Connect with us

Science & Technology

MediaTek Helio G35 dan G25, Chipset Gaming Dibawah G70

Published

on


Finroll.com, Jakarta – MediaTek meluncurkan chipset gaming terbarunya, yakni MediaTek Helio G35 dan G25. Dari segi spesifikasi performa, kinerja chipset ini ada di bawah seri G70 dan G80 yang sebelumnya meluncur.

Menurut Mediatek, G70 ditujukan untuk ponsel kelas menengah. Sementara G35 yang punya spesifikasi dibawah G70 bakal ditujukan untuk ponsel mainstream.

Kedua chipset gaming ini ditujukan untuk ponsel mainstream yang diklaim bakal hadir untuk ponsel dengan harga terjangkau.

Ketika ditanya soal rentang harga ponsel yang akan disasar, perwakilan Mediatek enggan menjelaskan lebih jauh soal rentang harga ponsel mainstream ini.

“Kalau berdasarkan spek sih memang di bawahnya G70. Tapi, MediaTek gak punya data harga kisaran ponselnya,” jelas perwakilan Mediatek di Indonesia saat dihubungi, Rabu (1/7).

Sebab, menurutnya harga yang akan dibanderol dengan chipset ini akan tergantung dengan fitur lain yang disematkan dalam ponsel itu.

“Soalnya khan fitur2 sama kelengkapan (RAM, memori internal, dll) khan ngaruh ke harga juga, di luar chipset,” tuturnya.

Jika dilihat di pasar, Mediatek Helio G70 memang ada yang menjual di rentang harga Rp1 jutaan. Contohnya Realme C3 yang menggunakan Helio G70 dan dilego Rp1,699 juta. Sementara kemarin, Realme juga baru meluncurkan C11 yang menggunakan Mediatek G35 yang dilego di harga yang tak jauh beda Rp1,499 juta.

Chipset ini dibekali dengan teknologi HyperEngine yang menawarkan performa lebih tinggi, sebab bisa bekerja lebih cepat dan efisien dan peningkatan grafis.

“MediaTek memperluas seri G untuk memenuhi kebutuhan yang besar akan smartphone gaming mainstream dengan harga bersaing,” kata Deputy General Manager, Wireless Communications Business Unit MediaTek, Yenchi Lee dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (30/6).

Kemarin, Realme baru saja meluncurkan ponsel Realme C11 yang menggunakan chipset Mediatek Helio G35. Ponsel itu dilego di harga Rp1,499 juta.

Kedua chipset ditenagai CPU Arm Cortex-A53. Helio G25 mampu beroperasi hingga 2GHz, sementara G35 bisa beroperasi hingga 2,3 GHz.

Kedua chipset juga memiliki  GPU IMG PowerVR GE8320. Kecepatan GPUS G25 bisa mencapai 650MH, sedangkan G35 bisa menghasilkan kecepatan 680MHz.

Kedua cip memiliki efisiensi daya optimal konstruksi FinFet 12nm tingkat lanjut. Konstruksi juga dikombinasikan dengan HyperEngine yang membuat  umur baterai panjang dan efisiensi daya, bahkan ketika bermain game dalam waktu lama tanpa henti.

“MediaTek Helio G25 dan G35 menawarkan fitur-fitur smartphone premium yang sudah ada di lini seri G kami lainnya, termasuk efisiensi daya yang lebih tinggi, kinerja optimal, permainan yang lebih mulus, dan fotografi lebih baik,” kata Lee.

HyperEngine ini mampu mengaktifkan konkurensi Wifi dan LTE dalam waktu mili detik apabila sinyal Wifi sedang lemah. Teknologi memastikan koneksi tanpa lag.

MediaTek HyperEngine juga memungkinkan pengguna untuk menunda panggilan ketika bermain game, mencegah putusnya koneksi atau berhentinya permainan untuk menerima panggilan. Teknologi ini juga memastikan pengelolaan cerdas dan dinamis akan CPU, GPU, dan memori.

Dari sisi koneksi jaringan, kedua chipset menawarkan pengalaman gaming dengan latensi paling rendah untuk menjaga jaringan yang lebih stabil.

Kedua chipset mengedepankan modem 4G LTE WorldMode terintegrasi, termasuk dukungan SIM 4G ganda, memungkinkan VoLTE/ViLTE di kedua koneksi.

Pencarian sinyal ponsel menjadi salah satu alasan kenapa ponsel boros baterai. Chipset ini disebut mampu menyediakan kualitas sinyal yang baik dengan konsumsi daya yang rendah dengan teknologi antena cerdas MediaTek TAS 2.0.

G25 mendukung kamera tunggal hingga 21MP di 30fps. Sementara G35 chipset mendukung smartphone multi-kamera dengan resolusi maksimal 25MP. Sehingga chipset G35 sudah bisa menggunakan fitur kamera ganda dimana kamera kedua digunakan untuk menghasilkan bokeh.

Teknologi Electronic Image Stabilization (EIS) dan Rolling Shutter Compensation (RSC) secara pintar mengurangi video melengkung (‘efek jello’) ketika merekam aksi cepat atau video panning.

G25 dan G35 juga mampu memproses kemampuan AI untuk kamera. Sehingga, bisa memberikan fitur AI untuk mempercantik (efek beauty), album foto cerdas, dan meningkatkan presisi blur saat melakukan foto bokeh.(cnnindonesia.com)

Advertisement Valbury

Science & Technology

Tiga Tren IoT yang Berkembang Selama Pandemi Corona

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia Teguh Prasetya mengatakan di saat pandemi virus corona SARS-CoV-2 (Covid-19) ada tiga Internet of Things atau IoT yang telah berkembang pesat yaitu kesehatan, agrikultural, dan energi.

Misalnya pada industri kesehatan, saat ini banyak perangkat IoT yang dimanfaatkan contoh mengukur suhu tubuh yang dikenal dengan thermal detection dan lainnya.

“Jadi terhadap sektor apa saja terutama di kala pandemi ini ada tiga sektor yang tumbuh cepat di IoT, yang pertama adalah health care ini dipaksa tumbuh sedemikian cepat seperti mulai dari thermal detection sampai remote monitoring,” kata Teguh lewat konferensi pers lewat siaran langsung di Jakarta, Rabu (29/7).

Kemudian sektor agrikultural juga membutuhkan teknologi IoT seperti remote monitoring karena saat ini para pelaku industri ini susah untuk mengecek jualan mereka.

Yang terakhir dari sektor energi dalam hal ini misalnya energi air, elektronik, dan gas juga menggunakan remote monitoring.

Menyoal IoT, Korea Selatan merupakan salah satu negara yang memanfaatkan teknologi ini untuk meredam pademi virus corona baru.

Korea Selatan punya platform dan aplikasi berteknologi big data di Korea Selatan, di mana salah satu contohnya adalah platform sistem suplai masker bagi kebutuhan publik.

Melalui sistem tersebut pemerintah Korea Selatan dapat mengetahui jumlah stok masker untuk apotek.

Manfaat big data dan georeference sangat luas, salah satunya dengan menelusuri riwayat perjalanan pasien terjangkit Covid-19.

Berdasarkan data tersebut pemerintah kemudian bisa mengidentifikasi orang dalam pengawasan (ODP).

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Science & Technology

Earphone yang Dipatenkan Xiaomi Bisa Dimasukkan ke Bodi HP

Published

on

By

Ilustrasi earphone nirkabel (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)

Finroll.com, Jakarta – Pabrikan ponsel pintar China, Xiaomi, dikabarkan telah mematenkan handphone (hp) yang memiliki earphone nirkabel internal.

Berdasarkan gambar yang beredar, earphone nirkabel ini bakal dimasukkan di bagian panel atas ponsel. Jika tidak digunakan, headset nirkabel itu bisa dimasukkan ke bagian atas ponsel sekaligus mengisi daya.

Earphone nirkabel ini akan terhubung melalui Bluetooth dan didukung dengan sistem pencegah kebisingan.

Ponsel dengan headset nirkabel yang bisa dimasukkan ke dalam bodi ponsel ini terbilang unik dan belum ada di pasaran.

Melansir Gizchina, Rabu (29/7), bagian atas earpiece nirkabel ini punya bagian yang dapat diputar. Jika ditekuk, maka earphone bakal bisa dimasukkan ke telinga. Tekukan earpiece ini mesti diluruskan terlebih dulu jika akan disimpan dalam ponsel.

Melansir Gadgetsay, headset nirkabel internal garapan Xioami dapat digunakan sebagai speaker telepon. Dari segi penampilan, headset ini mirip dengan headset nirkabel Xiaomi Mi True yang ada.

Belum diketahui pasti tujuan Xiaomi merilis ponsel pintar dengan headset internal. Namun, struktur ini juga memiliki kelemahan. Seperti diketahui, headset akan menempati banyak ruang.

Padahal saat ini, banyak pembuat smartphone yang sengaja menghilangkan jack 3,5 mm untuk membuat bentuk ponsel yang tipis.

Jika Xiaomi benar-benar mewujudkan ponsel yang ia patenkan ini, menjadi pertanyaan bagaimana mereka bisa menjaga ketipisan bodi ponsel.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Science & Technology

Charger HP Gaming Lenovo Isi Penuh Baterai dalam 30 Menit

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Perusahaan teknologi asal Taiwan, Lenovo ikut meluncurkan charger atau pengisi daya cepat 90 watt yang bisa mengisi penuh baterai 5.000 mAh dalam 30 menit.

Pengisi daya cepat yang disebut Super Flash Charge 90 watt ini bakal disematkan ke perangkat ponsel gaming terbaru mereka, Lenovo Legion Pro.

Dengan pengisian daya cepat 90 watt, baterai ponsel akan terisi penuh hanya dalam waktu 30 menit. Menurut laporan yang dihimpun Giz China, teknologi Super Flash Charge 90 watt akan dipadukan dengan teknologi Twin Turbo. Lenovo mengklaim teknologi tercepat untuk mengisi baterai ini menggunakaan arsitektur daya kilat hibrida dengan keamanan 16 lapis.

Dilansir GSMArena, ponsel disematkan dua port USB Type C yang ditempatkan di bawah dan di samping bodi ponsel. Legion Pro menggunakan layar berukuran 6,67 inci dan dilengkapi dengan kamera selfie yang didesain pop-up atau menyembul ke atas.

Ponsel gaming ini juga menggunakan layar dengan refresh rate 144Hz. Ini adalah salah satu refresh rate tertinggi saat ini. Sebelumnya, layar ponsel baru menggunakan refresh rate 120 Hz.

Dari sisi dapur pacu, ponsel menggunakan prosesor andalan Qualcomm yaitu Snapdragon 865+ dan dipadukan dengan kapasitas memori RAM 16GB ROM 512GB UFS 3.1.

Lenovo Legion Pro digadang-gadang bakal diperkenalkan ke publik pada 22 Juli 2020 mendatang. Sebelumnya, Realme resmi meluncurkan perangkat pengisi daya cepat (fast charging) 125 Watt bernama UltraDART.

Peluncuruan itu dilakukan sehari setelah Oppo meluncurkan SuperVOOC, pengisi daya yang juga berkekuatan 125W.

Realme mengklaim UltraDART dapat mengisi baterai berkapasitas 4.000 mAh dari 0 ke 33 persen hanya dalam tiga menit.

Selain pengisi daya 125W, Realme juga meluncurkan dua pengisi daya dengan ukuran lebih tipis dan punya daya lebih kecil, SuperDart 50W dan 65W.

Untuk mencapai pengisian daya cepat, Realme menggunakan pengisian tiga arah. Selain teknologi pengisian tiga arah, pengisi daya cepat ini juga menurunkan tegangan (voltase) dan memperbesar nilai ampere.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending