Connect with us

Science & Technology

Instagram Siapkan Fitur Khusus “Creator Account” Untuk Para Influencer

Published

on


Instagram Siapkan Fitur Khusus "Creator Account" Untuk Influencer dan Selebgram

Finroll.com – Instagram kini sedang menyiapkan fitur khusus bagi para influencer dan selebgram melalui jenis akun baru yang bertajuk “Creator Account“.

Akun khusus ini nantinya akan memungkinkan para influencer, selebgram, dan para artis atau seniman papan atas dapat memanfaatkan beberapa tools yang telah tersedia di dalamnya.

Menurut Ashley Yuki, Product Manager Instagram, pengujian fitur pada akun ini dilakukan dalam rangka mempermudah para influencer saat menggunakan Instagram.

Selama ini, para influencer masih menggunakan akun Instagram biasa yang fiturnya dipandang kurang sesuai untuk mereka.

“Kami ingin membuat Instagram menjadi tempat terbaik dan platform termudah untuk membangun komunitas dan fans dalam mengembangkan personal brands mereka,” ujar Ashley Yuki, Product Manager Instagram dikutip dari The Hollywood Reporter.

Tiga fitur influencer

Setidaknya akan ada tiga fitur anyar yang bakal disertakan dalam “Creator Account” ini.

Ketiga fitur tersebut yaitu, informasi perkembangan akun (growth insights), penyaringan pesan masuk (direct messaging, DM), dan label fleksibel untuk kontak di profil.

Untuk growth insights, pengguna dapat menelisik berapa banyak jumlah pengikut serta pertumbuhan atau penurunan berdasarkan data statistik harian dan mingguan.

Pengguna juga bisa melihat posting mana yang memicu pertumbuhan atau penurunan sehingga bisa melakukan penyesuaian bila diperlukan.

Yuki mengatakan fitur insight ini dapat diterapkan untuk posting sebuah gambar atau video di linimasa utama, Stories, ataupun IGTV.

Untuk Direct Messaging (DM) Tools sendiri, para influencer nantinya akan bisa menyaring pesan DM, apakah sudah atau belum dibaca, dan ditandai (flagged).

Lalu, label kontak di laman profil bisa digunakan untuk mengatur bagaimana si pengguna ingin dihubungi, seperti misalnya klik label untuk menelepon atau mengirim e-mail.

Creator Account berbeda dari Business Account yang ditujukan untuk brand atau bisnis, dan diharapkan bisa membantu influencer dalam memanfaatkan Instagram.

Kendati fiturnya sudah dibeberkan oleh Yuki, belum diketahui pasti kapan Creator Account ini disebarkan melalui pembaruan di Instagram.

Yang pasti, rangkaian fitur ini masih dalam tahap uji coba oleh segelintir pengguna dan rencananya akan disebarkan secara meluas mulai tahun depan.

sumber: Teknologi.id

Science & Technology

Rayakan Satu Dekade, Xiaomi Akan Luncurkan Seri Terbaru Mi 10

Published

on

By

Ilustrasi. (Xiaomi Indonesia).

Finroll.com, Jakarta –  Xiaomi dikabarkan bakal meluncurkan varian terbaru dari produk unggulan Xiaomi Mi 10 pada 11 Agustus 2020. Peluncuran itu untuk menandai satu dekade Xiaomi berkiprah di dunia ponsel pintar atau sejak pertama meluncurkan Mi 1.

Peluncuran seri terbaru Mi 10 akan berlangsung secara virtual. Ada sejumlah nama terbaru dari varian Mi 10 yang beredar, mulai dari Mi 10s, Mi 10 Pro Plus, hingga Xiaomi Mi 10 Extreme Commemorative Edition yang paling berpotensi.

Melansir GSM Arena, Xiaomi Mi 10 seri terbaru tampaknya merupakan handset M2007J1SC yang disertifikasi oleh otoritas 3C bulan lalu . Baru-baru ini, ponsel Xiaomi baru juga terlihat di platform benchmark seperti AnTuTu dan Geekbench.

Xiaomi Mi 10 terbaru diprediksi akan menggunakan layar AMOLED melengkung 6,67 inci. Layar ponsel anyar itu juga diduga bisa mendukung kecepatan refresh 120Hz.

Meski demikin, belum jelas apakah ponsel itu akan ditenagai oleh Snapdragon 865 atau Snapdragon 865+.

Melansir Gizmochina, Xiaomi Mi 10 terbaru kemungkinan akan menggunakan baterai 4.500mAh. Selain itu, ponsel tersebut akan didukung dengan pengisian cepat 120W dan teknologi pengisian nirkabel super cepat 55W.

Dari sisi kamera, Mi 10 terbaru kemungkinan akan menggunakan lensa 48 megapiksel  di bagian belakang. Selain itu, ponsel itu juga akan dilengkapi dengan lensa makro hingga ultrawide.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Science & Technology

Apple Hapus 30 Ribu Aplikasi dari China di App Store

Published

on

By

Ilustrasi Apple. (AP/Ng Han Guan)

Finroll.com, Jakarta –  Apple telah menghapus lebih dari 30 ribu aplikasi China dari App Store. Qimai Research Institute mengatakan sekitar 90 persen dari 30 ribu aplikasi itu adalah aplikasi game.

Penghapusan ini dimulai dari awal Juni dan meningkat pada Juli. Penghapusan ini dilakukan Apple untuk menghapus aplikasi yang tidak memiliki persetujuan atau lisensi dari China.

Apple sebelumnya telah memperingatkan para pengembang dan penerbit bahwa game iOS akan memerlukan lisensi untuk terus beroperasi di China.

Apple secara eksplisit mengatakan setiap game yang tidak berlisensi akan dilarang dan dihapus setelah 31 Juli. Setelah pembersihan di App Store pada Sabtu (1/8), ada sekitar 179 ribu gim tersisa di App Store China.

Dilansir dari Bloomberg, China adalah salah satu pasar terbesar Apple untuk menjual barang dan layanan digital. Adanya kekhawatiran tentang menjamurnya kecanduan di antara anak di bawah umur dan penyebaran konten ofensif, regulator telah mengadopsi proses peninjauan yang lebih ketat dan lebih lambat.

Dilansir ari 9to5mac, Apple  menghapus ribuan aplikasi dari App Store karena aplikasi itu tidak memenuhi persyaratan peraturan untuk pembayaran. Apple menghapus lebih dari tiga ribu game dari App Store di China selama 1 Juli dan 2 Juli.

Qimai mengatakan Apple telah mengingatkan akan menghapus gim kepada pengembang gim pada 8 Juli apabila gim tersebut tidak memenuhi persyaratan peraturan.

Tencent Holdings Ltd. dan ByteDance Ltd. juga akan terdampak akibat peraturan ini. Sebab mereka akan kehilangan pendapatan dari iklan yang berada di gim.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Science & Technology

Tiga Tren IoT yang Berkembang Selama Pandemi Corona

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia Teguh Prasetya mengatakan di saat pandemi virus corona SARS-CoV-2 (Covid-19) ada tiga Internet of Things atau IoT yang telah berkembang pesat yaitu kesehatan, agrikultural, dan energi.

Misalnya pada industri kesehatan, saat ini banyak perangkat IoT yang dimanfaatkan contoh mengukur suhu tubuh yang dikenal dengan thermal detection dan lainnya.

“Jadi terhadap sektor apa saja terutama di kala pandemi ini ada tiga sektor yang tumbuh cepat di IoT, yang pertama adalah health care ini dipaksa tumbuh sedemikian cepat seperti mulai dari thermal detection sampai remote monitoring,” kata Teguh lewat konferensi pers lewat siaran langsung di Jakarta, Rabu (29/7).

Kemudian sektor agrikultural juga membutuhkan teknologi IoT seperti remote monitoring karena saat ini para pelaku industri ini susah untuk mengecek jualan mereka.

Yang terakhir dari sektor energi dalam hal ini misalnya energi air, elektronik, dan gas juga menggunakan remote monitoring.

Menyoal IoT, Korea Selatan merupakan salah satu negara yang memanfaatkan teknologi ini untuk meredam pademi virus corona baru.

Korea Selatan punya platform dan aplikasi berteknologi big data di Korea Selatan, di mana salah satu contohnya adalah platform sistem suplai masker bagi kebutuhan publik.

Melalui sistem tersebut pemerintah Korea Selatan dapat mengetahui jumlah stok masker untuk apotek.

Manfaat big data dan georeference sangat luas, salah satunya dengan menelusuri riwayat perjalanan pasien terjangkit Covid-19.

Berdasarkan data tersebut pemerintah kemudian bisa mengidentifikasi orang dalam pengawasan (ODP).

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending