Connect with us
[adrotate group="1"]

Business

Inilah Deretan Pemenang Indodex Short Film Festival 2019

Published

on


Finroll.com — Puncak acara Indodax Short Film Festival 2019 (ISFF 2019) akhirnya ditutup dengan perhelatan Awarding Night di Gedung Usmar Ismail Jakarta. Sejumlah sineas perfilman Indonesia ikut menyemarakkan malam penganugerahan ini.

Tak hanya itu, tercatat hampir 300 masyarakat dari berbagai kalangan juga turut hadir mengikuti serangkaian acara seperti festival eksibisi, workshop, temu komunitas, dan penayangan film pendek.

Oscar Darmawan selaku CEO Indodax pada saat pembukaan acara menyebutkan ISFF 2019 diinisiasi guna mewadahi masyarakat terutama kaum millennial untuk lebih aktif dan berani mengekspresikan gagasannya yang kreatif, inspiratif, dan edukatif berbentuk film pendek.

Disamping itu, pergelaran ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan industri kreatif di Indonesia di dunia perfilman dan sebagai apresiasi kepada para sineas perfilman Indonesia.

“ISFF 2019 kami gelar untuk dapat menjadi sarana dan peluang bagi masyarakat Indonesia untuk saling belajar serta memberikan inspirasi dalam upaya mengembangkan perfilman nasional sambil menjalankan misi kita untuk memberikan edukasi seputar blockchain dan digital aset di Indonesia”, tambah Oscar Darmawan.

Tidak ketinggalan, dua sineas perfilman Indonesia sekaligus salah dua dewan juri ISFF 2019 yaitu Fajar Nugros dan GoenRock turut memberikan komentar.

Mereka menyebutkan bahwa acara ini sangat efektif dalam menumbuhkembangkan ide dan kreatifitas masyarakat Indonesia di dunia seni perfilman, membangun semangat kolaborasi antar filmmaker lain untuk terus meramaikan industri perfilman, serta sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih mencintai film Indonesia.

“Saya sangat senang Indodax telah berhasil menggelar festival seperti ini yang mana memberi ruang dan kesempatan munculnya bakat-bakat baru di dunia film Indonesia”, ungkap Fajar Nugros.

Disela-sela diskusi ringan, GoenRock menyebutkan bahwa sebagian besar filmmaker yang sudah mengumpulkan karya film pendeknya di Indodax Short Film Festival 2019 dinilai telah mampu menginterpretasikan tema Aset Masa Depan dengan ide-ide yang beragam walaupun dihadapkan dengan berbagai keterbatasan ketika atau saat akan memproduksi. Dengan potensi yang ada, GoenRock percaya dalam waktu dekat mereka akan menjadi filmmaker profesional.

“Setelah melihat film-film pendek yang sudah masuk, saya percaya bahwa mereka semua berpotensi untuk menjadi filmmaker profesional dalam waktu dekat dan semoga ke depan Indodax memiliki terobosan baru yakni rutin mengadakan workshop pembuatan film di seluruh pelosok negeri secara berkala,” tambah GoenRock.

Dalam pelaksanaan perdananya, lebih dari delapan puluh tim yang melakukan submisi dari 2 September hingga tanggal 3 November 2019. Dari film-film yang masuk, kemudian dipilih sepuluh film terbaik yang kemudian ditayangkan dan dinilai kembali pada Awarding Night guna menentukan 5 film yang berhak mendapatkan kategori pemenang.

Adapun yang kemudian keluar sebagai pemenang adalah film berjudul Mitos sebagai Best Short Film, Sudut Rumah sebagai Best Director, Galaxy Adventure sebagai Best Commercial Version, Kinanthi sebagai Most Favorite, dan Juara Sejati sebagai Appreciation Award.

Indodax adalah perusahaan berpengalaman dalam bidang aset digital dan blockchain serta penyedia platform jual-beli aset digital seperti Bitcoin, Ethereum, Litecoin dan lebih dari 50 aset digital lainnya. Indodax berdiri sejak tahun 2014 dan melayani lebih dari 1,8 juta orang di Indonesia.

Indodax juga memiliki hampir 200 karyawan dengan partner di seluruh dunia, seperti China, Singapura, Eropa, Korea Selatan, Mexico dan India yang berpengalaman dalam bidang aset digital. Selain itu, kami memiliki customer support yang siap membantu para member selama 24/7. Kami berdedikasi kepada member dan calon member untuk bertransaksi aset digital menggunakan Rupiah dengan sistem terbaik, tercepat, termudah dan teraman. Info lebih lanjut dapat berkunjung ke www.indodax.com.

Temukan Kami di Media Sosial
Facebook : https://www.facebook.com/indodax/
Instagram : https://www.instagram.com/indodax/
Twitter : https://twitter.com/Indodax
Youtube : https://www.youtube.com/c/indodax

Advertisement Valbury

Makro Ekonomi

Sri Mulyani Pastikan Resesi Melanda RI

Published

on

FINROLL.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini minus 0,6 persen hingga 1,7 persen. Proyeksi ini lebih parah dari sebelumnya yang mematok PDB minus 0,2 persen hingga 1,1 persen.

“Ini artinya, negatif kemungkinan terjadi pada kuartal ketiga dan berlangsung pada kuartal keempat yang kita masih upayakan (pertumbuhannya) mendekati nol,” ujar Ani, sapaan akrabnya, dalam paparan APBN Kita, Selasa (22/9).

Sementara untuk 2021 nanti, pertumbuhan ekonomi ditargetkan 4,5 persen-5,5 persen. Target ini lebih rendah dari proyeksi institusi asing yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa menyentuh 6 persen.

Dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang minus pada Kuartal III, maka dipastikan Indonesia akan mengalami resesi setelah mengalami pertumbuhan negatif pada Kuartal II.

Namun demikian, sambung Ani, perkiraan-perkiraan itu masih sangat bergantung dengan perkembangan kasus covid-19 di dalam negeri yang banyak memengaruhi aktivitas ekonomi.

Dari sisi konsumsi rumah tangga, ia memproyeksi pertumbuhannya terkontraksi hingga minus 3 persen. Kemudian, investasi anjlok hingga minus 6,6 persen-8,5 persen.

Sebelumnya, pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi di kisaran minus 0,2 persen hingga 1,1 persen. Angka ini jauh dari prediksi awal di kisaran minus 0,4 persen hingga positif 2,3 persen.

Hal ini dikarenakan pandemi covid-19 masih menekan ekonomi dalam negeri, seiring dengan meningkatnya kasus penyebaran virus corona. (CNNIndonesia)

Continue Reading

Business

Di Masa Pandemi, Perkembangan Industri AMDK Tetap Tumbuh

Published

on

Finroll.com — Perkembangan industri minuman, khususnya air minum dalam kemasan (AMDK), saat ini terus meningkat. Bahkan di tengah pendemi permintaan produk AMDK terus naik.

Diperkirakan pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin), yang di dalamnya terdapat AMDK , akan tetap tumbuh di semester II-2020, meski masih ada tekanan ekonomi, yakni sekitar 0,22 persen.

Melalui diskusi virtual bertema “Menyelaraskan Keamanan Kemasan dengan Pelestarian”, yang diselenggarkan oleh Forum Jurnalis Online (FJO), Selasa (15/9/2020),
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Edy Sutopo, memperkirakan kontribusi industri mamin termasuk AMDK terhadap PDB industri pengolahan non-migas tergolong tinggi, yaitu 39,51 persen di semester II-2020.

Nilai ekspor produk AMDK ditaksir mencapai USD7,49 juga dengan serapan investasi khusus untuk industri AMDK sebesar USD62 juta (PMA) dan Rp1,82 triliun ( PMDN ).
“Market share dari industri AMDK selama ini cukup tinggi, mencapai 84 persen, minuman isotonik dan sari buah 12,4 persen dan minuman berkarbonasi sebesar 3,6 persen,” ujar Sutopo.

Meski diakuinya pangsa pasar produk AMDK begitu besar, namun ada ancaman cukup serius terhadap kelestarian alam, yaitu sampah plastik atau botol dari AMDK tersebut.
Kesadaran konsumen untuk tertib dan bijak dalam membuang dan mengangani sampak plastik atau botol bekas AMDK masih sangat rendah. Bahkan akhir-akhir ini saluran air seperti sungai, selokan dipenuhi sampah plastik sisa makanan atau minuman.

Ini tentu sangat mengancam kelestarian lingkungan dan juga industri AMDK sendiri. Apabila lingkungan tercemar, air baku yang digunakan untuk industri AMDK juga akan tercemar, sehingga dapat mengancam keamanan dan kesehatan masyarakat selaku konsumen.

“Masyarakat belum tinggi kesadarannya, masih banyak yang buang sampah di lingkungan, jadi industri selaku produsen perlu tingkatkan R&D (research and development) untuk olah plastik lebih aman dan juga perlu ada tanggung jawab terhadap lingkungan,” paparnya.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN), Rachmat Hidayat, membenarkan bahwa sampah plastik kemasan untuk air minum yang digunakan berpotensi mengganggu keseimbangan lingkungan apabila tidak diolah dengan baik dan benar.

Namun dipastikan anggota ASPADIN sudah menyatakan komitmennya untuk membantu mengurangi sampah plastik dengan gerakan 3R yaitu reduce, reuse dan recycle. Dia juga memastikan penggunaan plastik untuk AMDK telah terstandarisasi dan aman untuk kesehatan.

Diakuinya di tengah upaya untuk terus menggenjot penjualan, menjaga kelestarian alam dan upaya penanganan sampah plastik, ASPADIN kerap menemui berbagai hambatan di lapangan. Salah satunya adalah ketidaksinkronan antara peraturan pemerintah pusat dan daerah dalam hal investasi pada sektor ini.

Akibatnya dalam upaya mengembangkan bisnis AMDK kerap tidak bisa berjalan mulus. Menurutnya banyak peraturan daerah yang kurang mendukung perkembangan industri ini. Padahal pabrik pengolahan AMDK rata-rata berada di daerah karena dekat dengan bahan baku (sumber air).

“Tantangan kita adalah tidak sinkronnya regulasi antara pusat dan daerah, itu jadi penghambat investasi kita. Nah yang bikin kita pusing juga kerap sekali galon kita dipakai oleh pihak-pihak yang tidak berhak,” pungkasnya.

Continue Reading

Makro Ekonomi

Hindari Penipuan, Inilah Exchanges Aset Kripto yang telah terdaftar di BAPPEBTI

Published

on

Finroll.com — Keberadaan Aset Kripto di Indonesia kerap dicap negatif oleh masyarakat, maraknya oknum yang menggunakan teknologi aset kripto dalam menjalankan modus operasinya meresahkan dan merugikan banyak pihak. Untuk mencegah hal ini Bank Indonesia sempat mengeluarkan Surat Pernyataan no: 16/6/Dkom yang berisi “Bank Indonesia menyatakan SID Bitcoin dan Virtual Currency lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia” pada februari 2014 Silam.

Namun lain halnya sekarang, memperjual belikan Aset Kripto seperti Bitcoin, Litecoin, dan Ethereum, telah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2018, Tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto (Crypto Asset). Hal ini menjadi kabar baik untuk seluruh penggiat aset kripto di Indonesia.

Mekanisme perdagangan aset kripto ini kemudian lebih lanjut dilegalkan dalam Peraturan BAPPEBTI Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka, yang didalamnya termasuk mengatur mekanisme perizinan untuk para exchange yang memperjualbelikan aset kripto seperti Bitcoin dan token lainnya. Hingga 29 Mei 2020, terdapat 13 Perusahaan atau Entitas yang telah mendapatkan tanda daftar dari BAPPEBTI sebaGai calon pedagang asset kripto, yaitu:
1. PT Crypto Indonesia Berkat
2. PT Upbit Exchange Indonesia
3. PT Tiga Inti Utama
4. PT Indodax Nasional Indonesia
PT Pintu Kemana Saja
5. PT Zipmex Exchange Indonesia
6. PT Bursa Cripto Prima
7. PT Luno Indonesia LTD
8. PT Rekeningku Dotcom Indonesia
9. PT Indonesia Digital Exchange
10. PT Cipta Koin Digital
11. PT Trinity Investama Berkat
12. PT Plutonext Digital Aset

Lebih lanjut lagi, Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) beserta 10 dari pedagang fisik aset kripto yang telah mendapatkan tanda daftar, dengan dukungan dari BAPPEBTI kemudian melakukan kampanye “tetap aman dan legal”.

Dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat di Indonesia, A-B-I juga akan mengadakan Konferensi Daring, “Indonesian Blockchain Conference” pada 15 September 2020 yang akan datang.

Chairman A-B-I, Oham Dunggio berpesan “Kami harap melalui konferensi ini masyarakat Indonesia bisa mengerti tentang potensi teknologi Blockchain, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama memberikan pemahaman dasar agar dapat membedakan project scam dan project real. Ini adalah persembahan kami dari Asosiasi untuk mendorong perkembangan teknologi Blockchain di Indonesia”

Sementara itu Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar BAPPEBTI, Sahudi, menyampaikan “peraturan tentang aset kripto yang dikeluarkan pemerintah dalam hal ini BAPPEBTI, Kementerian Perdagangan bertujuan memberikan kepastian hukum dan kepastian berusaha terhadap para pelaku usaha perdagangan aset kripto di Indonesia. Selain itu, juga untuk menumbuhkan kepercayaan dan keamanan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dan bertransaksi aset kripto.

Lebih lanjut Sahudi mengatakan “Kami menyambut baik rencana A-B-I yang akan mengadakan Konferensi Daring, “Indonesian Blockchain Conference” dan berharap konferensi dapat berjalan dengan baik. Semoga dengan acara ini, masyarakat luas dapat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai technology Blockchain dan Aset Kripto sebagai komoditi yang diperdagangkan di pasar fisik bursa berjangka di Indonesia”.

Info Kontak : www.asosiasiblockchain.co.id
Lampiran: Poster Kampanye “Tetap Aman & Legal”

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending