Connect with us

Nasional

Istana Presiden Sempat Tergenang, Hujan Deras Di Jakarta

Published

on


Finroll – Jakarta,  Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Senin (24/2) malam menimbulkan banjir dan genangan di sejumlah wilayah. Salah satunya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Dari keterangan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, air sempat menggenangi sekitar Masjid Baiturrahhim di Kompleks Istana Kepresidenan.
“Istana banjir,” ujar Pramono saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (25/2)

Namun dari keterangan Biro Pers Istana, genangan air telah surut sejak pukul 07.00 WIB pagi tadi. Dari sejumlah video yang dibagikan terlihat tak ada lagi genangan air di Kompleks Istana Kepresidenan.

Kepala Sekretaris Presiden Heru Budi Hartono telah berkeliling di sekitar kawasan Istana. Di bagian lorong yang sempat tergenang juga telah surut.

Hujan deras yang mengguyur Jakarta dari Senin (24/1) malam hingga Selasa pagi (25/1) membuat sejumlah ruas jalan tergenang.

Berdasarkan pantauan akun resmi TMC Polda Metro Jaya di Twitter, beberapa jalan bahkan dialihkan karena tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor.

Kawasan di sekitar Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, juga ikut terendam banjir. Berdasarkan informasi dari akun Twitter @TMCPoldaMetro hingga pukul 07.00 WIB pagi tadi, air setinggi 20-30 sentimeter menggenangi Jalan Medan Merdeka Timur arah Monas Timur, tepatnya di depan gedung Pertamina. Akibatnya, lalu lintas di sekitar kawasan itu tersendat.

Jalan Medan Merdeka Timur bahkan sudah tak bisa dilintasi. Genangan setinggi 15-20 cm juga muncul di kawasan gedung PLN Gambir, Jakarta Pusat, menuju arah kantor Kedubes Amerika Serikat.

Sumber : CNN Indonesia

Advertisement Valbury

Nasional

Update Corona : 1.046 Kasus, 87 Meninggal, 46 Sembuh

Published

on

Jumlah pasien positif terinfeksi Virus Corona (Covid-19) di Indonesia bertambah signifikan. Pada Jumat (27/3), angkanya mencapai 1046 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 87 orang, dengan jumlah yang sembuh 46 orang.

“Ada penambahan kasus cukup signifikan ada 153 kasus baru yang kita dapatkan,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, di gedung BNPB, Jakarta, Jumat (27/3).

“Sehingga total kasus menjadi 1046,” ia menambahkan.

Yuri melanjutkan kasus kematian akibat Covid-19 hingga saat ini mencapai 87 orang.

“Ada sembilan kematian baru sehingga totalnya menjadi 87 orang,” ungkap dia.

Selain itu, jumlah pasien Corona yang sembuh menjadi 46 orang.

“Ada 11 pasien dinyatakan sembuh sehingga total sembuh 46,” ucap Yuri.

Pada Kamis (26/3), jumlah pasien positif sebanyak 893 orang, dengan korban meninggal 78 orang, dan pasien yang sembuh 35 orang.

Yuri menyebut peningkatan kasus positif Corona ini terjadi akibat ketidakpatuhan masyarakat terhadap anjuran jaga jarak atau social distancing, baik di luar maupun di dalam rumah, hingga tidak disiplin mencuci tangan.

Continue Reading

Nasional

Peneliti Inggris: Ribuan Kasus Corona RI Tak Terdeteksi

Berdasarkan data, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dengan persentase mencapai 11,4 persen atau 78 kematian dari 893 kasus per Kamis (26/3). Namun, angka pengetesan Covid-19 di Indonesia termasuk yang terendah di dunia.

Published

on

Peneliti Inggris menyatakan jumlah kasus Covid-19 yang tidak terdeteksi di Indonesia sebenarnya bisa mencapai puluhan ribu hingga ratusan ribu kasus. Namun, kasus-kasus infeksi virus corona SARS-COV-2 ini tidak terdeteksi karena rendahnya tingkat pengetesan oleh pemerintah.

FINROLL.COM — Hal ini diungkap peneliti Pusat Pemodelan Matematika Penyakit Menular (CMMID) London, Inggris. Mereka yang mengembangkan pemodelan matematika untuk memprediksi secara kasar kemungkinan jumlah kasus penyebaran Covid-19 di suatu negara berdasarkan jumlah kematian.

Menurut pemodelan tersebut, satu kematian yang dikonfirmasi di suatu negara seperti Indonesia, sebenarnya bisa digunakan untuk menghitung beban kasus yang sebenarnya.

Pemodelan ini mempermasalahkan soal tingginya persentase tingkat kematian Covid-19 di Indonesia. Mereka memperkirakan tingginya angka kematian ini disebabkan pemerintah kurang agresif melakukan pengetesan para terduga Covid-19.

Berdasarkan data, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dengan persentase mencapai 11,4 persen atau 78 kematian dari 893 kasus per Kamis (26/3). Namun, angka pengetesan Covid-19 di Indonesia termasuk yang terendah di dunia.

Pekan lalu, Indonesia baru melaksanakan 1.727 tes. Jika dibandingkan dengan total penduduk, baru satu orang di tes dari 156 ribu orang. Dengan demikian, diperkirakan masih banyak penderita Covid-19 yang belum teridentifikasi. Pembelian 150 ribu alat tes dari China diharapkan bisa mempercepat identifikasi mereka yang terduga terinfeksi virus corona.

Prediksi pemodelan CMMID tergantung pada dua variabel kunci, yakni tingkat kematian dan tingkat penularan, serta mengukur berapa banyak orang yang kemungkinan akan terinfeksi oleh satu orang

Mereka lalu membandingkan tingkat kematian di Indonesia ini dengan data kematian Covid-19 WHO sebesar 3 persen (3 kematian per 100 kasus). Meski demikian, para ahli virologi dan epidemologi percaya tingkat kematian virus ini di bawah 1 persen.

Tingkat penularan Covid-19 juga diperkirakan ada di angka 2 dan 3, yang artinya tiap pasien positif, menularkan kepada dua atau tiga orang lain.

Kombinasi dua data ini, digabungkan dengan angka kematian di Indonesia, maka para ahli memperkirakan sebenarnya tingkat infeksi Covid-19 di RI sudah lebih besar.

Perkiraan konservatif, menurut pemodelan CMMID dengan tingkat kematian Covid-19 sebesar 1 persen dan tingkat penularan kepada 2 orang memprediksi telah ada 70.848 kasus virus corona baru di Indonesia.

Sementara jika angka tingkat infeksi ditingkatkan ke angka 3, maka kemungkinan terdapat 251.424 kasus di Indonesia. Di mana satu kematian Covid-19 akan menunjukkan ada 5.238 kasus di masyarakat. Nilai sebenarnya kemungkinan berada di antara keduanya.

Angka ini didapat berdasarkan data kematian Covid-19 pada Senin (23/3). Saat itu, data kematian di Indonesia masih di angka 48 orang.

Associate CMMID profesor Stefan Flasche mengatakan bahwa jumlah kasus virus corona baru akan meningkat dua kali lipat setiap tujuh hari.

“Orang akan berharap bahwa kira-kira enam kematian yang dilaporkan per hari yang Anda lihat saat ini [di Indonesia] akan meningkat menjadi 12 kematian per hari minggu depan  dan 24 kematian per hari setelahnya. [Itu akan berhenti] kecuali ada upaya besar yang bertujuan untuk menghentikan penyebaran melalui misalnya, social distancing,” katanya, seperti dikutip ABC.

Ketika ditanya kemungkinan ada 1 juta kasus di Indonesia pada akhir April, menurutnya hal itu mungkin terjadi. Kemungkinan ini berkaca dari tingginya populasi di Indonesia dengan 270 juta penduduk.

“Mungkin membuat semi-masuk akal, sebagai skenario terburuk,” tuturnya.

Profesor Niall Ferguson dari Imperial College di London, Inggris, juga mendukung perhitungan ini. Menurutnya, satu kematian menunjukkan setidaknya seribu kasus di masyarakat dengan asumsi tingkat kematian 1 persen.

“Kami kira epidemi tanpa adanya pengukuran…mungkin akan naik dua kali lipat tiap lima hari…dan hanya satu dari 100 orang yang terinfeksi akan meninggal,” tuturnya.

“Jika penderita sudah menunjukkan gejala, butuh 20 hari atau lebih hingga mereka meninggal. Sehingga angka kematian hari ini menunjukkan epidemi yang terjadi 20 hari lalu.”

“Epidemi saat itu (20 hari lalu) pasti 10 kali lebih kecil. Jika dikalikan dengan angka 100 angka kematian, maka didapat faktor pengali 1.000 kasus.”

Sebelumnya, Menteri Kesehatan memprediksi kemungkinan 700 ribu kasus di Indonesia. Namun, tidak menjelaskan kapan Indonesia akan mencapai angka ini.

Melansir News, mantan perdana menteri Australia Kevin Rudd memperingatkan bahwa situasi yang ada di Indonesia dapat memiliki konsekuensi serius bagi Australia.

“Teman dan tetangga kita Indonesia, populasi 275 juta, sekarang berada di puncak bencana virus corona yang tinggi. Ini memiliki implikasi keamanan nasional yang besar bagi Jakarta dan Canberra. Ini akan membutuhkan solidaritas dan diplomasi yang sangat terampil di masa depan,” kata Rudd. (CNN)

Continue Reading

Nasional

Update : 893 Pasien Corona RI 78 Meninggal, 35 Sembuh

Published

on

Pemerintah mengumumkan ada penambahan pasien meninggal akibat virus Corona (COVID-19) sebanyak 20 orang. Hingga hari ini, jumlah kasus positif mencapai 893 kasus, dengan jumlah kasus meninggal menjadi 78 orang.

Sementara itu, pasien yang sembuh saat ini sebanyak 35 orang.

Berikut sebaran pasien corona yang sembuh dan meninggal di beberapa wilayah:Sebaran wilayah pasien corona RI yang sembuh:

– Banten (1)
– DI Yogyakarta (1)
– DKI Jakarta (25)
– Jawa Barat (5)
– Jawa Timur (3)

Sebaran wilayah pasien corona RI yang meninggal:

– Bali (2)
– Banten (4)
– DI Yogyakarta (2)
– DKI Jakarta (46)
– Jawa Barat (11)
– Jawa Tengah (6)
– Kepulauan Riau (1)
– Jawa Timur (3)
– Sumatera Selatan (1)
– Sulawesi Selatan (1)
– Sumatera Utara (1)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending