Connect with us

Bulutangkis

Kento Momota, Nomor Satu Dunia yang Akrab dengan Skandal

Published

on


Jakarta — Pebulutangkis nomor satu dunia asal Jepang, Kento Momota, yang mengalami kecelakaan di Malaysia akrab dengan sejumlah skandal.

Namanya kembali mengemuka setelah subuh, saat menuju perjalanan ke Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Dia selamat dari kecelakaan maut yang menewaskan sang supir, Bavan Nageswarau. Momota yang meraih juara Malaysia Masters 2019 dan tiga penumpang lainnya hanya mengalami luka-luka.

Momota yang lahir di Mitoyo, Kagawa, Jepang memulai karier badminton sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Di level tersebut ia merah gelar pertamanya yang cukup bergengsi usai juara di All Japan Elementary School Championships.

Atlet berusia 25 tahun itu juga meraih hasil serupa di level SMP. Peningkatan pesat Momota membawanya tampil di Kejuaraan Dunia Badminton Junior 2011 di Taiwan.

Tetapi di Kejuaraan Dunia Badminton Junior 2011 itu Momota gagal juara usai kalah di semifinal oleh Zulfadli Zulkifli dari Malaysia. Di tahun tersebut Momota untuk kali pertama bergabung dengan pelatnas Jepang.

Gabung ke pelatnas membuat pencapaian Momota di badminton meningkat. Ia juara di Kejuaraan Asia Badminton Junior 2012 di Korea Selatan usai mengalahkan pebulutangkis Malaysia, Soong Joo Ven, dua gim langsung. Setelah juara di Asia, Momota juara di Kejuaraan Dunia Badminton Junior di tahun yang sama.

Dalam situs resmi BWF, Momota menempati peringkat ke-94 dunia pada November 2012. Peringkat itu terus menanjak seiring pencapaiannya di dunia tepok bulu. Pada akhir 2013 Momota berhasil masuk ke peringkat 20 besar dunia usai memenangi sejumlah turnamen di level BWF International Challenge.

Posisi di 20 besar itu bertahan di sepanjang 2014. Peringkat terbaiknya di tahun itu berada di posisi ke-11 pada Juni 2014. Meski gagal memenangi kejuaraan berlevel Super Series, di tahun itu Momota juara Piala Thomas bersama tim Jepang setelah menang 3-2 atas Malaysia.

Sejumlah ajang bergengsi mulai dimenangi Momota di tahun 2015: Singapura Open, Indonesia Open, hingga World Superseries Finals.

Di level senior lainnya, Momota harus puas dengan perunggu Kejuaraan Dunia dan perak di Piala Sudirman 2015. Prestasi tersebut membuat Momota menembus tiga besar dunia.

Akan tetapi, ketenaran Momota membuatnya terlibat skandal perjudian di tahun 2016. Bersama rekannya, Kenichi Tago, Momota mengakui berjudi di sebuah kasino di Kepang. Di Negeri Matahari Terbit itu berjudi dianggap ilegal dan pelanggaran berat bagi para atlet.

Akibat perjudian itu Momota dilarang bertanding hingga waktu yang belum ditentukan. Imbasnya, Momota absen di Olimpiade 2016 di rio de Janeiro, Brasil dan Piala Thomas 2016.

Tidak hanya itu, peringkat Momota di BWF juga turun drastis lantaran absen di sejumlah turnamen karena sanksi tersebut. Dari peringkat kedua dunia pada awal April 2016 hingga 282 dunia pada 20 Juli 2017.

“Saya minta maaf kepada mereka yang telah membesarkan saya hingga hari ini,” kata Momota dikutip dari Japan Today.

Asosiasi Badminton Jepang (NBA) mencabut sanksi bagi Momota pada 15 Mei 25. Momota pun diperkenankan kembali mengikuti sejumlah turnamen.

Tahun 2018 jadi periode kejayaan Momota. Selain sederet kemenangan di level BWF World Tour, ia juga juara Asian Games 2018 dan jadi pebulutangkis Jepang pertama yang jadi juara dunia di Kejuaraan Dunia Badminton 2018.

Pada 27 September 2018 untuk kali pertama Momota berada di peringkat satu dunia. Posisi itu sukses Morata pertahankan di sepanjang 2019 hingga kini, setelah menjuarai Malaysia Masters 2020 beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Momota kerap diterpa isu tidak sedap lantaran tersangkut sejumlah skandal. Setelah isu perjudian, Momota tersandung skandal foto panas di pertengahan 2016.

Lihat juga: Kartu Merah ‘Kamikaze’ Valverde Berbuah Man of The Match
Foto-foto Momota bermesraan dengan mencium seorang wanita tersebar di internet, dikutip dari Badminton Planet. Ada juga foto Momota merangkul erat seorang wanita.

Belum cukup skandal judi dan foto mesra, Momota juga pernah diperingati NBA karena tertangkap kamera satu kamar dengan atlet ganda putri Jepang, Yuki Fukuhsima. Hal itu diketahui dari kamera pengintai (CCTV) yang merekam Fukushima keluar dari kamar asrama Momota.

Kini, Momota diperkirakan akan absen dalam beberapa waktu ke depan lantaran cedera parah setelah kecelakaan di Malaysia, Senin (13/1) dini hari WIB. (sry/bac)

Advertisement

Bulutangkis

Raih Medali Juara Daihatsu Indonesia Masters 2020, Anthony Ginting Akhiri Penantian Panjang

Published

on

By

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, saat menghadapi tunggal China, Huang Yu Xiang, pada laga Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/1). Anthony Ginting menang 21-11, 21-14 atas Huang Yu Xiang. (Bola.com/Yoppy Renato)

Finroll.com, Jakarta – Tunggal putra Indonesia, Anthony Ginting, tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya setelah meraih medali juara Daihatsu Indonesia Masters 2020. Buat Anthony, gelar ini mengakhiri penantian panjangnya.

Anthony Ginting menjuarai Indonesia Masters 2020 setelah mengalahkan Anders Antonsen pada partai final di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/1/2020).

Menjalani pertandingan tersebut, Anthony harus berjuang hingga 1 jam 11 menit untuk menyegel kemenangan dengan skor 17-21, 21-15, 21-9.

Gelar ini mengakhiri penantian panjang Anthony Ginting. Terakhir kali, pebulutangkis 23 tahun itu meraih medali juara adalah di China Terbuka 2018. Sepanjang 2019, Anthony melakoni lima laga final namun tak mampu meraih gelar.

“Puji Tuhan bisa bermain dengan baik hari ini juga bermain tanpa cedera. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semuanya yang sudah memberikan dukungan dan doa untuk pertandingan hari ini,” kata Anthony usai pertandingan.

“Senang sekali karena meraih gelar juara di rumah sendiri. Apalagi tahun lalu sudah lima kali final, namun tidak ada yang tembus satu pun,” lanjutnya.

“Puji Tuhan hari ini bisa meraih gelar di Indonesia Masters. Pasti itu sangat berarti dan memotivasi kedepannya dan semangat lagi untuk mengejar poin ke Olimpiade,” ujar Anthony Ginting.

Gelar Daihatsu Indonesia Masters 2020 menjadi yang kedua diraih Anthony sepanjang penyelenggaraan. Medali juara perdana di ajang ini diraih Anthony Ginting pada edisi 2018, setelah mengalahkan Kazumasa Sakai dengan skor 21-13, 21-12.

Bukan Laga Mudah

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, saat menghadapi tunggal China, Huang Yu Xiang, pada laga Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/1). Anthony Ginting menang 21-11, 21-14 atas Huang Yu Xiang. (Bola.com/Yoppy Renato)

Anthony Ginting juga menilai pertandingan final Daihatsu Indonesia Masters 2020 sangat menguras tenaga. Hal itu diungkapkannya karena menyebut Anders Antonsen adalah lawan yang tak mudah ditaklukkan.

“Gim pertama Antonsen dari tempo dan lainnya lebih inisiatif untuk menekan saya. Pada gim kedua saya mencoba untuk tidak masuk ke tempo permainan cepat,” tuturnya.

“Saya mencoba untuk melambatkan tempo. Pada gim ketiga dia terlihat sudah mulai capek dari segi poin dia sering mati sendiri dan gampang dimatiin,” ujar Anthony.(bola.com)

Continue Reading

Bulutangkis

Menang Tiga Gim, Jonatan ke Babak Kedua Malaysia Masters 2020

Published

on

By

Jakarta, — Jonatan Christie menang atas Daren Liew dengan skor 21-10, 16-21, dan 21-15 pada babak pertama Malaysia Masters 2020 yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Rabu (8/1).

Smes menyilang dari Jojo mengawali poin dalam pertandingan yang mempertemukan wakil Indonesia dan Malaysia.

Poin pertama dari Jojo tidak membuat laga berjalan mudah. Liew tampil spartan dan meladeni permainan Jojo. Pemain peringkat 30 dunia itu mengimbangi perolehan poin hingga skor 3-3.

Jojo baru bisa melebarkan jarak dengan meraih tiga poin beruntun, beberapa di antaranya didapat dari pengembalian Liew yang melebar.

Bermain di hadapan pendukungnya, Liew berupaya meraih poin dengan bermain agresif. Namun serangan-serangan pemain peringkat 30 dunia itu selalu mampu diantisipasi Jojo. Bermain cepat dengan variasi bola-bola menyilang tidak mampu menembus pertahanan Jojo yang memimpin 11-5 hingga interval.

Liew kemudian mencoba bangkit. Jojo pun tidak mengendurkan permainan. Kendati Liew memperbaiki penampilan, Jojo tetap bermain dengan level terbaik.

Penampilan Jojo yang cukup solid kembali membuat Liew membuat kesalahan-kesalahan sendiri. Jojo pun meraih enam poin beruntun dan membuat skor menjadi 20-10. Smes lurus Jojo memastikan skor 21-10 sebagai hasil akhir gim pertama.

Berbanding terbalik dengan gim pertama. Jojo menampilkan performa yang kurang apik pada gim kedua. Kesalahan penempatan bola dan pukulan-pukulan yang tidak akurat justru menguntungkan Liew. Jojo pun tertinggal 6-11 hingga interval.

Unggulan keenam Malaysia Masters itu belum mampu menampilkan permainan terbaik selepas jeda. Kendati mampu meraih poin, Jojo masih dalam posisi tertinggal. Liew bahkan meraih poin berkat kesalahan-kesalahan Jojo.

Pebulutangkis pelatnas PBSI itu meraih empat poin beruntun dan membuat skor menjadi 14-16. Liew kemudian memutus rentetan poin Jojo. Sesaat setelah meraih poin Liew terlihat mengalami masalah pada pinggang kanan. Namun masalah tersebut tidak membuat Liew kehilangan gim kedua, Jojo kalah 16-21.

Menang Tiga Gim, Jonatan ke Babak Kedua Malaysia Masters 2020

Sempat unggul 2-0 pada gim penentuan, Jojo kemudian tertinggal. Liew meraih tujuh poin beruntun. Jojo tetap berusaha meraih poin. Sementara Liew kembali mengalami masalah pinggang. Jojo berbalik unggul 11-10 pada interval.

Keunggulan Jojo bertambah, namun Liew tak mau menyerah begitu saja dan tetap mengeluarkan permainan terbaik. Jojo memastikan tiket ke babak kedua berkat kemenangan 21-15 pada gim ketiga.

Sebelum Jonatan bertanding, di lapangan yang sama Ruselli Hartawan mengalahkan wakil Singapura Yeo Jia Min 10-21, 21-11, dan 21-16.

Wakil Merah Putih di sektor ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang menempati unggulan kelima kalah 18-21 dan 13-21 dari Man Wei Chong/Pearly Tan Koong Le. (nva/jun)

Continue Reading

Bulutangkis

Hasil Malaysia Masters 2020: Marcus/Kevin ke Babak Kedua

Published

on

By

Jakarta, — Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menang 21-17 dan 21-8 atas ganda Taiwan Lin Chia Yu/Yang Ming Tse pada babak pertama Malaysia Masters 2020 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Rabu (8/1).

Tetapi pertandingan gim pertama tidak berjalan mudah bagi keduanya.Lin/Yang kemudian mengejar ketertinggalan dan menyamakan kedudukan pada skor 6-6. Bahkan pasangan asal Taiwan itu sempat unggul satu angka atas pasangan nomor satu dunia tersebut.

The Minions tidak mampu menyalip perolehan poin lawan. Hingga interval gim pertama, Marcus/Kevin tertinggal 10-11.

Setelah rehat, Lin/Yang sempat membukukan keunggulan dua poin. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Marcus/Kevin kemudian meraih empat poin beruntun dan memimpin 16-13.

Pasangan pelatnas PBSI itu kemudian meraih poin demi poin dengan mudah untuk mencapai angka 20. Marcus/Kevin butuh tiga kesempatan untuk mengakhiri gim pertama dengan skor 21-17.

Memasuki gim kedua, Marcus/Kevin meraih poin dengan mudah. Sempat disamakan pada kedudukan 1-1, Marcus/Kevin membukukan keunggulan 8-2. Kesalahan pengembalian lawan dan penempatan bola yang akurat menjadi sumber poin pasangan andalan Indonesia itu.

Keunggulan 11-4 pada saat interval berhasil dilanjutkan Marcus/Kevin. Bermain santai, Dalam waktu 24 menit, Marcus/Kevin memastikan langkah ke babak kedua. Selanjutnya Marcus/Kevin akan menghadapi pasangan tuan rumah Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Sebelumnya pasangan ganda campuran, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja juga melewati babak pertama setelah menang 21-16 dan 21-19 atas Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich asal Jerman.

Hasil Malaysia Masters 2020: Marcus/Kevin ke Babak Kedua

Sementara dua tunggal putra Tommy Sugiarto dan Shesar Hiren Rhustavito gagal mengalahkan lawan-lawannya. Tommy kalah 13-21 dan 8-21 dari unggulan kelima asal Denmar, Viktor Axelsen. Sedangkan Shesar kalah 18-21 dan 16-21 dari Lee Cheuk Yiu asal Hong Kong.

Ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto juga kalah pada babak pertama Malaysia Masters dari Li Wen Mei/Zheng Yu dengan skor 21-14, 10-21, dan 9-21.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending