Connect with us

News

Ketika Menhan Prabowo Digoda PKS

Published

on


Menteri Pertahanan Prabowo Subianto digoda oleh Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Jazuli Juwaini saat rapat di Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Senin, 11 November 2019. Saat sesi perkenalan, Jazuli yang juga anggota Komisi I itu menyinggung soal koalisi pemilihan presiden 2019 ke Prabowo.

“Saya Jazuli Juwaini dari fraksi partai sekutu bapak, Partai Keadilan Sejahtera,” kata Jazuli di ruang rapat Komisi I DPR, Senayan, Jakarta saat rapat. Beberapa anggota Dewan pun tertawa kecil mendengar ucapan Jazuli itu.

Prabowo hari ini menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR. Dalam rapat kerja perdana ini, Prabowo didampingi oleh Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono dan jajaran Kementerian Pertahanan.

Menurut Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid, rapat hari ini tergolong ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Dia menyebut wartawan yang hadir termasuk salah satu yang paling ramai sepanjang sejarah dia menjadi anggota Dewan.

“Kehadiran Bapak Prabowo ditunggu-tunggu hari ini. Mudah-mudahan menjadi harapan akan adanya kerja sama yang baik ke depan,” kata Meutya saat membuka rapat

Prabowo juga disambut oleh anak buahnya, para politikus Partai Gerindra yang duduk di Komisi I DPR. Beberapa anggota Komisi I DPR dari Gerindra di antaranya Sugiono, Bambang Kristiono, dan Fadli Zon.

“Hari ini Fraksi Gerindra lengkap hadir, Pak,” kata Meutya kepada Ketua Umum Partai Gerindra itu.

International

Virus Corona Dapat Merusak Kinerja Otak, Ini Penjelasannya !

Published

on

By

Finroll.com – Jakarta, Dalam sebuah studi di Inggris telah mengatakan bahwa virus Corona bisa merusak otak.

Ahli dari University College London (UCL) menyebut bahwa virus ini bisa menyebabkan masalah saraf otak seperti stroke, kerusakan saraf, dan pembengkakan otak fatal. Hal ini mungkin terjadi sekalipun pasien tersebut tidak menunjukkan gejala masalah pernapasan yang terkait dengan covid-19.

“Kita harus waspada dan mewaspadai komplikasi pada pasien covid-19,” kata kata penulis senior bersama Dr. Michael Zandi dikutip dari CNN.

Dia juga memperingatkan bahwa masih harus dilihat “apakah kita akan melihat epidemi dalam skala besar kerusakan otak yang terkait dengan pandemi.”

Studi yang dipublikasi dalam journal Brain melakukan penelitian terhadap 43 pasien yang dirawat di University College London Hospitals terhadap orang yang dikonfirmasi dan dicurigai terinfeksi virus corona dari bulan April-Mei.

Di antara pasien ini, para peneliti menemukan 10 kasus “disfungsi otak sementara” dan delirium; 12 kasus peradangan otak; delapan kasus stroke; dan delapan kasus kerusakan saraf.

Sebagian besar pasien yang menunjukkan peradangan otak didiagnosis dengan kondisi spesifik, langka dan kadang-kadang mematikan yang dikenal sebagai ensefalomielitis disebarluaskan akut (ADEM). Sebelum pandemi, tim peneliti di London akan melihat sekitar satu pasien ADEM per bulan. Selama masa studi, jumlahnya naik menjadi setidaknya satu minggu.

Seorang wanita berhalusinasi singa dan monyet di rumahnya. Lainnya melaporkan mati rasa di anggota badan atau wajah mereka, penglihatan ganda, dan disorientasi. Satu pasien yang parah hampir tidak sadar, merespons hanya ketika kesakitan.

“Dokter perlu mewaspadai kemungkinan efek neurologis, karena diagnosis dini dapat meningkatkan potensi pasien selamat.”

“Mengingat bahwa penyakit ini baru ada selama beberapa bulan, kita mungkin belum tahu apa kerusakan otak jangka panjang yang dapat disebabkan Covid-19,” kata penulis bersama bersama Dr. Ross Paterson.

Sampai saat ini peneliti masih mencoba mencari tahu mengapa corona bisa merusak otak. Satu teori, sebaliknya, adalah bahwa komplikasi secara tidak langsung dipicu oleh respon imun dari tubuh pasien – bukan dari virus itu sendiri.

Hanya saja penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memahami pengaruh pandemi virus corona yang merusak otak dalam jangka panjang.

Foto : OkezoneTechno|GoogleSearch

Continue Reading

International

Wali Kota Seoul yang Hilang Ditemukan Meninggal

Published

on

Finroll – Jakarta, Walikota Seoul, Park Won-soon, yang dilaporkan hilang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di daerah utara ibu kota Korea Selatan itu.

Menurut laporan kantor berita Korsel, Yonhap News Agency, Kamis (9/7), Park dilaporkan menghilang oleh anak perempuannya pada sore hari. Kepolisian setempat lantas mengerahkan petugas untuk mencari keberadaan Park.

Ponsel Park pun tidak bisa dihubungi karena dinonaktifkan setelah mengontak sang anak. Menurut pengakuan anak Park, ayahnya sempat menyampaikan pesan wasiat saat dihubungi terakhir kali melalui ponsel.

Belum ada laporan rinci mengenai penyebab kematian Park.

Seperti dilansir AFP, sebelum menghilang dan ditemukan meninggal, Park dilaporkan oleh mantan pegawai di Balai Kota Seoul ke polisi pada Rabu (8/7) kemarin dengan tuduhan melakukan pelecehan seksual. Kasus itu lantas diliput oleh stasiun televisi setempat dan ditayangkan beberapa saat sebelum Park menghilang.

Park terpilih sebagai wali kota Seoul pada 2011 setelah pendahulunya mengundurkan diri saat menerima tawaran referendum pemberian makanan gratis bagi anak sekolah. Ia terpilih kembali menjadi wali kota pada 2014 dan 2018.

Dia mulanya adalah calon independen yang menang melawan kandidat dari Partai Persatuan Masa Depan (UFP) yang berhaluan konservatif. Park kemudian berkoalisi dengan Partai Demokratik yang mempunyai haluan liberal.

Penduduk setempat mulanya meragukan karena Park dinilai tidak mempunyai pengalaman politik. Namun, dia sempat digadang-gadang bakal menjadi pengganti Presiden Korsel, Moon Jae-in.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Nasional

Jokowi soal Rekor 2.657 Kasus Corona Lampu Merah Lagi

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan penyebaran virus corona (Covid-19) kembali masuk lampu merah setelah terjadi lonjakan kasus baru mencapai 2.657 orang dalam sehari. Tambahan kasus positif baru pada hari ini itu menjadi yang tertinggi sejak pengumuman kasus pada 2 Maret 2020.
“Perlu saya ingatkan sudah lampu merah lagi, hari ini secara nasional kasus positif tinggi sekali hari ini, 2.657,” kata Jokowi saat memberikan arahan di Posko Penanganan Covid-19, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7).

Jokowi mengatakan penyebaran virus corona di seluruh wilayah di Indonesia sangat tergantung kepada penanganan masing-masing daerah. Oleh karena itu, ia meminta tiap pemerintah daerah menerapkan manajemen krisis dengan baik.

Di Kalteng sendiri jumlah kumulatif kasus positif virus corona mencapai 1.093 orang. Dari jumlah itu, 393 orang dalam perawatan, sembuh 634 orang, dan meninggal 66 orang. Menurut Jokowi, angka itu terbilang kecil. Namun jika tidak dikendalikan dengan baik, jumlahnya dapat terus bertambah.

“Hati-hati angka yang tadi saya sampaikan bisa bertambah banyak. Ini jangan dianggap enteng,” ujarnya. Merujuk data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sejak 1 sampai 8 Juli, kasus positif virus corona bertambah di atas 1.000 orang per hari.

Total kasus positif Covid-19 dari 1 sampai 8 Juli sebanyak 11.694 orang. Dengan demikian, rata-rata kasus positif bertambah 1.462 orang per hari. Angka tambahan kasus positif tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata kasus positif harian sepanjang Juni 2020. Hingga hari ini, kasus positif virus corona telah mencapai 70.736 orang. Sebanyak 32.651 orang dinyatakan sembuh dan 3.417 orang lainnya meninggal dunia.

Jawa Barat menjadi provinsi yang menyumbang kasus positif baru hari ini dengan 962 orang. Disusul Jawa Timur dengan 517 orang, DKI Jakarta 284 orang, Sulawesi Selatan 130 orang, dan Jawa Tengah 120 orang.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending