Connect with us

International

F-22 Raptor AS Vs F-14 Tomcat Iran, Pertempuran Udara Tak Imbang?

Published

on


Jika ketegangan antara AS dan Iran meningkat menjadi perang, kemungkinan akan terjadi pertempuran udara. Pasukan Udara AS diperkirakan akan mengeluarkan jet tempur siluman F-22 Raptor untuk menghadapi “kakeknya”, F-14 Tomcat milik Iran.

Ketegangan sedang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran menyusul serangan drone MQ-9 Reaper pada jenderal Garda Revolusi Iran Qassem Soleimani di Baghdad, Irak, Jumat, 3 Januari 2020.

Sebuah kekuatan udara yang secara teori tidak sebanding.

Angkatan Udara Iran, hingga hari ini masih menerbangkan pesawat-pesawat tempur buatan Amerika. Armada pesawat tempur tua terbaik Iran adalah Grumman F-14 Tomcat.

Angkatan Udara Kekaisaran Iran membeli 80 pesawat tempur generasi keempat yang kuat sebelum revolusi Islam 1979. Selain itu, Iran telah membeli 714 Hughes (sekarang Raytheon) AIM-54A Phoenix radar jarak jauh semi-aktif / aktif yang dipandu rudal udara-ke-udara, yang memiliki jangkauan sekitar 100 mil laut.

Ketika F-14A dikembangkan, jet tempur ini adalah salah satu mesin perang paling tangguh Amerika Serikat pada akhir 1960-an. Jet mulai digunakan Angkatan Laut AS pada 1974 dilengkapi dengan radar Doppler jarak jauh AWG-9, yang memiliki jangkauan lebih dari 115 mil laut dan merupakan radar Amerika pertama yang menggabungkan trek sementara mode pemindaian memungkinkan untuk kemampuan multi tembakan.

Ditambah dengan AIM-54, AWG-9 dapat menargetkan enam pembom musuh secara bersamaan. Di atas kertas, Tomcat memberikan kemampuan yang kuat pada armada — meskipun kenyataannya tidak cukup memuaskan Angkatan Laut AS.

Iran telah memperbarui Tomcat-nya dengan avionik baru dan kemungkinan senjata baru, tetapi hanya segelintir F-14 Teheran yang dalam kondisi dapat diterbangkan — mungkin sedikitnya 20 pesawat.

Iran juga mempunyai 20 Mikoyan MiG-29 buatan Rusia, namun Tomcat tetap lebih unggul dan menjadi garis pertahanan pertama Iran melawan serangan Amerika.

Di pihak AS, jet tempur F-22A Raptor di atas kertas jauh melebihi teknologi kuno F-14. Raptor adalah keajaiban teknologi dan dilengkapi dengan beberapa sensor paling canggih yang pernah dikembangkan untuk pesawat militer, tulis laman National Interest.

F-22 menggabungkan kemampuan siluman dan kecepatan supersonik, yang dapat melaju tepat di atas Mach 1.8 dengan avionik terintegrasi dan kelincahan ekstrim.

Radar Northrop Grumman Raptor AN / APG-77 (V) 1, yang dipindai secara elektronik dan ALR-94 bisa melihat kehadiran F-14 dari puluhan mil laut, jauh sebelum Tomcat tahu bahwa F- 22 ada di sekitarnya.

Raptor, setelah mendeteksi F-14 Iran, dapat meluncurkan rudal Raytheon AIM-120D AMRAAM-yang dilaporkan memiliki jangkauan 96 mil laut ketika diluncurkan dari sebuah pesawat tempur konvensional — dari kecepatan supersonik tinggi melebihi Mach 1.5 dan pada ketinggian di atas 15 ribu meter. Hal ini bisa membuat F-14 Iran musuh tahu bahwa mereka sedang diserang.

Bahkan jika Raptors telah kehabisan AMRAAM dan dipaksa untuk terlibat dalam jangkauan visual, F-22 dapat menggunakan fitur siluman mereka untuk mendekati tanpa terdeteksi lawan sampai jarak 300 meter sebelum melakukan serangan dengan Raytheon AIM-9X Sidewinders atau tembakan meriam 20mm Vulcan.

Para pilot F-22 selama latihan sering kali menyelinap ke jangkauan senjata lawan untuk membuat serangan yang tidak teramati dari jarak yang sangat dekat dengan mengambil keuntungan dari siluman Raptor.

Secara teori, tidak ada peluang bagi F-14 mengalahkan F-22 kecuali jika pilot Raptor sedang sial atau membuat kesalahan besar.

Advertisement Valbury

International

Calon Dokter AS Dipercepat Lulus demi Tangani Pasien Corona

Published

on

By

Hampir seluruh sekolah kedokteran di Amerika Serikat berencana meluluskan mahasiswa tingkat akhir lebih cepat, untuk membantu menangani pasien wabah virus corona yang jumlahnya terus bertambah.

FINROLL.COM — Asosiasi Sekolah Kedokteran Amerika (AAMC) menuturkan beberapa universitas sudah menawarkan pilihan kepada para mahasiswa kedokteran tingkat akhir supaya lulus lebih awal.

“Kami sadar bahwa hampir setiap sekolah (kedokteran) mempertimbangkan kelulusan dini sebagai opsi dalam tanggapan berkelanjutan kami terhadap pandemi ini,” ucap Kepala Petugas Pendidikan Medis AAMC, dr. Alison Whelan, kepada CNN melalui surat elektronik.

Universitas New York (NYU) menjadi kampus pertama yang menawarkan pilihan tersebut kepada para mahasiswa sekolah kedokteran yang mereka kelola. Tawaran itu diumumkan NYU sejak Selasa pekan ini.

Sementara itu, empat sekolah kedokteran di Massachusetts juga tengah berdiskusi untuk menerapkan opsi jalur cepat kelulusan.

Kepala Dinas Kesehatan dan Pelayanan Kemanusiaan Massachusetts, Marylou Sudders, menuturkan keempat sekolah itu terdiri dari Sekolah Kedokteran Universitas Tufts, Sekolah Kedokteran Universitas Massachusetts, Sekolah Kedokteran Universitas Boston, dan Sekolah Kedokteran Harvard.

“Kami tengah bekerja sama dengan para dekan sekolah medis universitas di Massachusetts untuk meluluskan para mahasiswanya lebih cepat,” ucap Sudders pada Kamis (26/3).

Selain di Massachusetts dan New York, Sekolah Kedokteran Cooper Universitas Rowan di New Jersey juga mempertimbangkan langkah serupa. Perguruan tinggi itu dikabarkan telah mengirim surel kepada setiap mahasiswa tingkat akhirnya pada pekan ini untuk menawarkan kelulusan lebih cepat.

Rencana para sekolah kedokteran ini muncul di saat jumlah kasus virus corona di AS telah menjadi yang tertinggi di dunia per Jumat (27/3).

Jumlah kasus infeksi Covid-19 di AS mencapai 85.377 orang dan sudah melampaui China yang menjadi awal penyebaran.

Jumlah kematian pasien virus corona di AS juga telah mencapai 1.295 orang. Sementara itu, China tercatat memiliki 81.340 kasus Covid-19 dengan 3.292 orang meninggal.

Jumlah kasus corona di AS melonjak sangat tinggi setelah Negeri Paman Sam menemukan 17.166 kasus positif corona baru dan 268 kematian dalam sehari kemarin.

Kasus virus corona terbanyak terdapat di Negara Bagian New York dengan total 37.877 kasus dan 385 kematian per hari ini.

Lonjakan besar kasus corona ini membuat rumah sakit di AS kewalahan karena jumlah pasien yang terus meningkat, sementara tenaga dan alat medis terbatas.

Salah satu rumah sakit di New York, Rumah Sakit New York Bellevue, bahkan terpaksa membangun kamar mayat darurat menggunakan tenda dan truk pendingin lantaran keterbatasan kapasitas ruangan.

Salah satu perawat di Rumah Sakit Long Island menuturkan jumlah pasien yang masuk sudah melebihi kapasitas yang bisa ditangani petugas, sehingga mengancam kondisi kesehatan para perawat dan dokter. (CNN/GPH)

Continue Reading

International

Kanselir Jerman Negatif Virus Corona Usai Tes Pertama

Published

on

Kanselir Jerman, Angela Merkel, dilaporkan negatif Covid-19 yang disebabkan virus corona (SARS-CoV-2) setelah dilakukan pemeriksaan tahap pertama.

FINROLL.COM — Seperti dilansir Associated Press, Selasa (24/3), juru bicara Merkel, Steffen Seibert mengatakan hasil pemeriksaan tersebut memang negatif. Namun, akan dilakukan pemeriksaan lanjutan dalam beberapa hari mendatang.

Merkel memutuskan melakukan isolasi mandiri di kediamannya sejak Minggu (22/3) malam waktu setempat setelah diberitahu bahwa dokter yang memberinya vaksin pneumonia ternyata positif mengidap virus corona.

Merkel diberitahu hal tersebut setelah dia menggelar jumpa pers terkait penanganan kasus virus corona dan menetapkan sejumlah kebijakan.

Untuk mencegah berbagai kemungkinan, perempuan berusia 65 tahun tersebut memimpin rapat kabinet pada Senin kemarin melalui telepon dari rumahnya.

Merkel memutuskan memberlakukan larangan berkumpul lebih dari dua orang di seluruh negeri untuk menekan penyebaran virus corona.

Langkah itu diambil Merkel karena dianggap lebih tepat ketimbang harus melakukan penutupan total (lockdown). Dia mengatakan pemerintah akan berusaha sekuat tenaga untuk membatasi pergerakan dan kontak antara penduduk untuk sementara, demi mencegah penyebaran virus corona.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus virus corona di Jerman berjumlah 24.774, dengan 94 orang meninggal.

Sedangkan dari data yang dipaparkan Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, kasus virus corona di Jerman mencapai 29.056 orang, dengan 123 kematian dan 453 orang sembuh. (CNN)

Continue Reading

International

Corona Mengganas, Arab Saudi Larang Sementara Ibadah Umroh

Published

on

Dampak meluasnya corona membuat pemerintah Arab Saudi melakukan upaya pencegahan. Salah satunya adalah dengan menangguhkan sementara semua perjalanan umroh, termasuk kunjungan ke Masjid Nabawi di Madinah.

Hal ini diumumkan secara resmi oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, di Twitter, pada Kamis (27/2/2020) dini hari. Pemerintah mengatakan khawatir pada

Kerajaan juga menangguhkan izin masuk bagi siapapun di luar negeri itu yang memiliki visa pariwisata. Negeri kerjaan itu juga meminta warga tidak melakukan perjalanan ke negara di mana corona menyebar.

Sementara itu, corona kini menyebar di 45 negara. Penyebaran terbanyak di jazirah Arab berada di Iran, dengan total kematian per Rabu (26/2/2020) mencapai 15 orang.

 

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending