Connect with us

Nasional

IZI Launching dan Bedah Buku Amil Zakat Easy Going Hadapi Era 4.0

Published

on


Finroll.com — Direktur Pendayagunaan IZI sekaligus Sekjen Forum Zakat (FoZ) Nana Sudiana, kembali meluncurkan buku dengan judul Amil Zakat Easy Going, Pemikiran dan Inisiatif Zakat di Era 4. 0.

Sebelumnya Nana Sudiana juga sudah menulis buku dengan judul ‘Mengenal IZI Lebih Dekat’ serta Siapa Memudahkan, Dia Dimudahkan.

“Buku Amil Zakat Easy Going, Pemikiran dan Inisiatif Zakat di Era 4. 0. berisi 242 halaman. Buku ini mengupas mengenai kiprah amil Zakat sendiri.

Gelombang era 4.0 tak terbendung arusnya,, sehingga menyebabkan sejumlah perubahan dalam gerakan zakat di Indonesia,” ungkap Nana saat launching dan Bedah Buku Amil Zakat Easy Going, di Warung Pasta, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019).

Menurut Nana, kehadiran Era 4.0 yang disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih,, menyebabkan banyak hal dalam kehidupan manusia berubah.

Momentum yang juga disebut era revolusi industri 4.0 ini pada dasarnya bertumpu pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya. Situasi ini dikenal juga dengan fenomena disruptive innovation.

Menghadapi tantangan tersebut, para amil di gerakan zakat Indonesia mau tidak mau harus beradaptasi untuk bisa terus sukses dan lincah (agile) mengawal dan membersamai gerakan zakat Indonesia menuju cita-citanya, yakni mewujudkan masyarakat adil dan makmur, sejahtera dan memiliki kesadaran ber-Islam dengan baik sesuai dengan ajaran zakat selama ini,” pungkas Nana.

Sementara, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, H. Muhammad Fuad Nasar S.Sos mengatakan, perkembangan dunia zakat beberapa tahun terakhir ditandai dengan meningkatnya produktivitas gagasan dan narasi zakat sebagai instrumen keuangan sosial Islam.

“Dalam kaitan itu amil merupakan pilar terdepan gerakan zakat karena amil bertanggung jawab mewujudkan maximum output pengelolaan zakat,” ujarnya.

Dikatakannya, semakin besar potensi zakat yang dapat dihimpun dan didayagunakan kepada mustahik melalui kerja profesional amil, semakin besar kontribusi umat Islam dalam merealisasikan cita-cita beragama dan tujuan bernegara, di dalam aspek kemakmuran dan kesejahteraan hidup manusia,” tambahnya.

“Pengelolaan zakat di Indonesia lanjutnya dilandasi syariat Islam dan perundang-undangan yang mengharuskan setiap lembaga taat asas.

Permasalahan sosial-ekonomi yang dihadapi bangsa kita, terutama kemiskinan, membuka ruang keterlibatan gerakan zakat dalam upaya mengatasinya.

Dalam ekosistem zakat nasional, antara fungsi regulasi, dukungan institusi pusat dan daerah, wewenangkelembagaan, sinergi antar-otoritas, penguatan program dan layanan, pengembangan literasi dan audit syariah harus saling mendukung satu sama lain,” tukasnya.(red)

Advertisement

Nasional

4 WNI Positif Corona di Luar Negeri

Published

on

By

Meski kasus positif corona belum ditemukan di Indonesia, pemerintah sudah mengonfirmasi ada empat WNI yang menderita COVID-19. Kasus pertama merupakan WNI yang berada di Singapura. Ia diketahui positif terinfeksi corona pada 4 Februari lalu.

FINROLL.COM — Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan Singapura ((Ministry of Health Singapore/MOH)), WNI tersebut berprofesi sebagai asisten rumah tangga. Ia berusia 44 tahun dan tertular karena kontak dengan penderita lain.

Saat ini ia berada di ruang isolasi Singapore General Hospital (SGH). Menurut Kementerian Luar Negeri hingga Senin (17/2/2020), kondisi WNI ini dalam keadaaan stabil.

Kasus terbaru terjadi di Kapal Pesiar Diamond Princess. Sejak awal Februari lalu, kapal pesiar ini memang dikarantina Jepang saat merapat di Yokohama karena satu penumpangnya terinfeksi corona di Hong Kong.

Dari pembicaraan dengan Dubes Jepang, Menlu Retno Marsudi mengatakan ada tiga dari 78 WNI yang menjadi kru kapal, positif terinfeksi. Meski demikian, Menlu enggan memaparkan detil soal korban.

“Tiga dari 78 kru WNI dinyatakan confirmed,” tegasnya saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian Luar Negeri.

Dua penderita dibawa ke RS di kota Chiba. Sementara yang satu sedang menjalani proses untuk menuju ke RS.

Ia pun mengatakan Tim KBRI juga sudah menuju ke Chiba. Ini dilakukan guna memastikan WNI kita mendapatkan penanganan yg baik dari otoritas di Jepang.

Total orang yang ada di dalam kapal mewah itu adalah 3711, terdiri dari 2.666 penumpang dan 1.045 kru. Berdasarkan arcGis pukul 14:14, kini ada 455 penderita corona dari kapal itu.

Secara global, sudah adav 73.335 kasus corona. Dengan jumlah korban tewas mencapai 1.873 dan korban sembuh 12.803

Continue Reading

Nasional

Demokrat Cemas Omnibus Law Pasung Kebebasan Pers

Published

on

Wakil Ketua Komisi I DPR fraksi Demokrat Teuku Riefky Harsya meminta pemerintah tidak mengekang kebebasan pers di Indonesia lewat Rancangan Undang-undang Cipta Kerja RUU (Ciptaker) Omnibus Law. Draf RUU sudah diserahkan pemerintah ke DPR.

FINROLL.COM — Pernyataan tersebut disampaikan Riefky menyikapi perubahan dua pasal dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers sebagaimana tertuang di dalam draf Omnibus Law Ciptaker.

“Kami mengimbau pemerintah untuk membuat peraturan yang tidak mengekang kebebasan pers, sebagaimana semangat dan jiwa reformasi,” kata Riefky lewat pesan singkat kepada wartawan, Senin (17/2).

Perubahan pertama dilakukan di Pasal 11 dari yang sebelumnya berbunyi, ‘Penambahan modal asing pada perusahaan pers dilakukan melalui pasar modal’. Diubah menjadi ‘Pemerintah Pusat mengembangkan usaha pers melalui penanaman modal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang penanaman modal’.

Perubahan kedua dilakukan di Pasal 18, di mana pemerintah menaikkan empat kali lipat denda atas tindak pidana terkait pers dari Rp500 juta menjadi Rp2 miliar.

Riefky menyatakan bahwa pers adalah instrumen penting bagi demokrasi di Indonesia, khususnya sebagai jembatan penghubung publik dengan berbagai instansi pemerintahan. Oleh karena itu, pers perlu diperkuat dan dijaga oleh semua pihak dengan menjaga profesionalitas perusahaan pers atau kantor berita

Riefky menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membuat aturan yang mendegradasi kualitas pers. Menurutnya, itu berpotensi terjadi jika merujuk pada sejumlah pasal dalam RUU Omnibus Law.

“Berbagai regulasi yang dibuat jangan sampai mendegradasi kualitas laporan yang dibuat oleh pers,” tutur politikus Partai Demokrat itu.

Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Ciptaker telah diserahkan pemerintah ke DPR. Nantinya, DPR berencana membahas RUU tersebut dengan cepat meski menuai banyak kritik.

Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Supratman Andi Agtas menyebut pihaknya bisa saja membahas RUU Omnibus Law ketika DPR memasuki masa reses. Itu akan dilakukan bilamana ada permintaan dari pimpinan DPR.

“Ada penugasan dari pimpinan berdasarkan Bamus bahwa ada keinginan untuk membahas ini dalam masa reses. Itu boleh, itu dimungkinkan,” ujar Supratman kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/2).

Wakil Presiden Ma’ruf Amin pun berharap DPR bisa lebih cepat dalam membahas RUU Omnibus Law Ciptaker. Ma’ruf ingin lebih cepat dari pembahasan RUU KPK yang kala itu hanya memakan waktu 12 hari.

“Ya kita harapkan bisa lebih cepat [pembahasannya dari RUU KPK],” kata Ma’ruf di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (13/2).

Continue Reading

Nasional

Peduli Kanker Pada Anak, YOAI Gelar Kampanye Hari Kanker Anak International

Published

on

Finroll.com — Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) yang tergabung dalam Childhood Cancer International (CCI), bekerja sama dengan Pusat Kanker Nasional RS Kanker Dharmais (RSKD), kampanyekan International Childhood Cancer Day atau Hari Kanker Anak International (HKAI). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tentang Kanker pada anak, serta untuk memberi dukungan kepada para pasien, survivors, dan orang tua.

Dengan mengusung tema “Save Our Children and The Environment” kampanye ini di hadiri oleh Ibu Linda Amalia Sari Gumelar selaku Dewan Pembina Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) yang juga sebagai Ketua YKPI, sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI) periode 2019-2023, dan Ketua Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan (GPSP). Ibu Rahmi Adi Putra Tahir selaku Ketua Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI), Prof. Djajadiman Gatot selaku dewan pembina YOAI serta para dokter, Orang tua survivor kanker anak yang tergabung dalam Komunitas Cancer Buster Community (CBC).

Ketua Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI)
Rahmi Adi Putra Tahir mengatakan, tahun ini kita mengadakan hari kanker anak Internasional yang bertujuan, ingin mengajak berbagai kalangan dan masyarakat luas menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, sehingga dapat membangkitkan semangat melawan kanker,” ujarnya di bilangan Jalan Sudirman Jakarta Minggu (16/2/2020).

Selain itu kampanye ini juga sekaligus mengedukasi masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan baik, serta ditambah dengan gaya hidup sehat yang merupakan pencegahan kanker yang tepat,” tambahnya.

Rahmi menjelaskan, YOAI dibangun sebagai ungkapan rasa syukur para orang tua yang anaknya terkena kanker, dan berhasil disembuhkan. YOAI telah ditetapkan sebagai anggota Childhood Cancer International (CCI) yang beralamat di Amsterdam yang tiap tahunnya pada 15 Februari merayakan Hari Kanker Anak Internasional (HKAI) di seluruh dunia,” jelasnya.

Selama kiprahnya lanjut Rahmi, YOAI telah mempunyai enam program unggulan, diantaranya yaitu YOAI dapat membantu biaya pengobatan anak tidak mampu yang terkena kanker di lima RS di Jakarta yaitu RSCM, RSKD, RS Harapan Kita, RS Gatot Subroto dan RS Fatmawati.

YOAI memiliki program Recovery, dimana YOAI yang telah berdiri sejak 27 tahun lalu telah mempunyai Survivor Kanker Kem yaitu anak yang terkena kanker dan sudah dinyatakan sembuh dari penyakitnya. YOAI memiliki program Konseling yang dilakukan oleh Family Sporting Group yaitu para relawan dan juga oleh para Varen Club di RSCM dan RSKD,” labjutnya.

Selain itu masih katanya, YOAI juga telah membangun fasilitas kanker pada anak di RSKD dengan luas 1000 m untuk ruang perawat anak yang kemudian pada 2018 lalu diperluas 1000 meter lagi untuk perawat remaja dan telah menyumbang tujuh Mesin Apheresis di RSCM, RSKD, dan lima RS diluar kota seperti Solo, Jogya, Makasar, Bandung, Surabaya dan Bali.

YOAI juga mempunyai ‘Rumah Singgah YOAI’ yaitu rumah singgah untuk para pasien dan orang tua yang tinggal di luar kota yang ingin berobat di RSKD,” ungkapnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama Prof. Djajadiman Gatot selaku dewan pembina YOAI menambahkan, sebaiknya kenali gejala kanker sejak dini. Oleh karena itu YOAI tidak henti- hentinya menyebarkan sosialisasi pengetahuan tentang kanker agar masyarakat tau tentang penyakit ini,” tambahnya.

“Semakin cepat kanker diobati kemungkinan sembuh semakin besar,” pungkasnya.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending