Connect with us

Bulutangkis

Jonatan Christie Belum Pulang ke Rumah Sejak All England 2020

Published

on


Pebulutangkis Indonesia, Jonatan Christie saat melawan Wang Tzu Wei (China Taipei) pada babak kedua tunggal putra Indonesia Masters 2020 di Istora GBK, Jakarta, Kamis (16/1/2020) (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Finroll.com, Jakarta – Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, mengaku belum pulang ke rumah setelah tampil di All England 2020. Turnamen yang berlangsung di Birmingham, Inggris itu terjadi pada 11 hingga 15 Maret 2020.

Di All England 2020, Jonatan Christie hanya mampu tampil hingga babak pertama. Meski berstatus unggulan keenam, dia dihentikan oleh tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia.

Jonatan Christie dan atlet Indonesia lainnya yang tampil di All England 2020 tidak diizinkan PBSI untuk kembali ke rumah. PBSI memberlakukan aturan lockdown di area pelatnas yang berada di Cipayung, Jakarta selama pandemi virus corona.

“PBSI mengadakan lockdown di area asrama, tidak ada yang boleh masuk dan keluar. Sejak All England, saya belum pulang ke rumah. Kalau ada yang masuk asrama, cuma sampai pos satpam,” kata pria berusia 22 tahun tersebut.

Sejak pulang dari Birmingham, PBSI memang mengawasi para atletnya dengan sangat ketat. Bahkan, atlet bulu tangkis Indonesia harus menjalani rapid tes virus corona.

“Kami sudah tiga sampai empat kali melakukan rapid tes selama tiga bulan ini,” ucap Jonatan Chirstie saat melakukan wawancara online bersama BNPB Indonesia, Minggu (21/6/2020).

Belum Tahu Kelanjutan Kompetisi

Lebih lanjut, Jonatan Christie mengatakan dirinya tidak tahu kelanjutan dari turnamen bulu tangkis, meski BWF sudah membuat jadwal ulangnya.

“Untuk protokolnya, pertandingan dihentikan sejak Maret, All England yang terakhir, sampai sekarang belum tahu kapan dimulai lagi,” ujar peraih medali emas Asian Games 2018 tersebut.

Dalam jadwal terbaru BWF, turnamen yang terdekat baru digelar pada 11 hingga 16 Agustus 2020, yakni Hyderabad Open.

Jadwal Terbaru BWF

Hyderabad Open 2020 11-16 Agustus 2020

Lingshui China Masters 2020 25-30 Agustus 2020

Taipei Open 2020 1-6 September 2020

Korea Open 20208-13 September 2020

China Open 202015-20 September 2020

Japan Open 202022-27 September 2020

Piala Thomas dan Uber 2020Aarhus, Denmark, 3-11 Oktober 2020

Dutch Open 20206-11 Oktober 2020

Denmark Open 202013-18 Oktober 2020

French Open 202020-25 Oktober 2020

New Zealand Open 202020-25 Oktober 2020

Macau Open 202027 Oktober – 1 November 2020

SaarLorLux Open 202027 Oktober – 1 November 2020

Fuzhou China Open 20203-8 November 2020

Hong Kong Open 202010-15 November 2020

Blibli Indonesia Open 202017-22 November 2020

Syed Modi India International 202017-22 November 2020

Malaysia Open 202024-29 November 2020

Korea Masters 202024-29 November 2020

Thailand Open 20201-6 Desember 2020

India Open 20208-13 Desember 2020

BWF World Tour FinalsGuangzhou, Tiongkok, 16-20 Desember 2020

(bola.com)

Advertisement Valbury

Bulutangkis

BWF Batalkan Empat Ajang Badminton di September

Published

on

By

China Open 2020 dibatalkan karena Covid-19. (Dok. PBSI)

Finroll.com, Jakarta – Federasi Badminton Dunia (BWF) membatalkan empat turnamen di bulan September karena pandemi virus corona (Covid-19).

Keempat turnamen itu adalah: Taipei Open (Super 300), Korea Open (Super 500), China Open (Super 1000), dan Japan Open (Super 750).

Awalnya, Taipei Open akan digelar pada 1-6 September, Korea Open pada 8-13 September, China Open 15-20 September, dan Japan Open pada 22-27 September. BWF membatalkan sejumlah ajang itu dengan alasan kesehatan.

“Keputusan membatalkan turnamen ini dibuat demi kepentingan kesehatan para pemain, penonton, relawan dan anggota asosiasi,” kata Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund dikutip dari situs resmi BWF.

“Kami sangat kecewa harus membatalkan turnamen, tetapi merasa kesejahteraan semua orang yang terlibat adalah yang paling penting saat ini,” ucap Lund menambahkan.

Meski kecewa, BWF tetap mengapresiasi dari anggota asosiasi yang telah berupaya keras guna bisa mewujudkan turnamen itu. Menurut Lund, anggota asosiasi yang akan menjadi tuan rumah turnamen-turnamen itu telah menunjukkan komitmennya kepada BWF.

“Kami berbagi kekecewaan dengan banyak orang di seluruh dunia yang menantikan kembalinya badminton, dan menghargai semua dukungan terus-menerus dari para penggemar dan mitra kami, karena kami terus menavigasi sisa musim 2020,” tutur Lund.

Selanjutnya BWF dan para mitra secara ketat akan memantau dan mematuhi semua pedoman pemerintah tentang turnamen yang akan datang. BWF juga akan memperbarui sisa turnamen tahun 2020.

“BWF akan terus menyesuaikan diri dengan perubahan untuk memastikan setiap kegiatan badminton 100 persen mematuhi aturan dan peraturan Organisasi Kesehatan Dunia [WHO], otoritas kesehatan setempat, dan pembatasan perjalanan internasional serta domestik,” kata Lund.

China Open merupakan turnamen level Super 1000 pertama yang dibatalkan pada tahun ini karena pandemi virus corona. Sebelumnya, All England yang digelar pada 11-15 Maret sukses diselenggarakan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Bulutangkis

Gregoria Jumpa Putri KW di Final PBSI Home Tournament

Published

on

By

Penampilan Gregoria Mariska Tunjung di semifinal PBSI Home Tournament, Jumat (24/7/2020). (PBSI)

Finroll.com, Jakarta – Gregoria Mariska Tunjung melaju ke final Mola TV PBSI Home Turnament sektor tunggal putri setelah menaklukkan Saifi Rizka Nur Hidayah 21-16, 21-13, Jumat (24/7/2020). Di babak final, Gregoria sudah ditunggu Putri Kusuma Wardani yang lebih dulu lolos.

Pada laga kontra Saifi, permainan benar-benar dikendalikan oleh Gregoria. Ia membuat Saifi tidak dapat mengembangkan permainan. Bola-bola sulit dan arahnya tak terduga yang menjadi andalan Gregoria, seringkali gagal diantisipasi lebih awal oleh Saifi.

Satu pengembalian Saifi yang menyangkut di net membuat Gregoria memastikan tempat di final.

“Saifi itu tipe pemain yang ulet, tidak mungkin saya bisa mematikan bola dalam sekali dua kali pukulan saja,” kata Gregoria dalam wawancara selepas pertandingan, seperti dilansir PBSI.

“Saya sudah siap capek karena ada beberapa reli, sedangkan Saifi kurang siap dengan pukulan-pukulan saya dan agak kaget. Waktu saya kasih pengembalian yang mengagetkan, dia tidak bisa mengembalikan dengan baik,” tutur Gregoria.

Di final, Gregoria Mariska Tunjung berpeluang membalas kekalahannya dari Putri di babak penyisihan grup M. Kala itu Gregoria dikalahkan lewat laga sengit rubber game dengan skor 23-25, 22-20, 11-21.

Berlangsung Alot

“Putri postur tubuhnya tinggi, dia bisa mengambil bola dalam beberapa jangkauan saja. Saya harus siap mengolah bola. Dia tidak mudah dimatikan, serangan bagus, diajak reli juga oke. Harus lebih nekad saja,” komentar Gregoria soal Putri.

Gregoria memperkirakan laga final akan berlangsung alot. Ia harus benar-benar mempersiapkan diri dengan mengatur istirahat dan pola makannya.

Babak final akan dimainkan sore ini setelah pertandingan perebutan juara ketiga yang dimulai pukul 15.00 WIB. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Bulutangkis

PBSI Home Tournament: Komang Bikin Kejutan Taklukkan Fitriani

Published

on

By

Penampilan Fitriani pada PBSI Home Tournament, Rabu (22/7/2020). (PBSI)

Finroll.com, Jakarta – Kejutan kembali mewarnai di penyisihan grup Mola TV PBSI Home Tournament sektor tunggal putri. Setelah Ester Nurumi Tri Wardoyo mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum, kini giliran Komang Ayu Cahya Dewi menaklukkan unggulan kedua, Fitriani.

Komang menang dua gim langsung dengan skor 21-13, 21-19. Fitriani sebetulnya berpeluang untuk memperpanjang permainan saat menyusul 17-18 di game kedua.

Namun, Satu pengembalian Fitriani yang keluar lapangan membuat harapannya pupus dan kembali kehilangan gim kedua.

“Saya tidak menyangka bisa menang karena kak Fitri jauh lebih senior dari saya. Tadi yang penting itu semangat. Di awal kak Fitri membuat banyak kesalahan-kesalahan sendiri, lalu di akhir dia mulai main aman dan menekan saya,” jawab Komang, melalui rilis dari PBSI.

“Waktu akhir gim kedua itu saya mencoba mengembalikan fokus dan masuk ke permainan saya lagi. Soalnya kalau mengikuti permainan kak Fitri bisa berbahaya,” ujar atlet binaan PB Djarum ini, tentang pertandingan pertamnya di Mola TV PBSI Home Tournament.

Pelajari Permainan Fitriani

Komang mengatakan telah mempelajari permainan Fitriani. Ia bahkan sampai bertanya kepada para pemain tunggal putri tentang pola permainan Fitriani.

“Pola main kak Fitri itu tahan-tahanan. Hari ini saya merasa kak Fitri tampil di bawah performa dan banyak kesalahan sendiri. Tadi kalau rubber game bisa berbahaya,” ucap Komang. (Bola.com)(GE)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending