Connect with us

Sepakbola

Ditahan Real Sociedad, Posisi Barcelona di Puncak Klasemen Terancam

Published

on


Penyerang Barcelona, Lionel Messi, saat berusaha melewati hadangan gelandang Real Sociedad, Mikel Merino, pada laga pekan ke-17 La Liga Spanyol di Reale Arena, Sabtu (14/12/2019). (AFP/Ander Gillenea)

Finroll.com, Jakarta –  Barcelona ditahan 2-2 Real Sociedad pada laga pekan ke-17 La Liga Spanyol di Reale Arena, Sabtu (14/12/2019). Hasil ini membuat posisi Barca di puncak klasemen terancam.

Los Cules kini mengoleksi 35 poin, unggul satu angka atas Real Madrid yang berada di posisi kedua. Akan tetapi, Madrid bakal mengambil alih puncak klasemen La Liga, jika mampu menang saat bersua Valencia di Estadio Mestalla, Minggu (15/12/2019).

Sementara itu, Real Sociead menempati urutan keempat degan nilai 28, hasil dari delapan kemenangan, empat imbang, dan menelan lima kekalahan.

Melawat ke markas Sociedad, Barcelona mendapat perlawanan sengit. Laga baru berjalan 10 menit Los Cules diganjar penalti, setelah Sergio Busquets menjatuhkan Diego Llorente di kotak terlarang.

Mikel Oyarzabal yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Bola hasil tendangan 12 pas Oyarzabal ke tengah gawang tak mampu digagalkan kiper Barca, Marc-Andre ter Stegen.

Tertinggal satu gol, Barcelona meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya Antoine Griezmann mampu membawa Blaugrana menyamakan kedudukan.

Menerima umpan terobosan dari Luis Suarez, Griezmann sukses menjaringkan bola ke dalam gawang Real Sociedad dengan cara di lob. Hingga babak pertama berakhir, Sociedad 1 Barcelona 1.

Babak Kedua:

La Liga – Real Sociedad Vs Barcelona (Bola.com/Adreanus Titus)

Masuk paruh kedua, Barca langsung tancap gas. Pada menit ke-49, Suarez sukses membawa Tim Catalan berbalik memimpin. Menerima umpan silang dari Lionel Messi, penyerang Timnas Uruguay itu membobol gawang Sociedad dengan tembakan kaki kanan.

Pada menit ke-62, Real Sociedad yang tak ingin dipermalukan di hadapan pendukung sendiri berhasil menyamakan kedudukan. Bola hasil sepakan kaki kiri Alexander Isak dari dalam kotak penalti melesat mulus ke gawang Barcelona.

Memasuki menit-menit akhir, pertandingan berjalan semakin menarik. Namun sampai laga usai, skor 2-2 tetap tidak berubah.

Susunan pemain:

Real Sociedad (4-1-4-1): 1-Alex Remiro; 2-Joseba Zaldua, 3-Diego Llorente, 5-Igor Zubeldia, 20-Nacho Monreal; 16-Ander Guevara; 7-Portu (11-Adnan Januzaj 59′), 8-Mikel Merino, 21-Martin Odegaard, 10-Mikel Oyarzabal (22-Ander Barrenetxea 85′); 19-Alexander Isak (9-Willian Jose 66′).

Pelatih: Imanol Alguacil (Spanyol)

Barcelona (4-3-3): 1-Marc-Andre ter Stegen; 20-Sergi Roberto, 15-Clement Lenglet, 3-Gerard Pique, 18-Jordi Alba (2-Nelson Semedo 74′); 4-Ivan Rakitic (22-Arturo Vidal 79′), 5-Sergio Busquets (19-Carles Alena 73′), 21-Frenkie de Jong; 10-Lionel Messi, 9-Luis Suarez, 17-Antoine Griezmann.

Pelatih: Ernesto Valverde (Spanyol)

Wasit: Javier Alberola

(bola.com)

Sepakbola

Legenda Manchester United Kagumi Kebijakan Transfer Liverpool, Dinilai Inspiratif

Published

on

By

Striker Liverpool, Sadio Mane (kiri) berselebrasi dengan Virgil van Dijk (tengah) dan Jordan Henderson pada laga kontra Wolverhampton Wanderers, Minggu (29/12/2019). (AFP/Paul Ellis)

Finroll.com, Jakarta – Mantan bek tangguh Manchester United, Rio Ferdinand, mengkritik kebijakan transfer Setan Merah yang dinilai gagal total. Bahkan, Ferdinand malah memuji manuver transfer Liverpool yang menurutnya brilian.

Kritikan Ferdinand dilontarkan setelah Manchester United kalah memalukan 0-2 dari Burnley di Old Trafford pada lanjutan Premier League, Kamis (23/1/2020) dini hari WIB.

Menurut Ferdinand, transfer Manchester United yang dalam beberapa tahun terakhir menghabiskan 600 juta pounds tapi tidak berefek positif di lapangan. Selain sulit bersaing dalam perburuan gelar Premier League, Manchester United juga gagal membangun skuat tangguh untuk masa mendatang.

Ferdinand menilai manuver transfer MU kalah jauh dari Liverpool yang kini menempati puncak klasemen Premier League. The Reds bahkan unggul 20 poin atas Manchester United.

“Lihat lah Liverpool dan mereka yang menginspirasi setiap tim saat ini,” kata Ferdinand, seperti dilansir Manchester Evening News.

“Klub tersebut tidak membeli pemain karena mereka merupakan yang terbaik di posisi tertentu. Mereka membeli pemain yang cocok dalam sistem tim dan jelas tetap berada dalam sistem itu dalam beberapa tahun,” imbuh Rio Ferdinand, yang dulu menjadi bek tangguh Manchester United bersama Nemanja Vidic.

Cari Solusi Jangka Panjang

Alexis Sanchez (AP)

Ferdinand mengatakan Liverpool tidak mencari solusi jangka pendek ketika membeli pemain. The Reds lebih memikirkan solusi jangka panjang.

Kebijakan itu kontras dengan Setan Merah, yang dinilai Ferdinand kerap berorientasi dengan solusi jangka pendek.

“Mereka bukan mencari solusi cepat, tapi mereka mencari solusi untuk jangka panjang. Tapi, di Manchester United malah mencari sebaliknya dan Alexis Sanchez contoh yang tepat. Mereka berusaha memecahkan masalah dengan cepat, tapi tidak bekerja dengan baik,” sergah Rio Ferdinand. (bola.com)

Sumber: Manchester Evening News

Continue Reading

Sepakbola

Jadwal 4 Pertandingan Liverpool dalam 10 Hari ke Depan

Published

on

By

Duo pemain Liverpool, Trent Alexander-Arnold (kanan) dan Xherdan Shaqiri, berselebrasi setelah mengalahkan Barcelona pada leg kedua semifinal Liga Champions, di Stadion Anfield, Rabu (8/5/2019). (AFP/Paul Ellis)

Finroll.com, Jakarta – Liverpool belum terkalahkan di Premier League musim ini. Namun, tim asuhan Jurgen Klopp tersebut harus waspada. Dalam 10 hari ke depan, Liverpool harus menjalani empat pertandingan, tiga laga Premier League dan satu laga di Piala FA.

Padatnya jadwal yang harus dijalani Liverpool dalam 10 hari ini akan menjadi ancaman bagi kesuksesan Liverpool yang belum terkalahkan di Premier League musim ini.

Namun, bukan tidak mungkin juga, Liverpool yang menyapu bersih kemenangan dalam delapan laga terakhirnya, dan 13 laga terakhir khusus Premier League, masih bisa melanjutkan tren positif yang luar biasa itu.

Sayangnya, tiga laga pertama dari empat pertandingan yang dijalani Liverpool pada 10 hari ke depan ini merupakan laga tandang, mulai dari bertamu ke markas Wolverhampton Wanderers pada Jumat (24/1/2020) dini hari WIB, bertandang ke markas Shrewsbury Town di Piala FA, serta ke London untuk menghadapi West Ham United.

Laga kandang kontra Southampton pada Sabtu (1/2/2020) akan menjadi penutup padatnya jadwal yang harus dijalani Liverpool dalam 10 hari tersebut.

Tentu patut dinantikan, apakah jadwal padat tersebut akan mampu menghentikan Liverpool yang sejauh ini sangat superior pada musim ini.

Jadwal Liverpool

Striker Liverpool, Roberto Firmino, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Tottenham pada laga Premier League di Stadion Tottenham, London, Sabtu (11/1). Tottenham kalah 0-1 dari Liverpool. (AFP/Glyn Kirk)

Jumat (24/1/2020)

03.00 WIB: Wolverhampton Wanderers vs Liverpool

Senin (27/1/2020)

01.00 WIB: Shrewsbury Town vs Liverpool

Kamis (30/1/2020)

02.45 WIB: West Ham United vs Liverpool

Sabtu (1/2/2020)

22.00 WIB: Liverpool vs Southampton

(bola.com)

Continue Reading

Sepakbola

3 Faktor Keperkasaan Liverpool di Premier League Musim Ini

Published

on

By

Striker Liverpool, Roberto Firmino, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Tottenham pada laga Premier League di Stadion Tottenham, London, Sabtu (11/1). Tottenham kalah 0-1 dari Liverpool. (AFP/Glyn Kirk)

Finroll.com, Jakarta – Liverpool bermain luar biasa pada Premier League 2019-2020. Skuat asuhan Jurgen Klopp tampil sangat dominan dengan meraih 21 kemenangan dari 22 pertandingan tanpa kekalahan.

Liverpool juga unggul 13 poin atas Manchester City yang berada di posisi kedua. The Reds mengumpulkan 64 poin dan hanya kebobolan 14 gol.

Kemenangan di final Liga Champions 2019 seperti menjadi dorongan terbesar mereka. Terlebih musim lalu mereka gagal menjadi juara setelah kalah satu poin dari Manchester City.

Liverpool juga tengah berusaha menuntaskan dahaga belum meraih juara di liga tertinggi negeri Ratu Elizabeth selama 30 tahun. The Reds belum merasakan juara setelah kompetisi berubah menjadi Premier League.

Tak sedikit yang mempertanyakan bagaimana bisa Liverpool tampil begitu perkasa musim ini. Berikut Bola.com berikan 3 alasan Liverpool begitu perkasa di Premier League.

1. Kedalaman Skuat Merata

Striker Liverpool Divock Origi berselebrasi dengan Xherdan Shaqiri setelah mencetak gol ke gawang Barcelona pada laga kedua semifinal Liga Champions di Anfield, Selasa (7/5/2019). (Paul ELLIS / AFP)

Liverpool memiliki kedalaman skuat yang merata dan rataan usia pemain berada di masa emas pesepak bola. Rataan usia pemain The Reds 27,8 tahun.

Tiga pemain kunci The Reds di lini depan berada di puncak karier. Sadio Mane, Mohamed Salah dan Roberto Firmino masing-masing berusia 27 tahun, 28 tahun dan 28 tahun. Mereka juga masih bisa tampil impresif tiga hingga empat tahun jika tidak terkena cedera serius.

Sementara duet bek sayap mereka, Trent Alexander-Arnlod dan Andy Robertson, berusia 21 tahun dan 25 tahun. Mereka tidak akan susah mempertahankan performa mereka.

Sementara dua sosok kunci di lini pertahanan juga berada di usia matang. Kiper Alisson Becker dan bek Virgil van Dijk masing-masing berusia 27 tahun dan 28 tahun. Mereka masih bisa kompetitif enam hingga tujuh tahun lagi.

2. Tangan Dingin Jurgen Klopp

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp berselebrasi usai pertandingan melawan Everton pada lanjutan Liga Inggris di Anfield Stadium (2/11). Liverpool menang atas Everton 1-0 berkat gol di detik-detik pertandingan lewat gol Divock Origi. (AP Photo/Jon Super)

Jurgen Klopp bisa dibilang motivator terbaik di antara semua manajer di Premier League saat ini. Dia dikenal bisa mempersatukan para pemain menjadi skuat yang saling dukung.

Klopp juga telah membuktikan komitmen bersama Liverpool dengan memperpanjang kontrak sampai 2024. Dia memiliki ambisi bisa meninggalkan warisan seperti Sir Alex Ferguson di Manchester United.

Klopp bisa membuat Liverpool begitu kuat dengan dukungan penuh dari dewan klub. Mereka secara royal mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk belanja pemain.

Kapasitas Klopp sudah terlihat sejak menangani Borussia Dormund. Dengan kondisi keuangan tidak sementereng Liverpool, Klopp  mampu membawa Dortmund menjuarai Bundesliga. Apalagi, kini di Liverpool yang punya sumber daya lebih besar. Jurgen Klopp jelas termotivasi memberikan yang terbaik pada Liverpool hingga tahun-tahun mendatang.

3. Pemilik Klub Royal

Manajer Liverpool Jurgen Klopp (kiri tengah) merangkul penjaga gawang Alisson pada akhir laga Liga Inggris antara Liverpool dengan Sheffield United di Anfield Stadium, Liverpool, Inggris, Kamis (2/1/2020). Liverpool menang 2-0. (AP Photo/Jon Super)

Pemilik Liverpool, Grup Fenway, perlu mendapat pujian dalam menjalankan klub. Mereka memainkan peran penting dalam urusan transfer pemain yang dibutuhkan Jurgen Klopp.

Saat diasuh Brendan Rodgers, reputasi mereka tercoreng karena membeli beberapa pemain gagal seperti Mario Balotelli, Rickie Lambert, dan Lazar Markovic.

Namun, di bawah asuhan Klopp, FSG memastikan tim memliki pemain dan staf yang diperlukan untuk menjalankan gaya sepak bola yang dinginkan. Salah, Mane dan Firmino berhasil didatangkan dengan harga tak lebih dari 100 juta pounds. Belum lagi Liverpool mendapat keuntungan besar dari penjualan Philippe Countinho ke Barcelona seharga 160 juta pounds.

Dengan uang tersebut, Liverpool berhasil membeli Virgil van Dijk yang bernilain 75 juta pounds. The Reds juga cerdas melakukan negosiasi dengan membeli Robetson tak lebih dari 5 juta pounds. Belum lagi pembelian Alisson, Fabinho dan Oxlade-Chamberlain yang bisa menjadi investasi di masa depan.(bola.com)

Sumber: Sportskeeda

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending