Connect with us

MotoGP

Deretan Angka Setelah Marc Marquez Menjuarai MotoGP 2019

Published

on


Finroll.com, Jakarta— Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, berhasil meraih titel juara dunia MotoGP 2019. Torehan tersebut membuat Marquez telah merengkuh delapan gelar juara dunia di berbagai kelas.

Pembalap asal Spanyol itu tampil impresif pada MotoGP Thailand yang berlangsung di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Minggu (6/10/2019). Mengawali balapan dari posisi ketiga, Marquez sukses meraih podium juara.

Marc Marquez menyudahi balapan 26 lap MotoGP Thailand dengan catatan waktu 39 menit 36,223 detik. Dia unggul 0,171 detik atas Fabio Quartararo yang menampati podium kedua.

Sementara itu, Maverick Vinales berada di peringkat ketiga dan terpaut 1,380 detik dari Marquez. Melengkapi urutan lima besar dihuni Andrea Dovizioso dan Alex Rins.

Hasil tersebut membuat pria berusia 26 tahun itu kukuh bercokol di puncak klasemen pembalap. Dia mendulang 325 poin, unggul 110 angka atas Andrea Dovizioso yang berada di tempat kedua.

Meski balapan masih menyisakan empat seri lagi, yakni Jepang, Australia, Malaysia, dan Valencia, peroleh poin Marquez tak mungkin lagi dikejar para rivalnya. Dia pun berhak atas titel juara dunia MotoGP 2019.

Status juara pada tahun ini melengkapi koleksi delapan gelar juara dunia yang diraih Marquez di berbagai kelas, dengan perincian enam trofi di MotoGP, satu di Moto2, dan satu titel juara di kelas 125cc.

Sejumlah pencapaian membanggakan juga diukir pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut. Berikut ini adalah deratan angka dibalik keberhasilan Marc Marquez meraih gelar juara dunia yang kedelapan.

Data dan Fakta

6 – Marc Marquez adalah pembalap termuda yang memenangkan enam gelar juara dunia di kelas utama, dalam usia 26 tahun dan 231 hari. Dia mengalahkan rekor Giacomo Agostini, yang berusia 29 tahun dan 25 hari ketika memenangkan gelar juara dunia yang kenam di kelas utama pada GP Jerman Timur 1971.

8 – Marquez juga menjadi pembalap termuda sepanjang masa yang merengkuh delapan gelar juara dunia di berbagai kelas. Pembalap asal Spanyol itu melampaui torehan Mike Hailwood, yang meraih gelar juara dunia yang kedelapan dalam usia 27 tahun dan 112 hari.

6 – Marc Marquez bersama Valentino Rossi dan Giacomo Agostini, merupakan jajaran pembalap yang berhasil meraih enam gelar juara dunia di kelas utama.

8 – Marquez adalah satu dari enam pembalap yang berhasil meraih delapan atau lebih titel juara dunia di semua kelas. Selain Marquez ada Carlo Ubbiali (9 titel), Mike Hailwood (9), Valentino Rossi (9), Angel Nieto (13), dan Giacomo Agostini (15).

13 – Hanya satu pembalap Spanyol yang memenangkan lebih banyak gelar juara dunia dibandingkan Marc Marquez, yakni Angel Nieto yang memenangkan 13 trofi (tujuh di kelas 125cc dan enam di kelas 50cc). Nieto meraih gelar tersebut dari 1969 hingga 1984.

Data dan Fakta

5 – Marc Marquez setidaknya memenangkan lima balapan per musim (di setiap kelas) dalam 10 tahun terakhir. Dia menyamai rekor yang dibuat Giacomo Agostini antara 1966 sampai 1975 di kelas 350cc dan 500cc.

8 – Marquez setidaknya memenangkan delapan balapan dalam lima musim yang berbeda (di setiap kelas), menyamai Giacomo Agostini dan Angel Nieto. Hanya Valentino Rossi yang lebih baik, dengan setidaknya delapan kemenangan dalam delapan musim berbeda.

79 – Podium juara yang diraih Marc Marquez di MotoGP Thailand, membuatnya telah meraih 79 kemenangan sepanjang kariernya di balap motor semua kelas.

130 – Marc Marquez telah meraih 130 podium dalam kariernya di semua kelas. Pada musim ini, dia meraih 14 podium yang sembilan di antaranya adalah finis terdepan.

89 – Pembalap berjuluk The Baby Alien itu juga berhasil menorehkan 89 pole di semua kelas. Khusus di MotoGP musim ini, dia sembilan kali meraih pole position.(bola.com)

MotoGP

MotoGP Virtual Seri Keempat Rossi Akan Tampil Lagi

Published

on

Finroll – Jakarta, Valentino Rossi bakal tampil pada MotoGP Virtual Race seri keempat, Minggu (17/5), yang bakal menggunakan Sirkuit Misano Marco Simoncelli sebagai lokasi adu kebut.

Absen pada balapan virtual pertama, Rossi sempat mengikuti balapan MotoGP Virtual seri kedua yang berlokasi di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, pada 12 April.

Dalam balapan tersebut, Rossi tercatat beberapa kali terjatuh dan menempati peringkat ketujuh dari 10 pebalap yang ikut serta.

Pebalap gaek tim Monster Energy Yamaha itu kemudian menyatakan tidak mengikuti seri ketiga di Sirkuit Angel Nieto, Jerez, awal Mei.

Selain Rossi, para pebalap yang akan tampil diantaranya adalah Maverick Vinales, serta kakak beradik dari tim Honda Marc Marquez dan Alex Marquez.

Berbeda dari seri ketiga yang mengikutsertakan pebalap-pebalap dari kelas MotoGP, Moto2 dan Moto3, balapan kali ini menghadirkan 11 joki kuda besi MotoGP dan sembilan dari MotoE.

Para pebalap MotoGP akan menyelesaikan sembilan lap dan pebalap MotoE akan berpacu dalam lima lap.

Dari tiga balapan MotoGP Virtual yang sudah berlangsung, terdapat tiga juara berbeda. Alex Marquez menjadi kampiun seri pertama, Francesco Bagnaia finis terdepan pada seri kedua, dan Maverick Vinales yang menguasai seri ketiga.

 

Daftar Pebalap MotoGP Virtual Race Seri Keempat:

 

Repsol Honda Team: Marc Marquez dan Alex Marquez

Monster Energy Yamaha MotoGP: Maverick Viñales dan Valentino Rossi

Ducati Team: Michele Pirro

Team Suzuki Ecstar: Joan Mir

Aprilia Racing Team Gresini: Lorenzo Savadori

Petronas Yamaha SRT: Fabio Quartararo

Pramac Racing: Franceso Bagnaia

LCR Honda Idemitsu: Takaaki Nakagami

Reale Avintia Racing: Tito Rabat

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

MotoGP

Rossi Gabung Petronas Yamaha Bukan Aib

Published

on

By

Peluang Valentino Rossi gabung Petronas Yamaha di MotoGP 2021 cukup besar. Bergabung Petronas Yamaha yang berstatus sebagai tim satelit Yamaha bukan sebuah aib bagi The Doctor.

Rossi memulai karier di kelas primer Grand Prix (500cc/MotoGP) pada 2000 memperkuat tim satelit Honda bernama Nastro Azzuro Honda. Bahkan Rossi merebut gelar juara dunia 500cc/MotoGP pertamanya bersama tim satelit tersebut.

Pada musim 2000, Honda mempromosikan Rossi ke kelas 500cc. Namun, ketika itu Honda sudah memiliki tiga pebalap di tim pabrikan Repsol Honda: Alex Criville, Sete Gibernau, Tadayuki Okada.

Tidak mau kehilangan peluang mendapatkan Rossi, Honda kemudian membentuk tim satelit Nastro Azzuro Honda. Meski memperkuat tim dengan status sebagai tim satelit, Rossi mendapat sepeda motor dan fasilitas yang sama dengan pabrikan.

Ketika itu Rossi bekerja sama dengan Mick Doohan sebagai mentor dan Jeremy Burgess sebagai kepala mekanik. Meski gagal merebut gelar juara dunia 500cc, Rossi menjadi pebalap Honda terbaik pada musim 2000 dengan finis di posisi kedua di belakang Kenny Roberts Jr. yang menjadi juara dunia.

Pada 500cc musim 2001, Rossi sukses menjadi juara dunia bersama Nastro Azzuro Honda mengalahkan Max Biaggi yang memperkuat Yamaha. Rossi meraih 13 finis podium termasuk 11 kemenangan.

Kembali memperkuat tim satelit Petronas Yamaha bukan aib atau hal memalukan bagi Rossi, yang berstatus salah satu pebalap terbaik dalam sejarah MotoGP. Terlebih pihak Yamaha sudah memastikan akan memberi Rossi sepeda motor dan fasilitas pabrikan jika tampil di MotoGP 2021 bersama Petronas Yamaha.

Rossi diklaim akan bergabung dengan Petronas Yamaha setelah posisinya di tim pabrikan digeser Fabio Quartararo. The Doctor berpeluang menjadi rekan setim Franco Morbidelli yang merupakan mantan anak didiknya di VR46 Academy.

Rossi sendiri dikabarkan sudah memulai pembicaraan dengan Petronas Yamaha. Sementara itu CEO Petronas Yamaha Razlan Razali mengatakan keputusan pebalap baru, termasuk rumor Rossi, akan dipastikan dalam beberapa bulan ke depan.

“Valentino Rossi jelas sebuah opsi, tapi saat ini saya tidak bisa menjawab apapun. Hal itu harus kami putuskan pada Juli atau Agustus 2020,” ucap Razali. (CNN)

Continue Reading

MotoGP

Klopp Merana Terpisah dari Tim Liverpool Saat Pandemi Corona

Published

on

By

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, merasa tidak nyaman menjalani aktivitas terpisah dari Mohamed Salah dan kawan-kawan selama masa karantina di tengah pandemi virus corona.

Klopp dan anak asuhnya terhubung dengan perangkat teknologi komunikasi selama menjalani karantina di kediaman masing-masing. Sosok yang pernah menjadi bek dan striker ketika masih bermain itu menilai skuat Liverpool masih memiliki semangat kebersamaan.

Hanya saja Klopp merasa latihan dan pertemuan secara daring tidak dapat mengobati kerinduan untuk bercengkerama seperti sedia kala.

“Anak-anak dalam semangat yang bagus, secara tiba-tiba ada perasaan kehilangan akan mereka karena ini adalah kelompok yang luar biasa,” kata Klopp.

Pria yang sudah memberi satu gelar Liga Champions bagi Liverpool itu tak memungkiri begitu menikmati pertemuan menggunakan aplikasi komunikasi sebagai pengobat rindu kepada skuat The Reds.

Klopp Merana Berpisah dari Tim Liverpool Saat Pandemi CoronaJurgen Klopp terpisah dengan pemain-pemain Liverpool selama karantina pandemi virus corona. (AP Photo/Rui Vieira)

“Anda pasti ingin bersama dengan mereka, ada keinginan untuk berkumpul sedekat mungkin. Ini adalah momen terdekat kami, lebih dari sekadar bertanya, ‘Apa kabar?’ dan hal-hal seperti itu.”

“Saya bisa menerima situasi ini tetapi makin lama tidak bisa berdekatan dengan orang-orang yang kamu suka maka itu membuat sakit. Itulah situasi yang kami rasakan sekarang,” ujar Klopp dikutip dari situs resmi Liverpool.

Mantan juru latih Borussia Dortmund itu merasa bersyukur teknologi saat ini memungkinkan orang dari tempat yang jauh berbeda bisa bertatap muka.

Klopp juga mengatakan situasi begitu riuh ketika pertemuan dengan pemain terjadi karena semua saling berbicara, terlebih jika ada yang sedang berulang tahun.

Klopp Merana Berpisah dari Tim Liverpool Saat Pandemi Corona

“Ya! Situasinya benar-benar kacau karena kami bernyanyi bersama, berbeda halnya jika kami bertatap muka seperti biasa di luar ruangan. Semua terdengar mengerikan, tetapi yang penting adalah ide di balik itu semua.”

“Ketika kami mengadakan sesi pada hari itu semua yang berulang tahun sejauh ini menghargainya. Anak-anak menyukainya. Saya tidak tahu persis ada berapa bahasa yang digunakan. Di lapangan kami biasa melakukannya sebelum berlatih,” tutur Klopp.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending