan bahwa meskipun pendapatan pada awalnya hilang akibat dari kebijakan pemotongan pajak, namun pendapatan yang hilang dari pajak ini bisa dikompensasi dengan pemotongan pengeluaran dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Defisit anggaran terus meningkat setiap tahun selama empat tahun terakhir. Ini menjadi pelebaran defisit terbesar sejak awal 1980-an, yakni ketika Presiden AS Donald Reagan memberlakukan kebijakan pemotongan pajak besar-besaran.

Pada tahun ini diproyeksikan pendapatan negara tumbuh 4 persen. Tetapi belanja melonjak dua kali lipat, seperti kesepakatan yang dicapai Trump dengan Kongres pada awal 2018 untuk mendorong pengeluaran.

Kendati demikian defisit anggaran ini tampaknya tidak mengancam perekonomian AS ataupun mendorong kenaikan suku bunga kredit, hipotek dan pinjaman mobil. Dan faktanya, defisit yang sangat besar ini bertepatan dengan periode suku bunga sangat rendah daripada biaya pinjaman yang meningkat yang diperingatkan para ekonom kemungkinan akan terjadi jika defisit pemerintah mencapai tingkat yang tinggi.

Sebagian besar ekonom masih percaya bahwa meskipun defisit besar bukan merupakan ancaman langsung, di beberapa titik akan menjadi masalah besar. Karena jika defisit anggaran terus berlangsung, tidak menutup kemungkinan otoritas keuangan AS akan menaikkan suku bunga ke tingkat yang memicu resesi.

Terlebih lagi, pembayaran bunga atas defisit menjadi bagian dari utang pemerintah AS yang meningkat yang harus dilunasi dan dapat menekan pertumbuhan ekonomi AS di tahun-tahun mendatang. Bahkan, dengan tarif rendah tahun ini, pembayaran bunga utang pemerintah adalah salah satu item yang paling cepat berkembang dalam anggaran, naik hampir 16 persen menjadi 375,6 miliar dolar AS.

Keuangan

Tinggalkan Level 4.000, IHSG Menguat ke 5.076

Published

on

By

IHSG ditutup menguat pada Rabu (8/7). Indeks ditutup di level 5.076 naik 89,09 poin atau 1,79 persen.(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Finroll.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada Rabu (8/7). Indeks ditutup di level 5.076 naik 89,09 poin atau 1,79 persen.

RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp9,26 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,83 miliar saham. Pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih atau net buy di seluruh pasar sebesar Rp78,31 miliar.

Pada penutupan kali ini, 221 saham menguat, 174 mengalami koreksi, dan 174 lainnya stagnan. 9 dari 10 indeks sektoral kompak menguat dipimpin sektor keuangan sebesar 3,59 persen.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pukul 16.10 WIB terpantau melemah tipis 0,13 persen ke level Rp14.438 per dolar AS.

Di sisi lain, pasar saham di Asia bergerak fluktuatif. Kondisi itu ditunjukkan oleh Nikkei225 di Jepang yang turun 0,78 persen dan indeks Kospi turun 0,24 persen. Sedangkan, Hang Seng Composite di Hong Kong naik 0,59 persen.

Sementara, mayoritas bursa saham Eropa mayoritas naik. Indeks FTSE100 di Inggris naik 0,15 persen dan indeks DAX di Jerman menguat 0,10 persen. Namun, CAC All-Tradable di Prancis turun 0,38 persen.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Keuangan

Kementerian BUMN Akan Bubarkan Jiwasraya

Published

on

Finroll – Jakarta, Kementerian BUMN mengatakan terdapat peluang bagi pemerintah untuk menutup PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Ini merupakan konsekuensi dari pembentukan perusahaan asuransi baru, yaitu PT Nusantara Life.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo penutupan perusahaan asuransi tertua di Indonesia itu dilakukan apabila semua nasabah Jiwasraya sudah memindahkan polisnya ke Nusantara Life.

“Ya (Jiwasraya) pada akhirnya tutup, pada akhirnya tutup. Tapi memang kami harapkan seluruh pemegang polis ini, kami harapkan nanti mau untuk pindah begitu. Karena yang Jiwasraya memang tidak ada pesertanya,” ujarnya di Komisi VI DPR, Selasa (7/7).

Rencananya, kata dia, Kementerian BUMN akan mulai negosiasi dengan pemegang polis Jiwasraya pada Agustus 2020 secara terbuka. Imbauan ini berlaku untuk nasabah polis tradisional maupun saving plan.

Namun, pemindahan polis dari Jiwasraya ke Nusantara Life menunggu suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah. Ia mengatakan jika pemegang polis hendak memindahkan kepemilikannya ke Nusantara Life, maka mereka harus bersedia menyesuaikan tingkat imbal hasil (yield).

Pasalnya, imbal hasil yang ditawarkan Jiwasraya selama ini sangat tinggi dibandingkan tingkat suku bunga di pasar. “Kalau bunganya sekarang 12 persen-13 persen harus turun ke bunga normal di kisaran 6 persen-7 persen,” paparnya.

Sebelumnya, ia mengatakan pemerintah telah mulai pembentukan Nusantara Life. Perusahaan ini nantinya akan berada di bawah holding asuransi, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero).

Seperti diketahui, perusahaan asuransi tertua di Indonesia itu tengah terjerat kasus gagal bayar. Gagal bayar Jiwasraya mulai tercium oleh publik pada Oktober-November 2018. Perseroan mengumumkan tidak dapat membayar klaim polis jatuh tempo nasabah saving plan sebesar Rp802 miliar.

Dalam perkembangannya, kasus Jiwasraya merambah ranah hukum lantaran berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung mendakwa enam terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya dengan total kerugian negara Rp16,8 triliun.

Terbaru, Kejagung kembali menetapkan satu tersangka baru yang merupakan pejabat aktif di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Kejagung menjerat 13 merupakan manajer investasi yang diduga terlibat dalam pelarian uang nasabah.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Keuangan

Didorong Penguatan Aset Berisiko Rupiah Menguat ke Rp14.465

Published

on

Finroll – Jakarta, Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.465 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (6/7) pagi. Mata uang Garuda menguat 0,40 persen dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu di level Rp14.378 per dolar AS.

Penguatan rupiah terhadap dolar diikuti oleh mayoritas mata uang di kawasan Asia pagi ini. Terpantau dolar Singapura menguat 0,13 persen, dolar Taiwan menguat 0,23 persen, won Korea Selatan menguat 0,17 persen, dan peso Filipina menguat 0,21 persen.

Rupee India juga tercatat menguat 0,50 persen, diikuti yuan China yang menguat 0,13 persen, ringgit Malaysia menguat 0,10 persen dan baht Thailand menguat 0,03 persen.

Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju masih bergerak variatif di hadapan dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,02 persen, dolar Kanada menguat 0,01 persen dan franc Swiss menguat 0,18 persen. Sebaliknya, dolar Australia melemah 0,29 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pergerakan rupiah hari ini akan dipengaruhi aset-aset berisiko yang menguat, seperti indeks-indeks saham Asia dan indeks saham berjangka Amerika Serikat (AS).

Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga terlihat kembali menguat yang mengindikasikan pasar melepas aset aman ini dan masuk ke aset berisiko.

“Rupiah bisa terbantu menguat mengikuti penguatan aset berisiko regional hari ini dengan potensi ke area kisaran Rp14.450 dan potensi resisten di kisaran Rp14.570,” ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Pasar, lanjut Ariston, mulai merespons positif membaiknya data-data ekonomi yang positif di tengah pandemi yang dirilis di akhir pekan lalu.

Misalnya, data tenaga kerja AS bulan Juni yang menunjukkan perbaikan melebihi ekspektasi dan data indeks aktivitas sektor jasa dan manufaktur AS-Tiongkok-Eropa pada Juni yang juga menunjukkan peningkatan melebihi ekspektasi.

“Tapi di sisi lain, pasar masih akan mempertimbangkan peningkatan laju penularan covid-19 global yang berisiko menurunkan kembali aktivitas ekonomi, seperti yang dilaporkan WHO dan ketegangan AS-Tiongkok yang makin memanas,” pungkasnya.

Sumber : CNN Indonesia
Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending