Connect with us

Keuangan

Kementerian BUMN Akan Bubarkan Jiwasraya

Published

on


Finroll – Jakarta, Kementerian BUMN mengatakan terdapat peluang bagi pemerintah untuk menutup PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Ini merupakan konsekuensi dari pembentukan perusahaan asuransi baru, yaitu PT Nusantara Life.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo penutupan perusahaan asuransi tertua di Indonesia itu dilakukan apabila semua nasabah Jiwasraya sudah memindahkan polisnya ke Nusantara Life.

“Ya (Jiwasraya) pada akhirnya tutup, pada akhirnya tutup. Tapi memang kami harapkan seluruh pemegang polis ini, kami harapkan nanti mau untuk pindah begitu. Karena yang Jiwasraya memang tidak ada pesertanya,” ujarnya di Komisi VI DPR, Selasa (7/7).

Rencananya, kata dia, Kementerian BUMN akan mulai negosiasi dengan pemegang polis Jiwasraya pada Agustus 2020 secara terbuka. Imbauan ini berlaku untuk nasabah polis tradisional maupun saving plan.

Namun, pemindahan polis dari Jiwasraya ke Nusantara Life menunggu suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah. Ia mengatakan jika pemegang polis hendak memindahkan kepemilikannya ke Nusantara Life, maka mereka harus bersedia menyesuaikan tingkat imbal hasil (yield).

Pasalnya, imbal hasil yang ditawarkan Jiwasraya selama ini sangat tinggi dibandingkan tingkat suku bunga di pasar. “Kalau bunganya sekarang 12 persen-13 persen harus turun ke bunga normal di kisaran 6 persen-7 persen,” paparnya.

Sebelumnya, ia mengatakan pemerintah telah mulai pembentukan Nusantara Life. Perusahaan ini nantinya akan berada di bawah holding asuransi, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero).

Seperti diketahui, perusahaan asuransi tertua di Indonesia itu tengah terjerat kasus gagal bayar. Gagal bayar Jiwasraya mulai tercium oleh publik pada Oktober-November 2018. Perseroan mengumumkan tidak dapat membayar klaim polis jatuh tempo nasabah saving plan sebesar Rp802 miliar.

Dalam perkembangannya, kasus Jiwasraya merambah ranah hukum lantaran berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung mendakwa enam terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya dengan total kerugian negara Rp16,8 triliun.

Terbaru, Kejagung kembali menetapkan satu tersangka baru yang merupakan pejabat aktif di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Kejagung menjerat 13 merupakan manajer investasi yang diduga terlibat dalam pelarian uang nasabah.

Sumber : CNN Indonesia

Keuangan

Rabu 22 Juli, Rupiah Unjuk Gigi ke Rp 14.607

Published

on

Finroll – Jakarta, Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.607 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (22/7) pagi. Mata uang Garuda menguat 0,91 persen dari Rp14.741 pada hari sebelumnya.

Rupiah menguat bersama mayoritas mata uang Asia. Won Korea Selatan menguat 0,34 persen, peso Filipina 0,14 persen, baht Thailand 0,16 persen, ringgit Malaysia 0,16 persen, yen Jepang 0,03 persen, dan yuan China 0,19 persen.

Hal yang sama juga terjadi pada mayoritas mata uang di negara maju. Tercatat, dolar Kanada menguat 0,07 persen, dolar Australia 0,13 persen, euro Eropa 0,1 persen, dan franc Swiss 0,11 persen.

Sementara, rubel Rusia minus 0,02 persen dan poundsterling Inggris minus 0,05 persen.

Analis Asia Valbury Futures Lukman Leong memprediksi rupiah kembali menguat hari ini. Optimisme pasar terhadap perkembangan vaksin virus corona memberikan sentimen positif bagi rupiah.

“Secara fundamental, rupiah berpotensi menguat dengan optimisme pasar terhadap vaksin virus corona serta pelemahan mata uang AS,” ungkap Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Ia optimistis rupiah tetap bergerak di bawah Rp15 ribu per dolar AS hingga sore nanti. Tepatnya, Lukman memproyeksi rupiah berada dalam rentang support Rp14.600-Rp14.700 per dolar AS dan resistance Rp14.900 per dolar AS.

“Saya kira rupiah akan berkonsolidasi di bawah Rp15 ribu per dolar AS,” imbuh Lukman.

Sebagai informasi, PT Bio Farma (Persero) akan melakukan uji klinis tahap ketiga pada vaksin virus corona. Tahapan uji klinis itu dijadwalkan mulai Agustus 2020 dan berjalan selama enam bulan.

Jika sesuai target, uji klinis tahap ketiga akan selesai pada Januari 2021. Kemudian, Bio Farma akan mulai memproduksi vaksin tersebut pada kuartal I 2021.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Keuangan

Pupuk Indonesia Rilis Surat Utang Rp2,5 T

Published

on

By

Pupuk Indonesia menerbitkan surat utang Rp2,5 triliun untuk refinancing obligasi di Petrokimia Gresik. Selain itu, surat tang juga dirilis untuk modal kerja. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).

Finroll.com, Jakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero) menerbitkan surat utang (obligasi) senilai Rp2,5 triliun. Penerbitan melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) obligasi berkelanjutan II tahap I 2020, yang merupakan bagian dari PUB II senilai Rp8 triliun.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan tujuan penerbitan surat utang untuk refinancing atau pembiayaan utang kembali, baik utang induk maupun entitas anak. Namun, ia tidak merincikan total refinancing tersebut.

“Dana ini digunakan untuk refinancing obligasi di Petrokimia Gresik, untuk menutup sebagian kredit investasi dan Pupuk Iskandar Muda terkait dengan modal kerja,” ujarnya dalam paparan virtual, Senin (20/7).

Perseroan menerbitkan obligasi dalam tiga seri. Pertama, seri A memiliki tenor 3 tahun dengan kupon 6,25 persen-7,5 persen. Kedua, seri B memiliki tenor 5 tahun dengan kupon 7 persen-8,3 persen.

Ketiga, seri C memiliki tenor 7 tahun dengan kupon 7,5 persen-8,75 persen. Sementara itu, pembayaran bunga dilakukan setiap kuartal.

Aas menuturkan perseroan berharap kupon dalam obligasi ini lebih murah, sehingga perusahaan pelat merah itu bisa melakukan efisiensi pembiayaan.

“Kami harapkan bunga yang diperoleh di sini relatif lebih murah, sehingga kami ada efisiensi dalam pembayaran bunga di Pupuk Indonesia Group,” katanya.

Masa penawaran awal obligasi berlangsung pada 16-30 Juli 2020. Sedangkan penawaran umum dijadwalkan pada 14-18 Agustus 2020.

Dalam hajatan ini, perseroan menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai Joint Lead Underwriters (JLU). Semantara itu, PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Obligasi berkelanjutan Pupuk Indonesia mendapat peringkat AAA dari PT Fitch Ratings Indonesia.

Kinerja Kinclong

Selama masa pandemi Covid-19, Aas mengklaim Pupuk Indonesia tetap membukukan kinerja yang baik. Bahkan, cenderung mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kalau kita lihat performa produksi, penjualan, dan laba ini terpengaruhnya tidak terlalu besar. Performa penjualan, produksi, dan laba Januari-Mei 2020 dibandingkan 2019 periode yang sama ini relatif lebih bagus,” ucapnya.

Data perseroan menyebutkan, penjualan pupuk PSO pada Januari-Mei 2020 sebesar 3,93 juta ton. Sedangkan volume penjualan pupuk komersil melonjak 47,45 persen dari 1,37 juta ton pada periode yang sama tahun lalu, menjadi 2,01 juta ton.

Secara pendapatan, penjualan pupuk komersial meningkat 38,35 persen Rp5,45 triliun menjadi Rp7,54 triliun dari. Sementara itu, laba tahun berjalan tumbuh 11,7 persen dari Rp1,43 triliun menjadi Rp1,6 triliun dari triliun.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Keuangan

Rupiah Melemah Tipis ke Rp14.453 per Dolar AS

Published

on

Finroll – Jakarta, Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.453 per dolar AS pada Rabu (15/7) pagi. Posisi tersebut melemah 0,02 persen dibandingkan perdagangan Selasa (14/7) sore di level Rp14.450 per dolar AS.

Pagi ini, mata uang di kawasan Asia terpantau terpantau menguat terhadap dolar AS. Dolar Taiwan menguat 0,23 persen, dolar Singapura menguat 0,09 persen, won Korea Selatan menguat 0,42 persen, peso Filipina menguat 0,17 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,17 persen. Sementara, Yen Jepang terkoreksi 0,01 persen.

Hal yang sama juga terjadi pada mayoritas mata uang di negara maju yang terlihat perkasa terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,2 persen, dolar Kanada menguat 0,15 persen, dolar Australia menguat 0,42 persen. Namun, franc Swiss terpantau minus 0,03 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan rupiah berpotensi melaju di zona hijau hari ini. Pasar merespons positif perkembangan penelitian vaksin virus corona.

“Perusahaan Bioteknologi AS, Moderna, melaporkan hasil pengujian vaksin yang sukses memproduksi antibodi di tubuh manusia subjek penelitian. Vaksin merupakan solusi untuk menghentikan penyebaran virus corona,” ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com, Rabu (15/7).

Selain vaksin, pasar juga akan memperhatikan data neraca perdagangan Indonesia periode Juni 2020. Data itu akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pukul 11.00 WIB.

“Pasar akan memperhatikan data neraca perdagangan Juni 2020 yang diperkirakan surplus. Hasil yang surplus bisa mendukung penguatan nilai tukar rupiah,” terang Ariston.

Untuk itu, ia optimistis rupiah terus menguat hingga sore ini. Ariston memproyeksi rupiah bergerak dalam rentang support Rp14.350 per dolar AS dan resistance Rp14.500 per dolar AS.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending