Connect with us

Science & Technology

Izin Penggunaan Frekuensi Bolt, First Media, Jasnita Dicabut Hari Ini

Published

on


Izin Penggunaan Frekuensi Bolt, First Media, Jasnita Dicabut Hari Ini

Finroll.com – Per hari ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI akan mencabut izin penggunaan frekuensi 2,3 GHz untuk First Media, Internux (Bolt), dan Jasnita Telekomindo karena menunggak kewajiban Biaya Hak Penggunaan (BHP).

“Siang ini keputusan (SK) pencabutan akan kami keluarkan,” ungkap Plt Humas Kominfo, Fernandus Setu dalam pesan singkatnya yang dilansir dari Antara, Senin (19/11).

Keputusan pencabutan izin frekuensi ini dilakukan setelah tiga perusahaan itu tidak melunasi pembayaran hingga jatuh tempo pada 17 November 2018 kemarin.

Baca Lainnya: Menkominfo Tak Segan Cabut Izin Bolt dan First Media! Ada Apa Ya?

Diketahui, ketiganya sudah menunggak BHP pada tahun 2016 dan 2017, yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah.

Untuk First Media dan Bolt yang merupakan bagian dari Lippo Group masing-masing memiliki tagihan BHP sebesar Rp364 miliar dan Rp343 miliar. Sementara Jasnita disebut menunggak Rp2,1 miliar.

Jasnita Tidak Lagi Gunakan Frekuensi 2,3 GHz

Direktur Enterprise Jasnita Telekomindo, Welly Kosasih menyebutkan jika mulai hari ini pihaknya sudah mengirimkan surat pengembalian izin kepada Kominfo, dan tidak lagi menggunakan frekuensi 2,3 GHz.

“Kewajiban pembayaran akan tetap kami lunasi. Hari ini kami hanya mengirimkan surat pengembalian izinnya,” tulis Welly dalam pesan singkat.

Ia menambahkan, Jasnita Telekomindo sudah tidak lagi melanjutkan layanan Broadband Wireless Access (BWA). Terutama sejak ada rencana konsolodasi dari Kominfo, sehingga dengan pertimbangan bisnis itu tidak bisa berkompetisi dengan operator nasional.

“Pelanggan juga sudah kami migrasikan menggunakan frekuensi unlisenced,” tambahnya.

Di sisi lain, terkait pencabutan izin penggunaan frekuensi ini pihak Bolt dan First Media belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut.

 

Science & Technology

Redmi Note 9 Pro Vs Note 9 Pro Max, Canggih Mana?

Published

on

By

Xiaomi resmi telah meluncurkan produk terbarunya yakni Redmi Note 9 Pro dan Note 9 Pro Max pada hari Kamis, (12/3/2020) di India. Ini pertama kalinya sub-brand milik Xiaomi ini membuat produk dengan label “Pro Max”.

FINROLL.COM — Secara sekilas, kedua ponsel ini memiliki desain dan tampilan yang sama. Namun perbedaannya jelas bisa terlihat dari spesifikasi yang diusung. Berikut spesifikasi keduanya :

Redmi Note 9 Pro

Dilansir dari Gsmarena, (12/3/2020), ponsel Redmi terbaru ini akan mengadopsi layar IPS LCD berukuran 6,67 inci dengan resolusi FHD+ serta perlindungan Corning Gorilla Glass 5. Layarnya juga didukung dengan HDR10.

Dapur pacu pada Note 9 Pro telah disematkan prosesor Qualcomm Snapdragon 720G yang ditemani dengan dua varian RAM dan ROM sebesar 4GB/64GB dan 6GB/128GB serta menjalankan Android 10 dan MIUI 11.

Untuk kebutuhan fotografinya, ponsel ini memiliki empat kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 48MP, kamera ultrawide 8MP, kamera makro 2MP, dan depth sensor 2MP. Sedangkan kamera depannya beresolusi 16MP.

Demi mendukung kinerjanya, Note 9 Pro ditanamkan baterai jumbo sebesar 5020mAh dengan dukungan pengisian daya cepat 18W. Untuk fitur lainnya, ponsel ini sudah mendukung IR Blaster, pemindai sidik jari disamping bodi, Bluetooth 5.0, dan Wi-Fi 802.11.

Redmi Note 9 A0dijual dengan harga 12.999 Rupee (Rp 2,5 juta, 4 GB/64 GB) dan 15.999 Rupee (Rp 3,1 juta, 6 GB/128 GB) dengan tiga pilihan warna Aurora Blue, Glacier White, dan Interstellar Black dan akan tersedia pada 17 Maret 2020. (GPH)

Continue Reading

Science & Technology

Pemerintah Tetapkan Metode Blokir Ponsel Ilegal

Published

on

By

Pemerintah dan seluruh operator seluler telah sepakat menggunakan metode pemblokiran whitelist (daftar putih) untuk memblokir ponsel ilegal ketika aturan IMEI diberlakukan 18 April 2020.

FINROLL.COM — Menurut Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemenkominfo Ismail, pemblokiran dengan sistem whitelist dipilih agar tak merugikan konsumen. Dengan sistem ini, masyarakat bisa langsung mengetahui apakah nomor IMEI ponsel yang mereka beli sudah terdaftar atau tidak.

“Pemerintah berkomitmen untuk melaksanakan proses pembatasan perangkat bergerak yang tersambung melalui jaringan seluler melalui pengendalian IMEI ini,” kata Ismail saat konferensi pers di kantor Kemenkominfo, Jakarta, Jumat (28/2).

Menurutnya, skema whitelist ini sesuai dengan peraturan tingkat kementerian yang sudah ditetapkan pada 18 April 2010 lalu.

“Skema whitelist yaitu proses pengendalian IMEI secara preventif agar masyarakat mengetahui terlebih dahulu legalitas perangkat yang akan dibeli,” sambungnya.

Oleh karena itu, Kemenkominfo mengimbau kepada masyarakat untuk mengecek nomor IMEI ponsel mereka melalui situs web imei.kemenperin.go.id.

Namun Ismail mengingatkan ponsel yang tidak terdaftar di situs web Kemenperin masih tetap bisa digunakan setelah aturan IMEI berlaku.

Namun, untuk ponsel dari luar negeri atau dikirim dari luar negerii mesti didaftarkan lewat aplikasi khusus setelah 18 April 2020. Saat ini, aplikasi untuk mendaftarkan IMEI ponsel ilegal itu tengah dirampungkan.

“Perangkat yang aktif sebelum masa berlaku (aturan IMEI) 18 April 2020 akan tetap dapat tersambung ke jaringan bergerak seluler sampai perangkat tersebut tidak ingin digunakan lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah menguji dua sistem pemblokiran IMEI yaitu skema blacklist dan whitelist. Telkomsel menguji mekanisme pemblokiran dengan whitelist. Sementara XL menguji pemblokiran dengan metode blacklist.

Mekanisme blacklist akan memblokir akses telekomunikasi pada ponsel-ponsel dengan IMEI yang masuk daftar hitam. Sementara mekanisme whitelist akan memberikan akses telekomunikasi hanya pada ponsel dengan IMEI terdaftar di basis data IMEI pemerintah, SIBINA. Ponsel yang ada di luar dafar putih itu akan langsung terblokir.

Sibina merupakan sistem yang akan menyimpan seluruh IMEI dari vendor dan importir resmi di Indonesia. Nantinya, dari pendeteksi IMEI Sibina akan memberikan notifikasi kepada operator seluler, apakah nomor IMEI tersebut whitelist atau blacklist.

Data IMEI yang berada dalam Sibina sebelumnya akan dipasangkan dengan Tanda Pendaftaran Produk (TPP) Kemenperin. TPP ini memiliki data spesifikasi ponsel dari vendor dan importir. Sedangkan data pelanggan seluruhnya berada di operator seluler. (CNN)

Continue Reading

Science & Technology

Hadirkan Pakar-Pakar Digital, SEACON 2020 Kembali Digelar

Published

on

Finroll.com — SEOCON 2020 kembali diselenggarakan di The Kasablanka, Jakarta, pada 26-27 Februari 2020. Setelah sebelumnya sukses pada Conference (SEOCON) 2019 yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, pada 13-14 Maret 2019 lalu.

SEACON 2020 akan menjadi SEO Conference yang paling prestisius. Dengan menghadirkan pakar-pakar digital dari dalam maupun luar negeri seperti Neil Patel, salah satu pakar SEO terbaik, kemudian Jono Alderson dari Yoast, Jon Earnshaw dari Pi Datametrics, hingga Fabian Lim yang merupakan pakar SEO terkenal.

Tidak hanya itu, masih ada JC Carlos (Head SEO, Traveloka) dan Reza Putra SEO Lead, Tokopedia, dengan mentargetkan 3.500 peserta, para pesertanya diperluas hingga dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Kesempatan emas tersebut tentunya tidak boleh dilewatkan untuk kalangan praktisi dan pengamat tren digital dari Indonesia dan negara lainnya” ungkap Ryan Kristo Muljono, pencetus SEOCON dan pendiri ToffeeDev dalam konferensi Pers SEACON 2020, di The Kasablanka, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Ryan menjelaskan, SEACON 2020 ini berbeda jika dibandingkan dengan acara SEOCON sebelumnya, pada SEACON kali ini terdapat lebih dari 12  workshop  gratis yang dapat diikuti,” jelasnya.

SEOCON 2020 menjadi acara yang tepat untuk menentukan kebijakan perusahaan terutama di dalam ekosistem digital yang tentunya memerlukan perencanaan sesuai dengan trend dan forecasting pasar yang up to date.

Selain dihadiri oleh para narasumber yang berpengalaman, acara ini juga dihadiri oleh banyak pelaku bisnis dari berbagai latar belakang usaha. “Ini akan menjadi kesempatan yang bagus untuk menambah koneksi bisnis anda,” pungkasnya.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending