Connect with us

Business

Jenius dan Kementerian Luar Negeri RI Serukan Kenyamanan Traveling dalam Safe Travel Fest 2019

Published

on


Finroll.com – Jalan-jalan atautraveling seolah telah menjadi suatu kebutuhan gaya hidup bagi sebagian masyarakat Indonesia. Menyadari tren ini, Jenius sebagaisolusi life finance dari Bank BTPNberkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam memperkenalkan aplikasi Safe Travel pada acara Safe Travel Fest 2019 yang diselenggarakan di Mal Kota Kasablanka Jakarta, pada 27 November hingga 1 Desember 2019.

Pada kesempatan yang sama, Jenius juga memperkenalkan pilihan tiga mata uang asing terbaru yang bisa dibeli lewat aplikasinya. Acara ini juga diisi dengan sederet program dan topik menarik yang dibahas bersama para traveller inspiratif Indonesia.

Irwan S. Tisnabudi, Head of Digital Banking Bank BTPN menjelaskan bahwa Jenius semakin menjadi pilihan para digital savvyuntuk melakukan aktivitas finansial sehari-hari, termasuk saat traveling

“Sebagai solusi life finance, Jenius menjadi  enabler  dalam setiap aspek kehidupan masyarakat  digital savvy. Kolaborasi strategis antara Jenius dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam Safe Travel Fest 2019 ini menjadi komitmen kami dalam memberikan pengalaman yang cerdas, simpel, dan aman bagi masyarakat digital savvy, termasuk saat mereka traveling,” jelas Irwan.

Dalam acara Safe Travel Fest 2019, Jenius memperkenalkan tiga mata uang asing baru yaitu dolar Hong Kong (HKD), dolar Australia (AUD), dan euro Uni Eropa (EUR) yang bisa ditransaksikan digital savvy melalui aplikasi. Ketiganya semakin melengkapi Pilihan Saldo Mata Uang Asing yang telah lebih dulu ditawarkan, yaitu dolar Amerika Serikat (USD), dolar Singapura (SGD), yen Jepang (JPY), dan poundsterling Inggris (GBP). Layanan ini semakin memudahkan pengguna bertransaksi menggunakan mata uang asing. Dengan menggunakan kartu utama (m-Card), pengguna dapat mengaktifkan saldo mata uang asing.

Setelah mengaktifkan, pengguna Jenius bisa transaksi jual dan beli mata uang asing dengan Rupiah (IDR) dan sebaliknya melalui aplikasi. Pengguna juga bisa menentukan salah satu saldo yang akan dihubungkan ke m-Card serta menikmati kemudahan bertransaksi di luar negeri dengan saldo mata uang asing yang dimiliki.

Terkait aplikasi Safe Travel, Judha Nugraha selaku Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menjelaskan manfaat aplikasi ini, “Aplikasi Safe Travel ditujukan bagi masyarakat Indonesia agar dapat bepergian ke luar negeri dengan aman. Pengguna Safe Travel bisa mengakses informasi terkait negara yang dituju, kontak penting, hingga melakukan pelaporan kedatangan dan kepulangan secara mandiri melalui smartphone.

Kami menyambut positif kolaborasi bersama dengan Jenius kali ini sehingga diharapkan akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang teredukasi dengan hadirnya inovasi dari Jenius dan Kementerian Luar Negeri RI ini,” ungkap Judha.

Safe Travel Fest 2019 yang digelar selama limahari menghadirkan profil-profil traveler dan pakar finansial inspiratif, antara lain Jonathan (@jonathanend), Alexander Thian (@amrazing), Andrea Gunawan (@catwomenizer), Kadek Arini (@kadekarini), Windy Ariestanty (windy_ariestanty), Febrian (@_febrian), Adis (@takdos), Sutiknyo (@lostpacker), hingga Aakar Abyasa (@aakarabyasa). “Bagi saya,traveling telah menjadi kegiatan rutin setiap tahun, di mana Jenius telah menjadi bagian dalam setiap perjalanan yang saya lakukan.

Bertransaksi dan tarik tunai di berbagai ATM di seluruh dunia, hingga mengurus berbagai kebutuhan finansial sehari-hari di dalam negeri seperti membayar tagihan hingga top up e-wallet semakin simpel dengan Jenius.” jelas Jonathan End (@jonathanend), pengguna Jenius dan content creator.

Jenius percaya bahwa kokreasi dan kolaborasi perlu dilakukan dengan berbagai pihak. “Kolaborasi antara Jenius dan Kementerian Luar Negeri RI ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman mengesankan dan kenyamanan maksimal dalam mengakses layanan finansial kapan dan di mana saja melalui smartphone,” tutup Irwan.(red)

Advertisement Valbury

Makro Ekonomi

Batal Dibuka Hari Ini Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang IV

Published

on

Finroll – Jakarta, Pemerintah memutuskan untuk menunda proses pendaftaran kartu prakerja gelombang IV yang sedianya akan dimulai pada Selasa (26/5) ini. Pengumuman penundaan tersebut merupakan yang ke dua kalinya.

Direktur Kemitraan dan Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan penundaan dilakukan karena Komite Cipta Kerja masih mengevaluasi proses pendaftaran.

“Komite Cipta Kerja masih mengevaluasi proses pendaftaran, seleksi dan penetapan peserta dengan mempertimbangkan masukan dari lembaga pengawas pemerintah,” katanya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (26/5).

Ia belum memastikan kapan evaluasi akan selesai dilakukan dan pendaftaran akan dibuka kembali. “Insya Allah kalau sudah ditetapkan, saya akan umumkan,” katanya.

Penundaan pendaftaran peserta Kartu Prakerja bukan kali ini saja dilakukan. Pada awal Mei lalu, pemerintah memutuskan untuk menunda pendaftaran peserta Kartu Prakerja.

Waktu itu, Panji mengatakan penundaan pendaftaran dilakukan karena kuota gelombang ketiga program Kartu Prakerja belum terpenuhi. Ia mengatakan semula Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan ada 300 ribu peserta gelombang ketiga program Kartu Prakerja.

Baru setelah itu, gelombang keempat dibuka. Namun, data PMO mencatat jumlah pendaftar yang memenuhi kualifikasi menjadi peserta baru mencapai 224 ribu orang sampai dengan hari penutupan pukul 15.00 WIB.

Oleh karena itu, mau tidak mau pendaftaran gelombang keempat harus ditunda sampai kuota gelombang ketiga terpenuhi. Alasan lain, kata Panji, juga karena PMO ingin membenahi administrasi yang belum selesai (back log).

Sebab PMO mencatat ada 456.265 peserta di program Kartu Prakerja gelombang pertama dan kedua.

Kendati begitu, baru 360.650 peserta yang melakukan pembelian kelas pelatihan. Sementara sisanya, 95.615 peserta belum. Hal ini membuat jumlah peserta yang menyelesaikan kelas pelatihan pertama baru mencapai 219.489 peserta.

Lalu, baru 132.509 peserta yang memiliki akun e-money atau rekening bank mitra yang telah melakukan upgrade data pribadi (KYC). Sementara bank dan mitra pembayaran pun baru menyelesaikan verifikasi untuk 55.101 peserta.

Secara total, baru 51.255 peserta yang baru mendapatkan transfer insentif bulan pertama sebesar Rp600 ribu per peserta. “Jadi ada back log dalam pelaksanaannya, ada yang belum selesai di masing-masing tahapan,” imbuhnya.

“Kami ingin selesaikan backlog ini dulu. Karena kalau backlog ini belum terselesaikan tapi sudah ditambah lagi nanti akan tambah beban dan buat lambat proses,” jelasnya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Makro Ekonomi

Sektor Perdagangan ‘New Normal’ Ala Pemerintah

Published

on

Finroll – Jakarta, Pemerintah mulai menyiapkan protokol membuka kembali aktivitas di tengah pandemi virus corona (covid-19) atau disebut sebagai new normal. Salah satu sektor yang disiapkan adalah sektor jasa perdagangan.

Persiapan new normal di sektor ini ditandai dengan keluarnya Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, yakni SE Nomor HK.02.01/Menkes/335/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Corona Virus Disease (Covid-19) di Tempat Kerja Sektor Jasa dan Perdagangan (Area Publik) dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Rabu (20/5).

Dalam surat tersebut, pemerintah mengatur tata cara pedagang baik jasa maupun barang dalam situasi new normal. Yakni, mencegah kerumunan pengunjung dengan cara membatasi akses masuk orang ke dalam toko.

“Mengontrol jumlah pelaku usaha/pelanggan yang dapat masuk ke sarana ritel untuk membatasi akses dan menghindari kerumunan,” tulis Terawan, dikutip Selasa (26/5).

Selain itu, pedagang dapat menerapkan sistem antrean di pintu masuk dengan tetap melakukan jarak fisik minimal satu meter. Untuk itu, pelaku usaha dapat menandai lantai atau area ramai supaya pengunjung tetap membatasi jarak satu sama lain.

Pemerintah juga menganjurkan sistem take away (bawa pulang) atau belanja online demi mencegah kerumunan. Pelaku usaha juga bisa menetapkan jam layanan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah.

“Melakukan upaya untuk meminimalkan kontak dengan pelanggan, menggunakan flexy glass di meja atau counter, dan mendorong penggunaan metode pembayaran non tunai,” kata Terawan.

Meski memberlakukan take away, pedagang tetap harus menyiapkan protokol untuk menghindari penumpukan pembeli. Salah satunya, dengan menetapkan jam layanan sesuai dengan kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

“Melakukan upaya untuk meminimalkan kontak dengan pelanggan, menggunakan flexy glass di meja atau counter, dan mendorong penggunaan metode pembayaran non tunai,” tuturnya.

Kemudian, bagi pengurus atau pengelola tempat kerja atau pelaku usaha wajib menetapkan protokol kesehatan, seperti melakukan disinfektan secara berkala, menyediakan fasilitas cuci tangan, mewajibkan penggunaan masker, termasuk melakukan pengecekan suhu badan.

“Memasang media informasi untuk mengingatkan pekerja, pelaku usaha, pelanggan atau konsumen dan pengunjung agar mengikuti ketentuan pembatasan jarak fisik dan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer serta kedisiplinan menggunakan masker,” jelasnya.

Protokol itu juga mengatur para pekerja. Pemerintah mengimbau pekerja yang memiliki gejala sakit diharapkan segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Pekerja juga diingatkan untuk menggunakan pakaian khusus kerja dan mengganti pakaian saat selesai bekerja, tidak lupa menggunakan masker saat berangkat dan pulang kerja.

Sedangkan bagi pengunjung, wajib mengenakan masker di area publik dan menjaga kebersihan tangan saat belanja. “Tetap memperhatikan jaga jarak minimal satu meter dengan orang lain,” pungkasnya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Ekonomi Global

Corona, China Akan Terbitkan Surat Utang 3,75 Triliun Yuan

Published

on

Pemerintah China akan menerbitkan surat utang (obligasi) senilai 3,75 triliun yuan atau US$526 miliar demi mendongkrak belanja atau pengeluaran sebagai pemulihan dampak virus corona.

Perdana Menteri China Li Keqiang menuturkan dana segar dari surat utang khusus itu akan digunakan untuk mengongkosi pengeluaran infrastruktur dalam pembangunan ekonomi setelah dilanda pandemi covid-19.

“China akan menerbitkan 3,75 triliun yuan dalam bentuk obligasi pemerintah khusus tahun ini,” ujarnya mengutip AFP, Jumat (22/5).

Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu sebesar 1,6 triliun yuan.

Menurut Li, dana yang dihimpun akan digunakan sebagai modal proyek, dengan prioritas, belanja barang untuk infrastruktur baru.

Sebelumnya diberitakan, fokus Pemerintah China dalam rangka pemulihan ekonomi usai covid-19 adalah pengeluaran fiskal. Selain itu, untuk meningkatkan lapangan pekerjaan. Ditargetkan, 9 juta lapangan kerja tercipta melalui program pemulihan.

China sendiri berencana mengerek defisit fiskalnya menjadi 3,6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini. Defisit itu lebih lebar ketimbang tahun lalu yang sebesar 2,8 persen. (CNN/ADAM)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending