Connect with us

Science & Technology

Layaknya X-Ray Ponsel China Tarik Filter Bisa Tembus Pandang

Published

on


Finroll – Jakarta, Perusahaan ponsel China OnePlus mengumumkan menarik filter Autumn pada perangkat OnePlus 8 Pro karena muncul kabar fitur mampu mendukung kamera bisa tembus pandang material plastik dan baju. Hal ini tak biasa pada ponsel kebanyakan dan dianggap sebagian konsumen di China melanggar privasi.

Kamera OnePlus 8 Pro bisa tembus pandang mendadak ramai diperbincangkan karena bisa menembus material plastik layaknya X-Ray.

Salah satu penggiat gawai Unbox Therapy pun sempat mengunggah video review One Plus 8 Pro di akun Youtube-nya. Di dalam video itu, ia mengunggah foto saat ia memasukkan kotak iPhone ke dalam baju lalu foto diubah menggunakan filter Autumn.

Alhasil, setelah diposisikan pada filter Autumn, bagian depan kotak iPhone terlihat samar-samar. Ia juga mencoba menerawang ‘jeroan’ remote tv dan joystick gim konsel, dan hasilnya samar-samar terlihat bagian dalam komponen tersebut.

Permohonan maaf disampaikan perusahaan di akun Weibo. Perusahaan menyatakan akan mengkaji ulang masalah privasi yang dialamatkan pada filter baru mereka.

“Baru-baru ini, ada banyak diskusi di Internet soal kemampuan filter kamera Autumn OnePlus yang telah memunculkan keprihatinan terkait masalah privasi bagi para pengguna kami. Kami mohon maaf,” tulis OnePlus seperti diunggah di akun Weibo resmi perusahaan seperti dikutip Android Police.

Perusahaan berdalih bahwa saat merencanakan pembuatan filter Autumn, OnePlus berusaha untuk memahami karakteristik cahaya inframerah demi memberikan tekstur dan gaya fotografi yang unik bagi para pengguna mereka.

Namun karena banyak umpan balik negatif yang diterima, perusahaan menegaskan kembali akan meniadakan filter Autumn untuk sementara waktu melalui pembaruan perangkat lunak ponsel.

Meskipun mendapat sejumlah kecaman dari beberapa pengguna, perusahaan tetap melakukan pembelaan bahwa masih ada pengguna yang menyukai filter Autumn dengan mengunggah foto-foto menggunakan filter itu ke platform media sosial.

“Saat ini, ada juga deskripsi tentang kemampuan perspektif filter lensa yang tidak sesuai dengan fakta. Kami juga akan mengambil hukum untuk gambar-gambar palsu di Weibo,” tegas perusahaan.

Usai memperbaiki masalah privasi dan kemampuan filter Autumn, perusahaan memastikan akan meluncurkan kembali dan menunggu keputusan dari tim OnePlus Global, seperti dikutip Gizmo China.

Sumber : CNN Indonesia

Advertisement Valbury

Science & Technology

Google Play Music Akan Ditutup Akhir Tahun 2020

Published

on

Finroll – Jakarta, Google mengkonfirmasi layanan pemutar musik streaming, Google Play Music akan ditutup akhir tahun 2020 dan mentransisikan pelanggan mereka ke layanan terbaru yaitu Youtube Music.

Menurut Manajer Produk untuk Youtube Music dan Google Play Music, Brandon Bilinski, pihaknya telah meluncurkan alat untuk mulai mentransfer kumpulan music dari Google Play ke Youtube Music.

“Selama beberapa tahun terakhir, kami telah meningkatkan pengalaman pengguna terhadap Youtube Music. Mulai hari ini (Selasa, 12 Me 2020), kami resmi mengundang para pelanggan Google Play Music untuk mentransfer daftar putar ke Youtube Music sebagai rumah yang baru,” tulis Bilinski seperti dikutip laman blog resmi Youtube.

“Kami ingin memastikan semua orang punya waktu untuk mentransfer konten dan terbiasa dengan Youtube Music. Jadi kami akan memberikan banyak pemberitahuan sebelum pengguna tidak lagi memiliki akses ke Google Play Music akhir tahun ini,” lanjut dia.

Lebih lanjut Bilinski menjelaskan bagaimana pengguna dapat mentransfer music dari Google Play ke Youtube Music.

Perusahaan telah menyematkan alat yang diberi nama ‘Transfer’ dan ditempatkan di Youtube Music. Artinya, pengguna mesti mengunduh terlebih dahulu layanan tersebut.
Setelah pengguna mengklik opsi ‘Transfer’, maka akan secara otomatis sistem menambahkan daftar lagu dan album dari Google Play ke Youtube Music.

Pihak Youtube Music juga akan mengirim email kepada pengguna ketika proses transfer sudah selesai dan daftar musik mereka telah sepenuhnya ditambahkan ke tab ‘Library’ atau Perpustakaan dalam aplikasi, seperti dikutip The Next Web.

Demi meningkatkan pengalaman pengguna, Bilinski dan tim telah menambahkan sejumlah fitur ke dalam Youtube Music seperti meningkatkan kapasitas penyimpanan lagu dari 1.000 menjadi 5.000 lagu.

Youtube Music saat ini tengah membayangi para kompetitor mereka yaitu Spotify, Apple Music, dan Amazon Music.

Jika jumlah pelanggan berbayar Google Play dan Youtube Music digabungkan, perusahaan menyebut ada sekitar 20 juta pelanggan, seperti dikutip Tech Crunch.

Dari sisi biaya berlangganan, Youtube Music mematok harga mulai dari US$9,99 sampai US$11,99. Sementara Spotify dan Apple Music sama-sama mengenakan biaya US$9,99 per bulan, sedangkan biaya berlangganan Apple Music US$7,99 per bulan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Science & Technology

Ubah Nama Jadi Poco, Xiaomi Rilis Ponsel Poco F2 Pro

Published

on

Finroll – Jakarta, Awal 2020, Xiaomi memutuskan untuk mengubah nama anak merek perusahaan dari Pocophone menjadi Poco. Menyambut nama merek baru, perusahaan menandainya dengan peluncuran Poco F2 Pro yang merupakan suksesor dari Pocophone F1, Selasa (12/5).

Salah satu keunggulan yang ditawarkan ponsel ini adalah dari sisi fotografi dengan membawa sensor kamera besar yakni 64MP.

“Sudah terlalu lama, akhirnya kami kembali,” kata Eksekutif POCO, Angus Ng dikutip Tech Crunch, Rabu (13/5).

Poco F2 Pro memiliki desain layar HD+ AMOLED notchless berukuran 6,67 inci 2400×1080 piksel. Bodi ponsel dibalut Corning Gorilla Glas 5 dengan tingkat kecerahan layar sampai 500 nits. Selain itu layar juga dilindungi blaster IR, seperti dilansir Engadget.

Beralih ke sisi fotografi, ponsel memiliki total lima sensor kamera. Empat kamera belakang mengusung desain quad-camera dan kamera depan pop-up atau menyembul ke atas.

Kamera utama Poco F2 Pro sebesar 64MP dengan dukungan teknologi Sony IMX686, kamera ultra-wide 13MP, kamera makro 5MP, dan depth sensor 2MP.

Sementara kamera depan ponsel memiliki sensor 20MP. Perekaman video F2 Pro dapat menghasilkan gambar sampai 8K pada pengaturan 24fps dan resolusi 4K dalam pengaturan 60fps.

Ponsel didukung prosesor andalan Qualcomm yaitu octa-core Snapdragon 865 dengan GPU Adreno 650, dipadukan dengan memori 6GB+128GB dan 8GB+256GB.

Beralih ke sisi fotografi, ponsel memiliki total lima sensor kamera. Empat kamera belakang mengusung desain quad-camera dan kamera depan pop-up atau menyembul ke atas.

Kamera utama Poco F2 Pro sebesar 64MP dengan dukungan teknologi Sony IMX686, kamera ultra-wide 13MP, kamera makro 5MP, dan depth sensor 2MP.

Sementara kamera depan ponsel memiliki sensor 20MP. Perekaman video F2 Pro dapat menghasilkan gambar sampai 8K pada pengaturan 24fps dan resolusi 4K dalam pengaturan 60fps.

Ponsel didukung prosesor andalan Qualcomm yaitu octa-core Snapdragon 865 dengan GPU Adreno 650, dipadukan dengan memori 6GB+128GB dan 8GB+256GB.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Science & Technology

Selain Tokopedia, Peretas Juga Jual 1,2 Juta Data Bhinneka.com

Published

on

By

Kelompok peretas alias hacker ShinyHunters, yang juga disebut jadi biang kebocoran data pengguna Tokopedia, mengklaim telah meretas dan menjual puluhan juta data pengguna 10 perusahaan, termasuk e-commerce berbasis di Indonesia Bhinneka.com.

Dikutip dari ZDNet, Minggu (10/5), kelompok ini mengklaim memiliki 1,2 juta data pengguna Bhinneka.com. “Bhinneka, toko daring Indonesia (1,2 juta data pengguna),” tertulis dalam 10 daftar perusahaan yang datanya dibocorkan itu.

Secara keseluruhan, basis data yang dijual mencapai 73,2 juta pengguna dan dijual seharga sekitar US$18 ribu di dark web. Setiap basis data dijual terpisah.

Rincian 10 situs yang dibobol kelompok ini antara lain:

1. Aplikasi kencan online Zoosk (30 juta data pengguna)
2. Perusahaan percetakan Chatbooks (15 juta pengguna)
3. Platform mode Korea Selatan, SocialShare (6 juta data pengguna)
4. Layanan pengiriman makanan, Home Chef (8 juta data pengguna)
5. Toko daring Minted (5 juta data pengguna)
6. Surat kabar online Chronicle of Higher Education (3 juta data pengguna)
7. Majalah furnitur Korea Selatan, GGuMim (2 juta data pengguna)
8. Majalah kesehatan Mindful (2 juta data pengguna)
9. Bhinneka, toko daring Indonesia (1,2 juta data pengguna)
10. Surat kabar AS, StarTribune (1 juta data pengguna)

Pengguna Tokopedia bertransaksi melalui gawai di Jakarta, Senin (4/5/2020).

Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama BSSN dan Tokopedia akan melakukan evaluasi, penyelidikan, dan mitigasi teknis terhadap upaya peretasan data pengguna sebanyak 91 juta akun dan 7 juta akun merchant, serta akan terus memastikan ekonomi digital khususnya e-commerce tetap berjalan dengan baik dan lancar tanpa diganggu peretas data.

Hal itu disebut tak lepas dari kesuksesan penjualan data milik Tokopedia, pekan lalu.

Awalnya, para peretas membocorkan 15 juta catatan pengguna secara gratis. Namun, mereka kemudian menjual 91 juta data pengguna seharga US$5.000 di dark web alias internet bawah tanah.

Grup peretas ini telah membagikan sampel dari beberapa database yang dicuri. ZDNet kemudian memverifikasinya dengan memasukkan catatan pengguna yang sah yang memiliki rincian. Hasilnya, keaslian beberapa database yang terdaftar tidak dapat diverifikasi.

Namun, sumber-sumber di komunitas intelijen ancaman seperti Cyble, Nightlion Security, Under the Breach, dan ZeroFOX percaya bahwa ShinyHunters adalah ancaman yang sah.

Beberapa pihak percaya kelompok ShinyHunters memiliki hubungan dengan Gnosticplayers, kelompok peretas yang aktif tahun lalu, yang menjual lebih dari satu miliar kredensial pengguna di pasar web gelap. Alasannya, kedua kelompok ini beroperasi dengan pola yang nyaris identik.

ZDNet juga secara bertahap menghubungi korporasi yang menjadi korban peretasan itu. Hingga berita ini ditulis, hanya Chatbooks yang membalas surel dan menyatakan perusahaan itu secara resmi mengumumkan pelanggaran keamanan di situs webnya.

Ubah Kata Sandi

Dihubungi terpisah, Group Head Brand Communication & PR (BCPR) Bhinneka.com, Astrid Warsito, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan atas dugaan peretasan situsnya.

“Hingga saat ini, kami masih melakukan investigasi yang mengenai kebenaran berita tersebut dan juga melakukan investigasi di sistem internal Bhinneka sehubungan dengan dugaan tersebut,” kata dia, dalam pesan singkatnya, Minggu (10/5).

Infografis Barang Konsumsi Impor dan Lokal via Belanja OnlineFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Terkait keamanan pembayaran pelanggan, Astrid menyebut pihaknya tak menyimpan data pembayaran itu di database-nya.

“Kami tidak menyimpan data kartu kredit ataupun debit. Semua data pembayaran langsung terkoneksi dengan payment gateway,” tuturnya.

“Selain itu tidak ada uang elektronik atau digital goods lainnya yang datanya tersimpan di sistem kami,” imbuh dia.

Ia mengaku pihaknya selalu memprioritaskan keamanan dan kenyamanan pelanggan lewat penerapan standar keamanan global Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS) dari TUV Rheinland.

“Kami informasikan juga bahwa password pelanggan di database selalu dienkripsi,” aku dia.

“Namun ada baiknya, kita bersama-sama menghindari segala niat yang kurang baik dan mencegahnya bersama,” tukasnya.

Untuk itu, Astrid menghimbau pelanggan untuk segera melakukan penggantian kata sandi atau password sebagai langkah pencegahan kebocoran data. Tahapannya antara lain:

1. Mengganti password secara berkala dan ini saat yang tepat untuk mengganti yang baru.

2. Tidak menggunakan password yang sama untuk berbagai layanan.

3. Menggunakan email yang berbeda untuk aktivitas transaksi online.

4. Segera gunakan strong password: minimum 8 (delapan) karakter, kombinasi huruf besar dan kecil, kombinasi angka, jangan gunakan identitas atau informasi terkait dengan diri Anda, dan kombinasi simbol.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending