Connect with us

Ragam

Ketika Gejala Strok Tersamar dengan Penyakit Lainnya

Published

on


Finroll.com – Hari strok sedunia memang sudah berlalu, setiap tanggal 29 Oktober kita selalu memperingatinya. Namun kesadaran dan pengetahuan mengenai pembunuh nomor satu di Indonesia ini sebaiknya diperkaya setiap hari. Salah satunya adalah pengetahuan mengenai gejala dan penanganan awal penyumbang 15 persen kematian ini.

Penanganan medis yang tepat bisa membawa perubahan besar pada hidup seseorang. Bahkan bisa berdampak pada hidup dan mati seseorang. Untuk itu, Anda perlu mengenali gejala strok yang terjadi pada orang disekitar Anda maupun terhadap diri sendiri.

Gejala strok umumnya tidak terasa menyakitkan. Awalnya, gejala strok akan muncul dengan tanda penglihatan yang kabur atau kehilangan sebagian penglihatan. Setelah itu, strok akan ditandai dengan keadaan tubuh yang lemas, kurang keseimbangan, mati rasa, hingga kesemutan pada tubuh maupun wajah.

Bila kaki mulai terasa lemas, maka hal tersebut akan berdampak pada kemampuan berjalan yang terganggu. Sedangkan lemas pada lengan akan membuat bahu menjadi tidak seimbang. Bila terjadi pada wajah, akan membuat wajah tampak tidak sama, kelopak mata menurun dan ucapan yang seringkali tidak jelas.

Namun dalam beberapa kasus, tanda-tanda strok muncul dengan gejala yang berbeda. Pusing tiba-tiba, sakit kepala berat, kesulitan berbicara, dan linglung menjadi penanda. Bila gejala tersebut muncul, sebaiknya Anda segera menghubungi layanan darurat atau rumah sakit. Beri tahukan juga orang di sekitar Anda.

Walaupun gejala-gejala di atas dapat kita ingat dengan mudah, tetapi pada faktanya kita seringkali kesulitan untuk menyadarinya. Apalagi banyak tanda strok yang muncul bersamaan dengan tanda neurologis lainnya. Beberapa kondisi bahkan sering disalahartikan dengan strok, seperti, kejang-kejang, tumor otak, penggunaan obat, efek samping obat, serangan jantung, detak jantung tidak teratur, dan tekanan darah yang sangat rendah.

Seringkali ketika sudah mengalami pusing, mati rasa, kesemutan atau perubahan pada penglihatan, mereka akan mengabaikannya karena tidak merasakan sakit. Padahal, nyeri bukanlah sifat utama dari strok.

Banyak orang yang tidak ingin merepotkan dirinya sendiri dan keluarga, sehingga lebih memilih untuk mengabaikan gejala tersebut. Padahal, perawatan efektif dari strok dan penanganan strok telah berkembang pesat, sehingga Anda dapat dengan segera diberikan penanganan untuk memulihkan kondisi tubuh.

Strok sangat berdampak pada fungsi sensor, motor, dan penglihatan, karena itu sebaiknya Anda tidak mengemudi bila Anda merasa menderita strok. Hal yang sama juga berlaku untuk tidak membiarkan seseorang yang menderita strok mengemudikan kendaraannya.

Banyak penderita strok yang tidak dapat mendeskripsikan gejala mereka. Oleh karena itu, bila seseorang telah mengetahui perubahan yang terjadi, maka mereka bisa dengan segera memberitahukannya kepada tenaga medis. Umumnya, denyut nadi dan napas akan segera diperiksa ketika bantuan medis tiba.

Pemeriksaan saraf yang dilakukan kemudian, akan memberikan informasi yang lebih rinci dan mendalam terhadap kesehatan pasien.

Ragam

ILO: 1 dari 6 Pemuda Jadi Pengangguran Gara-gara Covid-19

Published

on

Organisasi Buruh Internasional (ILO) menyatakan satu dari enam kaum muda berhenti bekerja akibat merebaknya pandemi virus corona (covid-19). Sementara, bagi yang masih bekerja mengalami pemotongan jam kerja sebesar 23 persen.

Hal itu tercantum dalam laporan analisis terbaru dampak virus covid-19 terhadap pasar tenaga kerja “Monitor ILO: Covid-19 dan Dunia Kerja – edisi ke-4”.

ILO menyebut, pesatnya pengangguran muda baru sejak covid-19 merebak pada Februari lalu juga lebih banyak mempengaruhi perempuan dibandingkan laki-laki.

“Jika kita tidak mengambil aksi yang signifikan dan segera untuk memperbaiki situasi mereka, imbas virus ini dapat kita rasakan beberapa dasawarsa ke depan,” kata Direktur Jenderal ILO, Guy Ryder dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (28/5).

Pandemi covid-19, lanjutnya, tak hanya menghancurkan pekerjaan mereka. Namun, pandemi juga mengganggu pendidikan dan pelatihan serta memberikan hambatan besar bagi mereka yang sedang berupaya memasuki pasar kerja atau berpindah pekerjaan.

Tingkat pengangguran muda pada 2019 sendiri mencapai 13,6 persen dan terbilang lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Artinya, ada sekitar 267 juta kaum muda yang tidak dalam pekerjaan, pendidikan atau pelatihan (NEET) di seluruh dunia.

Mereka yang berusia 15-24 tahun dan bekerja umumnya berada dalam bentuk pekerjaan rentan seperti pekerjaan berupah rendah, pekerjaan di sektor informal atau sebagai pekerja migran.

“Jika bakat dan energi mereka tidak termanfaatkan dengan baik akibat kurangnya peluang atau keterampilan ini akan membahayakan masa depan kita semua dan akan semakin sulit untuk membangun kembali perekonomian yang lebih baik pasca COVID,” jelas Ryder.

Lihat juga: Menaker Sebut 18 Persen Pekerja Formal DKI Terdampak Corona
ILO juga memperbarui perkiraan penurunan dalam jam kerja di kuartal pertama dan kedua pada 2020, dibandingkan dengan kuartal keempat 2019.

Diperkirakan ada 4,8 persen jam kerja hilang selama kuartal pertama 2020 (setara dengan perkiraan 135 juta pekerjaan penuh waktu, dengan asumsi 48 jam kerja per minggu).

Dari perspektif regional, Amerika (13,1 persen) serta Eropa dan Asia Tengah (12,9 persen) mewakili kehilangan terbesar dalam jadwal kerja dalam kuartal kedua.

Karenanya, ILO menyerukan diambilnya kebijakan besar untuk mendukung kaum muda, termasuk program yang memastikan lapangan kerja/pelatihan yang luas di negara-negara berkembang serta di negara dengan pendapatan ekonomi rendah dan menengah.

Continue Reading

Ragam

Ini yang Diwaspadai Jokowi Saat New Normal Pariwisata

Published

on

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai gencar mewacanakan hidup new normal kepada masyarakat. Khusus di sektor pariwisata, Jokowi pun telah menyampaikan sebuah standar baru yang nantinya akan menjadi landasan industri pariwisata menjalankan bisnisnya di tengah pandemi Covid-19.

“Betul-betul harus disiapkan sebuah standar baru menjadi sebuah kultur baru, kebiasaan baru di sektor pariwisata dan perlunya sosialisasi masif diikuti uji coba, simulasi dan pengawasan,” kata Jokowi, Kamis (28/5/2020).

Jokowi menegaskan protokol baru perlu diterapkan untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan. Jika tidak dijalankan, maka bukan tidak mungkin citra pariwisata di Indonesia menjadi buruk. Sehingga risiko ini harus benar-benar harus diwaspadai.

“Begitu ada imported case, kemudian ada dampak kesehatan maka citra pariwisata yang buruk itu akan bisa melekat dan akan menyulitkan kita untuk memperbaikinya lagi karena itu betul-betul harus dihitung, dikalkulasi betul, di lapangan manajemen pengawasannya dilaksanakan,” kata Jokowi.

Protokol kesehatan yang dimaksud Jokowi mulai dari sisi transportasi, penginapan atau hotel, restoran, hingga sejumlah area-area di lokasi pariwisata. Menurut Jokowi, sejumlah negara lain pun sudah melakukan hal serupa.

“Saya minta lihat benchmark di negara lain yang sudah saya lihat menyiapkan ini dengan kondisi new normal di sektor pariwisata,” katanya.

Continue Reading

Ragam

Imbas Corona, Pembangunan MRT Fase 2 Diundur Juni 2020

Published

on

By

PT MRT Jakarta menyatakan pembangunan proyek mass rapid transportation (MRT) Fase 2A dari Bundaran HI hingga Stasiun Kota ditunda hingga Juni 2020. Penundaan ini tak lepas dari wabah virus corona yang semakin meluas di Jakarta.

“Betul, ada penundaan,” kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhammad Kamaludin saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Kamis (30/4).

Pembangunan proyek MRT Fase 2A sedianya dikerjakan pada Maret 2020 dan ditargetkan rampung pada Desember 2024. Namun, karena penundaan, proyek ini diperkirakan baru akan rampung sekitar Maret 2025.

Namun begitu, Kamaludin mengatakan saat ini beberapa pekerjaan masih ada yang berjalan dengan aturan physical distancing. Namun, akibat pandemi virus corona beberapa pekerjaan lainnya mesti ditunda.

Salah satu alasan penundaan pengerjaan MRT Fase 2A yakni karena sebagian tenaga kerja didatangkan dari Jepang. Sementara itu, Jakarta saat ini tengah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga tidak memungkinkan untuk mendatangkan pekerja dari Jepang.

Penundaan proyek MRT ini, lanjut Kamal, berimbas pada rencana operasional MRT. “Operasional fase 2A baru pada Maret 2026,” kata dia.

Fase 2A dimulai dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota dengan total panjang jalur 6 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yakni Stasiun Thamrin, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, dan Stasiun Kota.

Pembangunan Fase 2A dibagi ke dalam tiga paket kontrak sipil, terdiri dari paket kontrak CP 201, CP 202 dan CP 203. Periode konstruksi Fase 2A akan dimulai pada Maret 2020 dan direncanakan selesai pada Desember 2024.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending