Connect with us

Automotive

Imbas Corona, Harga Mobil Bekas Disebut Turun Rp30 Juta

Published

on


Finroll – Jakarta, Harga mobil bekas turut terkena dampak pandemi Covid-19. Hal tersebut dirasakan pedagang mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta.

Senior Manager bursa mobil bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih mengatakan harga mobil bekas terkoreksi sekitar Rp20 juta sampai Rp30 juta. Namun penurunan harga kembali lagi tergantung kondisi kendaraan.

“Ya bisa turun segitu [Rp20 juta-Rp30 juta] contoh mobil Avanza, itu dari harga bekas normal. Tapi ini tergantung dengan kondisi juga ya,” kata Herjanto beberapa waktu lalu.

Sejak pertengahan Maret 2020, pemerintah telah mengimbau perusahaan untuk menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home). Selain itu, beberapa pemerintah daerah juga menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurut Herjanto imbasnya menurunkan minat beli konsumen terhadap mobil bekas. Selain itu pandemi juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Sebab sejumlah perusahaan yang tidak beroperasi normal, melakukan PHK pada sejumlah pekerja imbas pandemi Covid-19. Tak sedikit masyarakat menjual mobilnya dengan harga terjangkau.

Dijelaskan Herjanto kondisi ini memunculkan istilah baru, yaitu “harga covid”. Istilah itu sebab pedagang membeli stok mobil dengan banderol lebih murah dari pemilik mobil pada masa pandemi.

“Ya biasanya banyak orang BU (butuh uang) saat pandemi terus dibeli. Sama pedagang kemudian dijual lagi tentu tidak terlalu mahal. Ambil margin tipis saja,” ucap Herjanto.

“Jadi mereka beli saat corona awal-awal dan lagi murah-murahnya.’

Herjanto memprediksi penjualan mobil bekas dengan harga lebih terjangkau hingga akhir tahun ini.

Pemilik Madina Mora Motor, dealer mobil bekas, Husen Lubis juga mengakui harga kendaraan bekas belum maksimal meski kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dilonggarkan. Memasuki masa transmisi, harga mobil bekas tak kunjung stabil.

“Jadi memang sekarang ini orang jual dengan istilah harga corona. Harga memang lebih murah 20-30 persen. Tapi mudah-mudahan sudah naik lagi walau cuma sekitar 10 persen saja,” ungkapnya.

Harga Avanza Bekas

Harga mobil bekas diharapkan kembali ke titik awal seiring dengan meningkatkan daya beli konsumen pasca pelonggaran PSBB.

Senior Manager bursa mobil bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih mengatakan sejak pelonggaran PSBB muncul ‘mobil primadona’ yang menjadi incaran masyarakat dengan konfigurasi tiga baris bermuatan tujuh penumpang.

“Dan yang laku dicari orang sekarang mobil tujuh penumpang saja,” ucap Herjanto.

Mobil tujuh penumpang ini antaranya kelas Low Multi Purpose Vehicle (MPV) yakni Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Mitsubishi Xpander, Suzuki Ertiga, Honda Mobilio, hingga Wuling Confero.

Selain itu Toyota Rush dan Daihatsu Terios bekas juga banyak diburu konsumen. Sedangkan medium Sport Utility Vehicle (SUV) seperti Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner generasi pertama mulai dibidik pembeli. Mobil-mobil bekas yang laku di pasaran dengan kisaran harga Rp100an juta ke atas

Nah itu naik daun sekarang, mobil Jepang dan China,” ucap dia.

Khawatir tertular masyarakat gunakan mobil pribadi

Herjanto berharap industri mobil bekas kembali membaik. Kesempatan itu melihat ada kekhawatiran masyarakat menggunakan transportasi umum dan sebaliknya membeli mobil pribadi dengan harga terjangkau.

“Ya yang tadinya naik kendaraan umum atau taksi online pada beli mobil sendiri akhirnya. Yang tadinya naik ojol [ojek online], beli motor sendiri. Kalau grafik kenaikan belum terlalu terlihat,” tutup Herjanto.

Sumber : CNN Indonesia

Automotive

Mengenal iMT, Transmisi Manual Tanpa Pedal Kopling

Published

on

Finroll – Jakarta, Mobil baru Hyundai di India, Venue, dilengkapi dengan transmisi manual yang tidak banyak dijumpai di mobil-mobil modern, yakni iMT (Intelligent Manual Transmission). Transmisi ini manual tanpa pedal kopling yang mirip Automated Manual Transmission (AMT), namun terdapat perbedaannya.

Transmisi manual tanpa pedal kopling bukan barang baru dalam otomotif. Jenis transmisi seperti ini telah ada sejak akhir 1980an saat produsen supercar asal Italia, Ferrari, menggunakannya agar konsumen tak perlu pegal injak-injak pedal kopling yang berat.

Selain Ferrari, Honda, Hyundai, hingga Kia juga telah mengembangkan transmisi dengan konsep serupa.

Konsep iMT sama seperti AMT yang menggunakan gearbox manual. Meski begitu pada AMT perpindahan gigi dilakukan secara otomatis memanfaatkan aktuator dan perangkat lunak jadi pengemudi hanya perlu mengatur ritme gas dan rem saja tanpa perlu menggerakkan tuas transmisi.

Autocar menjelaskan aktuator dan perangkat lunak pada iMT hanya mengontrol kopling. Perpindahan gigi pada iMT dilakukan secara manual oleh pengemudi dengan menggerakkan tuas transmisi untuk mendapatkan gigi tinggi atau rendah.

Selain mengakomodasi pengemudi yang doyan sensasi mobil manual, IMT juga punya keunggulan lain pengemudi tidak perlu bergantung kepada perangkat lunak untuk perpindahan gigi.

Hal itu sangat berguna pada momen seperti hendak menyalip kendaraan lain, menuruni lereng, atau ketika menanjak. Gejala ‘lemot’ yang kerap dirasakan pada AMT, karena perpindahan gigi dilakukan otomatis, tak terasa pada iMT.

Biaya perawatan pada iMT juga cenderung lebih murah, mendekati transmisi manual biasa, sebab menggunakan komponen yang lebih sedikit ketimbang AMT.

Saat memindahkan gigi pada iMT pengemudi dikatakan tak perlu melepas pedal gas. Namun perlu dipahami, proses perpindahan gigi pada iMT tidak akan terasa mulus, rasanya disebut mirip AMT.

Hyundai Venue merupakan SUV ukuran ringkas bermesin 1.000 cc turbo yang pertama kali menggunakan iMT. Teknologi ini menggunakan fitur Transmission Gear Shift (TGS) dengan Intention Sensor, Hydraulic Actuator, dan Transmission Control Unit (TCU).

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Automotive

Airbag Baru Honda ‘Tangkap’ Kepala Penumpang Saat Kecelakaan

Published

on

Finroll – Jakarta, Honda melalui divisi mobil mewahnya, Acura, menciptakan kantong udara (airbag) baru yang berfungsi seperti sarung tangan baseball untuk menangkap kepala penumpang saat terjadi kecelakaan. Teknologi yang dinamakan simpel Passenger Front Airbag ini terdapat pada generasi baru Acura TLX yang dijual di Amerika Utara.

Komponen airbag baru itu diciptakan Honda R&D America bersama penyuplai komponen Autoliv. Ide awalnya dari penelitian tentang cedera otak oleh badan transportasi Amerika yang kemudian menghasilkan metodologi Brain Injury Criteria (BrIC) untuk mengukur tingkat cedera otak dalam sebuah kecelakaan.

Acura TLX Type S. (Dok. acura.com)

Passenger Front Airbag yang ditempatkan di dasbor di hadapan penumpang depan ini terdiri dari tiga kantong udara. Saat kecelakaan, satu kantong udara yang berada di tengah akan mengembang lebih dulu untuk menangkap kepala penumpang yang terlempar ke depan.

Sepersekian detik kemudian dua kantong udara yang berada di sampingnya ikut mengembang lalu ‘memeluk’ sisi kanan dan kiri kepala penumpang. Fungsi ini bertujuan melindungi kepala dari benturan samping sekaligus mencegahnya terpuntir yang sering kali menjadi penyebab cedera serius hingga fatal.

Passenger Front Airbag melengkapi TLX yang total memiliki delapan airbag, termasuk di bagian lutut pengemudi dan penumpang.

Honda menargetkan TLX mendapatkan lima bintang dalam uji fitur keselamatan, mencapai nilai ‘good’ untuk keseluruhan tes uji tabrak, dan ‘superior’ buat uji tabrak depan yang digelar New Car Assessment Program (NCAP).

“Saya sangat bangga melihat bagaimana tim insinyur kami melakukan penelitian terhadap cedera otak, kemudian melahirkan sebuah pencapaian yang penting dalam sejarah desain airbag,” kata Jim Keller, President Honda R&D America, dalam keterangan resminya, Rabu (1/7).

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Automotive

SUV Baru MIlik Suzuki Bernama Across, Berbasis Toyota RAV4 PHEV

Published

on

Finroll – Jakarta, Suzuki baru saja memperkenalkan untuk pertama kalinya di dunia SUV baru bernama Across yang akan diluncurkan beberapa bulan ke depan. Accros merupakan model yang dirancang berbasis Toyota RAV4 Prime PHEV hasil kerja sama kedua merek.

Across adalah SUV terbesar yang dimiliki Suzuki, posisinya berada di atas Vitara. Dimensinya mirip RAV4, yakni panjang 4.635 mm, lebar 1.855 mm, tinggi 1.690 mm, dan wheelbase 2.690 mm.

Ukuran tubuh itu membuat Across muat lima penumpang dan punya kapasitas bagasi 490 liter.

Suzuki Across PHEV berbasis Toyota RAV4 Prime PHEV. (Dok. Suzuki)

Dapur pacu Across mengadopsi sistem plug-in hybrid milik RAV4. Salah satu sumber penggerak yakni mesin bensin 4-silinder 2.500 cc yang menghasilkan 175 tenaga kuda, kemudian ditambah dua motor listrik.

Satu motor listrik mengeluarkan 182 hp dan 270 Nm ke kedua roda depan, sementara satu lainnya, 54 tenaga kuda dan 121 Nm, menyuplai energi ke kedua roda belakang. Belum ada pernyataan resmi soal performa gabungan Across, namun diketahui RAV4 mampu menghasilkan lebih dari 300 hp.

Across diklaim sanggup dipacu hingga 180 km per jam dan dibekali sistem gerak 4×4 E-Four dari Suzuki.

Terdapat empat mode mengemudi, yaitu EV untuk murni listrik, Auto EV, Auto HV, dan HV. Baterai 18,1 kWh yang berada di bawah lantai membuat Across mampu dikemudikan sejauh 75 km hanya menggunakan energi listrik.

Interior Across mirip RAV4, namun beberapa elemen sudah diubah sesuai selera Suzuki. Pada sistem hiburan dilengkapi layar sentuh 9 inci, terbesar yang pernah dimiliki mobil Suzuki, termasuk fitur Apple CarPlay dan Android Auto.

Across akan dijual untuk pasar Eropa lebih dulu. Mobil ini sudah dilengkapi berbagai fitur pembantu mengemudi seperti Pre-Collision System (PCS), Lane Tracing Assist (LTA), dan Dynamic Radar Cruise Control (DRCC).

Sebelum Across hadir, kerja sama Suzuki dan Toyota sudah terlihat pada Toyota Glanza yang merupakan hasil rebadge Suzuki Baleno. Selain itu Toyota juga sudah menjual Urban Cruiser berbasis Suzuki Vitara Brezza.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending