Connect with us

Kuliner

Es Krim Ragusa : Es Krim Iconic Kota Jakarta

Published

on


Es krim adalah sebuah makanan pencuci mulut yang digemari oleh banyak orang. Rasanya yang lembut dan manis membuat semua kalangan menyukainya. Tapi belum lengkap rasanya jikalau kawan GNFI belum mencoba es krim satu ini.

Namanya Es Krim Ragusa, Camilan yang berbahan dasar susu ini sudah diperjualbelikan sejak tahun 1932 di Jakarta. Dengan aroma susu yang kental dan bangunan tua membawa pengunjung ke zaman lampau saat duduk di kedai es krim Ragusa. Kita juga dapat melihat mesin pembuat es krim terpajang di belakang kedai tersebut, gambar es krim dan foto keluarga Luigi dan Vincenzo pun masih terpajang di kedai ini.

Es krim ragusa memiliki ciri khas lain yang tentunya berbeda dengan es krim pada umumnya. Semua es krim ditempat ini diproduksi sendiri dengan resep turun-temurun. Dengan resep yang turun temurun tentunya ada sejarah yang tidak bisa kita lupakan dibalik pembuatan es krim ini.

Dahulu pemilik usaha es krim khas Italia Vincenzo Ragusa dan Luigi Ragusa menghibahkan ladang usahanya yang dibangun sejak zaman Belanda tahun 1932 kepada Sias Mawarni dan suaminya Buntoro Kurniawan (Yo Boen Kong) tahun 1977. Berawal dari ayah Sias yang bertemu dengan dua warga Italia tersebut yang ingin belajar menjahit tapi pada akhirnya beralih menjadi penjual es krim karena ketika jalan-jalan ke lembang mereka melihat adanya peternakan sapi.

Awalnya dua warga Italia tersebut menjual es krim di Jalan Naripan, Bandung. Tak lama kemudian membuka usaha dekat Monas tepatnya di Pasar Gambir. Dan akhirnya pun dikelola oleh Sias dan Suaminya Buntoro yang bekerja di kedai ragusa.

Es krim ini menawarkan kelezatan rasa dan sensasi lumer dimulut saat dicoba. Bahan-bahan yang dipilih juga tidak seperti sembarangan seperti susu dan buah-buahan. Bahan-bahan pilihan ini menjadikan es krim ragusa memiliki rasa manis yang segar dan begitu nikmat ketika disantap. Selain rasanya yang enak, keunggulan dari es krim ini adalah tidak menggunakan bahan pengawet.

Bukan hanya itu saja, kedai ini juga masih mempertahankan etnik Italia yang tradisional seperti tahun 1932. harga dari es krim Italia ini juga terjangkau mulai Rp 15.000 – Rp 35.000 itu tidak pernah naik dari masa ke masa. Kedai ini buka dari jam 09.30 WIB sampai jam 23.00 WIB setiap Senin sampai Minggu.

Ada berbagai macam varian yang ditawarkan seperti spaghetti ice cream, cassata siciliana, banana split, nougat atau chocolate sundae yang semuanya bisa mengundang selera. Salah satu varian yang menjadi favorit pengunjung di Es Krim Ragusa adalah Spaghetti Ice Cream. Es krim ini memiliki tekstur seperti spaghetti, apalagi porsinya yang besar dengan tambahan taburan kacang tanah diatasnya menjadikan kepuasan tersendiri saat memakannya.

Advertisement

Kuliner

Buat Makan Siang, Ini 5 Tempat Makan Legendaris Jakarta yang Hits

Published

on

By

Bicara tempat makan legendaris, hampir semua orang pasti percaya kalau kulinernya memiliki citarasa lezat yang enggak perlu dipertanyakan lagi. Puluhan tahun didirikan secara turun-temurun, membuat menu makanannya memiliki rasa yang otentik.

Jadi, enggak salah jika makanan legendaris selalu diburu banyak pembeli. Jika kamu juga sedang ngidam makanan legendaris di sekitaran Jakarta, VIVA.co.id sudah merangkum lima di antaranya buat kamu. Intip yuk!

Bubur Kwang Tung

Kuliner legendaris ini terletak di sekitaran Pecenongan. Di sini, kamu bisa mencicipi bubur ala Hong Kong. Buat kamu yang muslim enggak perlu takut, meski berlabel kuliner Tionghoa, restoran ini memberikan jaminan makanan halal. Ditambah, restoran ini buka 24 jam penuh. Kalau mau ke sini jangan sendirian ya, karena dalam setiap penyajiannya, bubur ini bisa dimakan untuk 3-5 orang.

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
Jangan ngaku pecinta kuliner kalau belum mencicipi nasi goreng satu ini. Nasi goreng Kebon Sirih sudah jadi langganan orang-orang Jakarta sejak 1958. Meski terletak di pinggir jalan, warung nasi goreng ini enggak pernah sepi pengunjung.

Nasi goreng di sini disajikan secara spesial menggunakan resep turun-temurun. Potongan daging menjadi ciri khas dari setiap sajian nasi goreng di sini. Sebagai tambahan, ada juga menu sate kambing, ayam, dan sate hati kambing. Sesuai namanya, warung nasi goreng ini terletak di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Soto Betawi H. Husein
Ingin makan yang kuah-kuah, coba mampir ke Soto Betawi H. Husein. Tempat makan yang berada di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, ini sudah ada sejak 1988. Warung soto ini sudah terkenal akan kelezatannya, enggak heran kalau tempat ini selalu ramai pengunjung. Uniknya, kuah soto Betawi yang terkenal dibuat dengan santan dicampur dengan susu, sehingga terasa gurih. Ada berbagai menu yang disajikan, antara lain soto daging, soto paru, atau soto campuran daging dan jeroan.

Alamat: Jl. Padang Panjang No. 6C Pasar Manggis Setiabudi Jakarta Selatan DKI Jakarta 8 8, RT.8/RW.8, Ps. Manggis, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12850

Restoran Trio

Restoran Trio berdiri sejak 1957. Bangunannya identik dengan cat berwarna hijau. Menu di sini sangat beragam, total ada 200 makanan. Namun yang paling banyak dipesan pengunjung ada sekitar 40-an makanan. Sebagian besar menu-menunya adalah makanan ala Tiongkok, seperti lumpia udang ala Shanghai, sapi cah kalian, ayam nanking, dan lain-lain.

Warung Tinggi Coffee

Kalau makan beratnya sudah, sekarang giliran ngopi biar enggak ngantuk. Tinggi Coffee dikenal sebagai warung kopi tertua di Jakarta yang didirikan pada 1878. Untuk menemani secangkir kopimu, kamu bisa memesan kue cubit atau kue tradisional lainnya. Tinggi Coffee berada di Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Continue Reading

Kuliner

Restoran Ala Spanyol, Txoko Jakarta Jadi Magnet Bagi Para Pencinta Kuliner

Published

on

Finroll.com — Spanyol memiliki beragam jenis makanan daerah yang memanjakan lidah. Variasi menu hidangan yang mewah dan unik menjadi magnet bagi wisatawan untuk merapat, demi sekadar mencicipi kuliner khas Negeri Matador.

Namun, publik Tanah Air tak perlu jauh-jauh terbang ke Spanyol untuk wisata kuliner. Masyarakat bisa mengunjungi restoran ala Basque Country di selatan Ibu Kota, yakni Txoko Jakarta.

Txoko Jakarta menyajikan berbagai menu makanan Basque yang langsung dibuat dengan tangan koki ternama Spanyol, Oskar Urzelai. Dia meramu berbagai makanan jenis tapas dan pintxos dengan bahan-bahan lokal dan impor berkualitas tinggi.

Hidangannya pun dimasak menggunakan teknik tradisional dan modern. Sejumlah hidangan tapas dan pintxos seperti Beef Striploin Salad, hingga Grilled Octopus with Boletus Cream terlihat mewah berkat sentuhan Urzelai.

“Kami memahami sebagian besar kebutuhan tamu. Kami lantas menawarkan makanan Spanyol yang unik,” kata Executive Chef Txoko Jakarta, Oskar Urzelai, di Jakarta, Kamis (10/10).

Txoko Jakarta tidak hanya menyajikan makanan. Restoran yang dibuka pada Maret 2019 itu juga menghadirkan konsep ruangan artistik bergaya mediterania yang memanjakan mata.

Mural beragam warna yang dikelilingi kaca menghiasai dinding ruangan. Lampu-lampu neon dengan rona temaram memberikan nuansa sejuk dan menenangkan.

Dekorasi modern plus sentuhan klasik membuat Txoko Jakarta punya banyak spot foto yang instagramable. Para tamu pun semakin rileks menyantap hidangan karena ditemani alunan musik Negeri Matador.

Txoko Jakarta menyediakan ruangan pribadi untuk beragam acara di lantai kedua. Pengunjung pun bisa mengadakan pertemuan bisnis tertutup, pesta perpisahan, hingga acara ulang tahun sembari menikmati hidangan yang anti-mainstream.

Selain itu, Txoko Jakarta juga punya tempat penyimpanan anggur kelas dunia. Para tamu pun dapat menikmati 50 anggur pilihan dari berbagai negara, antara lain Australia, Prancis, Argentina, hingga Amerika Serikat.

“Kami memahami sebagian besar kebutuhan tamu kami. Mereka menginginkan privasi, tetapi pada saat yang sama juga menginginkan pelayanan personal dari pihak kami. Kami pun dapat memenuhi kebutuhan ini tanpa masalah sama sekali,” ujar Urzelai.

Untuk urusan harga, Txoko Jakarta menghadirkan set menu hidangan dengan banderol bervariasi. Manajemen restoran mematok harga per orang berkisar Rp220.000 saat hari kerja. Adapun pada akhir pekan sebesar Rp350.000.(red)

Continue Reading

Kuliner

Animo Masyarakat Tinggi, Chef Expo 2019 berjalan Sukses

Published

on

Finroll.com — Hari Jumat adalah dikenal sebagai hari kramat. Seluruh chef yang tergabung dalam Indonesian Chef Association (ICA) pun merasakan yang serupa. Karena Acara Chef Expo 2019 ini berakhir sama persis dengan acara tahun lalu yaitu di hari Jumat. Dan acaranya pun berakhir dengan sukses.

Presiden Indonesian Chef Association (ICA) Henry Alexie Bloem menilai penyelenggaran Chef Expo 2019 memiliki nilai promosi yang tinggi sehingga dinilai efektif untuk memperkenalkan para chef di Indonesia sekaligus mempromosikan kuliner nusantara.

Chef Henry Alexie Bloem saat puncak acara Chef Expo 2019 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Jumat (10/10) mengatakan, Chef Expo yang digelar selama tiga hari menjadi ajang rutin yang diadakan oleh ICA supaya masyarakat lebih mengenal para chef yang tergabung dalam ICA sekaligus sebagai ajang mengenalkan kembali berbagai masakan nusantara dan berbagai karya inovatif dari teman-teman yang berasal dari pelosok nusantara.

Chef Expo pun telah berakhir pada Jumat (10/10) ini. Di hari tersebut semua pengurus pusat Chef Expo Association (ICA) terlihat tersenyum lebar. Pasalnya mereka begitu puas dengan kegiatan terbesar yang mereka gelar.

Acara yang diadakan mulai dari tanggal 9 sampai 11 Oktober 2019 ini berbeda dengan acara yang pernah ada di Indonesia. Sebab, di Chef Expo yang diadakan oleh ICA ini selalu penuh dengan acara menarik dan unik.

Sejumlah acara cooking demo, baking demo dan beragam kompetisi digelar olah para chef Indonesia yang handal. Mulai dari chef Yongki Gunawan, Handry Sumanto, Vindy Lee, Axiang, Juna, Muto hingga Sisca Soewitomo turut memeriahkan acara yang sejak awal dipadati pengunjung.

Pada acara tahun Ini beragam kegiatan yang dilakukan, yakni demo masak dari para celebrity chef, pameran buku kuliner, workshop bisnis kuliner hingga perlombaan masak.

Chef expo yang sudah diselenggarakan pada tahun kedua ini lebih mengangkat kuliner tradisional Indonesia. Termasuk di dalamnya ada perlombaan masak yang memperebutkan total hadiah Rp 120 juta seperti di Black Box Competition dan lomba kelas pastry.

Perlombaan Black Box competition tahun ini menghadirkan 10 team pilihan dari Bali, Surabaya, Bandung dan Jakarta.

Juri-juri pilihan pada hari Jumat ini menentukan siapakah team terbaik yang mampu menghadirkan kreasi Indonesian Cuisine terbaik yang dikreasikan dari 35 bahan misteri di dalam Black Box Competition.

Menariknya, tahun ini dibuka kelas lomba baru yaitu Kelas Pastry yang terdiri dari kelas Kue Klasik Indonesia, Cake Decoration dan Kelas Modern Plate Up Dessert di hari pertama yang didukung penuh oleh brand ternama Blue Band.

Selain kelas Pastry, tahun ini juga dibuka kelas baru yaitu Kelas Live Cooking berbahan dasar Healthy dan Sustainable.

Total pengunjung yang hadir dalam Chef Expo 2019 berjumlah delapan ribu orang. Bahkan dari hari terakhir ini terlihat lebih ramai, mungkin karena pada hari terakhir tersebut adalah puncak rangkaian acara, termasuk pengumuman pemenang seluruh kompetisi dan pengumuman berbagai penghargaan.

Termasuk di dalamnya masih dibukanya klinik wirausaha kuliner bagi masyarakat.

Expo ini juga dipersembahkan bagi pecinta kuliner Indonesia dan yang ingin terjun langsung menjadi pelaku Horeca sangat baik.

“Ini tentunya bisa memfasilitasi masyarakat untuk bisa mendapatkan beragam informasi serta inovasi terbaru dan tentunya berkesempatan untuk bisa menjalin kerjasama dengan ICA yang diharapkan bisa lebih bersinergi dengan berbagai pihak,” ungkap Slamet Jarwanto.

Kejutan yang lain pada tahun ini juga adalah tampilnya Chef Marinka sebagai juri tamu di hari kedua serta hadirnya pakar Bakery Hadi Tuwendi dan Ibu Nilasari. Juga hadir pula founder Dapur Solo Group Ibu Swan Kumarga dalam talk show Culinary Enterpreuneur di hari ketiga.

Chef Expo 2019 juga memberikan beberapa penghargaan kepada beberapa chef yang turut mengangkat nama baik chef Indonesia dikancah nasional hingga internasional. Ada tiga orang chef yang mendapatkan penghargaan, diantaranya chef Sabil Al Rasyid ( (lifetime Achievment 2019), chef Chandra Yudasswara ( Best Chef and Restaurant 2019) dan Chef Ragil Imam Wibowo (Indonesian Chef of The Year 2019).

Berikut daftar pemenang Kompetisi Memasak di Chef Expo 2019 :
Pemenang Black Box Competition
Tim Teatro Gastronic Bali

Pemenang Kategori Live Cooking Indonesian main Course- Based Poultry
Juara Satu: Andi Pratama
Juara Dua: Bayu Prasetyo
Juara Tiga: Bagus Ardian

Pemenang Kategori Live Cooking Indonesian main Course- Based Poultry (sous chef)
Juara Satu: Eddy Santoso
Juara Dua: Tyo
Juara Tiga: Hendik Kristiono

Pemenang Kategori Live Cooking Indonesian main Course- Based Poultry (Junior)
Juara Satu: Sayid Fath Dzaki (Poltekpar Palembang)
Juara Dua: Septo Adi Prabowo (Universitas Negeri Jakarta)
Juara Tiga: M Apriansyah (Poltekpar Palembang)

Pemenang Kategori Cake Decoration Butter Cream/Sugar past
Juara Satu: Dhira
Juara Dua: Patricia
Juara Tiga: Djodi Irwanto

Pemenang Kategori Main Course berbahan dasar Healthy & Sustainable
Juara Satu : Chandra Perdana
Juara Dua: Heri Pangestu
Juara Tiga: Edy Santoso

Pemenang Kategori Live Baking Indonesian Cake Classic
Juara Satu: Leonardo
Juara Dua : Kevin
Juara Tiga: Nicholas

Pemenang Kategori Live Cooking Indonesian main Course- Based Seafood
Juara Satu: Agus Suprianto
Juara Dua : Nizar
Juara Tiga: Asep Hamdani

Pemenang Kategori Live Cooking Indonesian main Course- Based Seafood (Junior)
Juara Satu: Armando Pangestu (SMK Patria)
Juara Dua : Bimo Aryo Tejo (Poltekpar Palembang)
Juara Tiga: Budi Rahman (Universitas Negeri Jakarta)

Pemenang Kategori Live Cooking Indonesian main Course- Based Seafood (sous chef)
Juara Satu: Hendro Purwanto
Juara Dua : Sutopo
Juara Tiga: Dicky Fahiefi

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending