Connect with us

Traveling

Malioboro Dibagi Lima Zona Upaya Penerapan Jarak Sosial

Published

on


Finroll – Jakarta, Kawasan wisata Malioboro di Yogyakarta akan dibagi dalam lima zona sebagai upaya menjalankan protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona.

Pembagian zona itu untuk memastikan jumlah kunjungan wisatawan di Malioboro tidak melebihi batas sehingga berpotensi menyebabkan kerumunan.

“Akan ada lima zona. Di setiap zona akan ada batas kapasitas pengunjung yang nantinya akan dipantau melalui QR code,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, seperti yang dikutip Antara pada Senin (22/6).

Kapasitas maksimal di tiap zona rata-rata 500 pengunjung, baik di pedestrian sisi timur dan barat, sehingga total daya tampung Malioboro pun hanya sekitar 2.500 wisatawan atau berkurang cukup signifikan dibanding sebelumnya yang bisa mencapai 10 ribu wisatawan dari ujung utara Jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Pembagian lima zona tersebut meliputi; Grand Inna Malioboro-Malioboro Mal, Malioboro Mal-Hotel Mutiara, Halte Trans Jogja 2-Jalan Suryatmajan, Jalan Suryatmajan-Jalan Pabringan, dan Jalan Pabringan-Titik Nol Kilometer.

“Kami akan lihat bagaimana kondisinya untuk mengetahui apakah kapasitas tersebut sudah tepat atau perlu diubah supaya wisatawan tetap bisa menerapkan protokol jaga jarak,” katanya.

Guna memantau jumlah wisatawan di tiap zona, maka Pemerintah Kota Yogyakarta sudah menyiapkan QR code di tiap zona yang harus dipindai oleh wisatawan.

“Penggunaannya juga lebih mudah, tidak lagi perlu memasukkan nama dan nomor telepon seperti QR code lama, tetapi cukup dipindai saja maka nanti sudah akan terdata dalam basis data,” katanya.

Untuk saat ini, lanjut Heroe, Pemerintah Kota Yogyakarta sedang berupaya menyempurnakan QR code tersebut sehingga nantinya wisatawan akan memperoleh berbagai keuntungan, seperti promosi mengenai diskon tempat wisata atau informasi wisata lain di Kota Yogyakarta.

“Nantinya, QR code ini juga akan dilengkapi dengan notifikasi untuk wisatawan terkait durasi kunjungan di Malioboro karena bisa saja ditetapkan batas waktu maksimal kunjungan,” katanya.

Selama satu pekan terakhir, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Malioboro terus meningkat yaitu 500 hingga 600 orang per hari.

Sebelumnya, jumlah wisatawan yang berkunjung hanya sekitar 100 orang per hari.

“Masih didominasi wisatawan lokal tetapi sudah ada juga wisatawan dari Bali, NTB, Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Ekwanto.

Setiap wisatawan yang datang diwajibkan mencuci tangan, melakukan pengukuran suhu tubuh, memindai QR code dan mematuhi alur pejalan kaki yaitu pedestrian di sisi timur untuk pejalan kaki mengarah ke selatan, sedangkan pedestrian di sisi barat untuk pejalan kaki mengarah ke utara.

Sumber : CNN Indonesia

Traveling

UNESCO Menobatkan Kaldera Toba Sebagai Taman Bumi Dunia

Published

on

Finroll – Jakarta, Kaldera Toba ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (Taman Bumi Dunia) pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis, Selasa (2/7).

Sebelum Kaldera Toba, Indonesia telah memiliki empat situs UNESCO Global Geopark lainnya, yakni, Batur, Cileteuh, Gunung Sewu, dan Rinjani.

Kaldera Toba berhasil masuk daftar UNESCO setelah dinilai dan diputuskan oleh UNESCO Global Geoparks Council pada Konferensi Internasional UNESCO Global Geoparks ke-IV di Lombok, Indonesia, pada 31 Agustus-2 September 2019.

Pemerintah Indonesia telah berhasil meyakinkan UNESCO bahwa Kaldera Toba memiliki kaitan geologis dan warisan tradisi yang tinggi dengan masyarakat lokal khususnya dalam hal budaya dan keanekaragaman hayati.

Dalam konteks inilah, negara anggota UNESCO mendukung Kaldera Toba dilestarikan dan dilindungi sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark.

Penetapan Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark memberikan kesempatan pengembangan perekonomian dan pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

“Melalui penetapan ini, Indonesia dapat mengembangkan geopark Kaldera Toba melalui jaringan Global Geoparks Network dan Asia Pacific Geoparks Network khususnya dalam kaitan pemberdayaan masyarakat lokal,” tutur Duta Besar RI untuk UNESCO, Arrmanatha Nasir, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (8/7).

“Terbuka juga peluang bagi masyarakat setempat untuk promosi budaya, produk lokal serta penciptaan lapangan pekerjaan yang lebih luas,” lanjutnya.

Penetapan Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark, merupakan proses panjang dari upaya bersama berbagai pemangku kepentingan baik pemerintah Pusat dan daerah maupun masyarakat setempat yang tinggal di kawasan danau Toba.

“Proses persiapan untuk mendapatkan pengakuan UNESCO bagi Kaldera Toba, menunjukkan komitmen tinggi dan kerja sama yang baik dari semua pihak di Indonesia sejak awal proses, dari pengumpulan data, menyelenggarakan berbagai workshop, penyusunan dan negosiasi dokumen nominasi untuk diajukan ke UNESCO,” kata Arrmanatha.

Kaldera Toba, Provinsi Sumatera Utara terbentuk dari ledakan super vulkanik 74.000 tahun lalu. Dasar kaldera tersebut dipenuhi dengan air dan menjadi danau terbesar di Indonesia.

Keindahan Kaldera Toba dan kekayaan budaya yang dimiliki menjadikan Danau Toba sebagai salah satu tujuan wisata andalan Indonesia yang masuk dalam daftar 10 Bali Baru.

Selain Kaldera Toba, Indonesia juga memiliki banyak kekayaan alam dan budaya yang masuk dalam daftar UNESCO, antara lain 10 warisan budaya tak benda, 9 situs warisan budaya dan alam, serta 16 cagar biosfer.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Traveling

Buka Kawasan Zona I, Candi Borobudur Siapkan Pemandu Untuk Turis

Published

on

By

Finroll, Jakarta – Candi Borobudur dibuka kembali pada kawasan Zona I untuk kunjungan wisatawan mulai Selasa (7/7), setelah penutupan tempat wisata pada 15 Maret 2020 lalu untuk mengantisipasi lonjakan infeksi virus Covid-19.

Pengunjung hanya bisa menyaksikan kemegahan candi Buddha terbesar di dunia saja dari area halaman, serta pengunjung belum diperbolehkan untuk naik ke Candi Borobudur.

Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Tri Hartono mengatakan, pengunjung masih dilarang untuk naik ke Candi Borobudur karena lorong-lorong di sana terbilang sempit yang menyebabkan sulitnya menjalankan protokol jarak sosial.

“Oleh karena itu kami juga meminta harus ada pemandu untuk menjelaskan mengenai Candi Borobudur ini, meskipun pengunjung hanya di halaman paling tidak bisa menggambarkan situasi sebenarnya atau ceriita relief Candi Borobudur,” ungkap Tri, seperti yang dikutip dari Antara pada Rabu (8/7).

Pengunjung yang akan naik ke Zona I hanya dapat berjumlah maksimal 20 orang dan harus dipandu oleh seorang pemandu yang bertarif Rp 100 ribu per kelompok.

“Alhamdulillah hari ini Zona I sudah dibuka sehingga kami bisa menyaksikan kemegahan Candi Borobudur dari dekat dan bisa berfoto bersama teman-teman meskipun tidak bisa naik candi,” tutur Asrul engunjung asal Tegal.

Sebagian besar pengunjung mengatakan untuk tarif Rp 100 ribu tidak akan tergolong berat jika dibagi setiap anggota kelompok misalnya 20 orang dan masing-masing membayar Rp 5.000.

Pembukaan tempat wisata ini berdasarkan surat dari Bupati Magelang 1 Juli 2020 mengenai izin penyelenggaraan kegiatan/usaha, BKB membuka zona I Candi Borobudur untuk kunjungan wisata.

“Pembukaan di Zona I karena masyarakat perlu mengenal lebih dalam tentang Candi Borobudur ini, tetapi karena kondisi pandemi COVID-19 maka protokol kesehatan tetap dilakukan, antara lain harus pakai masker, pengukuran suhu badan, tidak boleh berkerumun, menyiapkan tempat cuci tangan, dan jaga jarak,” kata Tri.

Pembukaan tersebut tetap mematuhi surat keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang panduan teknis pencegahan dan pengendalian COVID-19, serta instruksi Bupati Magelang tentang pedoman persiapan menuju tatanan normal baru produktif dan aman COVID-19 di Kabupaten Magelang beserta peraturan pelaksanaannya.

Source : CNN | Foto : Diadona|GoogleSearch

Continue Reading

Traveling

Kembali Dibuka Objek Wisata Air di Cipanas

Published

on

Finroll – Jakarta, Objek wisata air di Cipanas, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali dibuka untuk umum sesuai keputusan pemerintah daerah dengan syarat tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran wabah COVID-19 di kawasan wisata itu.

Salah satu objek wisata air panas alami yang sudah buka pada Sabtu (4/7) yakni Cipanas Indah, dengan sejumlah pengunjung sudah mulai berdatangan untuk menikmati fasilitas pemandian air hangat.

“Sekarang sudah mulai banyak tamu atau wisatawan yang datang ke tempat kami, kebanyakan mereka berendam dan berenang saja,” kata Humas Cipanas Indah Garut Deni Rinjani, seperti yang dikutip dari Antara.

Ia menuturkan manajemen Cipanas Indah siap menerapkan protokol kesehatan bagi seluruh petugas dengan selalu menggunakan masker dan bagi pengunjung wajib diukur suhu tubuhnya dan cuci tangan sebelum masuk area kolam air panas.

Ia turut menyampaikan semua pihak harus bersama-sama menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari wabah COVID-19 yang saat ini masih perlu diwaspadai.

“Kami mengimbau agar para pengunjung yang akan berkunjung ke Cipanas Indah baik yang ke hotel maupun kolam renang agar selalu menjaga diri dengan melakukan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” kata anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah Garut itu.

Selain Cipanas Indah, objek wisata ternama lain dan terbesar di kawasan Cipanas Garut yakni Taman Air Sabda Alam juga telah resmi dibuka.

“Setelah tiga bulan ditutup operasionalnya sekarang Alhamdulilah oleh pemerintah sudah diperbolehkan kembali dibuka,” kata Komisaris PT Taman Air Sabda Alam Amung Mamun.

Ia menyampaikan Taman Air Sabda Alam berani membuka untuk umum karena kondisi pandemi COVID-19 di Kabupaten Garut mulai membaik, bahkan kegiatan masyarakat sudah mulai normal.

Meski demikian, kata dia, penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19 tetap dilakukan manajemen Taman Air Sabda Alam seperti memeriksa suhu tubuh untuk seluruh pengunjung.

“Kami menyiapkan hand sanitizer, tempat cuci tangan dan tempat disinfektan, kami juga menyiagakan tenaga kesehatan di lokasi wisata, jumlah pengunjung juga dibatasi,” katanya.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, Pemkab Garut sebelumnya sudah terlebih dahulu membuka objek wisata alam, saat ini telah dibuka wisata air Sabda Alam di Cipanas Garut.

Ia menambahkan selain Sabda Alam, wisata air di Gunung Papandayan juga sudah dibuka dengan persyaratan wajib mematuhi protokol kesehatan.

“Sabda Alam telah dibuka karena sudah menerapkan protokol kesehatan, Gunung Papandayan juga sudah buka,” katanya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending