Connect with us

Nasional

Disetujui Menkes, Jakarta Resmi Terapkan PSBB

Published

on


Kementerian Kesehatan menyetujui usulan Anies Baswedan untuk menerapkan pembatasan sosial bersekala besar atau PSBB di DKI Jakarta. Menurut pihak Kemenkes surat persetujuan tersebut sudah ditandatangani Menteri Kesehatan Terawan pada Senin malam kemarin dan surat resminya akan dikirim kembali hari ini. Sementara itu,ojek online dilarang angkut penumpang jika aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB resmi diterapkan oleh pemerintah. Aturan PSBB ini merupakan langkah pemerintah dalam menangani penyebaran virus Corona dengan cepat.

Apa Itu PSBB

Aturan detail mengenai PSBB diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam rangka penanganan corona virus diseases 2019 (covid-19). Aturan ini ditandatangani Menkes pada 3 April 2020.

Mengutip Permenkes Nomor 9 Tahun 2020, PSBB merupakan pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi virus corona demi mencegah penyebaran virus ini lebih luas lagi.

Untuk menjadi sebuah wilayah PSBB ada beberapa syarat yang harus dipenuhi:

  1. Adanya peningkatan jumlah kasus, penyebaran atau jumlah kematian karena virus corona dan menyebar secara signifikan dan cepat ke beberapa wilayah.
  2. Terdapat kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain.

Aturan PSBB ditentukan oleh Menteri Kesehatan melalui permohonan dari Gubernur, Bupati atau Walikota. Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) juga bisa mengusulkan PSBB di sebuah wilayah.

Iwan Hidayat Bergabung Dengan Finroll Media Group Tahun 2012

Nasional

Anies Baswedan Memperpanjang Penerapan PSBB

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang telah berjalan sejak 10 April lalu. Anies mengatakan dengan perpanjangan PSBB ini Jakarta akan memasuki fase transisi selama bulan Juni.

“Kami di Gugus Tugas Covid DKI kita memutuskan untuk menetapkan status PSBB di DKI Jakarta diperpanjang dan menetapkan Juni sebagai masa transisi,” ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Kamis (4/6)

Dalam masa transisi ini, kata Anies, kegiatan sosial ekonomi sudah bisa dilakukan secara bertahap dan ada batasan yang bakal diterapkan. “Periode ini menjadi periode transisi,” kata Anies. “Masa transisi dimulai besok sampai selesai. Tidak disebutkan sampai kapan,” kata Anies, seraya menegaskan keputusan selanjutnya akan menyesuaikan perkembangan.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan DKI akan menerapkan pembatasan sosial berskala lokal untuk mengejar efektivitas PSBB di 62 RW yang masih berstatus merah karena penyebaran (Covid-19).

Riza mengatakan Pemprov DKI akan memperketat pembatasan gerak masyarakat di seluruh RW tersebut agar bisa segera bebas dari pandemi corona. Salah satunya pemakaian surat bagi warga yang hendak keluar masuk. Status PSBB DKI Jakarta pertama kali dimulai pada 10 April 2020 lalu. DKI Jakarta merupakan provinsi pertama yang menerapkan PSBB karena dianggap sebagai episentrum penyebaran virus corona.

DKI tercatat telah menerapkan tiga tahap PSBB. Tahap pertama PSBB berlaku selama dua pekan, yaitu 10-23 April 2020. Kemudian tahap kedua 23 April hingga 21 Mei 2020. Selanjutnya Anies memperpanjang PSBB tahap ketiga hingga 4 Juni.

Di sisi lain, Anies tengah merancang protokol aktivitas masyarakat dalam menjalani new normal atau tatanan kehidupan baru di tengah pandemi virus corona. Protokol ini akan diterapkan usai pelaksanaan PSBB di Jakarta berakhir. Ia pun menginginkan kesiapan semua fasilitas kesehatan di ibu kota menjelang persiapan new normal. Tak hanya itu, perlu dipersiapkan juga tenaga medis untuk menunjang kenormalan baru.

Hingga hari ini, jumlah kumulatif kasus positif virus corona di Jakarta mencapai 7.539 kasus. Dari jumlah itu 2.534 orang sembuh dan 529 orang lainnya meninggal dunia. Virus corona telah menyebar di 260 dari 267 kelurahan yang ada di Jakarta.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Nasional

Pasar Tanah Abang Disemprot Disinfektan, Akhir PSBB Jakarta

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Sejumlah mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah titik area Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat memasuki hari terakhir Pembatasan Sosial Berskala (PSBB) DKI Jakarta. Pantauan CNNIndonesia.com sekitar pukul 10.00 WIB di lokasi, penyemprotan disinfektan dilakukan di sejumlah titik pasar seperti ruko-ruko pedagang dan lorong-lorong pasar.

Sejumlah ruko dan lapak pedagang juga terpantau tutup saat proses penyemprotan dilakukan guna menghindari paparan secara langsung. Salah satu pedagang di pasar yang enggan disebutkan namanya mengaku menutup menutup sementara lapaknya karena tengah ada proses penyemprotan. Namun, ia memastikan akan membuka kembali rukonya pukul 12.00 WIB usai penyemprotan selesai. “Lagi penyemprotan. Nanti jam 12.00 buka lagi, ” kata dia kepada CNNIndonesia.com, Kamis (4/6).

Pasar Tanah Abang hari terakhir PSBB, Kamis (4/6).Ruko-ruko di Pasar Tanah Abang tampak masih tutup untuk penyemprotan disinfektan. (CNN Indonesia/Thohirin)
Sementara itu, Camat Tanah Abang menuturkan penyemprotan disinfektan di area Pasar Tanah Abang memang rutin dilakukan sekali dalam seminggu. Tak hanya di pasar, penyemprotan kata Yassin juga dilakukan di lingkungan atau pemukiman warga.

Hal itu, lanjut Yassin, dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 di area pasar selama tiga bulan tidak dibolehkan beroperasi karena PSBB. “Disemprot di luar dan di dalam. Buat jaga-jaga, kan tiga bulan enggak dimasukin orang,” kata Yassin lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (4/6). DKI Jakarta per hari ini, Kamis (4/6) memasuki hari terakhir PSBB sejak diperpanjang untuk kali ketiga pada 22 Mei hingga 4 Juni per hari ini. Pemerintah Provinsi (Pemprov), belum memberikan tanda-tanda PSBB DKI Jakarta akan diperpanjang.

Sementara itu, opsi lain yang rencananya akan digunakan Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi Covid-19 saat ini yakni dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL). Rencananya PSBL akan diterapkan di 62 RW zona merah kasus virus corona di ibu kota. Adapun, aturan dan kebijakan PSBL akan dikeluarkan masing-masing kelurahan.

“Pergub saya pikir terlalu jauh, tetapi intinya yang menetapkan SK itu kan lurah. Berarti lurah bikin kebijakan berdasarkan arahan dari Gubernur,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari, Selasa (2/6) lalu.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Nasional

Jokowi Ingin Lacak Positif Corona Pakai GPS, Tiru Korsel

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Presiden Joko Widodo menyampaikan keinginan agar pelacakan warga yang terpapar virus corona (Covid-19) dapat menggunakan sistem teknologi telekomunikasi. Ia mencontohkan sejumlah negara seperti Selandia Baru dan Korea Selatan yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi untuk pelacakan.

“Saya minta untuk pelacakan secara agresif dilakukan lebih agresif lagi menggunakan sistem teknologi telekomunikasi, bukan dengan cara-cara konvensional,” ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Kamis (4/6).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebutkan, di Selandia Baru pelacakan warga terpapar Covid-19 menggunakan aplikasi digital diary atau diari digital. Sementara di Korsel menggunakan teknologi mobile Global Positioning System (GPS).

“Kita lihat di negara-negara lain. Misal di Selandia Baru, mereka gunakan digital diary. Kemudian Korea Selatan juga mengembangkan mobile GPS untuk data-data, sehingga pelacakan lebih termonitor dengan baik,” katanya.

Selain itu, Jokowi juga mengingatkan perbaikan manajemen satu data terkait penanganan Covid-19. Dengan sistem satu data, berbagai kasus Covid-19 dapat dilaporkan secara real time dari laboratorium maupun gugus tugas yang ada di daerah-daerah. “Sehingga dalam pengambilan keputusan, kebijakan, bisa tepat, dan akurat. Untuk itu sekali lagi, saya minta pintunya betul-betul hanya satu,” ucap Jokowi.

Selandia Baru dan Korsel diketahui termasuk negara yang dianggap berhasil dalam menekan laju penyebaran Covid-19. Selandia Baru sempat melakukan lockdown sebagai strategi menangani virus tersebut. Sementara Salah satu kunci keberhasilan Korsel adalah melakukan identifikasi penelusuran penyebaran Covid-19 menggunakan GPS.

Setelah menerapkan pemeriksaan massal, Korsel juga memperkuat sistem pelacakan orang yang diduga kuat terinfeksi corona. Perwakilan Korean Foundation untuk urusan Diplomasi Kesehatan, Dr. Youngmee Jee, menuturkan pemerintah Korsel memanfaatkan teknologi aplikasi dan sistem GPS sehingga mudah melacak pergerakan orang-orang terutama para pelanggar kebijakan karantina.

Jee juga menuturkan pemerintah Korsel terus menerus memperbarui data statistik kasus corona dan angka kematian lengkap dengan klaster daerahnya kepada masyarakat melalui pesan singkat.

Serupa tapi tak sama, Selandia Baru menggunakan teknologi komunikasi berupa aplikasi ‘diari digital’ untuk mempermudah identifikasi penyebaran Covid-19. Cara ini juga amat membantu dalam penelusuran kontak orang-orang positif virus corona. Aplikasi ini akan mencatat perjalanan pribadi setiap individu terkait penyebaran virus corona.

“Sembari berjaga-jaga jika pada kemudian hari Anda terjangkit Covid-19, Anda punya referensi untuk menceritakan ke mana saja Anda pergi dalam periode tertentu,” ujar Perdana Menteri Selandia Baru Jacinta Ardern, dikutip dari Antara.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending