Connect with us

Business

Kideco Raih 3 Penghargaan Indonesian Mining Association Award 2019

Published

on


Finroll.com — PT Kideco Jaya Agung (Kideco), anak perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk, meraih 3 penghargaan sebagai Perusahaan dengan Pembayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) Terbaik, Perusahaan Batubara Pengguna Produk

Dalam Negeri Terbaik dan Perusahaan Batubara Pelaksana Pemberdayaan Masyarakat Terbaik 2019 oleh Indonesian Mining Association (IMA).

Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Ketua IMA Ido Hutabarat memberikan langsung penghargaan tersebut kepada Managing Director & CEO Indika Energy, Azis Armand.

Acara ini dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang dalam sambutannya mengatakan industri pertambangan merupakan salah satu sektor industri yang memberikan kontribusi besar bagi negara melalui peningkatan pendapatan ekspor, peningkatan aktivitas ekonomi, pembukaan lapangan kerja dan sumber pemasukan terhadap pendapatan baik untuk pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Presiden juga mengatakan saat ini Indonesia tetap membutuhkan batubara untuk berbagai hal.

“Indonesia memerlukan batubara untuk berbagai keperluan diantaranya untuk pembangkit listrik,” tegas Presiden dalam pidatonya.

Sementara itu Ketua Umum IMA, Ido Hutabarat mengatakan bahwa pencapaian sektor pertambangan dan kontribusinya bagi negara patut diapresiasi karena hal ini merupakan bentuk komitmen dan hasil kerja keras perusahaan-perusahaan di sektor pertambangan.

Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) hingga 23 September 2019 mencapai Rp 29,26 triliun. Realisasi
tersebut baru 67,62% dari target yang ditetapkan senilai Rp 43,27 triliun.

Penghargaan IMA digelar setiap tahun sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan tambang dengan kinerja terbaik dalam beberapa aspek dan sekaligus untuk memberikan motivasi pada semua pihak agar meningkatkan kinerja masing-masing.

Kideco adalah perusahaan batubara milik Indika Energy dan merupakan salah satu yang terbesar dan terefisien di Indonesia. Kideco menargetkan capaian produksi sebesar 34 juta ton pada tahun 2019, dan hingga Oktober 2019, produksi batubara Kideco telah mencapai 28,7 juta ton.

Kideco memasok batubara bersih dan ramah lingkungan untuk pembangkit listrik tenaga uap yang menjadi kunci penggerak roda ekonomi masyarakat Indonesia.

Ke depannya, Kideco bersama Indika Energy Group akan terus menjajaki peluang dan
mengoptimalkan keunggulan operasional untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia,” tutur Azis Armand usai menerima penghargaan.(red)

Advertisement Valbury

Ekonomi Global

OPEC+ Pangkas Produksi, ICP Juni Naik ke US$36,68 per Barel

Published

on

By

Harga minyak Indonesia (ICP) naik ke level US$36,68 per barel pada Juni 2020. Ilustrasi. (iStock/bomboman).

Finroll.com, Jakarta – Kementerian ESDM mencatat harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sebesar US$36,68 per barel pada Juni 2020. Angka itu melonjak US$11,01 per barel atau 42 persen dibandingkan Mei, US$25,67 per barel.

Peningkatan juga dialami ICP SLC sebesar USD 11,60 per barel, dari USD 27,44 per barel menjadi USD 39,04 per barel.

Tim Harga Minyak Indonesia Kementerian ESDM menilai kenaikan ICP mengikuti perkembangan harga-rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional.

Bulan lalu, harga minyak internasional menanjak antara lain disebabkan oleh kesepakatan Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) untuk melanjutkan pemangkasan produksi sebesar 9,7 juta barel per hari (bph) hingga Juli 2020.

Berdasarkan laporan OPEC Juni lalu, produksi minyak mentah dari negara-negara non OPEC tahun ini diperkirakan sebesar 61,8 juta bph atau menurun sebesar 3,8 ribu bph dibandingkan perkiraan Mei 2020.

Kondisi itu seiring dengan penurunan produksi beberapa negara, seperti Rusia, Oman, Meksiko, Kazakhstan dan Azerbaijan. Bulan lalu, ekspor minyak mentah Rusia mencapai angka terendah dalam 10 tahun terakhir.

“Disampaikan pula bahwa terjadi penurunan penggunaan oil rig di AS sebesar 71 persen (690 unit) selama tahun 2020, menjadi 279 oil rig, seiring dengan tidak diproduksikannya sumur-sumur minyak akibat rendahnya harga minyak, penurunan permintaan minyak dan keterbatasan tangki penyimpanan minyak mentah,” imbuh Tim Harga Minyak.

Selain itu, laporan Badan Energi Internasional (EIA) pada Juni lalu memperkirakan permintaan minyak mentah tahun ini sebesar 91,7 juta bph atau lebih tinggi 500 ribu bph dibandingkan perkiraan Mei 2020. Kenaikan itu berasal dari peningkatan permintaan BBM di beberapa kota besar dunia yang telah kembali mencapai level permintaan 2019, seiring dengan pelonggaran kebijakan penutupan wilayah (lockdown) di sejumlah negara.

Kenaikan harga minyak mentah internasional juga disebabkan laporan Energy Information Administration (EIA) mengenai penurunan stok produk gasoline AS pada Juni 2020 sebesar 2,5 juta barel menjadi sebesar 255,3 juta barel dibandingkan Mei 2020.

Terakhir, peningkatan Purchasing Managers’ Index (PMI) AS dan beberapa negara Eropa yang meningkatkan sentimen positif pasar terkait perbaikan ekonomi global.

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan minyak Arab Saudi dan Irak di Asia seiring peningkatan kepatuhan anggota OPEC+ atas kesepakatan pemangkasan produksi.

Tak hanya itu, peningkatan harga minyak di Asia Pasifik juga dipengaruhi oleh kenaikan tingkat pengolahan kilang di Cina dan Korea Selatan, perbaikan permintaan minyak mentah yang cukup signifikan di Cina dan India, serta sejumlah negara di Asia mulai melonggarkan kebijakan lockdown untuk menggerakkan kembali perekonomian.

Berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Juni 2020 dibandingkan Mei 2020:

– Dated Brent naik 38,3persen menjadi US$40,07 per barel

– WTI (Nymex) naik 34,3 persen menjadi US$38,31 per barel

– Basket OPEC naik 46,9 persen menjadi US$36,99 per barel

– Brent (ICE) naik 25,79 persen menjadi US$40,77 per barel.

Sumber : Cnnindonesia.com

Continue Reading

Keuangan

Jelang New Normal, OJK Sebut Restrukturisasi Kredit Melandai

Published

on

Finroll – Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat permintaan restrukturisasi kredit melandai seiring pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuju fase normal baru (new normal).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK  Heru Kristiyana mengungkapkan total restrukturisasi disalurkan perbankan tercacat sebesar Rp695,34 triliun hingga 22 Juni 2020. Rinciannya, restrukturisasi kepada UMKM sebesar Rp 307,8 triliun dan non-UMKM sekitar Rp387,52 triliun.

“Di minggu-minggu terakhir ini, kami lihat bahwa permintaan restrukturisasi kredit itu mulai melandai, artinya para debitur dengan agak dilontarkannya PSBB itu sudah mulai percaya diri,” ujarnya dalam diskusi virtual Mendorong Pemulihan Ekonomi Melalui Perbankan, Kamis (2/7).

Penurunan permintaan restrukturisasi kredit tersebut juga tercermin dari banyaknya pemohon yang membatalkan restrukturisasi kredit karena bisa memenuhi kewajibannya.



Menurut Heru hal tersebut memberikan sinyal bahwa PSBB telah menggerakkan kembali roda perekonomian. “Itu artinya pelonggaran PSBB kan memberikan nilai positif,” imbuhnya.

Lantaran itu pula lah, kata Heru, perbankan kian optimistis bahwa kredit akan tetap tumbuh positif bahkan mencapai 4 persen.

“Kami juga mendapati data bahwa perbankan kita itu masih optimistis kreditnya untuk tetap bisa tumbuh positif bahkan mencapai 4 persen. Nah ini kan bagus sekali. Jadi kita optimistis memandang perbankan kita ke depan dalam menghadapi covid-19 ini,” pungkas Heru.

 

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Business

Mulai Hari Ini, Kereta dari Jakarta ke Surabaya Beroperasi Lagi

Published

on

Finroll – Jakarta, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI membuka kembali operasional kereta api (KA) dengan rute perjalanan dari Jakarta ke Surabaya mulai hari ini, Jumat (3/7). Penumpang bisa menggunakan KA Turangga dengan rute Stasiun Gambir-Bandung-Surabaya Gubeng dan KA Kertajaya dengan rute Stasiun Pasar Senen-Surabaya Pasarturi.

“Perjalanan KA Turangga dan KA Kertajaya hanya beroperasi setiap akhir pekan, yaitu pada tanggal 3, 4, 5, 10, 11,12, 17,18, 19, 24, 25, 26, 30 dan 31 Juli 2020,” ungkap Kepala Humas KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa dalam keterangan resmi, Kamis (2/7).

Bersamaan dengan pengoperasian KA Turangga, Stasiun Gambir resmi dibuka lagi untuk pelayanan penumpang KA jarak jauh setelah sebelumnya sempat ditutup akibat pandemi virus corona atau covid-19. Secara total ada lima KA yang dioperasikan oleh KAI.

Pertama, KA Turangga dengan keberangkatan setiap pukul 14.00 WIB. Kedua, KA Kertajaya dengan keberangkatan di Stasiun Pasar Senen pukul 14.10 WIB dan Bekasi pukul 14.40 WIB.

Ketiga, KA Bengawan dengan rute Pasarsenen-Cirebon Prujakan-Purwosari. Jam keberangkatannya dari Stasiun Pasar Senen pada pukul 06.30 WIB dan Bekasi 06.54 WIB.



Keempat, KA Tegal Ekspress dengan rute Pasarsenen-Cirebon Prujakan-Tegal. Berangkat setiap pukul 07.40 WIB dari Stasiun Pasar Senen, Bekasi 08.05 WIB, dan Cikampek pukul 08.56 WIB.

Kelima, KA 322 Serayu dengan rute Pasarsenen-Kiaracondong-Purwokerto. Keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pukul 09.15 WIB, Bekasi pukul 09.47 WIB, Karawang pukul 10.21 WIB, dan Cikampek pukul 10.42 WIB.

Eva mengatakan pembukaan operasional seluruh KA ini mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No 9 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.

Kemudian juga mengacu pada Surat Edaran Ditjenka Kemenhub No 14 Tahun 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Pengendalian Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Mencegah Penyebaran Covid-19.

“Pengoperasian kembali KA reguler ini tentunya akan tetap diikuti dengan protokol pencegahan penyebaran covid-19 yang diterapkan pada masa adaptasi kebiasaan baru,” katanya.

Pada tahap awal, sambungnya, KAI hanya menjual tiket maksimal 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia pada KA. Tujuannya, untuk menjaga jarak antar penumpang selama dalam perjalanan.

Khusus bagi penumpang dengan usia di atas 50 tahun, petugas akan melakukan pengaturan tempat duduk sehingga dalam perjalanan tidak berdekatan dengan penumpang lain. Untuk melakukan perjalanan KA Jarak Jauh, calon penumpang diharuskan melengkapi beberapa syarat yang tertuang dalam Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 No 9 Tahun 2020.

Berkas persyaratan tersebut harus ditunjukkan kepada petugas pada saat melakukan boarding, jika membeli tiket melalui sistem online seperti KAI Access, Web KAI, dan mitra penjualan tiket resmi KAI lainnya. Namun, jika membeli tiket melalui loket go show dengan ketentuan tiga jam sebelum keberangkatan KA di Stasiun Pasar Senen dan Gambir, maka berkas persyaratan akan melalui proses pengecekan di awal oleh petugas loket sebelum transaksi tiket dilakukan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending