Connect with us

Traveling

Liburan Akhir Tahun di Candi Plaosan Masih Gratis

Published

on


Mau liburan akhir tahun di sekitar Yogyakarta yang murah meriah? Kawasan wisata Candi Plaosan masih gratis untuk traveler kunjungi hingga Januari 2020.

Mau berwisata di seputaran Klaten atau Yogyakarta tapi isi dompet cekak? Tidak perlu khawatir. Sebab bagi wisatawan, terutama penghobi wisata sejarah dan purbakala bisa memilih Candi Plaosan sebagai destinasi tujuan.

Kompleks candi di Dusun Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten itu bisa dinikmati tanpa harus membayar tiket masuk satu sen pun.

“Saat ini masih gratis. Pengunjung cuma menulis identitas di buku tamu,” kata sekuriti pos Candi Plaosan, Tugiya saat ditemui detik travel, Minggu (15/12/2019).

Tugiya mengatakan penggratisan itu berlaku sejak bulan Mei 2019. Awalnya tiket masuk Rp 3.000 per orang tetapi karena masih menunggu MOU baru, digratiskan.

Nantinya menurut informasi tiket baru akan diberlakukan per Januari 2020. Selama digratiskan, jumlah pengunjung naik drastis.

Her Dwiyanto, sekuriti Candi Plaosan mengatakan setelah digratiskan jumlah pengunjung naik 100 persen. Saat ada tiket hanya sekitar 200 orang, setelah tidak bayar tiket jadi 400 orang per hari, terutama di akhir pekan.

“Ramainya pengunjung itu hari Sabtu dan Minggu. Wisatawan dari berbagai daerah,” jelasnya.

Wisatawan akhir-akhir ini juga banyak yang berwisata secara paketan. Mereka datang berombongan ke Candi Plaosan dan juga Sojiwan.

“Di Candi Sojiwan juga masuk gratis sama dengan Candi Plaosan. Biasanya wisatawan satu paket,” lanjut Her Dwi.

Meskipun gratis, wisatawan bisa puas menikmati kemegahan bangunan candi yang dibangun pertengahan abad 9 Masehi (825-850) itu. Begitu masuk pintu, wisatawan cukup melapor pos sekuriti.

Pengunjung akan diminta menulis data diri dan alamat serta diberikan pengarahan larangan. Misalnya tidak boleh berdiri di tumpukan batu candi atau mencorat-coret lokasi.

Setelah itu sepanjang mata memandang, tersaji ribuan keping batu perwara yang runtuh diduga akibat bencana alam di masa lalu. Dari kejauhan 2 candi induk berukuran besar menjulang.

Selain candi induk, ada beberapa candi patok dan deretan candi perwara yang sudah dipugar. Untuk masuk ke kompleks candi induk, pengunjung harus melintasi jalan pintu masuk utama atau selasar gang yang di kanan kiri penuh tumpukan sisa candi perwara.

Setelah itu baru masuk melalui gerbang yang dibangun dengan batu andesit serupa candi induknya. Di halaman candi induk yang luas, wisatawan bisa berswafoto atau memanfaatkan jasa fotografer

Pengunjung boleh masuk ke candi induk jika penasaran suasananya. Bagi penghobi wisata purbakala, dari luar bisa berkeliling ke setiap sudut candi.

Dengan berkeliling wisatawan bisa puas mengulik dengan mata setiap sudut bangun candi yang didirikan Sri Kahulunnan dan Rakai Pikatan itu. Mulai dari makaranya, batu bertakik, kemuncak, hiasan dinding, relief sampai stupa di atasnya.

Menikmati keindahan Candi Plaosan, paling tepat jika sore hari. Saat langit cerah pengunjung bisa menikmati sunset dari kejauhan saat matahari terbenam di sela dua candi induk selatan dan Utara.

Di candi yang hanya berjarak 1 kilometer dari Candi Prambanan dan Candi Sewu itu, pengunjung dimanjakan dengan udara segar pedesaan. Jaraknya dari Jalan utama Jalan Yogya-Solo yang hanya 1 kilometer juga memudahkan dijangkau.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab Klaten Wahyu Prasetyo mengatakan saat ini masuk candi masih gratis. Namun karena MoU Pemkab dan BPCB Jateng sudah disetujui pemerintah pusat tarif akan diberlakukan kembali.

“Awal Desember MoU Pemkab dengan BPCB yang berwenang di Candi Plaosan dan Sojiwan sudah disetujui. Sudah ditandatangni Kemendikbud,” jelasnya melalui pesan singkat pada detik travel.

Lisa, wisatawan asal Semarang mengungkapkan tidak masalah membayar tiket, asalkan ada fasilitas disediakan. Misalnya buat taman atau ditambah kursi taman. Fasilitas perlu agar pengunjung bisa menikmati lebih lama di lokasi.

“Saya nilai fasilitas masih kurang. Mau duduk terpaksa di tanah atau bersandar nebeng candi,” ujarnya.

Traveling

Mulai Dibuka Pantai di Bali, Maksimal 75 Orang per Titik

Published

on

Finroll – Jakarta, Pemerintah Provinsi Bali memulai rileksasi pembatasan perjalanan era normal baru (new normal) di Pulau Dewata untuk warga lokal per Kamis (9/7) yang disertai dengan protokol kesehatan ketat demi mencegah gelombang kedua virus corona.

Sebanyak 13 titik pantai di kawasan Sanur ikut dibuka pada hari ini, namun pengunjung dibatasi maksimal hanya 75 orang per pantai.

“Kami beri contoh Pantai Bali Beach misalnya, masuk 75 orang setelah itu langsung ditutup. Nanti kalau ada yang keluar baru ditambah sesuai jumlah yang keluar,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, di Denpasar pada Kamis (9/7).

Ia mengatakan, pembatasan kunjungan ini berdasarkan panjang garis pantai.

Diperkirakan panjang garis pantai di pesisir Sanur, Denpasar yakni tiga kilometer.

Tiap akses masuk pantai dijaga petugas keamanan. Mereka juga bertugas mengatur jumlah pengunjung yang masuk.

“Diasumsikan pantai ini menampung 1.000 hingga 1.500 orang. Karena melihat daya tampung ini maka dibatasi 75 per pantai, agar pengunjung bisa jaga jarak,” jelas Dewa Rai.

Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengatakan tahap pertama rileksasi pembatasan perjalanan di Pulau Dewata pada hari ini bertepatan dengan hari baik seusai keyakinan Hindu, yaitu Wrespati Umanis Sinta.

Bupati dan wali kota se-Bali bersama Pangdam serta Kapolda telah bersepakat terkait pelaksanaan tatanan kehidupan era baru ini.

Ia berharap tahap pertama pembukaan Bali berjalan lancar.

Gubernur meminta dukungan dari semua pihak dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah gelombang kedua Covid-19 terjadi di Bali.

“Saya harap masyarakat Bali dengan baik melaksanakan aktivitas sesuai dengan protokol tatanan kehidupan era normal baru. Tentu saya berharap semua komponen masyarakat melaksanakannya dengan tertib,” ujar Koster.

Hingga Kamis (9/7), Bali memiliki 1.971 kasus virus corona, dengan 25 kasus kematian dan 1.079 kasus kesembuhan.

Sementara itu secara keseluruhan, Indonesia memiliki 70.736 kasus virus corona, dengan 3.417 kasus kematian dan 32.651 kasus kesembuhan.

Total kasus virus corona di Indonesia pada hari ini bertambah 1.853 dari hari sebelumnya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Traveling

UNESCO Menobatkan Kaldera Toba Sebagai Taman Bumi Dunia

Published

on

Finroll – Jakarta, Kaldera Toba ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (Taman Bumi Dunia) pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis, Selasa (2/7).

Sebelum Kaldera Toba, Indonesia telah memiliki empat situs UNESCO Global Geopark lainnya, yakni, Batur, Cileteuh, Gunung Sewu, dan Rinjani.

Kaldera Toba berhasil masuk daftar UNESCO setelah dinilai dan diputuskan oleh UNESCO Global Geoparks Council pada Konferensi Internasional UNESCO Global Geoparks ke-IV di Lombok, Indonesia, pada 31 Agustus-2 September 2019.

Pemerintah Indonesia telah berhasil meyakinkan UNESCO bahwa Kaldera Toba memiliki kaitan geologis dan warisan tradisi yang tinggi dengan masyarakat lokal khususnya dalam hal budaya dan keanekaragaman hayati.

Dalam konteks inilah, negara anggota UNESCO mendukung Kaldera Toba dilestarikan dan dilindungi sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark.

Penetapan Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark memberikan kesempatan pengembangan perekonomian dan pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

“Melalui penetapan ini, Indonesia dapat mengembangkan geopark Kaldera Toba melalui jaringan Global Geoparks Network dan Asia Pacific Geoparks Network khususnya dalam kaitan pemberdayaan masyarakat lokal,” tutur Duta Besar RI untuk UNESCO, Arrmanatha Nasir, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (8/7).

“Terbuka juga peluang bagi masyarakat setempat untuk promosi budaya, produk lokal serta penciptaan lapangan pekerjaan yang lebih luas,” lanjutnya.

Penetapan Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark, merupakan proses panjang dari upaya bersama berbagai pemangku kepentingan baik pemerintah Pusat dan daerah maupun masyarakat setempat yang tinggal di kawasan danau Toba.

“Proses persiapan untuk mendapatkan pengakuan UNESCO bagi Kaldera Toba, menunjukkan komitmen tinggi dan kerja sama yang baik dari semua pihak di Indonesia sejak awal proses, dari pengumpulan data, menyelenggarakan berbagai workshop, penyusunan dan negosiasi dokumen nominasi untuk diajukan ke UNESCO,” kata Arrmanatha.

Kaldera Toba, Provinsi Sumatera Utara terbentuk dari ledakan super vulkanik 74.000 tahun lalu. Dasar kaldera tersebut dipenuhi dengan air dan menjadi danau terbesar di Indonesia.

Keindahan Kaldera Toba dan kekayaan budaya yang dimiliki menjadikan Danau Toba sebagai salah satu tujuan wisata andalan Indonesia yang masuk dalam daftar 10 Bali Baru.

Selain Kaldera Toba, Indonesia juga memiliki banyak kekayaan alam dan budaya yang masuk dalam daftar UNESCO, antara lain 10 warisan budaya tak benda, 9 situs warisan budaya dan alam, serta 16 cagar biosfer.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Traveling

Buka Kawasan Zona I, Candi Borobudur Siapkan Pemandu Untuk Turis

Published

on

By

Finroll, Jakarta – Candi Borobudur dibuka kembali pada kawasan Zona I untuk kunjungan wisatawan mulai Selasa (7/7), setelah penutupan tempat wisata pada 15 Maret 2020 lalu untuk mengantisipasi lonjakan infeksi virus Covid-19.

Pengunjung hanya bisa menyaksikan kemegahan candi Buddha terbesar di dunia saja dari area halaman, serta pengunjung belum diperbolehkan untuk naik ke Candi Borobudur.

Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Tri Hartono mengatakan, pengunjung masih dilarang untuk naik ke Candi Borobudur karena lorong-lorong di sana terbilang sempit yang menyebabkan sulitnya menjalankan protokol jarak sosial.

“Oleh karena itu kami juga meminta harus ada pemandu untuk menjelaskan mengenai Candi Borobudur ini, meskipun pengunjung hanya di halaman paling tidak bisa menggambarkan situasi sebenarnya atau ceriita relief Candi Borobudur,” ungkap Tri, seperti yang dikutip dari Antara pada Rabu (8/7).

Pengunjung yang akan naik ke Zona I hanya dapat berjumlah maksimal 20 orang dan harus dipandu oleh seorang pemandu yang bertarif Rp 100 ribu per kelompok.

“Alhamdulillah hari ini Zona I sudah dibuka sehingga kami bisa menyaksikan kemegahan Candi Borobudur dari dekat dan bisa berfoto bersama teman-teman meskipun tidak bisa naik candi,” tutur Asrul engunjung asal Tegal.

Sebagian besar pengunjung mengatakan untuk tarif Rp 100 ribu tidak akan tergolong berat jika dibagi setiap anggota kelompok misalnya 20 orang dan masing-masing membayar Rp 5.000.

Pembukaan tempat wisata ini berdasarkan surat dari Bupati Magelang 1 Juli 2020 mengenai izin penyelenggaraan kegiatan/usaha, BKB membuka zona I Candi Borobudur untuk kunjungan wisata.

“Pembukaan di Zona I karena masyarakat perlu mengenal lebih dalam tentang Candi Borobudur ini, tetapi karena kondisi pandemi COVID-19 maka protokol kesehatan tetap dilakukan, antara lain harus pakai masker, pengukuran suhu badan, tidak boleh berkerumun, menyiapkan tempat cuci tangan, dan jaga jarak,” kata Tri.

Pembukaan tersebut tetap mematuhi surat keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang panduan teknis pencegahan dan pengendalian COVID-19, serta instruksi Bupati Magelang tentang pedoman persiapan menuju tatanan normal baru produktif dan aman COVID-19 di Kabupaten Magelang beserta peraturan pelaksanaannya.

Source : CNN | Foto : Diadona|GoogleSearch

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending