Connect with us

International

Foto Telanjang, PNS Ini Dipecat

Published

on


Finroll.com – Seorang PNS di Rusia kehilangan pekerjaannya setelah berfoto telanjang di majalah Playboy Rusia. Anna Anufrieva, 27 tahun, telah membuat marah masyarakat Negeri Beruang Merah dengan foto-fotonya tanpa busana.

Dikutip dari mirror.co.uk, Senin, 8 Juli 2019, Anufrieva berkeras tidak dipecat, melainkan mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai abdi negara.

“Saya membuat keputusan untuk meninggalkan pekerjaan saya. Saya rasa tidak etis untuk mendiskusikan mengapa saya melakukan hal itu (foto telanjang) karena saya menghormati seluruh pegawai dan saya tidak mau membahas ini lebih lanjut,” kata Anufrieva.

Foto-foto telanjang Anufrieva telah menyebabkan perdebatan publik karena dia bekerja sebagai PNS di birokrasi Rusia. Sebelumnya Anufrieva menuding masyarakat Rusia hypocrisy atau munafik.

“Memangnya hanya model, aktris, pelatih kebugaran dan bloggers yang boleh memperlihatkan kemolekan tubuhnya? atau mereka itu juga tak bermoral atau karena kita terbiasa dengan hal itu?,” kata Anufrieva.

Menurut Anufrieva, dia memang menyukai foto-foto tanpa busana karena memperlihatkan harmonisasi tubuh perempuan dalam sebuah bentuk yang sempurna. Dengan begitu, dia menghimbau masyarakat Rusia agar jangan menghakiminya, namun menikmati foto itu.

Anufrieva adalah warga negara Rusia yang berasal dari ibu kota Tyumen. Sebelumnya dia mengikuti sebuah kontes online yang dilakukan Playboy Rusia untuk memenangkan kesempatan berfoto yang akan diterbitkan dalam kalender tahunan media itu.

Anufrieva bertugas di departemen pengadaan. Atasan Anufrieva menolak berkomentar soal pemecatannya sebagai PNS. Anufrieva menjelaskan dia memiliki foto-foto yang indah dan ingin membagikanya. Ini adalah langkah berani baginya dan dia ingin melakukannya.

Advertisement

International

Amerika Dukung Prodemokrasi Hong Kong, China Akan Balas ‘Niat Jahat’ Presiden Trump

Published

on

FINROLL.COM — Pemerintah China memperingatkan akan menempuh langkah-langkah balasan terhadap Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump menandatangani rancangan undang-undang untuk mendukung gerakan demonstrasi prodemokrasi di Hong Kong.

 

China menuduh Amerika Serikat (AS) mempunyai “niat jahat” setelah Kongres mengesahkan rancangan undangan dan kemudian ditandatangani oleh Presiden Trump.

“Kami memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak secara keras kepala bertindak semaunya sendiri, jika tidak, China akan mengambil tindakan balasan, dan Amerika harus menanggung seluruh akibatnya.” Demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Cina pada Kamis (28/11).

Tidak disebutkan langkah balasan apa yang akan ditempuh China, selain kecaman dan ancaman.

“Amerika mengesampingkan fakta-fakta dan mendistorsi kenyataan.

“Negara itu secara terbuka mendukung para penjahat yang suka berbuat kekerasan yang merusak berbagai fasilitas, membakar, menyerang warga sipil tak bersalah, menginjak-injak aturan hukum, dan membahayakan ketertiban masyarakat.”

Status istimewa

Pemerintah Hong Kong mengatakan legislasi itu mengirimkan sinyal yang keliru kepada pemrotes dan tidak membantu menenangkan suasana.

Namun salah satu figur penting dalam gerakan protes, Joshua Wong, mengatakan undang-undang AS itu merupakan “pencapaian luar biasa” bagi “semua orang Hong Kong”.

Berdasarkan undang-undang yang diberi nama Akta Demokrasi dan Hak Asasi Manusia itu, Departemen Luar Negeri AS harus melakukan verifikasi setiap tahun apakah Kong Kong masih menikmati otonomi yang selama ini dipraktikan untuk mempertahankan status istimewanya dalam bidang perdagangan dengan Amerika Serikat.

Dengan menyandang status perdagangan khusus dengan Amerika Serikat, wilayah itu tidak terpengaruhi oleh sanksi-sanksi atau tarif AS yang dikenakan kepada China.

RUU itu mulai dibahas pada Juni lalu ketika gerakan protes di Hong Kong masih pada tahap awal. Dengan suara mutlak, DPR AS menyetujui RUU bulan lalu.

Di dalam legislasi itu disebutkan: “Hong Kong adalah bagian dari China tetapi memiliki sistem ekonomi dan hukum yang sangat berbeda.

“Review tahunan akan menilai apakah China telah mengikis kebebasan sipil di Hong Kong dan aturan hukum sebagaimana diatur dalam Hukum Dasar Hong Kong.”

Gelombang protes terjadi mulai Juni, semula menentang RUU Ekstradisi ke China tetapi gerakan itu kemudian berkembang menjadi gerakan prodemokrasi. Meskipun RUU ditarik pada bulan September unjuk rasa terus berlanjut hingga kini.

Hong Kong adalah bagian dari China namun bekas jajahan Inggris ini memiliki otonomi dan penduduknya juga memiliki lebih banyak hak dibandingkan warga China.(BBC)

Continue Reading

International

Dokumen Rahasia Ungkap Cara China ‘Mencuci Otak’ Muslim Uighur

Published

on

By

Sejumlah dokumen rahasia yang bocor untuk pertama kalinya merinci upaya pemerintah China mencuci otak ratusan ribu Muslim secara sistematis dalam jaringan kamp-kamp penjara dengan penjagaan ketat.

Pemerintah China telah berkali-kali mengklaim bahwa kamp-kamp yang terletak di wilayah Xinjiang barat itu menawarkan pendidikan dan pelatihan secara sukarela.

Tapi dokumen-dokumen resmi, yang dibaca BBC Panorama, menunjukkan bagaimana para tahanan dikurung, diindoktrinasi, dan dihukum.

Duta Besar China untuk Inggris menyangkal dokumen-dokumen tersebut seraya menyebutnya berita palsu.

Dokumen-dokumen resmi itu dibocorkan ke Konsorsium Jurnalis Investigatif Internasional (ICIJ), yang bekerja sama dengan 17 mitra media, termasuk BBC Panorama dan surat kabar The Guardian di Inggris.

Penyelidikan tersebut menemukan bukti baru yang melemahkan klaim Beijing bahwa kamp-kamp penahanan, yang telah dibangun di Xinjiang selama tiga tahun terakhir, bertujuan memberikan pendidikan ulang yang diikuti masyarakat secara sukarela untuk melawan ekstremisme.

Sekitar satu juta orang – kebanyakan berasal dari komunitas Muslim Uighur – diperkirakan telah ditahan tanpa pengadilan.

Di antara dokumen-dokumen pemerintah China yang bocor, yang disebut ICIJ “The China Cables”, terdapat memo sembilan halaman yang dikirim pada tahun 2017 oleh Zhu Hailun, yang saat itu menjabat wakil sekretaris Partai Komunis Xinjiang dan merupakan pejabat keamanan tertinggi di kawasan tersebut, kepada para pengelola kamp.

Instruksi tersebut jelas mengatakan bahwa kamp-kamp harus dijalankan sebagai penjara dengan keamanan tinggi, dengan disiplin ketat, hukuman, dan tidak ada yang boleh keluar.

Memo tersebut mencakup perintah-perintah untuk:

“Jangan biarkan ada yang lolos”
“Tingkatkan disiplin dan hukuman atas pelanggaran perilaku”
“Dorong pertobatan dan pengakuan”
“Jadikan pelajaran Bahasa Mandarin sebagai prioritas utama”
“Dorong siswa untuk benar-benar berubah”
“[Pastikan] video pengawas mencakup seluruh asrama dan ruang kelas tanpa titik buta”

Dokumen-dokumen rahasia itu mengungkapkan cara pengelola kamp memantau dan mengendalikan setiap aspek kehidupan tahanan: “Para siswa harus memiliki posisi tempat tidur tetap, posisi antrean tetap, kursi kelas tetap, dan posisi yang tetap selama pekerjaan keterampilan, dan ini sangat dilarang untuk diubah.

“Terapkan norma perilaku dan aturan disiplin untuk bangun, absensi, mencuci, pergi ke toilet, menata dan membereskan kamar, makan, belajar, tidur, menutup pintu dan sebagainya.”

Dokumen lain mengonfirmasi skala luar biasa dari penahanan. Satu dokumen mengungkapkan bahwa 15.000 orang dari Xinjiang selatan dikirim ke kamp hanya dalam satu minggu pada 2017.

Sophie Richardson, direktur China di Human Rights Watch, mengatakan memo yang bocor itu harus digunakan oleh jaksa penuntut.

“Ini adalah bukti yang dapat ditindaklanjuti, mendokumentasikan pelanggaran HAM berat,” katanya.

“Saya pikir adil untuk menggambarkan semua orang yang ditahan setidaknya sebagai subyek penyiksaan psikologis, karena mereka benar-benar tidak tahu berapa lama mereka akan berada di sana.”

Memo itu merinci bagaimana tahanan hanya akan dibebaskan ketika mereka dapat menunjukkan bahwa mereka telah mengubah perilaku, kepercayaan, dan bahasa mereka.

“Promosikan pertobatan dan pengakuan para siswa agar mereka memahami secara mendalam sifat ilegal, kriminal, dan berbahaya dari kegiatan mereka di masa lalu,” katanya.

“Bagi mereka yang menyimpan pemahaman yang samar-samar, sikap negatif, atau bahkan perasaan ingin melawan … lakukan transformasi pendidikan untuk memastikan bahwa hasilnya tercapai.”

Ben Emmerson QC, seorang pengacara hak asasi manusia terkemuka dan penasihat Kongres Uighur Dunia, mengatakan kamp-kamp itu berusaha mengubah identitas masyarakat.

“Sangat sulit untuk melihat semua ini selain sebagai skema cuci otak massal yang dirancang dan diarahkan pada seluruh komunitas etnis.

“Ini adalah transformasi total yang dirancang khusus untuk menghapus Muslim Uighur Xinjiang sebagai kelompok budaya terpisah dari muka bumi.”

Kamp-kamp tersembunyi di China

Tahanan diberikan poin untuk “transformasi ideologis, studi dan pelatihan, dan kepatuhan dengan disiplin”, sebut memo itu.

Sistem hukuman-dan-hadiah membantu menentukan apakah narapidana diizinkan melakukan kontak dengan keluarga dan kapan mereka dibebaskan. Mereka hanya dipertimbangkan untuk dibebaskan setelah empat komite dari Partai Komunis melihat bukti bahwa mereka telah diubah.

Dokumen-dokumen yang bocor juga mengungkapkan bagaimana pemerintah China menggunakan pengawasan massal dan program kepolisian prediksi yang menganalisis data pribadi.

Satu dokumen menunjukkan bagaimana sistem menandai 1,8 juta orang hanya karena mereka memiliki aplikasi berbagi data bernama Zapya di ponsel mereka.

Pihak berwenang kemudian memerintahkan penyelidikan 40.557 dari mereka “satu per satu”. Dokumen itu mengatakan “jika tidak mungkin untuk menghilangkan kecurigaan” mereka harus dikirim untuk “pelatihan terkonsentrasi”.

Para pakar mengatakan kepada BBC bahwa apa yang terjadi di balik pagar kamp bisa dikategorikan sebagai “penyiksaan psikologis”. – Reuters

Dokumen-dokumen tersebut termasuk arahan eksplisit untuk menangkap warga Uighur dengan kewarganegaraan asing dan untuk melacak warga Uighur yang tinggal di luar negeri. Mereka menduga bahwa kedutaan dan konsulat China terlibat dalam jejaring global.

Duta Besar China untuk Inggris, Liu Xiaoming mengatakan langkah-langkah tersebut telah melindungi masyarakat setempat dan tidak ada serangan teroris tunggal di Xinjiang dalam tiga tahun terakhir.

“Wilayah ini sekarang menikmati stabilitas sosial dan persatuan di antara kelompok-kelompok etnis. Orang-orang di sana menjalani kehidupan yang bahagia dengan rasa pemenuhan dan keamanan yang jauh lebih kuat.

“Sepenuhnya mengabaikan fakta, beberapa orang di Barat telah dengan keras memfitnah dan merusak nama baik China atas [apa yang terjadi di] Xinjiang dalam upaya untuk mencari-cari alasan untuk ikut campur dalam urusan dalam negeri China, mengganggu upaya kontra-terorisme China di Xinjiang dan menggagalkan perkembangan China yang stabil. “

Continue Reading

International

Serangan Roket Israel Tewaskan 10 Orang di Gaza

Published

on

By

Saling serang terjadi antara militer Israel dan milisi Gaza terjadi usai terbunuhnya komandan Jihad Islam. Serangan Israel dilaporkan telah menewaskan total 10 orang di Gaza, puluhan lainnya terluka.

Serangan demi serangan dilancarkan Israel ke Gaza pada Selasa (12/11). Sebelumnya, Israel membunuh dengan roket komandan Jihad Islam Baha Abu Al-Atta dan istrinya. Israel juga melancarkan serangan ke Damaskus, Suriah, mengincar tokoh Jihad Islam Akram Ajouri. Akram selamat, namun putranya tewas.

Serangan Israel dibalas dengan hujan roket oleh Jihad Islam dari Gaza. Kedua kubu bertukar serangan. Kementerian Kesehatan Gaza yang dikutip AFP mengatakan 10 orang tewas dalam tembakan Israel, termasuk Al-Atta.  Lebih dari 40 orang terluka di Gaza.

Israel berdalih, berbagai serangan mereka mengincar persembunyian milisi Gaza dan peluncur roket Jihad Islam.

Tidak diketahui apakah serangan dari Gaza menyebabkan korban tewas di Israel. Namun tim medis Israel menyebut ada 46 orang terluka, 21 di antaranya mengalami gejala stres akibat roket.

Roket milisi Gaza juga hampir mengenai sebuah mobil di jalan tol. Pabrik di kota Sderot juga tertembak, menyebabkan kebakaran.

Militer Israel mengatakan ada 190 roket yang ditembakkan dari Gaza ke wilayah mereka, puluhan di antaranya diintersepsi sistem anti rudal Iron Dome. Lebih dari setengah roket Gaza, kata Israel, jatuh di lapangan terbuka.

Dalam pernyataan bersama seluruh kelompok militan Gaza, Israel telah melampaui batas dengan membunuh Al-Atta. Mereka akan menuntut balas dengan melakukan serangan.

Pemimpin Hamas Ismail Haniya mengatakan serangan Israel adalah sebuah kejahatan yang bertujuan untuk menghentikan perjuangan Palestina menuju kemerdekaan.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending