Connect with us

E-Sports

Garena Indonesia Ajak Komunitas Pemain CoD Mobile Ikut Boot Camp

Published

on


Finroll.com, Jakarta – Garena Indonesia berencana untuk menggelar Boot Camp untuk menjaring pecinta Call of Duty Mobile di Indonesia. Hal itu diungkapkan langsung oleh Edmundo Sqidoyono selaku Produce Call of Duty Mobile Garena pada konferensi pers di XXI Lounge, Plaza Senayan, Jakarta pada Senin (4/11/2019) siang.

Garena Indonesia telah siap membuka dukungan kepada komunitas Call of Duty Mobile di daerah. Komunitas dapat menggunakan program tersebut untuk berbagai macam aktivitas yang berkaitan dengan Call of Duty Mobile di daerah masing-masing.

Komunitas dapat mengajukan aktivitas seperti gathering atau turnamen di setiap daerah. Namun, Garena Indonesia tetap akan menyeleksi aktivitas-aktivitas apa saja yang akan diselenggarakan oleh komunitas-komunitas tersebut.

“Kami melihat antusiasmenya sangat tinggi sekali. Dan kami melihat ada tim yang membuat tim CoDM sebelum game tersebut rilis,” ungkap Edmundo.

“Respon antusiasme dari penyelenggara level daerah sangat tinggi. Kami memutuskan untuk meluncurkan skema Boot Camp ini,” ujar Edmundo.

Dalam penyelenggaraan Boot Camp, pihak Garena Indonesia tidak memberikan syarat kepada komunitas penyelenggara di tiap daerah. Garena Indonesia juga akan memberikan panduan umum mengenai penyelenggaraan turnamen dan hadiah in game. Bila ajuan program komunitas tersebut disetujui, maka pihak Garena Indonesia akan memberikan dukungan.

“Syarat tidak ada. Tapi untuk proposal-proposal yang diajukan akan dievaluasi,” tambah Edmundo.

Sumber Berita : Bola.com

Advertisement

E-Sports

Calon Tentara AS Akan Diuji Kemampuan Bermain Gim Esports

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (U.S. Army) berencana menerapkan sistem rekrutmen unik. Calon tentara akan diuji ketangkasannya dalam bermain gim, terutama gim yang masuk kategori esports, Rabu (6/11/2019).

Popularitas esports memang sudah mendunia. Tua, muda, laki, dan perempuan tak jadi batasan. Sebuah riset mengklaim sebanyak 450 juta orang di dunia ini sudah menjadi pasar atau penikmat esports.

Latar belakang pekerjaan juga bukan penghalang buat siapapun untuk menjadi pemain atau sekadar penghobi esports. Tahun lalu misalnya, U.S. Army membuat proyek uji coba dengan mengerahkan 6500 tentara aktif dan cadangan untuk bergabung dengan Official Army Esports Team.

Dari ribuan peserta, hanya diambil 16 kandidat saja untuk masuk ke tim esports. Ini menunjukkan keseriusan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat dalam terjun langsung meramaikan perkembangan esports di Negara Paman Sam tersebut.

Alasan dibentuknya Official Army Esports Team adalah untuk mencari calon tentara dari pelaku esports. Karena esports tengah berkembang dan bisa diakses di mana saja, diharapkan banyak orang-orang, khususnya anak muda, yang tertarik bergabung menjadi tentara Amerika Serikat.

“Kami adalah tim gaming yang kompetitif, kami dipercaya sebagai bagian dari tim rekrutmen. Saya sudah menggilai World of Warcraft selama 15 tahun sampai bergabung dengan U.S. Army,” ujar Christopher Jones, sersan yang juga mengepalai tim esports tentara Amerika Serikat.

“Pada dasarnya kami semua sama saja gamers, cuma pekerjaannya saja yang beda,” sambungnya bercanda.

Memiliki Game Equipment Canggih

Tahun 2019 ini, U.S. Army membeli 18 kursi gaming tercanggih dengan perlengkapan dan peralatan game terbaru. Itu diharapkan mampu menambah pengalaman bermain gim esports buat para tentara maupun calon tentara dalam proses rekrutmen.

Tahun depan, rencananya Angkatan Bersenjata Amerika Serikat juga akan membangun studio gaming yang lebih memadai, lengkap dengan segala kebutuhan gaming lainnya.

Continue Reading

E-Sports

Apex Legends Versi Mobile Ini Jadwal Peluncurannya

Published

on

By

Apex Legends. (Foto: Ist)

Finroll.com, Jakarta – Apex Legends menjadi satu di antara magnet gamer dalam beberapa bulan terakhir. Sistem permainan dan pengembangan yang signifikan, membuat Apex Legends bak ‘pemanis’ di tengah persaingan gim-gim bergenre adu strategi perang.

Setelah meluncur pada versi desktop, publik sudah menunggu kemunculan Apex Legends pada platform mobile. Sadar dengan teka-teki yang berada di tengah gamer, EA, sebagai pemilik sekaligus pengembang Apex Legends mulai membuka tabir.

BACA JUGA : 

Dexerto merilis, CEO EA, Andrew Wilson membocorkan rencana peluncuran Apex Legend mobile. Ia mengungkapkan, Apex Legends akan hadir pada perangkat mobile pada tahun fiskal 2021. Berlatar periode keuangan, tahun fiskal biasanya akan berjalan mulai 1 Oktober. Jadi, Apex Legends akan meluncur pada 1 Oktober 2021.

Keputusan tersebut sesuai prediksi beberapa pihak. Setidaknya, hal itu tercermin dari jumlah pemain Apex Legends yang sudah menembus angka 70 juta. Angka tersebut menjadi jumlah psikologis bagi sebuah gim untuk terjun ke ranah mobile yang lebih kompleks.

“Kami fokus ke pengembangan mobile platform dan wilayah baru. Bersamaan dengan itu, tim kami akan meluncurkan program kompetisi,” sebut Andrew. Bukti lain yang mengarahkan Apex Legends akan terjun ke pangsa mobile adalah bukti laporan keuangan tahunan perusahaan.

Pengembangan Lain

Respawn Entertainment selaku pengembang Apex Legends memperkenalkan karakter baru bernama Octane. (dok. Respawn Entertainment/Electronic Arts)

Selain model mobile, EA juga sudah berencana melakukan penetrasi sekaligus ekspansi pasar ke China. Laporan EA merilis, saat ini mereka sedang melakukan negosiasi lanjutan agar bisa memasukkan Apex Legends ke negeri Tirai Bambu tersebut.

Bocoran laporan kinerja keuangan EA menunjukkan, Apex Legends menjadi satu di antara produk yang berhasil membawa nilai positif bagi perusahaan. Apex Legends menjadi franchise dengan pertumbuhan paling cepat untuk perusahaan.(bola.com)

Continue Reading

E-Sports

Lewati PUBG Mobile, CoD Mobile Diklaim sebagai Smartphone Game Terpopuler

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Call of Duty (CoD) Mobile diklaim sebagai gim smartphone terpopuler versi Ranker.com. PUBG Mobile berada di posisi kedua, Minggu (27/10/2019).

Gim battle royale sejenisnya yang sangat digemari di Amerika Serikat, Fortnite, bertengger di posisi keenam. Adapun posisi ketiga diisi oleh Minecraft.

BACA JUGA : 

Sementara itu, Mobile Legends: Bang Bang duduk di tangga ke-14, jauh di bawah Pokemon GO (9) dan Clash of Clans di posisi keempat.

“Gim-gim seperti CoD dan PUBG memiliki dua keunggulan. Satu di antaranya adalah kaya akan konten yang didukung oleh grafis berkualitas,” kata Faisal Kawoosa, analis techArt kepada IANS.

“Selain itu, gim ini bisa dimainkan oleh banyak orang, seperti teman, grup, atau bahkan orang yang tidak kita kenal,” tambahnya lagi.

CoD Mobile baru diperkenalkan ke publik awal bulan Oktober. Secara garis besar, pola permainannya sama dengan PUBG Mobile, yakni bertahan hidup atau survival.

Diunduh Lebih dari 100 Juta Pengguna

CoD Mobile dikembangkan oleh Activision yang bekerja sama dengan Tencent. Gim ini bisa diunduh di Google Play dan App Store.

Berdasarkan data dari Sensor Tower, CoD Mobile telah diunduh sebanyak lebih dari 100 juta kali. Pemainnya diharuskan menjadi orang terakhir yang hidup dengan mengalahkan pemain lain.

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending