Connect with us

Automotive

Fakta Pesawat Ilyushin II-38 Rusia yang Dihalau Jet Tempur AS

Published

on


Finroll.com, Jakarta – Dua buah pesawat patroli maritim Ilyushin Il-38 milik Rusia dikabarkan dihalau masuk ke dalam zona identifikasi pertahanan udara Alaska oleh pesawat tempur F-22 milik Amerika Serikat (AS).

Komando Pertahanan Udara AS (NORAD) mengabarkan dua pesawat Rusia itu hanya berjarak 80,5 kilometer dari Pulau Unimak di sepanjang rantai pulau Aleutian, Alaska.

Berikut fakta pesawat Ilyushin Il-38 milik Rusia yang dihalau oleh AS.

Pesawat Tua

Melansir Naval Technology, pesawat Il-38 menyelesaikan penerbangan perdananya pada bulan September 1961. Selain digunakan oleh AL Rusia, Il-38 melayani Angkatan Laut India.

Pesawat Il-38 telah mengalami peremajaan. Il-38 yang ditingkatkan dari Angkatan Laut Rusia dan Angkatan Laut India masing-masing ditetapkan sebagai Il-38N dan Il-38SD. Sistem anti-sub pesawat diganti dengan sistem yang modern dan terpadu yang dikenal sebagai Novella.

Sistem digital sepenuhnya baru itu terdiri dari radar resolusi tinggi, layar, subsistem pencitraan termal, sensor inframerah, magnetometer, dan sistem kecerdasan elektronik (ELINT).

Dilengkapi Detektor

Pesawat Il-38 memiliki detektor anomali magnetik (MAD) di bagian ekor dan radar pencarian di bawah badan pesawat depan. Il-38 juga dilengkapi dengan rangkaian penerbangan avionik meliputi radar, antena infra merah yang menghadap ke depan (forward-infrared) di bawah hidung dan sistem ELINT.

Avionik dan perangkat peperangan elektronik pada pesawat Il-38 yang telah ditingkatkan memiliki radar aperture-sintetis/invers-sintetis-aperture (SAR / ISAR) baru, radar pencarian dan serangan, sensor FLIR resolusi tinggi, kamera televisi cahaya rendah, sistem elektronik tindakan, MAD dan sonobuoy yang aktif dan pasif.

Sedangkan sensor suite dapat mendeteksi target udara pada jarak hingga 90 km dan target laut pada 320 km, dan secara bersamaan melacak hingga 32 target.

Pesawat Anti Kapal Selam

Melansir Russian Aviation, Ilyushin Il-38 adalah pesawat patroli maritim dan anti-kapal selam (ASW) yang dirancang oleh Ilyushin Aviation Complex yang berpusat di Rusia.

Berasal dari pesawat angkut turboprop Ilyushin Il-18, Il-38 dapat digunakan dalam misi pengawasan, pencarian dan penyelamatan, pengintaian laut, dan operasi perang anti-kapal selam.

Pesawat dapat mendeteksi dan mencegat kapal permukaan dan kapal selam.

Pesawat Il-38 milik Angkatan Laut India dikabarkan memiliki rudal anti-kapal Sea Eagle pasca modifikasi dan peningkatan usia. Rudal itu dapat mencapai target bergerak dalam jarak 110 km. Selain itu, IL-38 dilengkapi dengan rudal udara-ke-udara jarak dekat R-73RDM2.

Bahkan, Il-38 milik India dipersenjatai dengan rudal jelajah supersonik BrahMos yang dapat mencapai target dalam kisaran 290 km.

Pesawat dengan Kinerja Luar Biasa

Ilyushin Il-38 dapat terbang dengan kecepatan maksimum 650 km per jam. Pesawat itu juga memiliki daya jelajah sejauh 9.500 km dan terbang hingga 10.000 m. Pesawat bisa naik dengan kecepatan 320 m per menit.

Kinerja itu berkat dukungan empat mesin turboprop poros tunggal Ivchenko Al-20M yang menggerakkan empat baling-baling.

Sebelumnya, pencegatan pesawat Rusia oleh AS yang berlangsung tengah malam Rabu (24/6) lalu itu terjadi setelah insiden serupa terjadi di awal Juni ini. Saat itu, F-22 milik AS mencegat pesawat pengebom berkemampuan nuklir Rusia yang mencoba terbang mendekati wilayah udara Alaska pada dua kesempatan terpisah.

Pada Maret lalu, jet tempur AS dan Kanada juga mencegat dua pesawat pengintai Rusia saat mereka terbang di lepas pantai Alaska.(cnnindonesia.com)

Automotive

Mengenal iMT, Transmisi Manual Tanpa Pedal Kopling

Published

on

Finroll – Jakarta, Mobil baru Hyundai di India, Venue, dilengkapi dengan transmisi manual yang tidak banyak dijumpai di mobil-mobil modern, yakni iMT (Intelligent Manual Transmission). Transmisi ini manual tanpa pedal kopling yang mirip Automated Manual Transmission (AMT), namun terdapat perbedaannya.

Transmisi manual tanpa pedal kopling bukan barang baru dalam otomotif. Jenis transmisi seperti ini telah ada sejak akhir 1980an saat produsen supercar asal Italia, Ferrari, menggunakannya agar konsumen tak perlu pegal injak-injak pedal kopling yang berat.

Selain Ferrari, Honda, Hyundai, hingga Kia juga telah mengembangkan transmisi dengan konsep serupa.

Konsep iMT sama seperti AMT yang menggunakan gearbox manual. Meski begitu pada AMT perpindahan gigi dilakukan secara otomatis memanfaatkan aktuator dan perangkat lunak jadi pengemudi hanya perlu mengatur ritme gas dan rem saja tanpa perlu menggerakkan tuas transmisi.

Autocar menjelaskan aktuator dan perangkat lunak pada iMT hanya mengontrol kopling. Perpindahan gigi pada iMT dilakukan secara manual oleh pengemudi dengan menggerakkan tuas transmisi untuk mendapatkan gigi tinggi atau rendah.

Selain mengakomodasi pengemudi yang doyan sensasi mobil manual, IMT juga punya keunggulan lain pengemudi tidak perlu bergantung kepada perangkat lunak untuk perpindahan gigi.

Hal itu sangat berguna pada momen seperti hendak menyalip kendaraan lain, menuruni lereng, atau ketika menanjak. Gejala ‘lemot’ yang kerap dirasakan pada AMT, karena perpindahan gigi dilakukan otomatis, tak terasa pada iMT.

Biaya perawatan pada iMT juga cenderung lebih murah, mendekati transmisi manual biasa, sebab menggunakan komponen yang lebih sedikit ketimbang AMT.

Saat memindahkan gigi pada iMT pengemudi dikatakan tak perlu melepas pedal gas. Namun perlu dipahami, proses perpindahan gigi pada iMT tidak akan terasa mulus, rasanya disebut mirip AMT.

Hyundai Venue merupakan SUV ukuran ringkas bermesin 1.000 cc turbo yang pertama kali menggunakan iMT. Teknologi ini menggunakan fitur Transmission Gear Shift (TGS) dengan Intention Sensor, Hydraulic Actuator, dan Transmission Control Unit (TCU).

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Automotive

Airbag Baru Honda ‘Tangkap’ Kepala Penumpang Saat Kecelakaan

Published

on

Finroll – Jakarta, Honda melalui divisi mobil mewahnya, Acura, menciptakan kantong udara (airbag) baru yang berfungsi seperti sarung tangan baseball untuk menangkap kepala penumpang saat terjadi kecelakaan. Teknologi yang dinamakan simpel Passenger Front Airbag ini terdapat pada generasi baru Acura TLX yang dijual di Amerika Utara.

Komponen airbag baru itu diciptakan Honda R&D America bersama penyuplai komponen Autoliv. Ide awalnya dari penelitian tentang cedera otak oleh badan transportasi Amerika yang kemudian menghasilkan metodologi Brain Injury Criteria (BrIC) untuk mengukur tingkat cedera otak dalam sebuah kecelakaan.

Acura TLX Type S. (Dok. acura.com)

Passenger Front Airbag yang ditempatkan di dasbor di hadapan penumpang depan ini terdiri dari tiga kantong udara. Saat kecelakaan, satu kantong udara yang berada di tengah akan mengembang lebih dulu untuk menangkap kepala penumpang yang terlempar ke depan.

Sepersekian detik kemudian dua kantong udara yang berada di sampingnya ikut mengembang lalu ‘memeluk’ sisi kanan dan kiri kepala penumpang. Fungsi ini bertujuan melindungi kepala dari benturan samping sekaligus mencegahnya terpuntir yang sering kali menjadi penyebab cedera serius hingga fatal.

Passenger Front Airbag melengkapi TLX yang total memiliki delapan airbag, termasuk di bagian lutut pengemudi dan penumpang.

Honda menargetkan TLX mendapatkan lima bintang dalam uji fitur keselamatan, mencapai nilai ‘good’ untuk keseluruhan tes uji tabrak, dan ‘superior’ buat uji tabrak depan yang digelar New Car Assessment Program (NCAP).

“Saya sangat bangga melihat bagaimana tim insinyur kami melakukan penelitian terhadap cedera otak, kemudian melahirkan sebuah pencapaian yang penting dalam sejarah desain airbag,” kata Jim Keller, President Honda R&D America, dalam keterangan resminya, Rabu (1/7).

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Automotive

SUV Baru MIlik Suzuki Bernama Across, Berbasis Toyota RAV4 PHEV

Published

on

Finroll – Jakarta, Suzuki baru saja memperkenalkan untuk pertama kalinya di dunia SUV baru bernama Across yang akan diluncurkan beberapa bulan ke depan. Accros merupakan model yang dirancang berbasis Toyota RAV4 Prime PHEV hasil kerja sama kedua merek.

Across adalah SUV terbesar yang dimiliki Suzuki, posisinya berada di atas Vitara. Dimensinya mirip RAV4, yakni panjang 4.635 mm, lebar 1.855 mm, tinggi 1.690 mm, dan wheelbase 2.690 mm.

Ukuran tubuh itu membuat Across muat lima penumpang dan punya kapasitas bagasi 490 liter.

Suzuki Across PHEV berbasis Toyota RAV4 Prime PHEV. (Dok. Suzuki)

Dapur pacu Across mengadopsi sistem plug-in hybrid milik RAV4. Salah satu sumber penggerak yakni mesin bensin 4-silinder 2.500 cc yang menghasilkan 175 tenaga kuda, kemudian ditambah dua motor listrik.

Satu motor listrik mengeluarkan 182 hp dan 270 Nm ke kedua roda depan, sementara satu lainnya, 54 tenaga kuda dan 121 Nm, menyuplai energi ke kedua roda belakang. Belum ada pernyataan resmi soal performa gabungan Across, namun diketahui RAV4 mampu menghasilkan lebih dari 300 hp.

Across diklaim sanggup dipacu hingga 180 km per jam dan dibekali sistem gerak 4×4 E-Four dari Suzuki.

Terdapat empat mode mengemudi, yaitu EV untuk murni listrik, Auto EV, Auto HV, dan HV. Baterai 18,1 kWh yang berada di bawah lantai membuat Across mampu dikemudikan sejauh 75 km hanya menggunakan energi listrik.

Interior Across mirip RAV4, namun beberapa elemen sudah diubah sesuai selera Suzuki. Pada sistem hiburan dilengkapi layar sentuh 9 inci, terbesar yang pernah dimiliki mobil Suzuki, termasuk fitur Apple CarPlay dan Android Auto.

Across akan dijual untuk pasar Eropa lebih dulu. Mobil ini sudah dilengkapi berbagai fitur pembantu mengemudi seperti Pre-Collision System (PCS), Lane Tracing Assist (LTA), dan Dynamic Radar Cruise Control (DRCC).

Sebelum Across hadir, kerja sama Suzuki dan Toyota sudah terlihat pada Toyota Glanza yang merupakan hasil rebadge Suzuki Baleno. Selain itu Toyota juga sudah menjual Urban Cruiser berbasis Suzuki Vitara Brezza.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending