Connect with us

Science & Technology

Facebook Umumkan Rencana Penggabungan 3 Aplikasi Miliknya: WhatsApp, Instagram, Messenger

Published

on


Facebook

Facebook berencana untuk mengintegrasikan semua aplikasi miliknya, WhatsApp, Instagram dan Messenger. Ini diharapkan agar pesan dapat meluas di seluruh platform.

Finroll.com – Dilansir dari laman Global News, Minggu (27/1/2019) menurut Facebook ini bukanlah proses yang mudah dan membutuhkan waktu panjang. Perusahaan yang berbasis di Amerika tersebut juga mengungkapkan bahwa platform akan terus beroperasi sebagai aplikasi mandiri, meskipun mereka akan diintegrasikan di bagian belakang, yang memungkinkan orang untuk berkomunikasi antara satu layanan dan lainnya.

“Kami sedang berupaya membuat lebih banyak produk perpesanan kami terenkripsi end to end dan mempertimbangkan cara-cara untuk membuatnya lebih mudah menjangkau teman dan keluarga di seluruh jaringa. Seperti yang Anda harapkan, ada banyak diskusi dan debat ketika kita memulai proses panjang untuk mencari tahu semua detail tentang bagaimana ini akan bekerja,” kata Facebook.

Berita tentang rencana potensial Facebook untuk menyatukan layanan di bawah payungnya pun memicu reaksi warganet diseluruh dunia.

Namun beberapa ahli mengatakan bahwa cara tersebut malah bisa berdampak ke privasi pengguna. Juru bicara itu mengatakan perusahaan sedang berupaya membuat lebih banyak produk perpesanan dengan enkripsi end-to-end.

Selain itu mereka juga sedang membuat cara agar pengguna lebih mudah menjangkau teman dan keluarga di seluruh jaringan. Belum ada penyataan resmi dari Facebook, namun diperkirakan akan terwujud di awal tahun depan.

Merger ini merupakan kebalikan dari apa yang pernah disampaikan CEO Facebook, Mark Zuckerberg. Ia dulu mengatakan baik Facebook, Instagram maupun WhatsApp akan beroperasi secara mandiri di jejaring sosial.

Bahkan karyawan WhatsApp dilaporkan kesal dengan rencana ini. Poin utamanya ialah karena terkait privasi data. Pasalnya saat ini pengguna WhatsApp tidak perlu menuangkan informasi pribadinya selain hanya nomor ponsel.

Namun adanya upaya merger ini akan memaksa pengguna WhatsApp untuk mengungkapkan informasi pribadi. Pakar privasi  data, Tim Mackey mengatakan perusahaan harus sangat berhati-hati dalam upaya ini, terlebih mereka pernah memiliki sejarah buruk terkait privasi.

“Menggabungkan informasi pribadi dari tiga aplikasi adalah masalah yang cukup rumit. Tim pengembangan Facebook sebaiknya memprioritaskan privasi pengguna,” tuturnya.

Dalam sebuah pernyataan perusahaan mengatakan bahwa sudah ada diskusi dan debat panjang ketika mereka ingin memulai prosesnya (merger) dan bagaimana sistem ini akan bekerja di masa mendatang.

Science & Technology

Apple Hapus 30 Ribu Aplikasi dari China di App Store

Published

on

By

Ilustrasi Apple. (AP/Ng Han Guan)

Finroll.com, Jakarta –  Apple telah menghapus lebih dari 30 ribu aplikasi China dari App Store. Qimai Research Institute mengatakan sekitar 90 persen dari 30 ribu aplikasi itu adalah aplikasi game.

Penghapusan ini dimulai dari awal Juni dan meningkat pada Juli. Penghapusan ini dilakukan Apple untuk menghapus aplikasi yang tidak memiliki persetujuan atau lisensi dari China.

Apple sebelumnya telah memperingatkan para pengembang dan penerbit bahwa game iOS akan memerlukan lisensi untuk terus beroperasi di China.

Apple secara eksplisit mengatakan setiap game yang tidak berlisensi akan dilarang dan dihapus setelah 31 Juli. Setelah pembersihan di App Store pada Sabtu (1/8), ada sekitar 179 ribu gim tersisa di App Store China.

Dilansir dari Bloomberg, China adalah salah satu pasar terbesar Apple untuk menjual barang dan layanan digital. Adanya kekhawatiran tentang menjamurnya kecanduan di antara anak di bawah umur dan penyebaran konten ofensif, regulator telah mengadopsi proses peninjauan yang lebih ketat dan lebih lambat.

Dilansir ari 9to5mac, Apple  menghapus ribuan aplikasi dari App Store karena aplikasi itu tidak memenuhi persyaratan peraturan untuk pembayaran. Apple menghapus lebih dari tiga ribu game dari App Store di China selama 1 Juli dan 2 Juli.

Qimai mengatakan Apple telah mengingatkan akan menghapus gim kepada pengembang gim pada 8 Juli apabila gim tersebut tidak memenuhi persyaratan peraturan.

Tencent Holdings Ltd. dan ByteDance Ltd. juga akan terdampak akibat peraturan ini. Sebab mereka akan kehilangan pendapatan dari iklan yang berada di gim.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Science & Technology

Tiga Tren IoT yang Berkembang Selama Pandemi Corona

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia Teguh Prasetya mengatakan di saat pandemi virus corona SARS-CoV-2 (Covid-19) ada tiga Internet of Things atau IoT yang telah berkembang pesat yaitu kesehatan, agrikultural, dan energi.

Misalnya pada industri kesehatan, saat ini banyak perangkat IoT yang dimanfaatkan contoh mengukur suhu tubuh yang dikenal dengan thermal detection dan lainnya.

“Jadi terhadap sektor apa saja terutama di kala pandemi ini ada tiga sektor yang tumbuh cepat di IoT, yang pertama adalah health care ini dipaksa tumbuh sedemikian cepat seperti mulai dari thermal detection sampai remote monitoring,” kata Teguh lewat konferensi pers lewat siaran langsung di Jakarta, Rabu (29/7).

Kemudian sektor agrikultural juga membutuhkan teknologi IoT seperti remote monitoring karena saat ini para pelaku industri ini susah untuk mengecek jualan mereka.

Yang terakhir dari sektor energi dalam hal ini misalnya energi air, elektronik, dan gas juga menggunakan remote monitoring.

Menyoal IoT, Korea Selatan merupakan salah satu negara yang memanfaatkan teknologi ini untuk meredam pademi virus corona baru.

Korea Selatan punya platform dan aplikasi berteknologi big data di Korea Selatan, di mana salah satu contohnya adalah platform sistem suplai masker bagi kebutuhan publik.

Melalui sistem tersebut pemerintah Korea Selatan dapat mengetahui jumlah stok masker untuk apotek.

Manfaat big data dan georeference sangat luas, salah satunya dengan menelusuri riwayat perjalanan pasien terjangkit Covid-19.

Berdasarkan data tersebut pemerintah kemudian bisa mengidentifikasi orang dalam pengawasan (ODP).

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Science & Technology

Earphone yang Dipatenkan Xiaomi Bisa Dimasukkan ke Bodi HP

Published

on

By

Ilustrasi earphone nirkabel (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)

Finroll.com, Jakarta – Pabrikan ponsel pintar China, Xiaomi, dikabarkan telah mematenkan handphone (hp) yang memiliki earphone nirkabel internal.

Berdasarkan gambar yang beredar, earphone nirkabel ini bakal dimasukkan di bagian panel atas ponsel. Jika tidak digunakan, headset nirkabel itu bisa dimasukkan ke bagian atas ponsel sekaligus mengisi daya.

Earphone nirkabel ini akan terhubung melalui Bluetooth dan didukung dengan sistem pencegah kebisingan.

Ponsel dengan headset nirkabel yang bisa dimasukkan ke dalam bodi ponsel ini terbilang unik dan belum ada di pasaran.

Melansir Gizchina, Rabu (29/7), bagian atas earpiece nirkabel ini punya bagian yang dapat diputar. Jika ditekuk, maka earphone bakal bisa dimasukkan ke telinga. Tekukan earpiece ini mesti diluruskan terlebih dulu jika akan disimpan dalam ponsel.

Melansir Gadgetsay, headset nirkabel internal garapan Xioami dapat digunakan sebagai speaker telepon. Dari segi penampilan, headset ini mirip dengan headset nirkabel Xiaomi Mi True yang ada.

Belum diketahui pasti tujuan Xiaomi merilis ponsel pintar dengan headset internal. Namun, struktur ini juga memiliki kelemahan. Seperti diketahui, headset akan menempati banyak ruang.

Padahal saat ini, banyak pembuat smartphone yang sengaja menghilangkan jack 3,5 mm untuk membuat bentuk ponsel yang tipis.

Jika Xiaomi benar-benar mewujudkan ponsel yang ia patenkan ini, menjadi pertanyaan bagaimana mereka bisa menjaga ketipisan bodi ponsel.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending