Connect with us

Bulutangkis

Kevin / Reza Kalahkan Hendra / Pramudya di Mola TV PBSI Home Tournament

Published

on


Hendra Setiawan/Pramudya Kusumawardana Riyanto (dok. PBSI)
Hendra Setiawan/Pramudya Kusumawardana Riyanto (dok. PBSI)

Finroll.com, Jakarta – Kevin Sanjaya Sukamuljo/Moh. Reza Pahlevi Isfahani mengalahkan Hendra Setiawan/Pramudya Kusumawardana Riyanto, pada laga laga pertama ganda putra Mola TV PBSI Home Tournament.

Kevin/Reza mendapat perlawanan sengit dari Hendra/Pramudya. Kevin/Reza pun menelan kekalahan 18-21 dari Hendra/Pramudya pada gim pertama.

Namun pada gim kedua, Kevin/Reza membalas kekalahan dengan skor 21-13. Gim ketiga berlangsung sengit, Hendra/Pramudya yang sempat memimpin perolehan skor terus dikejar oleh Kevin/Reza.

Skor pun seringkali imbang hingga kedudukan genting 19-19. Kevin/Reza lebih dulu unggul pada kedudukan match point dengan skor 20-19, satu pengembalian Pramudya yang menyangkut di net membuat Kevin/Reza meraih angka kemenangan dengan skor 21-19.

“Alhamdulillah kami bisa menang, tetapi pada pertandingan tadi saya masih banyak melakukan kesalahan sendiri. Semoga bisa lebih baik di pertandingan kedua,” kata Reza selepas laga.

“Lawan adalah pasangan yang cukup solid, sebenarnya kekuatan cukup merata dan kami sudah sama-sama tahu permainan masing-masing. Waktu pada gim ketiga yang ketat tadi, kami cuma berpikir kalau belum game, ya masih ada kesempatan dapat poin,” ujar Kevin dalam rilis dari PBSI.

Marcus/Fikri Atasi Perlawanan Ahsan/Leo

Pebulutangkis Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamulio/Marcus Fernaldi Gideon saat melawan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pada final ganda putra Indonesia Masters 2020 di Istora GBK, Jakarta, MInggu (19/1/2020). Kevin/Markus unggul 21-15 21-16. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sementara itu, Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Shohibul Fikri juga berhasil meraih hasil positif. Marcus/Fikri meraih kemenangan tiga gim 21-11, 14-21, dan 23-21 atas Mohammad Ahsan/Leo Rolly Carnando.

Menang mudah di game pertama, Marcus/Fikri harus mengakui keunggulan Ahsan/Leo pada game berikutnya. Saling susul menyusul angka terjadi pada gim ketiga.

Ahsan/Leo yang awalnya unggul dalam perolehan angka, mendapat tekanan balik dari Marcus/Fikri. Namun, smash Ahsan yang gagal melewati net menjadikan poin kemenangan diamankan Marcus/Fikri.

“Pada gim pertama mainnya cukup enak, tetapi pada gim kedua konsentrasi saya agak buyar. Sering kecolongan dari servis lawan. Di game ketiga kami bisa mengatasi walaupun cukup ramai,” komentar Fikri soal pertandingan.

“Lawan kami memang unggul dari servis, servisnya menyerang dan susah dikembalikan. Beberapa kali kami kena di sini. Selain itu bang Ahsan kan serangan overhead-nya berbahaya, jadi kami harus siap defense dan siap untuk serang balik,” kata Marcus.(bola.com)

Advertisement Valbury

Bulutangkis

BWF Batalkan Empat Ajang Badminton di September

Published

on

By

China Open 2020 dibatalkan karena Covid-19. (Dok. PBSI)

Finroll.com, Jakarta – Federasi Badminton Dunia (BWF) membatalkan empat turnamen di bulan September karena pandemi virus corona (Covid-19).

Keempat turnamen itu adalah: Taipei Open (Super 300), Korea Open (Super 500), China Open (Super 1000), dan Japan Open (Super 750).

Awalnya, Taipei Open akan digelar pada 1-6 September, Korea Open pada 8-13 September, China Open 15-20 September, dan Japan Open pada 22-27 September. BWF membatalkan sejumlah ajang itu dengan alasan kesehatan.

“Keputusan membatalkan turnamen ini dibuat demi kepentingan kesehatan para pemain, penonton, relawan dan anggota asosiasi,” kata Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund dikutip dari situs resmi BWF.

“Kami sangat kecewa harus membatalkan turnamen, tetapi merasa kesejahteraan semua orang yang terlibat adalah yang paling penting saat ini,” ucap Lund menambahkan.

Meski kecewa, BWF tetap mengapresiasi dari anggota asosiasi yang telah berupaya keras guna bisa mewujudkan turnamen itu. Menurut Lund, anggota asosiasi yang akan menjadi tuan rumah turnamen-turnamen itu telah menunjukkan komitmennya kepada BWF.

“Kami berbagi kekecewaan dengan banyak orang di seluruh dunia yang menantikan kembalinya badminton, dan menghargai semua dukungan terus-menerus dari para penggemar dan mitra kami, karena kami terus menavigasi sisa musim 2020,” tutur Lund.

Selanjutnya BWF dan para mitra secara ketat akan memantau dan mematuhi semua pedoman pemerintah tentang turnamen yang akan datang. BWF juga akan memperbarui sisa turnamen tahun 2020.

“BWF akan terus menyesuaikan diri dengan perubahan untuk memastikan setiap kegiatan badminton 100 persen mematuhi aturan dan peraturan Organisasi Kesehatan Dunia [WHO], otoritas kesehatan setempat, dan pembatasan perjalanan internasional serta domestik,” kata Lund.

China Open merupakan turnamen level Super 1000 pertama yang dibatalkan pada tahun ini karena pandemi virus corona. Sebelumnya, All England yang digelar pada 11-15 Maret sukses diselenggarakan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Bulutangkis

Gregoria Jumpa Putri KW di Final PBSI Home Tournament

Published

on

By

Penampilan Gregoria Mariska Tunjung di semifinal PBSI Home Tournament, Jumat (24/7/2020). (PBSI)

Finroll.com, Jakarta – Gregoria Mariska Tunjung melaju ke final Mola TV PBSI Home Turnament sektor tunggal putri setelah menaklukkan Saifi Rizka Nur Hidayah 21-16, 21-13, Jumat (24/7/2020). Di babak final, Gregoria sudah ditunggu Putri Kusuma Wardani yang lebih dulu lolos.

Pada laga kontra Saifi, permainan benar-benar dikendalikan oleh Gregoria. Ia membuat Saifi tidak dapat mengembangkan permainan. Bola-bola sulit dan arahnya tak terduga yang menjadi andalan Gregoria, seringkali gagal diantisipasi lebih awal oleh Saifi.

Satu pengembalian Saifi yang menyangkut di net membuat Gregoria memastikan tempat di final.

“Saifi itu tipe pemain yang ulet, tidak mungkin saya bisa mematikan bola dalam sekali dua kali pukulan saja,” kata Gregoria dalam wawancara selepas pertandingan, seperti dilansir PBSI.

“Saya sudah siap capek karena ada beberapa reli, sedangkan Saifi kurang siap dengan pukulan-pukulan saya dan agak kaget. Waktu saya kasih pengembalian yang mengagetkan, dia tidak bisa mengembalikan dengan baik,” tutur Gregoria.

Di final, Gregoria Mariska Tunjung berpeluang membalas kekalahannya dari Putri di babak penyisihan grup M. Kala itu Gregoria dikalahkan lewat laga sengit rubber game dengan skor 23-25, 22-20, 11-21.

Berlangsung Alot

“Putri postur tubuhnya tinggi, dia bisa mengambil bola dalam beberapa jangkauan saja. Saya harus siap mengolah bola. Dia tidak mudah dimatikan, serangan bagus, diajak reli juga oke. Harus lebih nekad saja,” komentar Gregoria soal Putri.

Gregoria memperkirakan laga final akan berlangsung alot. Ia harus benar-benar mempersiapkan diri dengan mengatur istirahat dan pola makannya.

Babak final akan dimainkan sore ini setelah pertandingan perebutan juara ketiga yang dimulai pukul 15.00 WIB. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Bulutangkis

PBSI Home Tournament: Komang Bikin Kejutan Taklukkan Fitriani

Published

on

By

Penampilan Fitriani pada PBSI Home Tournament, Rabu (22/7/2020). (PBSI)

Finroll.com, Jakarta – Kejutan kembali mewarnai di penyisihan grup Mola TV PBSI Home Tournament sektor tunggal putri. Setelah Ester Nurumi Tri Wardoyo mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum, kini giliran Komang Ayu Cahya Dewi menaklukkan unggulan kedua, Fitriani.

Komang menang dua gim langsung dengan skor 21-13, 21-19. Fitriani sebetulnya berpeluang untuk memperpanjang permainan saat menyusul 17-18 di game kedua.

Namun, Satu pengembalian Fitriani yang keluar lapangan membuat harapannya pupus dan kembali kehilangan gim kedua.

“Saya tidak menyangka bisa menang karena kak Fitri jauh lebih senior dari saya. Tadi yang penting itu semangat. Di awal kak Fitri membuat banyak kesalahan-kesalahan sendiri, lalu di akhir dia mulai main aman dan menekan saya,” jawab Komang, melalui rilis dari PBSI.

“Waktu akhir gim kedua itu saya mencoba mengembalikan fokus dan masuk ke permainan saya lagi. Soalnya kalau mengikuti permainan kak Fitri bisa berbahaya,” ujar atlet binaan PB Djarum ini, tentang pertandingan pertamnya di Mola TV PBSI Home Tournament.

Pelajari Permainan Fitriani

Komang mengatakan telah mempelajari permainan Fitriani. Ia bahkan sampai bertanya kepada para pemain tunggal putri tentang pola permainan Fitriani.

“Pola main kak Fitri itu tahan-tahanan. Hari ini saya merasa kak Fitri tampil di bawah performa dan banyak kesalahan sendiri. Tadi kalau rubber game bisa berbahaya,” ucap Komang. (Bola.com)(GE)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending