Connect with us

Pasar Modal

Komodo Bond Rp 5,4 T Jatuh Tempo Bulan Ini, Wijaya Karya: Dana Sudah Siap

Published

on


Jakarta – Emiten kontraktor pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. siap melunasi obligasi global bertajuk Komodo Bond yang akan jatuh tempo pada akhir bulan ini.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengatakan pihaknya telah menyiapkan dana pelunasan Komodo Bond senilai Rp5,4 triliun pada akhir bulan ini.

“Terkait pelunasan global bond yang jatuh tempo, kami sudah siapkan dananya dari penerbitan obligasi dan sukuk tahap satu, bridging loan, dan dari kas perusahaan sendiri,” jelas Mahendra kepada Bisnis, Rabu 13 Januari 2021.

Perinciannya, emiten dengan kode saham WIKA ini telah menerbitkan surat utang pada tahun lalu senilai total Rp2 triliun. Selanjutnya, perseroan juga mendapatkan bridging loan senilai total Rp3 triliun.

Sisa Rp400 miliar disebut Mahendra akan diambil dari kas operasional perseroan. Selanjutnya, pada semester kedua tahun ini WIKA juga berencana menerbitkan obligasi tahap kedua dengan dana yang diincar sekitar Rp3 triliun.

Mahendra mengatakan dana yang didapatkan dari penerbitan surat utang itu akan digunakan WIKA untuk mengembalikan uang yang dipakai untuk pelunasan Komodo Bond.

Adapun, WIKA menerbitkan komodo bond yang dicatatkan di London Stock Exchange pada 29 Januari 2018. Dari penerbitan tersebut, WIKA mengantongi dana segar senilai US$405 juta atau setara dengan Rp5,4 triliun.

Sumber Berita : Tempo.co

Iwan Hidayat Bergabung Dengan Finroll Media Group Tahun 2012

Advertisement Valbury

Pasar Modal

Bursa Asia Mayoritas Naik, Pasar Soroti Komentar Calon Menkeu AS

Published

on

JAKARTA – Bursa saham Asia Pasifik mayoritas beranjak naik pada Selasa (19/01) pagi. Calon Menteri Keuangan AS Janet Yellen akan menyampaikan pandangan tentang langkah-langkah stimulus AS dan nilai mata uang dolar.

Investor terus mengolah data ekonomi positif dari China dan ada harapan bahwa hal itu dapat mendukung pertumbuhan di kawasan di tengah ancaman tindakan pembatasan COVID-19 yang memperpanjang jalan menuju pemulihan ekonomi di kawasan lain.

Nikkei 225 Jepang menguat 1,31% di 28.611,50 pukul 10.12 WIB menurut data Investing.com, KOSPI Korea Selatan melonjak 2,25% di 3.081,67. Di Australia, ASX 200 naik 1,16% di 6,740.00.

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah 1,02% di 6.324,38. Indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 2,30% di 29.526,00. Panel penasihat pemerintah yang beranggotakan 12 orang pada hari Senin dengan suara bulat merekomendasikan persetujuan COMIRNATY, vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Pfizer Inc (NYSE:PFE) dan BioNTech SE (F:22UAy), untuk penggunaan darurat di kota tersebut.

Rekomendasi, yang membutuhkan waktu tiga jam untuk dicapai, akan diberikan kepada Sekretaris Pangan dan Kesehatan Sophia Chan untuk menyampaikan keputusan akhir. Program peluncuran vaksin kota ini ditargetkan dimulai pada pertengahan Februari, setelah liburan Tahun Baru Imlek.

Shanghai Composite China turun 0,19% di 3,589.55 pukul 10.18 WIB dan Shenzhen Component melemah 0,79% di 15,149.19. Data Biro Statistik Nasional China hari Senin menunjukkan bahwa produksi industri tumbuh 7,3% setahun di bulan Desember. Departemen juga menunjukkan bahwa PDB naik 6,5% setahun di kuartal IV tetapi tumbuh 2,6% kuartal ke kuartal.

Yellen akan bersaksi di depan Komite Keuangan Senat AS sebagai bagian dari sidang konfirmasi Senatnya. Sidang kemungkinan akan mengungkap topik mulai dari kebijakan valuta asing hingga pajak dan berfungsi sebagai forum kongres pertama di mana anggota parlemen akan memeriksa rencana bantuan COVID-19 senilai $1,9 triliun yang diumumkan oleh Presiden terpilih AS Joe Biden selama seminggu terakhir.

Dalam kesaksiannya, Yellen diharapkan akan menegaskan komitmen AS terhadap nilai tukar dolar yang ditentukan pasar dan menunjukkan bahwa negara tidak menginginkan dolar yang lebih lemah untuk mencapai keunggulan kompetitif.

“Diskusi lanjutan yang ekstensif tentang pandangan Yellen dari nominasi Menteri Keuangan AS tentang dolar menunjukkan bahwa ia tidak ingin rapat dengar pendapat pencalonannya menjadi penggerak pasar,” kepala strategi makro Amerika Utara Standard Chartered Plc Steven Englander mengatakan dalam catatan, yang menambahkan bahwa “meyakinkannya adalah kemungkinan dilihat sebagai sikap yang disukai.”

Saham global kehilangan tenaga setelah memulai 2021 dengan catatan kuat, di mana investor akan terus memantau musim laporan laba yang akan datang. Proposal Biden juga diperkirakan akan menghadapi penentangan di Kongres dari Partai Republik AS dan dapat menyebabkan beberapa item pajak naik.

Biden dan pemerintahannya akan dilantik pada hari Rabu dan investor juga akan terus mengikuti perkembangan hari terakhir Presiden petahana AS Donald Trump di Gedung Putih.

Dari sisi bank sentral, Bank of Japan dan Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengumumkan keputusan kebijakannya pada hari Kamis.

Sumber Berita : Investing.com

Continue Reading

Pasar Modal

Harga bergerak tak wajar, saham BRI Syariah (BRIS) masuk UMA

Published

on

Bursa Efek Indonesia (BEI) menginformasikan telah terjadi peningkatan harga saham PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) di luar kebiasaan (Unusual Market Activity).

Sehubungan dengan hal tersebut, “Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan transaksi saham BRIS,” jelas Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan Irvan Susandy dalam pengumuman Selasa (12/1).

Sebagai catatan, pada Selasa (11/1), harga saham BRIS ada di Rp 3.760, naik 23,68% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 3.040.

Pada penutupan perdagangan Rabu (13/1) harga saham BRIS kembali naik 0,26% ke level Rp 3.770 per saham.

Bila menghitung sejak akhir tahun 2020, saham BRIS sudah naik 67,56%.

BEI menjelaskan, pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Meski begitu, pihak bursa mengharapkan para investor tetap memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa.

Selain itu, bursa juga berharap investor tetap mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action BRIS apabila rencana tersebut belum mendapat persetujuan RUPS.

Sebagai catatan, pada 6 Januari 20121, BRIS memberikan jawaban atas permintaan penjelasan bursa dan laporan informasi fakta material perubahan Anggaran Dasar BRIS.

Dalam surat jawaban yang menanggapi surat BEI No.S-00061/BEI.PP1/01-2021, BRIS menyatakan bahwa dalam tiga bulan terakhir perseroan tidak bekerjasama dengan media maupun influencer dalam melakukan promosi saham BRIS.

BRIS juga menyatakan bahwa perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan figur publik.

“Sebagai perusahaan tercatat, perseroan akan tetap mematuhi ketentuan peraturan pasar modal Indonesia mengenai keterbukaan informasi,” jelas Mulyatno Rachmanto, Kepala Divisi Corporate Secretary BRI Syariah dalam suratnya ke BEI.

Sumber Berita : Kontan.co.id

Continue Reading

Pasar Modal

Pemerintah Terbitkan Global Bond USD 3 Miliar di Awal Tahun 2021

SUN berdenominasi dolar AS terdiri atas tiga seri yaitu RI0331, RI0351 dan RI0371 serta denominasi Euro (Euro Bonds) yaitu RIEUR0333.

Published

on

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto / Istimewa

Jakarta – Pemerintah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam denominasi valas atau Global Bond masing-masing senilai US$ 3 miliar dolar dan 1 miliar euro pada awal 2021 untuk memenuhi sebagian pembiayaan pada APBN.

“SUN berdenominasi dolar AS terdiri atas tiga seri yaitu RI0331, RI0351 dan RI0371 serta denominasi Euro (Euro Bonds) yaitu RIEUR0333,” dikutip berdasarkan keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan di Jakarta, Rabu, 6 Januari 2021.

Seri RI0331 mempunyai nominal 1,25 miliar dolar AS dengan tenor selama 10 tahun dan tanggal jatuh tempo 12 Maret 2031. Obligasi valas ini mempunyai tingkat kupon 1,85 persen.

Seri RI0351 juga mempunyai nominal 1,25 miliar dolar AS dengan tenor lebih lama yaitu 30 tahun dan tanggal jatuh tempo 12 Maret 2051. Obligasi valas ini mempunyai tingkat kupon 3,05 persen.

Kemudian, seri RI0371 mempunyai nominal 0,5 miliar dolar AS dengan tenor lebih lama yaitu 50 tahun dan tanggal jatuh tempo 12 Maret 2071. Obligasi valas ini mempunyai tingkat kupon 3,35 persen.

Satu seri Euro Bonds yaitu RIEUR0333 mempunyai nominal 1 miliar euro dengan tenor 12 tahun dan tanggal jatuh tempo 12 Maret 2033. SUN valas ini mempunyai tingkat kupon 1,1 persen.

Transaksi kali ini mengukir capaian imbal hasil (yield) terendah sepanjang sejarah untuk seluruh tenor yang diterbitkan. Untuk seri-seri dengan denominasi dolar AS, initial price guidance berada pada area 2,35 persen untuk tenor 10 tahun, area 3,55 persen untuk tenor 30 tahun dan area 3,85 persen untuk tenor 50 tahun.

Dengan profil kredit Indonesia yang sangat baik di mata investor, transaksi ini berhasil mendapatkan orderbook yang dalam dan berkualitas sehingga final price guidance dapat ditekan hingga 45 bps ke 1,9 persen untuk tenor 10 tahun, 3,1 persen untuk tenor 30 tahun dan 3,4 persen untuk tenor 50 tahun.

Pemerintah juga berhasil menekan harga SUN denominasi euro sebesar 40 bps dari initial price guidance di area MS+175bps ke final price guidance di MS+135bps. Transaksi ini mencatatkan tenor terpanjang untuk Euro Bonds yang pernah diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia.

Keseluruhan transaksi mendapatkan harga yang kompetitif, dengan final pricing yang berada pada level yang paling ketat untuk semua seri dan mencapai negative new issue premium yang signifikan. Kondisi ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap credit story Indonesia dan optimisme atas pemulihan ekonomi nasional.

Keempat seri SUN yang diterbitkan pada transaksi ini diperkirakan akan memperoleh peringkat Baa2 dari Moody’s, BBB dari Standard & Poor’s, dan BBB dari Fitch serta dicatatkan pada Singapore Stock Exchange dan Frankfurt Stock Exchange.

Sementara itu, bertindak sebagai Joint Bookrunners adalah Citigroup, DBS Bank Ltd., Deutsche Bank, Mandiri Securities and Standard Chartered Bank. Sedangkan co-Managers adalah PT BRI Danareksa Sekuritas and PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Sumber Berita : Tempo.com

Continue Reading

Trending