Connect with us

News

Ledakan Bom di Sibolga Usai Polisi Tangkap Husain Alias Abu Hamzah

Published

on


Ledakan Bom di Sibolga Usai Polisi Tangkap Husain Alias Abu Hamzah

Finroll.com – Ledakan di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) terjadi Selasa (12/3) pukul 14.50 WIB. Polisi menyatakan ledakan terjadi saat polisi hendak menangkap pelaku tindak pidana terorisme, Husain alias Abu Hamzah.

“Saat akan dilakukan pengecekan awal di rumah pelaku, sekitar pukul 14.50 WIB terjadi bom meledak,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Muhammad Iqbal kepada wartawan.

Kata Iqbal, bom tersebut melukai petugas.

Saat ini tim Densus 88 Antiteror dan Polres Sibolga bersama oleh tokoh-tokoh masyarakat sedang melakukan upaya negosiasi agar diduga istri dan anak pelaku menyerahkan diri.

“Di dalam rumah pelaku, diduga ada isteri pelaku dan anak pelaku,” katanya.

Polisi memburu jaringan kelompok teroris Abu Hamzah yang diduga akan melakukan aksi di Lampung dan Jakarta. Sebelumnya polisi juga menangkap seorang pria berinisial RIN alias Putra Syuhada di Panengahan, Kedaton, Bandar Lampung, Minggu (10/3).

Baca Juga: Video Detik-detik Situasi Mencekam Ledakan Bom di Sibolga

[source: cnn]

International

Kronologi Pesawat Terbelah di India, 17 Orang Tewas

Published

on

By

Pesawat Air India Express tergelincir di Bandara Calicut, India pada Jumat (7/8) malam dan menelan 17 korban meninggal dunia.(AFP/FAVAS JALLA).

Finroll.com, Jakarta –  Pesawat Air India Express readyviewed tergelincir di Bandara Calicut (Kozhikode), Kerala, India pada Jumat (7/8) malam.

Hingga sekarang, insiden yang menyebabkan pesawat patah dan terbelah dua ini menyebabkan 17 orang meninggal dunia. Berikut kronologi pesawat tergelincir dan terbelah dua.

Pesawat Air India Express dengan nomor penerbangan IX-1344 tersebut terbang dari Dubai, Uni Emirat Arab pada Jumat sore. Pesawat berjenis Boeing 737 itu mengangkut total 191 orang yang terdiri dari 184 penumpang, 5 awak kabin, dan 2 pilot.

Setelah sekitar empat jam perjalanan, pesawat Air India Express tiba di Bandara Calicut, Kerala. Saat hendak mendarat, pesawat itu tergelincir di landasan pacu sekitar pukul 19.40 waktu setempat.

Saat itu, kondisi cuaca sedang hujan deras. Pesawat tergelincir sekitar 10 meter di ujung landasan pacu. Pesawat itu jatuh ke jurang 10 meter, patah, dan terbelah menjadi dua.

“Tidak ada kebakaran yang dilaporkan pada saat (pesawat) mendarat,” ungkap juru bicara Air India Express dalam sebuah pernyataan.

Penyelamatan dan evakuasi pesawat langsung dilakukan setelah kecelakaan tersebut. Namun, hujan deras sempat menjadi kendala tim evakuasi.

Berdasarkan data dari situs pelacakan penerbangan mencatat bahwa pesawat tersebut sempat berusaha mendarat dua kali.

“Kondisi cuaca tidak bagus. Pilot sudah mencoba mendarat lebih awal dan kemudian melakukan putaran (turnaround),” kata Civil Aviation Minister India Hardeep Singh Puri kepada CNN.

Dalam wawancara di stasiun TV, korban yang yang selamat juga menyebut pesawat naik dan turun berkali-kali sebelum mendarat saat hujan.

Hingga Sabtu (8/8) pagi, tercatat 17 korban tewas, termasuk bayi berusia 10 bulan dan 1,5 tahun. Salah satu pilot, Deepak Santhe juga meninggal dunia, Korban meninggal ini dapat terus bertambah mengingat lebih dari 100 orang terluka dan 15 diantaranya dalam kondisi kritis.

Petugas senior kepolisian Abdul Karim mengatakan kepada AFP, bahwa 15 korban kritis tersebut sedang dirawat intensif di rumah sakit.

Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan berduka atas kecelakaan tersebut.

“Sangat sedih atas kecelakaan pesawat di Kozikhode. Turut berduka cita kepada mereka yang ditinggalkan orang tercinta. Untuk mereka yang terluka semoga dapat segera pulih,” ujar Modi melalui akun Twitter @narendramodi, dikutip Sabtu (8/8).

Modi juga memastikan bahwa Kepala Menteri Kerala Pinarayi Vijayan siap membantu semua korban yang terdampak.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

International

Presiden Libanon Tolak Penyelidikan Internasional Ledakan

Published

on

By

Presiden Libanon Michael Aoun. (AFP/JOSEPH EID)

Finroll.com, Jakarta – Presiden Libanon Michael Aoun menolak menolak segala bentuk penyelidikan internasional atas ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut.

Aoun mengatakan serangan rudal atau kelalaian bisa menjadi penyebab terjadinya ledakan yang mengakibatkan 154 korban jiwa dan melukai lebih dari lima ribu lainnya. Menurut dia, campur tangan pihak asing dapat mengaburkan kebenaran.

Dia berjanji untuk segera mengusut tuntas penyebab insiden tersebut

Sejak awal readyviewed pemerintah Libanon menduga ledakan itu disebabkan oleh timbunan amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan selama bertahun-tahun tanpa pengamanan memadai. Dilaporkan ada 2.750 ton amonium nitrat disimpan di gudang Pelabuhan Beirut itu.

Penyimpanan bahan kimia berdaya ledak tinggi itu pun memicu kemarahan warga Libanon. Aoun sendiri mengakui ada kesalahan dalam sistem pengawasan.

Meski demikian pemantik ledakan dari amonium nitrat yang tersimpan masih belum jelas.

Sejumlah petugas menyatakan ada pekerjaan perbaikan gudang baru-baru ini. Sementara, pihak lain menduga ada kembang api yang disimpan di tempat yang sama atau dekat lokasi penyimpanan bahan kimia berdaya ledak itu.

Amonium nitrat tersebut dilaporkan diangkut oleh kapal dagang berbendera Rusia milik Moldova, Rhosus. Kapal itu berangkat dari Batumi, Georgia menuju Mozambik pada 2013.

Karena terjadi beberapa kendala administrasi, finansial, dan protes dari awak, kapten kapal yang bernama Boris Prokoshev memutuskan singgah di Beirut pada 2013. Karena kapal melanggar sejumlah aturan maka amonium itu disita.

Dia juga membuka kemungkinan serangan rudal sebagai penyebab ledakan. “Ada dua kemungkinan, kelalaian atau serangan asing melalui rudal atau bom,” ujar Aoun seperti dikutip dari AFP, Sabtu (8/8).

Dugaan ledakan disebabkan oleh serangan sebelumnya digulirkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dia mengklaim mendapat laporan dari militer bahwa dua ledakan besar yang terjadi di pelabuhan Beirut adalah sebuah serangan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

News

Tiga Kecamatan di Karo Diselimuti Abu Vulkanik Sinabung

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta –  Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 2.000 meter pada Sabtu (8/8) pukul 01.58 WIB. Akibatnya tiga kecamatan di wilayah itu tertutup abu vulkanik Sinabung.

Pelaksana Tugas Kepala BDBD Karo, Natanail Perangin-angin mengatakan tiga kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Merdeka dan Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.

“Ada tiga kecamatan yang terdampak abu vulkanik Sinabung usai erupsi dini hari tadi. Abu vulkanik menutupi jalan, kendaraan, atap rumah dan tanaman di tiga kecamatan tersebut,” kata Natanail.

Saat ini, warga bersama TNI dan BPBD masih membersihkan abu vulkanik yang menutupi jalanan dan rumah mereka.

“Warga mengharapkan bantuan masker dan sebagian masyarakat telah melakukan penyiraman secara manual,” jelasnya.

Kini Gunung Sinabung berada pada Status Level III (Siaga). Sementara itu material abu vulkanik Sinabung juga mengguyur Kota Berastagi. Sebelumnya, Gunung Sinabung tercatat terakhir kali erupsi pada Juni 2019.

“Masyarakat dan pengunjung/wisatawan diimbau agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 km dari puncak Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara,” kata Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung Armen.

Armen mengingatkan masyarakat jika terjadi hujan abu, agar memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik.

“Masyarakat juga diimbau untuk mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar,” paparnya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending