Connect with us

Keuangan

Harap-harap Cemas Menanti Keringanan Cicilan Kredit

Published

on


Finroll – Jakarta, Yudhi Dwi Pradana harap-harap cemas menanti respons Astra Credit Company (ACC), perusahaan pembiayaan tempat ia mengambil kredit kendaraan. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai driver GoCar itu tengah mengajukan keringanan pembayaran cicilan di tengah wabah virus corona.

Permohonan Yudhi bukan tanpa sebab. Penghasilannya sebagai driver merosot drastis karena membuat pengguna aplikasi kendaraan berbasis online di kawasan Depok kian minim. Sabtu-Minggu yang biasanya ramai pesanan kini sepi.

Kebijakan pemerintah agar masyarakat belajar, bekerja, dan ibadah dari rumah membuat penghasilannya terganggu. Ini belum termasuk pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan diterapkan di Depok pada Rabu (15/4).

Ia merasa berat untuk bisa membayar cicilan mobil seperti kondisi normal saat penghasilannya turun. Pria berusia 34 itu mengaku harus membayar cicilan sebesar 2,4 juta per bulan untuk mobil yang menjadi modal usahanya.

“Sebelum sekolah-sekolah diliburkan yang pesan online masih normal. Tapi tepat hari Senin sekolah libur, dari jam 7-12 siang nggak ada orderan masuk. Apalagi sekarang,” ia melanjutkan. Permohonan keringanan cicilan ia sudah ajukan sejak 7 April lalu dengan melalui beberapa tahapan verifikasi data. Beberapa skema cicilan baru di tengah wabah virus corona sudah disampaikan pihak leasing kepadanya.

Mulai dari pengunduran masa angsuran dengan membayar Rp300 ribu per bulan hingga membayar 50 persen cicilan kendaraan plus 300 ribu untuk biaya administrasi. Namun, hingga kini pengajuan yang ia lakukan belum direspons lagi oleh ACC. Yudhi mengungkapkan diterima atau ditolaknya pengajuan ini akan bergantung pada hasil survei dari pihak kreditur. “Kalau paling enak sih diperpanjang aja tanpa bayar angsuran. Karena kalau pun ngotot disuruh bayar angsuran, ya pada nggak bisa bayar. Ada buat dapur saja sudah syukur,” katanya.

Sama seperti Yudhi, Rahmad Ali yang berprofesi sebagai pengusaha juga sedang mengajukan penyesuaian cicilan kendaraan selama pandemi virus corona. Ali, sapaan akrabnya, dalam posisi menunggu apakah pengajuan yang ia lakukan diterima atau malah ditolak. Ali berharap cicilan kendaraan miliknya untuk sementara bisa ditangguhkan. Setidaknya hingga pandemi virus corona selesai dan seluruh kegiatan usaha kembali berjalan normal.

Ali enggan merinci besaran kredit kendaraan yang ia harus keluarkan. Akan tetapi, Ali tak memungkiri bakal sulit membayar cicilan jika tidak ada penyesuaian cicilan dalam beberapa waktu ke depan. “Ya iyalah (penangguhan pembayaran sampai pandemi virus corona selesai). Kalau duitnya nggak ada apa yang mau dibayar,” ucapnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo memberikan keringanan atau pelonggaran cicilan kredit bagi pekerja informal terdampak virus corona. Hal itu berarti pekerja informal, seperti pengemudi ojek online, sopir taksi, pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK), dan nelayan dapat mengajukan keringanan cicilan kredit kepada bank, dan perusahaan pembiayaan (multifinance).

Guna mendapatkan fasilitas tersebut, pengemudi ojol dan pekerja informal lainnya harus mengikuti beberapa persyaratan. Ini sesuai yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator jasa keuangan melalui POJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical.

Pertama, debitur wajib mengajukan permohonan keringanan dengan melengkapi data yang diminta oleh pihak leasing atau bank. Permohonan tersebut disampaikan secara online melalui email atau website yang ditetapkan oleh bank dan leasing tanpa harus datang bertatap muka ke kantor cabang.

Kedua, bank dan multifinance akan melakukan assesment (penilaian) apakah debitur merupakan pelaku usaha terdampak langsung atau tidak langsung virus corona. Mereka juga akan menilai historis pembayaran pokok dan bunga. Khusus untuk cicilan motor, pihak multifinance akan menilai kepemilikan kendaraan.

Ketiga, bank dan leasing memberikan bentuk keringanan berdasarkan profil debitur. Mereka juga akan menetapkan jumlah kredit yang mendapatkan keringanan. Informasi persetujuan pengajuan keringanan dari bank dan multifinance disampaikan secara online atau via website perusahaan terkait.

Bentuk keringanan itu meliputi penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu cicilan, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit atau pembiayaan, dan konversi kredit atau pembiayaan jadi penyertaan modal sementara. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh debitur terdampak mulai 1 April 2020. “Sudah saya konfirmasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dimulai April 2020 ini efektif,” terang Jokowi.

Sumber : CNN Indonesia

Keuangan

Tinggalkan Level 4.000, IHSG Menguat ke 5.076

Published

on

By

IHSG ditutup menguat pada Rabu (8/7). Indeks ditutup di level 5.076 naik 89,09 poin atau 1,79 persen.(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Finroll.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada Rabu (8/7). Indeks ditutup di level 5.076 naik 89,09 poin atau 1,79 persen.

RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp9,26 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,83 miliar saham. Pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih atau net buy di seluruh pasar sebesar Rp78,31 miliar.

Pada penutupan kali ini, 221 saham menguat, 174 mengalami koreksi, dan 174 lainnya stagnan. 9 dari 10 indeks sektoral kompak menguat dipimpin sektor keuangan sebesar 3,59 persen.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pukul 16.10 WIB terpantau melemah tipis 0,13 persen ke level Rp14.438 per dolar AS.

Di sisi lain, pasar saham di Asia bergerak fluktuatif. Kondisi itu ditunjukkan oleh Nikkei225 di Jepang yang turun 0,78 persen dan indeks Kospi turun 0,24 persen. Sedangkan, Hang Seng Composite di Hong Kong naik 0,59 persen.

Sementara, mayoritas bursa saham Eropa mayoritas naik. Indeks FTSE100 di Inggris naik 0,15 persen dan indeks DAX di Jerman menguat 0,10 persen. Namun, CAC All-Tradable di Prancis turun 0,38 persen.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Keuangan

Kementerian BUMN Akan Bubarkan Jiwasraya

Published

on

Finroll – Jakarta, Kementerian BUMN mengatakan terdapat peluang bagi pemerintah untuk menutup PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Ini merupakan konsekuensi dari pembentukan perusahaan asuransi baru, yaitu PT Nusantara Life.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo penutupan perusahaan asuransi tertua di Indonesia itu dilakukan apabila semua nasabah Jiwasraya sudah memindahkan polisnya ke Nusantara Life.

“Ya (Jiwasraya) pada akhirnya tutup, pada akhirnya tutup. Tapi memang kami harapkan seluruh pemegang polis ini, kami harapkan nanti mau untuk pindah begitu. Karena yang Jiwasraya memang tidak ada pesertanya,” ujarnya di Komisi VI DPR, Selasa (7/7).

Rencananya, kata dia, Kementerian BUMN akan mulai negosiasi dengan pemegang polis Jiwasraya pada Agustus 2020 secara terbuka. Imbauan ini berlaku untuk nasabah polis tradisional maupun saving plan.

Namun, pemindahan polis dari Jiwasraya ke Nusantara Life menunggu suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah. Ia mengatakan jika pemegang polis hendak memindahkan kepemilikannya ke Nusantara Life, maka mereka harus bersedia menyesuaikan tingkat imbal hasil (yield).

Pasalnya, imbal hasil yang ditawarkan Jiwasraya selama ini sangat tinggi dibandingkan tingkat suku bunga di pasar. “Kalau bunganya sekarang 12 persen-13 persen harus turun ke bunga normal di kisaran 6 persen-7 persen,” paparnya.

Sebelumnya, ia mengatakan pemerintah telah mulai pembentukan Nusantara Life. Perusahaan ini nantinya akan berada di bawah holding asuransi, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero).

Seperti diketahui, perusahaan asuransi tertua di Indonesia itu tengah terjerat kasus gagal bayar. Gagal bayar Jiwasraya mulai tercium oleh publik pada Oktober-November 2018. Perseroan mengumumkan tidak dapat membayar klaim polis jatuh tempo nasabah saving plan sebesar Rp802 miliar.

Dalam perkembangannya, kasus Jiwasraya merambah ranah hukum lantaran berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung mendakwa enam terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya dengan total kerugian negara Rp16,8 triliun.

Terbaru, Kejagung kembali menetapkan satu tersangka baru yang merupakan pejabat aktif di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Kejagung menjerat 13 merupakan manajer investasi yang diduga terlibat dalam pelarian uang nasabah.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Keuangan

Didorong Penguatan Aset Berisiko Rupiah Menguat ke Rp14.465

Published

on

Finroll – Jakarta, Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.465 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (6/7) pagi. Mata uang Garuda menguat 0,40 persen dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu di level Rp14.378 per dolar AS.

Penguatan rupiah terhadap dolar diikuti oleh mayoritas mata uang di kawasan Asia pagi ini. Terpantau dolar Singapura menguat 0,13 persen, dolar Taiwan menguat 0,23 persen, won Korea Selatan menguat 0,17 persen, dan peso Filipina menguat 0,21 persen.

Rupee India juga tercatat menguat 0,50 persen, diikuti yuan China yang menguat 0,13 persen, ringgit Malaysia menguat 0,10 persen dan baht Thailand menguat 0,03 persen.

Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju masih bergerak variatif di hadapan dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,02 persen, dolar Kanada menguat 0,01 persen dan franc Swiss menguat 0,18 persen. Sebaliknya, dolar Australia melemah 0,29 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pergerakan rupiah hari ini akan dipengaruhi aset-aset berisiko yang menguat, seperti indeks-indeks saham Asia dan indeks saham berjangka Amerika Serikat (AS).

Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga terlihat kembali menguat yang mengindikasikan pasar melepas aset aman ini dan masuk ke aset berisiko.

“Rupiah bisa terbantu menguat mengikuti penguatan aset berisiko regional hari ini dengan potensi ke area kisaran Rp14.450 dan potensi resisten di kisaran Rp14.570,” ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Pasar, lanjut Ariston, mulai merespons positif membaiknya data-data ekonomi yang positif di tengah pandemi yang dirilis di akhir pekan lalu.

Misalnya, data tenaga kerja AS bulan Juni yang menunjukkan perbaikan melebihi ekspektasi dan data indeks aktivitas sektor jasa dan manufaktur AS-Tiongkok-Eropa pada Juni yang juga menunjukkan peningkatan melebihi ekspektasi.

“Tapi di sisi lain, pasar masih akan mempertimbangkan peningkatan laju penularan covid-19 global yang berisiko menurunkan kembali aktivitas ekonomi, seperti yang dilaporkan WHO dan ketegangan AS-Tiongkok yang makin memanas,” pungkasnya.

Sumber : CNN Indonesia
Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending