Connect with us

MotoGP

Klasemen MotoGP 2019: Marquez Cetak Rekor Poin

Published

on


Finroll.com – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, kembali meraih gelar juara, kali ini pada balapan MotoGP Australia yang berlangsung di Sirkuit Phillip Island, Minggu (27/10/2019). Kemenangan ini membuat pembalap berjulukan The Baby Alien itu mencetak rekor poin pribadi.

Marc Marquez menjadi yang tercepat setelah finis di depan dengan catatan waktu 40 menit 43,729 detik. Pembalap asal Spanyol itu unggul 11,413 detik dari Cal Cruthlow di peringkat kedua, dan Jack Miller (+14,499 detik) yang meraih podium ketiga.

BACA JUGA : 

Tambahan 25 poin membuat Marquez kini mengemas 375 poin. Pencapaian itu melewati jumlah poin yang pernah diraih Marquez ketika menjadi juara MotoGP 2014 dengan poin 362.

Dengan dua sisa seri di MotoGP 2019 membuat Marquez masih berpeluang menambah poin. Hasil akhir pada klasemen MotoGP 2019 akan menjadi jumlah poin terbanyak yang pernah diraih Marquez selama berkarier di MotoGP.

Sementara itu, di peringkat kedua masih ada Andrea Dovizioso dengan jumlah 240 poin. Pembalap Ducati itu menambah sembilan poin setelah finis di peringkat ketujuh pada MotoGP Australia.

Di belakang Dovizioso ada Alex Rins, dengan koleksi 183 poin. Rins menambah tujuh poin pada MotoGP Australia setelah finis di peringkat kesembilan.

MotoGP 2019 menyisakan dua seri lagi yakni di Sirkuit Sepang, Malaysia (3/11/2019), dan seri penutup di Valencia, Spanyol (17/11/2019). Jika mampu memenangi dua seri tersebut, Marc Marquez musim ini akan mengumpulkan poin maksimal 425.

Klasemen Sementara MotoGP 2019

1. Marc Marquez (Repsol Honda) 375 poin

2. Andrea Dovizioso (Ducati) 240 poin

3. Alex Rins (Suzuki) 183 poin

4. Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha) 176 poin

5. Danilo Petrucci (Ducati) 169 poin

6. Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) 163 poin

7. Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) 153 poin

8. Jack Miller (Pramac Ducati) 141 poin

9. Cal Crutchlow (LCR Honda) 133 poin

10. Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) 105 poin

11. Pol Espargaro (KTM) 89 poin

12. Joan Mir (Suzuki) 77 poin

13. Takaaki Nakagami (LCR Honda) 74 poin

14. Aleix Espargaro (Aprilia) 53 poin

15. Francesco Bagnaia (Pramac Ducati) 50 poin

16. Andrea Iannone (Aprilia) 43 poin

17. Miguel Oliveira (KTM Tech 3) 33 poin

18. Johann Zarco (KTM) 30 poin

19. Jorge Lorenzo (Repsol Honda) 23 poin

20. Tito Rabat (Avintia Racing) 18 poin

21. Stefan Bradl (Honda) 16 poin

22. Michele Pirro (Ducati) 9 poin

23. Hafizh Syahrin (KTM Tech 3) 8 poin

24. Sylvain Guintoli (Suzuki) 7 poin

25. Karel Abraham (Avintia Racing) 7 poin

26. Mika Kallio (KTM) 2 poin

(bola.com)

MotoGP

Ini yang Harus Dilakukan Fabio Quartararo Sebelum Jadi Rival Terkuat Marc Marquez

Published

on

By

Pembalap tim Petronas Yamaha, Fabio Quartararo, mulai MotoGP musim depan pindah ke Monster Energy Yamaha (AFP/Lillian Suwanrumpha)

Finroll.com, Jakarta –  Sebelum dianggap sebagai rival terkuat Marc Marquez pada masa depan, Fabio Quartararo harus membuktikan diri terlebih dahulu dengan cara merebut kemenangan di MotoGP. Inilah yang dinyatakan ayah Jorge Lorenzo, Chicho Lorenzo, kepada Paddock GP, Selasa (30/6/2020).

Chicho, yakni sosok yang ‘menggembleng’ Lorenzo sejak anak-anak sampai bisa merebut 5 gelar dunia, tentu tahu banyak soal apa yang harus dan tidak dilakukan oleh seorang pebalap jika ingin merebut kesuksesan.

Mengamati debut Fabio Quartararo di kelas tertinggi pada 2019, di mana ia merebut 7 podium dan 6 pole, Chicho pun yakin kemampuan rider 21 tahun itu hanya tinggal di asah sedikit agar bisa lebih baik lagi tampil di lintasan dan benar-benar menjadi rival berat Marquez.

Gebrakan Quartararo tahun lalu memang membuatnya kembali dijuluki ‘The Next Marc Marquez’, julukan yang pernah diberikan banyak orang padanya saat masih turun di CEV Moto3 pada 2013 dan 2014. Chicho pun mengaku paham mengapa Fabio Quartararo bisa sampai mendapatkan julukan yang cukup ‘serius’ tersebut.

“Kami yakin pada Fabio sampai-sampai menyebutnya sebagai bintang baru MotoGP dan sebagai suksesor Marc Marquez. Di MotoGP, ia terbukti bisa sangat cepat dan meraih hasil baik meski membela tim satelit. Ia bahkan bisa tampil lebih baik dari Rossi dan Vinales pada beberapa kesempatan. Kami sudah lihat ia mampu ‘mengganggu’ Marc,” ungkapnya.

Motor Paling Bersahabat

Marc Marquez (kanan) seolah hendak mencekik leher Fabio Quartararo (kiri) pembalap Petronas Yamaha SRT asal Prancis. (AFP/Jorge Guerrero)

Chicho pun yakin debut gemilang Quartararo juga terbantu fakta bahwa YZR-M1 merupakan motor paling bersahabat di MotoGP, yang cocok dengan segala jenis gaya balap. Meski begitu, untuk benar-benar bersaing sengit dengan Marquez, Quartararo harus bekerja lebih keras lagi.

“Juga benar bahwa Yamaha adalah motor yang mudah dikendarai. Dengan motor itu, pebalap lain juga langsung cepat sekalinya berkendara. Tapi apakah Fabio akan benar-benar bisa melawan Marc?” tutur Chicho, yang juga mentor Lorenzo School, akademi balap yang mengorbitkan Joan Mir.

“Jika Fabio menemukan tombol yang tepat di kepalanya, yang bisa membantunya mendapatkan langkah terakhir untuk mulai meraih kemenangan dan ikut memperebutkan gelar dunia, maka barulah memungkinkan ia bisa menjadi lawan Marc yang sepadan,” pungkasnya. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

MotoGP

Dovizioso Bakal Tampil di Pembuka MotoGP 2020

Published

on

Finroll – Jakarta, Pembalap Ducati Andrea Dovizioso dikonfirmasi akan tampil dalam seri pembuka MotoGP 2020 di MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, 19 Juli mendatang.

Dovizioso mengalami patah tulang pada ajang motocross di Italia sehingga harus menjalani operasi bahu pada Minggu (28/6) waktu setempat.

Akun Twitter Ducati Course mengonfirmasi operasi Dovizioso berjalan dengan baik. Pembalap asal Italia itu itu pun diproyeksikan tampil pada seri pembuka MotoGP musim ini.

“Dovizioso sukses menjalani operasi tulang selangka kiri di Policlinico di Modena kemarin malam,” ucap Ducati.

“Dia akan segera memulai rehabilitasi dan ambil bagian dalam pembuka MotoGP 2020 di Sirkuit Jerez pada 19 Juli 2020,” kata Ducati menambahkan.

Dovizioso mendapat izin dari Ducati tampil di kejuaraan motocross MX regional di Emilia Rogmana, Italia. Ikut sertanya pembalap 34 tahun itu disebut sebagai bagian dari persiapan MotoGP 2020.

Akan tetapi, nahas bagi runner-up MotoGP 2019 tersebut. Dovizioso menabrak motor lain saat mendarat dari lompatan yang mengakibatkan patah tulang selangka kiri dan harus mendapat operasi.

Bakal tampilnya Dovizioso di pembuka MotoGP 2020 sesuai dengan prediksi sang manajer, Simone Battistella. Sebelumnya Battistella optimistis Dovizioso akan membalap di Sirkuit Jerez.

“Andre kesakitan, tapi tetap stabil. Mungkin ini patah tulang yang sebenarnya tidak perlu operasi.”

“[Namun] kami melakukan operasi kepada Andrea [untuk menguatkan kondisi] agar dia bisa segera berlatih dalam beberapa hari sehingga bisa tampil pada balapan perdana [MotoGP Spanyol],” ujar Battistella.

Masa depan Dovizioso di Ducati sendiri masih belum jelas. Pasalnya, Dovizioso belum menandatangani perpanjangan kontrak dengan Ducati.

MotoGP 2020 akan dimulai di Sirkuit Jerez, Spanyol, 19 Juli mendatang. Live streaming MotoGP Spanyol bisa disaksikan melalui CNNIndonesia.com, sementara siaran langsung balapan di Trans7.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

MotoGP

Ternyata Ini Alasan Ducati Izinkan Andrea Dovizioso Balapan Motocross yang Berujung Kecelakaan dan Patah Tulang

Published

on

By

4. Andrea Dovizioso (Ducati) - 1,3 juta Follower. (EPA/Luca Zennaro)

Finroll.com, Jakarta –  Andrea Dovizioso mengalami kecelakaan ketika mengikuti lomba motocross di trek Monte Coralli, Faenza, Italia, Minggu (28/6/2020).

Akibat kecelakaan itu, pembalap Ducati itu mengalami patah tulang selangka bahu kiri dan harus menjalani operasi pada hari yang sama.

Operasi sendiri berjalan sukses, tapi Andrea Dovizioso hanya punya waktu kurang lebih dua pekan. Karena pada 15 Juli, ia harus sudah mengikuti sesi tes MotoGP 2020 di Sirkuit Jerez, Spanyol.

Kemudian di trek yang sama, MotoGP 2020 juga menggelar dua lomba pertama pada tanggal 19 dan 26 Juli.

Pastinya tidak ada pihak yang disalahkan dari kejadian ini. Karena Dovizioso tampil di balapan motocross setelah mendapat izin dari Ducati.

Komentar Pihak Ducati

Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, memilih untuk mengendarai motocross di waktu luang yang dimiliki. (Instagram/@andreadovizioso)

Lantas apa alasan manajemen Ducati mengizinkan Andrea Dovizioso berlomba motocross padahal tahu risiko terjatuh sangat besar dan MotoGP 2020 sudah di depan mata?

“Kami tahu motocross adalah kegiatan yang menimbulkan beberapa risiko. Kami masih mengizinkan Andrea karena dia telah menjelaskan kepada kita bahwa dia perlu menemukan kembali rangsangan dan sensasi (mengendarai motor) yang hanya bisa diberikan oleh kompetisi nyata,” Kata Ciabatti.

“Sisi lain, motocross juga jenis latihan yang dilakukan banyak pembalap MotoGP. Jadi, pada akhirnya, kita harus lega bahwa cedera itu tidak memiliki konsekuensi serius dan bahwa Andrea akan dapat [berpartisipasi] di lomba pertama musim ini,” tambahnya.

Untuk diketahui, sebelum kecelakaan Dovizioso saat berlomba motocross, pihak Ducati juga sedang bernegosiasi dengan pembalap asal Italia itu terkait perpanjangan kontrak untuk MotoGP 2021.

Sampai kini, Ducati-Dovizioso belum mencapai kata sepakat. Konon masalahnya akibat nilai kontrak yang masih terlalu kecil untuk runner-up MotoGP tiga musim terakhir itu. (Bola.com)(GE)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending