Connect with us

MotoGP

Hasil Lengkap MotoGP Belanda ; Vinales Juara MotoGP Belanda, Quartararo Naik Podium

Published

on


Finroll.com – Maverick Vinales sukses menjuarai seri MotoGP Belanda 2019. Pembalap Tim Monster Yamaha asal Spanyol berhasil melahap 26 lap dengan maksimal di Sirkuit Assen, Minggu 30 Juni 2019 WIB. Di seri ini, kejutan juga kembali ditunjukkan pembalap muda Prancis, Fabio Quartararo

Pembalap Tim Yamaha Petronas SRT, Fabio Quartararo, kembali memulai balapan dari grid paling depan di seri ini. Rider yang baru berusia 20 tahun ini juga sempat memimpin lomba di depan Marc Marquez dan Maverick Vinales. Sayang, Quartararo justru gagal fokus dan posisinya melorot dan harus finis di posisi ketiga.

Sementara itu, Vinales yang memulai balapan dari urutan kedua, tampil gemilang dan mampu mencatat waktu tercepat. Sementara itu, Marquez yang sempat terlibat persaingan ketat gagal menaklukkan Vinales dan harus rela mengakhiri balapan di posisi kedua.

Nasib sial menimpa rider veteran Tim Monster Yamaha, Valentino Rossi. Rossi gagal finis setelah terlibat insiden dengan pembalap Jepang, Takaaki Nakagami. Perjuangan pembalap 40 tahun ini harus terhenti, padahal baru memasuki lap ke-5.

Hasil Lengkap MotoGP Belanda:

1.  12  Spain  Maverick Vinales  Yamaha YZR-M1  Yamaha

2.  93  Spain  Marc Marquez  Honda RC213V  Honda  +4.854

3.  20  France  Fabio Quartararo  Yamaha YZR-M1  Yamaha  +9.738

4.  4 Italy  Andrea Dovizioso  Ducati Desmosedici GP19  Ducati +14.147

5.  21  Italy  Franco Morbidelli  Yamaha YZR-M1  Yamaha  +14.467

6.  9  Italy  Danilo Petrucci  Ducati Desmosedici GP19  Ducati  +14.794

7.  35  United Kingdom  Cal Crutchlow  Honda RC213V  Honda  +18.361

8. 36  Spain  Joan Mir  Suzuki GSX-RR  Suzuki  +24.268

9.  43  Australia  Jack Miller  Ducati Desmosedici  Ducati  +26.496

10.  29  Italy  Andrea Iannone  Aprilia RS-GP  Aprilia  +26.997

11.  44  Spain  Pol Espargaro  KTM RC16  KTM  +28.732

12.  41  Spain Aleix Espargaro  Aprilia RS-GP  Aprilia  +34.095

13.  88  Portugal Miguel Oliveira  KTM RC16  KTM  +34.181

14.  63  Italy Francesco Bagnaia  Ducati Desmosedici  Ducati  +34.249

15.  55  Malaysia Hafizh Syahrin  KTM RC16  KTM      +34.494

16.  53  Spain  Tito Rabat  Ducati Desmosedici  Ducati  +48.357

17.  17  Czech Republic  Karel Abraham  Ducati Desmosedici  Ducati +44.509  1 Lap  1 Lap

MotoGP

Ada yang Berani Bertaruh Maverick Vinales Bisa Tampil Mengejutkan di MotoGP 2020

Published

on

By

7. Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha) - 65 poin. (AFP//Peter Dejong)

Finrol.com, Jakarta – Kini setiap MotoGP masuk musim baru, pertanyaan sama muncul. Apakah ada pembalap yang bisa merepotkan Marc Marquez?

Pertanyaan ini pun dijawab pengamat MotoGP, Carlo Pernat. Menurutnya sosok pembalap Yamaha, Maverick Vinales bisa tampil begitu mengejutkan di MotoGP 2020.

“Saya berani bertaruh untuk Maverick Vinales tahun ini. Karena menurut opini saya, ia kini sudah benar-benar keluar dari bayang-bayang seorang Valentino Rossi,” Pernat memberikan prediksi.

“Dia merasa sebagai pimpinan tim Yamaha. Dia juga begitu termotivasi. Menurut saya, kondisinya kini mencapai 100 persen,” tambahnya.

Untuk diketahui, MotoGP 2020 merupakan musim terakhir Vinales berduet dengan Rossi di tim pabrikan Yamaha.

Fabio Quartararo Belum Selevel Vinales

Selebrasi Maverick Vinales (kiri) dan Fabio Quartararo setelah meraih podium pada MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, Minggu (30/6/2019). (AFP/Vincent Jannink)

Mulai MotoGP 2021, Maverick Vinales bakal didampingi pembalap muda, Fabio Quartararo. Pernat pun menyebut untuk saat ini, level Quartararo belum sama seperti Vinales.

“Rivalitas Vinales dengan Quartararo sangat berbeda. Fabio masih harus mempelajari beberapa hal. Jika bisa melakukannya, ia akan pembalap sempurna,” Pernat menerangkan.

Adapun tempat Quartararo di tim Petronas Yamaha kemungkinan besar diisi Valentino Rossi untuk MotoGP 2021. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

MotoGP

Jelang MotoGP Spanyol: Ismael Bonilla Meninggal di Jerez

Published

on

By

Ilustrasi kecelakaan di Sirkuit Jerez. (GABRIEL BOUYS / AFP)

Finroll.com, Jakarta – Jelang MotoGP Spanyol 2020 di Sirkuit Jerez, 19 Juli mendatang, eks pembalap Ismael Bonilla meninggal dalam sebuah kecelakaan di Sirkuit Jerez pada Minggu (5/7).

Bonilla meninggal setelah mengalami kecelakaan di tikungan pertama Sirkuit Jerez usai melalui jalur lurus dengan kecepatan tinggi. Hingga kini belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab kecelakaan tersebut.

Dikutip dari AS, sejumlah sumber menyatakan sepeda motor Yamaha R1 yang ditunggangi Bonilla mengalami rusak pada bagian rem. Selain itu ada rumor pembalap 41 tahun itu pingsan di atas sepeda motor sebelum memasuki tikungan pertama.

“Sirkuit Jerez-Angel Nieto mengucapkan belasungkawa atas kematian pembalap Ismael Bonilla pada hari ini usai terjatuh saat menjalani latihan. Doa kami untuk keluarga, teman, dan panitia sesi latihan,” demikian pernyataan resmi Sirkuit Jerez melalui Facebook.

Bonilla bertindak sebagai instruktur saat insiden kecelakaan di Sirkuit Jerez terjadi. Mantan pembalap 250cc era 1996 hingga 2001 itu sedang melatih dua pembalap muda Alejandro Carrion dan Luis Verdugo yang musim ini tampil di Kejuaraan Dunia Supersport 300.

Bonilla merupakan juara nasional Spanyol pada 1994. Setelah beberapa kali tampil pada ajang Grand Prix kelas 250cc, pembalap asal Madrid itu memutuskan pensiun pada 2013 dan menjadi instruktur serta pembalap tes.

Kematian Bonilla terjadi kurang dari dua pekan jelang pembukaan MotoGP 2020 yang akan digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol, 19 Juli mendatang. MotoGP Spanyol merupakan seri pembuka MotoGP 2020 yang tertunda sejak Maret lalu karena pandemi Covid-19.(cnnindonesia.com)

Continue Reading

MotoGP

Ini yang Harus Dilakukan Fabio Quartararo Sebelum Jadi Rival Terkuat Marc Marquez

Published

on

By

Pembalap tim Petronas Yamaha, Fabio Quartararo, mulai MotoGP musim depan pindah ke Monster Energy Yamaha (AFP/Lillian Suwanrumpha)

Finroll.com, Jakarta –  Sebelum dianggap sebagai rival terkuat Marc Marquez pada masa depan, Fabio Quartararo harus membuktikan diri terlebih dahulu dengan cara merebut kemenangan di MotoGP. Inilah yang dinyatakan ayah Jorge Lorenzo, Chicho Lorenzo, kepada Paddock GP, Selasa (30/6/2020).

Chicho, yakni sosok yang ‘menggembleng’ Lorenzo sejak anak-anak sampai bisa merebut 5 gelar dunia, tentu tahu banyak soal apa yang harus dan tidak dilakukan oleh seorang pebalap jika ingin merebut kesuksesan.

Mengamati debut Fabio Quartararo di kelas tertinggi pada 2019, di mana ia merebut 7 podium dan 6 pole, Chicho pun yakin kemampuan rider 21 tahun itu hanya tinggal di asah sedikit agar bisa lebih baik lagi tampil di lintasan dan benar-benar menjadi rival berat Marquez.

Gebrakan Quartararo tahun lalu memang membuatnya kembali dijuluki ‘The Next Marc Marquez’, julukan yang pernah diberikan banyak orang padanya saat masih turun di CEV Moto3 pada 2013 dan 2014. Chicho pun mengaku paham mengapa Fabio Quartararo bisa sampai mendapatkan julukan yang cukup ‘serius’ tersebut.

“Kami yakin pada Fabio sampai-sampai menyebutnya sebagai bintang baru MotoGP dan sebagai suksesor Marc Marquez. Di MotoGP, ia terbukti bisa sangat cepat dan meraih hasil baik meski membela tim satelit. Ia bahkan bisa tampil lebih baik dari Rossi dan Vinales pada beberapa kesempatan. Kami sudah lihat ia mampu ‘mengganggu’ Marc,” ungkapnya.

Motor Paling Bersahabat

Marc Marquez (kanan) seolah hendak mencekik leher Fabio Quartararo (kiri) pembalap Petronas Yamaha SRT asal Prancis. (AFP/Jorge Guerrero)

Chicho pun yakin debut gemilang Quartararo juga terbantu fakta bahwa YZR-M1 merupakan motor paling bersahabat di MotoGP, yang cocok dengan segala jenis gaya balap. Meski begitu, untuk benar-benar bersaing sengit dengan Marquez, Quartararo harus bekerja lebih keras lagi.

“Juga benar bahwa Yamaha adalah motor yang mudah dikendarai. Dengan motor itu, pebalap lain juga langsung cepat sekalinya berkendara. Tapi apakah Fabio akan benar-benar bisa melawan Marc?” tutur Chicho, yang juga mentor Lorenzo School, akademi balap yang mengorbitkan Joan Mir.

“Jika Fabio menemukan tombol yang tepat di kepalanya, yang bisa membantunya mendapatkan langkah terakhir untuk mulai meraih kemenangan dan ikut memperebutkan gelar dunia, maka barulah memungkinkan ia bisa menjadi lawan Marc yang sepadan,” pungkasnya. (Bola.com)(GE)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending